SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Category Archives: News

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2018 tumbuh 4,21%, Lapangan Usaha Pertanian Paling Tinggi Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekonomi Indonesia Triwulan II-2018 tumbuh 4,21%, Lapangan Usaha Pertanian Paling Tinggi, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/08/ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2018-tumbuh-421-lapangan-usaha-pertanian-paling-tinggi.

kementan_20180801_094059

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia / Produk Domestk Bruto (PDB) triwulan II tahun 2018.

Menurut catatan BPS, Ekonomi Indonesia triwulan II-2018 terhadap triwulan tahun sebelumnya meningkat sebesar 4,21 persen quarter-to-quarter (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,93 persen. Disusul Perusahaan Jasa 3,37 persen, dan Jasa Lainnya 3,30 persen.

Struktur PDB dan Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha triwulan II-2018 (y-on-y) dibanding tahun sebelumnya, sektor Pertanian berada di urutan kedua strutur PDB sebesar 13,63 persen, dengan Pertumbuhan Ekonomi 4,76 persen.

Sementara, sektor Industri ada pada peringkat pertama Struktur PDB sebesar 19,83 persen, dengan Pertumbuhan Ekonomi lebih rendah 3,97 persen.

Pengembangan Teknologi Pertanian Faktor Pendukung Pertumbuhan
BPS mencatat beberapa fenomena sebagai faktor pendukung sektor Pertanian menjadi yang paling kuat dalam Laju Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (y-on-y). Fenomena itu adalah puncak panen raya padi yang terjadi di Maret 2018 dan masih berlangsung hingga akhir triwulan II/2018.

Kemudian, cuaca yang lebih kondusif dibanding tahun 2017 menyebabkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan meningkat.

Dan terakhir pengembangan teknologi budidaya dan pakan mandiri yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya.

Sub-sektor pada Sektor Pertanian yang tumbuh meningkat, dalam ringkasan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2018 BPS, disebutkan terutama terjadi pada tanaman hortikultura. Khususnya produksi sayuran dan buah-buahan serta peternakan pada produk unggas.

Menanggapi hal tesebut Suwandi, Direktur Jenderal Holtikultura, Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa memang triwulan dua sedang masa tanam ditambah upaya besar untuk mendorong ekspor.

“Di triwulan ke dua memang kita memang masuk masa produksi untuk tanaman hortikultura. Ini juga bisa dilihat dari upaya kita meningkatkan ekspor,” kata Suwandi.

Sementara itu, I Ketut Darmita, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyatakan bahwa kebijakan bidang peternakan sudah di jalur yang benar.

“Artinya pembangunan sub sektor peternakan sudah on the track, dan berhasil memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor obat hewan kita telah menembus 82 Negara. Tahun ini kita juga sudah berhasil meningkatkan ekspor produk ayam olahan dan telur ke beberapa negara termasuk Jepang, serta telur berembriyo ke Myanmar,” ungkapnya.

Sebagai informasi, data BPS menyebutkan kontribusi volume ekspor 2017 untuk subsektor peternakan merupakan yang terbesar pada kelompok hasil ternak, yakni sebesar 64,07%. Salah satunya adalah daging ayam. Negara tujuan ekspor subsektor peternakan terbanyak adalah Hongkong (23,10%) dan China (21,96%).

Sejauh ini, secara keseluruhan peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara.

Secara khusus, ekspor daging ayam tahun 2017 mencapai sebesar 325 ton, meningkat 1.800% dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu juga dengan ekspor telur unggas sebanyak 386 ton atau meningkat 27,39% dibanding 2016.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekonomi Indonesia Triwulan II-2018 tumbuh 4,21%, Lapangan Usaha Pertanian Paling Tinggi, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/08/ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2018-tumbuh-421-lapangan-usaha-pertanian-paling-tinggi.

Editor: Content Writer

CHAROEN LEPAS EKSPOR KE TIMOR LESTE, JEPANG DAN PAPUA NUGINI

charoen lepas ekspor
JAKARTA, Bertempat di kantor pusat yang berada di Ancol, Jakarta Utara, PT Charoen Pokphand Indonesia (PT CPI) melakukan pelepasan ekspor perdana kedua negara yakni untuk Republik Demokrat Timor Leste dan Jepang sebanyak 11 kontainer produk unggas, pakan ternak dan minuman, bersamaan dengan pengiriman ke-4 kalinya produk unggas 1 kontainer ke Papua Nugini.
Sebagai tindak lanjut dari rencana kerja Kementerian Pertanian untuk menterjemahkan perintah Presiden Republik Indonesia dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia melalui instrumen investasi dan ekspor produk-produk peternakan yang dihasilkan dalam negeri.
Atas dukungan dan peran penting dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dalam hal ini PT CPI telah berhasil memprakarsai ekspor perdana ke Papua Nugini pada tahun 2017. Tidak berhenti hanya disatu negara, pada tahun 2018, PT CPI berhasil menambah negara sebagai pangsa ekspor yakni negara Republik Demokratik Timor Leste dan Jepang.
“Sementara Jepang sebagai negara yang sangat memperhatikan konsumennya, sejak tahun 2014 telah mengirimkan delegasinya dari Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (MAFF) untuk secara berkelanjutan melakukan penilaian kepada unit usaha pengolahan makanan PT CPI. Penilaian terakhir dilakukan pada tahun 2017, hasil penilaian produk yang diizinkan ekspor ke Jepang meningkat dan produk tersebut dapat diterima oleh konsumen Jepang,” jelas Thomas Effendy, Presiden Direktur PT CPI.
Kegiatan ekspor ini diresmikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Selain itu hadir pula Dirjen PKH I Ketut Diarmita, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ninuk Rahayuningrum, Direktur Eskpor Produk Pertanian & Kehutanan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Tuti Prahastuti, Kepala Satgas Pangan Irjen Pol. Setyo Wasisto, dan Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok Purwo Widiarto.
Sementara jajaran PT CPI yang hadir diantaranya Presiden Komisaris CPI T. Hadi Gunawan, President East Area CPI Peraphon Prayooravong, Chairman Food Business Primafood International Rusmin Riadi, Komisaris CPI Suparman S., dan Presiden Direktur Singa Mas Indonesia Christ Iwan. Hadir pula Direktur Jenderal Pertanian dan Kesehatan Hewan RD Timor Leste, Domingos Gusmao. (WK)

Pelopor Obat Hewan Herbal Indonesia

medion

Kesehatan menjadi isu penting dalam era modern seperti saat ini. PT. Medion hadir untuk membantu para peternak dalam menyediakan bahan pangan hewani yang sehat melalui produk herbal yang sudah teruji.


Kehadiran Presiden Jokowi di stan PT. Medion.
Adanya kebijakan pemerintah terkait larangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) di dalam pakan ternak mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia semakin peduli terhadap pangan yang mereka konsumsi. Begitupun bagi para peternak, mereka juga harus bisa menyediakan bahan pangan hewani yang aman dan sehat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.
PT. Medion sebagai penyedia obat ternak, tentu juga mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia yang kian paham tentang isu kesehatan. Oleh karena itu, melalui tim Research and Development yang sudah teruji selama puluhan tahun, PT. Medion terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk yang ramah kesehatan. Salah satunya adalah obat hewan berbahan dasar tumbuh-tumbuhan atau biasa disebut herbal.
Mengusung tema herbal
PT. Medion turut serta dalam pameran peternakan paling terkemuka di Indonesia, Indo Livestock Expo & Forum 2018 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 4-6 Juli 2018. Peter Yan, Corporate Communication and M&D PT. Medion mengungkapkan bahwa keikutsertaanya dalam pameran Indo Livestock 2018 merupakan ajang untuk saling bertemu, berbicara, dan berdiskusi dengan pelanggan maupun mitra bisnis.

Pameran kali ini, PT. Medion menampilkan jajaran produk natural Mediherba.
Pada pameran tahun ini, PT. Medion mengusung tema herbal pada stan yang mereka tempati. Nuansa warna hijau mendominasi tiap sudut dengan atap berbentuk daun, sejalan dengan konsep herbal yang sedang mereka tawarkan. Keputusan mengangkat tema tersebut bersamaan dengan kebijakan pemerintah terkait pelarangan AGP yang juga baru diterapkan pada tahun ini.
“Ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan produk-produk herbal kami sebagai pengganti AGP, dan kebetulan kami juga sudah lama meneliti tentang herbal, ada 15 produk yang sudah diproduksi dan rencana 5 produk baru akan ditambahkan,” paparnya.
Peter menambahkan, selain untuk menyuplai kebutuhan pangsa pasar obat hewan dalam negeri, PT. Medion juga telah sukses melakukan ekspor ke 20 negara. Hal tersebut membuktikan bahwa PT. Medion telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk atau jasa dan juga dalam hal pengelolaan lingkungan.
Mengenai stan yang terlihat terbuka dan lebih santai, Peter mengaku hal itu dilakukan agar para pelanggan yang datang untuk berkunjung lebih merasa nyaman saat berbincang. “Bisnis itu bukan sekadar jual beli, namun ada nilai lain seperti good relationship. Kami sangat menjaga itu, kalau peternak untung kan kami juga ikut senang,” ucap Peter.
Peter juga mengaku sangat senang PT. Medion mendapat penghargaan The 2nd Best Stand Performance. Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk penghargaan dari Napindo sebagai penyelenggara pameran Indo Livestock.
Di samping itu, PT. Medion juga berhak menerima penghargaan Indonesian Livestock Exporter Award – Mancanegara Satwa Nugraha, Perusahaan Obat Hewan Golongan Biologik. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita kepada Jonas Jahja, President Director PT. Medion. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi Medion dalam pengembangan obat hewan khususnya dalam golongan biologik di Indonesia hingga berhasil mengekspor produknya ke berbagai negara.

Jonas Jahja menerima penghargaan Indonesian Livestock Exporter Award.
Produk herbal dan gelaran seminar
PT. Medion telah membuktikan dirinya sebagai perusahaan obat yang mau menggali aneka ragam tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. Melalui Mediherba, produk-produk herbal hasil racikan para peneliti PT. Medion bahkan mampu bersaing dengan produk obat hewan lain.
Minat peternak terhadap produk herbal memang terbukti. Saat pertama kali PT. Medion meluncurkan produknya, antusiasme para peternak terhadap produk ini cukup tinggi dan melebihi ekspetasi. “Biasanya kami launching di beberapa kota saja, tapi kota-kota lain ternyata ikut pesan juga. Kami optimis bisnis obat herbal ini akan maju kedepannya,” ungkap Peter.
PT. Medion mengadakan 6 sesi seminar selama pameran. Seminar bertema “Inovasi Herbal untuk Kesehatan Unggas” memperkenalkan dua produk herbal terbarunya yaitu Fithera dan Respitoran. Fithera merupakan produk herbal yang mampu mengatasi penyakit bakterial seperti Korisa, CRD, Colibacillosis, dan Koksidiosis. Sedangkan Respitoran merupakan produk herbal yang bersifat supportif untuk mengatasi gangguan pernapasan.
Seminar berjudul “Harsonic, Solusi Permanen Mengatasi Biofilm” dipaparkan oleh Koen Kinsbergen dan Bubun, MBA. Koen Kinsbergen dalam seminarnya mengatakan bahwa produk Harsonic mampu membersihkan biofilm pada pipa air dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Biofilm merupakan lapisan bakteri berlendir dan menempel pada permukaan, yang jika tidak dibersihkan dapat meningkatkan resiko ayam terkena penyakit.
Lain halnya dengan Melina Jonas, M.Sc dan drh. Santi Purwanti yang menyampaikan seminar “Infeksi Fowl Adenovirus”, Melina Jonas dalam paparannya menyebutkan bahwa saat ditemukan penyakit adenovirus di dalam kandang maka yang perlu dilakukan adalah desinfeksi. Selain program desinfeksi, penanganan lain seperti memperketat biosekuriti juga harus tetap dilakukan.
“Kami punya produk herbal seperti Heprofit dan Imustim. Imustim mampu mempercepat peningkatan antibodi setelah vaksinasi. Imustim juga terbukti membantu ayam mengatasi imunosupresi akibat padatnya program vaksinasi. Sedangkan untuk Heprofit bisa membantu mencegah kerusakan hati pada ayam,” papar Melina.(https://www.poultryindonesia.com)

Cara Kementan Kendalikan Bahaya Resistensi Antibiotik pada Ternak

kementan 2

Yogyakarta – Dalam hal pencegahan dan pengendalian ancaman bahaya resistensi antimikroba (AMR), pemerintah telah mempunyai peraturan terutama dalam pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promotor). Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengatakan AMR, termasuk antibiotik yang masuk sebagai ancaman kesehatan hewan dan lingkungan yang dilarang oleh PBB.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengakui bahwa AMR adalah masalah global bagi kesehatan masyarakat dan hewan yang utama dan sangat penting diatasi saat ini, serta mendesak semua negara untuk memprioritaskan tindakan untuk pengendalian AMR,” ungkap Fadjar dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/8/2018).

Hal tersebut terungkap saat pertemuan para penggiat komunikasi tingkat ASEAN atau ASEAN Communication Group on Livestock (ACGL) ke-6 yang dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 7-10 Agustus 2018 di Hotel Ambarukmo Yogyakarta.

Ia menjelaskan, pelarangan terhadap penggunaan AGP telah diatur dalam Undang-Undang No. 18/2009 juncto Undang-Undang No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menyatakan tentang pelarangan penggunaan pakan yang dicampur dengan hormon tertentu dan atau antibiotik imbuhan pakan.

Selain itu melalui Permentan No. 14/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan, sejak 1 Januari 2018 pemerintah juga melarang penggunaan AGP dalam pakan. Pelarangan ini juga diperkuat dengan Permentan No. 22/2017 tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan, yang mensyaratkan pernyataan tidak menggunakan AGP dalam formula pakan yang diproduksi bagi produsen yang akan mendaftarkan pakan.

Dia melanjutkan, risiko AMR tercatat lebih tinggi di negara-negara di mana peraturan perundang-undangan, pengawasan regulasi dan sistem pemantauan mengenai penggunaan antimikroba hampir tidak ada.

“Pencegahan dan pengendalian AMR yang tidak memadai dan lemah di beberapa negara akan meningkatkan risiko penyebarannya,” ucapnya.

Menurutnya, AMR adalah masalah lintas sektor yang memerlukan pendekatan multi-sektoral untuk penanganannya. Di masyarakat sendiri saat ini telah mulai ada kesadaran dan pengingkatan kapasitas teknis soal pencegahan dan pengendaliannya. Hanya saja Fadjar mengatakan, untuk sektor kesehatan hewan masih agak tertinggal.

“Saat ini sudah terlihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan peningkatan kapasitas teknis di kesehatan masyarakat untuk pencegahan dan pengandalian AMR, namun untuk sektor kesehatan hewan masih sedikit tertinggal,” ungkapnya.

Imron Suandy selaku delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut mengatakan semua negara anggota ASEAN sepakat untuk merumuskan bersama langkah-langkah komunikasi yang tepat dalam menyampaikan bahaya resistensi antibiotik dan peran serta masyarakat dalam mencegahnya.

“Berbagai kegiatan komunikasi dan pesan kunci terkait AMR kepada pemangku kepentingan khususnya masyarakat kita bahas bersama,” ucapnya.

Menurutnya, strategi komunikasi dan advokasi resistensi antimikroba tingkat regional sebelumnya telah sepakati oleh para Menteri Pertanian se-Asia Tenggara untuk menjadi pedoman bagi semua negara anggota ASEAN dalam memberikan arah yang tepat pada pelaksanaan kerangka kerja, serta untuk menyempurnakan dan mengembangkan kesadaran terkait AMR.

Imron menyebutkan, pemerintah telah memiliki Rencana Aksi Nasional yang merupakan hasil pemikiran dan konsep bersama dari berbagai sektor. Konsep yang disusun sejalan dengan 5 (lima) tujuan strategi global yaitu:

Meningkatkan pemahaman, kepedulian dan kesadaran terkait resistensi antimikroba, memperkuat pengetahuan dan basis data (evidence) melalui surveillans dan penelitian, melakukan upaya pencegahan infeksi yang efektif melalui penerapan higiene, sanitasi, dan biosecurity.

Kemudian mengoptimalkan penggunaan antimikroba, serta mengembangkan investasi yang berkelanjutan berbasis ketersediaan sumber daya lokal dalam penemuan obat-obatan baru, alat diagnostik, vaksin dan intervensi lainnya dalam upaya pengobatan.

“Bentuk edukasi yang sudah kita lakukan dalam bentuk kegiatan seperti Studium General (Kuliah Umum) di perguruan tinggi, kampanye lewat kegiatan CFD, dan perlombaan essay, pembuatan video pendek terkait AMR, penyabaran informasi melalui media sosial (FB, Instagram, Twitter dan YouTube),” pungkasnya. (idr/eds)

Indonesia Peringkat 8 Negara Produsen Telur Dunia

Negara produsen telur

Indonesia kini berada di peringkat 8 dari 10 negara produsen telur dunia. Berdasarkan data dari statisca.com negara produsen telur terbesar dunia adalah Tiongkok dengan produksi sebesar 530 miliar butir per tahun, disusul dengan USA, India, Meksiko, Brazil, Rusia, Jepang , Indonesia, Iran dan Turki. Berdasarkan catatan statisca, produksi telur Indonesia sebesar 33,21 miliar  butir per tahun atau setara dengan   2,07 juta ton per tahun. Angka ini dicatat tahun 2016.

Dengan asumsi jumlah penduduk tahun 2016 sebesar 261 juta orang maka bisa diasumsikan bahwa konsumsi telur masyarakat Indonesia sebesar 127 butir per kapita per tahun atau setara dengan 7,9 kg per kapita pertahun.

Sementara itu negara Iran ternyata kini masuk 10 besar produsen telur dunia. Ini merupakan sebuah prestasi yang layak diacungi jempol, karena negara-negara Eropa yang dikenal peternakannya maju tidak masuk dalam 10 besar produsen telur antara lain Belanda, Perancis, dan Itali. Thailand yang di ASEAN dikenal paling maju usaha peternakannya, juga tidak masuk dalam 10 besar produsen telur.

 

Sektor Peternakan Berkontribusi Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2018

ayam

Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia/Produk Domestk Bruto (PDB) triwulan II tahun 2018. Segi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,93 persen.

BPS mencatat Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2018 BPS memperlihatkan peningkatan luar biasa pada sub-sektor peternakan, terutama produk unggas dan obat hewan.

“Artinya pembangunan sub sektor peternakan sudah on the track dan berhasil memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor obat hewan kita telah menembus 82 Negara. Tahun ini kita juga sudah berhasil meningkatkan ekspor produk ayam olahan dan telur ke beberapa negara  termasuk Jepang, serta telur berembrio ke Myanmar,” ungkap Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dalam pernyataan tertulis, Rabu (8/8/2018).

Sebagai informasi, data BPS menyebutkan kontribusi volume ekspor 2017 untuk sub-sektor peternakan merupakan yang terbesar pada kelompok hasil ternak, yakni sebesar 64,07 persen. Salah satu kelompok hasil ternak tersebut adalah daging ayam.

Ekspor Obat Hewan Meningkat

Bersumber dari laman http://ditjennak.pertanian.go.id, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk mendorong peningkatan ekspor obat hewan ke negara-negara mitra. Upaya tersebut dilakukan dengan cara mendorong para pelaku usaha untuk menerapkan Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) dan perbaikan regulasi.

Upaya Kementan ternyata membuahkan hasil dengan meningkatnya nilai ekspor obat hewan Indonesia tiap tahun. Ditjen PKH telah mengeluarkan Surat Persetujuan Pengeluaran – Keluar (SPP-K) ekspor obat hewan senilai Rp 27,674 triliun. Tahun 2017, angka ekspor obat hewan meningkat sebesar Rp 1,3 triliun atau 5 persen dari ekspor pada tahun 2016.

Jenis obat hewan yang di ekspor adalah sediaan biologik, farmasetik dan premiks. Jenis sediaan biologik yang diekspor antara lain vaksin AI, ND, IB, IBD, ILT, Coryza, EDS dan Fowl Fox. Jenis sediaan farmasetik yang diekspor adalah obat antelmentika, antidefisiensi, antibakteria, antiprotozoa, antiseptika dan desinfektansia. Jenis sediaan premiks yang diekspor antara lain asam amino (L-Threonine, Lysine Monohydrochloride, Lysine Sulphate, L- Tryptophan, L-Arginine).

Volume ekspor obat hewan tahun 2017 adalah sebesar 482.897 ton, sedangkan volume ekspor tahun 2016 adalah sebesar 459.902 ton. Angka ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mendukung ekspor obat hewan dengan kenaikkan yang cukup signifikan yaitu sebesar 22.995 ton (5%) dibandingkan dengan jumlah ekspor obat hewan tahun 2016 sebesar 459.902 ton. Volume impor tahun 2017 adalah sebesar 113.493,84 ton, sedangkan volume impor tahun 2016 sebesar 194.168 ton, artinya terjadi penurunan impor sebesar 80.674.16 ton (41,5 %).***Nunung/Infovet

UPSUS SIWAB DONGKRAK POPULASI SAPI DALAM NEGERI

upsus siwab dongkrak populasi sapi
BOGOR, Pemerintah mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas daging sapi masih terus dilakukan sampai saat ini. Kegiatan optimalisasi reproduksi melalui Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) menjadi fokus utama kegiatan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian sejak tahun 2017 hingga tahun 2018 ini.
Dirjen PKH I Ketut Diarmita dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Upsus Siwab Semester 1 di IPB ICC Bogor mengatakan, berdasarkan realisasi pelaksanaan Upsus Siwab pada tahun 2017 capaian IB nasional adalah sebanyak 3.976.470 ekor atau 99,41% dari target 4 juta ekor dan capaian kebuntingan nasional sebanyak 1.892.462 ekor atau 63,08% dari target 3 juta ekor, serta kelahiran sebanyak 911.135 ekor. Sedangkan peningkatan populasi sapi potong pada tahun 2016 ke 2017 sebanyak 606 ribu ekor, sehingga terjadi lompatan pertambahan populasi yang sangat signifikan, yaitu sebanyak 305 ribu ekor dari hasil pelaksanaan Upsus Siwab 2017.
Menurutnya, program Upsus Siwab merupakan langkah Pemerintah untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri. Menurutnya, di tengah-tengah keterbatasan anggaran Pemerintah, tuntutan untuk meningkatkan produksi daging sapi/kerbau semakin tinggi, sehingga salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya dalam negeri untuk mencapai kebuntingan 2.1 juta ekor dari 3 juta akseptor sapi/kerbau pada tahun 2018.
Berdasarkan data kumulatif hingga saat ini untuk tahun 2018, capaian IB nasional adalah sebanyak 2.216.594 ekor atau 77,89% dari target 3 juta ekor dan capaian kebuntingan nasional sebanyak 897.014 ekor atau 42,71% dari target 2,1 juta ekor, serta kelahiran sebanyak 514.349 ekor dari target 1,68 juta ekor. (InfoASOHI/WK)

KINI INDONESIA EKSPOR DOMBA KE MALAYSIA

kini indonesia ekspor domba

SURABAYA, Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman melepas 60.000 ekor domba yang diekspor untuk pertama kalinya ke Malaysia. Dia menyampaikan saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor berbagai komoditas strategis pertanian, termasuk komoditas peternakan.

“Ini adalah kerjasama yang luar biasa. Dulu kita hanya mengekspor 210 ekor saja. Kini kita kirim 2.100 ekor per bulan. Artinya naik 1.000%. Malaysia memberikan kuota 60 ribu per tahun. Kita kirim 5 ribu ekor dulu per bulan,” kata Andi Amran usai meresmikan ekspor domba ke Malaysia di Balai Besar Karantina dan Peternakan Surabaya.

Amran mengaku optimistis ekspor kambing atau domba Indonesia dapat terus meningkat ke depannya. Sebab berdasarkan Statistik Peternakan, populasi kambing atau domba secara nasional pada tahun 2017 sebanyak 35.052.653 ekor dan sebanyak 4,72 juta ekor berada di Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu produksi daging kambing atau domba tahun 2017 mencapai 124.842 ton/tahun. Sehingga, secara neraca mengalami surplus dibandingkan dengan kebutuhan nasional dengan konsumsi masyarakat terhadap daging kambing domba sekitar 13.572 ton/kapita/tahun. Amran juga mengatakan ekspor domba ini adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh para petani. Dengan melakukan ekspor domba tersebut harga akan menjadi naik.

Terkait regulasi dan kendala persoalan transportasi untuk ekspor domba ke Malaysia, Amran berjanji akan memfasilitasiya. Ia mengatakan telah menghubungi Menteri Perhubungan untuk membantunya.

Di lain pihak, Direktur PT Inkopmar Cahaya Buana Lukman Satria menjelaskan ekspor puluhan ribu domba ke Malaysia menggunakan sistem kontrak dua tahun. Domba yang diekspor merupakan berasal dari 200 peternak. (InfoASOHI/WK)

PEMILIHAN DUTA AYAM & TELUR DIBUKA TAHUN INI

pemilihan duta ayam  telur
Tahun ini FORMAT (Forum Media Peternakan) bekerjasama dengan Pinsar Indonesia akan kembali mengadakan pemilihan Duta Ayam dan Telur. Pemilihan Duta ini merupakan ajang kompetisi bagi pemuda-pemudi di seluruh Indonesia yang ingin menunjukan kepeduliannya untuk ikut serta dalam kampanye konsumsi ayam dan telur.
Pemilihan direncanakan akan berlangsung bulan Agustus-September 2018. Pemilihan Duta Ayam dan Telur pernah dilakukan tahun 2011 dimana waktu itu proses pemilihannya oleh tim Pinsar Indonesia. Saat itu Ayu Pratiwi (mantan Putri Pariwisata Indonesia) dan Fernando Surya (finalis L-men Indonesia) terpilih sebagai Duta Ayam dan Telur.
Pada tahun ini akan dilakukan proses pemilihan secara terbuka dimana dewan juri akan dipilih dari kalangan profesional. Pemilihan duta akan disertai dengan proses karantina, kunjungan ke industri perunggasan.
Dari proses seleksi ini akan dipilih satu pria dan satu orang wanita sebagai Duta Ayam dan Telur untuk periode 2018-2021. Pemenang akan mendapatkan Trophy, Sertifikat dan Paket Wisata. Pemenang juga akan mengisi puncak kegiatan peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN dan World Egg Day di Manado 20 Oktober 2018 mendatang. Info pendaftaran Duta Ayam dan Telur http://pinsarindonesia.com/dapatkan-paket-wisata-gratisuntuk-pemenang-duta-ayam-dantelur/
Seperti kita ketahui bersama, ayam dan telur merupakan pangan hewani berprotein tinggi yang harganya paling terjangkau bagi semua kelas masyarakat. Gerakan kampanye makan daging ayam dan telur harus tetap digelorakan untuk menuju Indonesia cerdas. Jadi, bagi anak-anak muda berbakat, segera daftar untuk menjadi duta ayam dan telur nasional! (InfoASOHI/WK)

PRESIDEN JOKOWI KUNJUNGI INDO LIVESTOCK EXPO 2018

presiden jokowi kunjungi indolivestock 2018
Jakarta bertempat di Jakarta Convention Center Senayan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya berkunjung ke Indo Livestock 2018 Expo & Forum. Kabar kepastian hadirnya Jokowi ke Indo Livestock sempat simpang-siur. Awalnya diberitakan Jokowi hadir saat opening ceremony tanggal 4 Juli sekaligus menyerahkan penghargaan Indo Livestock Exporter Award. Menjelang acara Indo Livestock, muncul kabar Jokowi tidak jadi datang dan akan diwakili Menko Perekonomian, Darmin Nasution.
Ternyata Menko Perekonomian juga batal hadir dan diwakili Deputi Menko Musdalifah. Waktu itu ada informasi bahwa presiden akan hadir pada hari kedua 5 Juli. Kabar ini ternyata tidak menjadi kenyataan. Barulah tanggal 5 Juli malam beredar surat resmi dari PT Napindo selaku penyelenggara bahwa Presiden Jokowi akan hadir pada Jumat 6 Juli.
Akhirnya kedatangan Jokowi yang didampingi Mensesneg, Menteri Pertanian, Direktur Napindo Aryaseta Wiriadipoera, serta sejumlah pejabat menjadi kenyataan dan disambut antusias oleh peserta dan pengunjung pameran.
Pada jumat pagi dilakukan persiapan kehadiran Jokowi sehingga beberapa seminar yang diselenggarakan perusahaan di lantai dasar tidak bisa berjalan efektif karena sterilisasi Paspampres. Jokowi hadir dan berkeliling ke banyak stand pameran mulai dari Charoen Pokphand Indonesia, stand UMKM, stand eksportir dan stand beberapa perusahaan.
Ketua umum ASOHI Drh Irawati Fari sempat berdialog dengan presiden saat berkunjung ke stand eksportir untuk menjelaskan perusahaan-perusahaan obat hewan yang melakukan ekspor. Ketika ditanya Jokowi dimana pabrik obat hewan yang sudah ekspor, Irawati menjawab, lokasi pabrik obat hewan eksportir antara lain di Jawa Barat.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani yang bertindak sebagai “host” di stand eksportir menjelaskan kepada presiden bahwa ekspor terbesar di bidang peternakan dan kesehatan hewan adalah ekspor obat hewan.
Jokowi juga sempat meninjau beberapa stand perusahaan obat hewan, antara lain Tekad Mandiri Citra (TMC), Catur Nawa, Medion, Farmasevaka dan beberapa perusahaan lainnya.
Di stand Catur Nawa, Jokowi disambut Presdir Catur Nawa, Olan Sebastian, sedangkan di Medion, Jokowi berdialog dengan Coorporate Communication and R&D Director Medion Peter Yan. Di sini Peter Yan menjelaskan keberhasilan Medion menjadi pemain global dengan negara tujuan ekspor lebih dari 20 negara. Sementara di stand TMC, presiden diajak foto dan bersalaman oleh para pengunjung yang kemudian disambut tepuk tangan bergemuruh pengunjung pameran. Diharapkan kunjungan ini menjadi motivasi bagi dunia usaha untuk berkarya lebih baik lagi. (InfoASOHI/BS)

Malindo Akan Investasi Pengeringan Jagung

Feed grain

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya, dengan membangun pengeringan jagung di desa-desa Indonesia. Rencana investasi diusulkan setelah pertemuan bisnis antara Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato Sri Mostapa Mohamed bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dan sejumlah pengusaha nasional bertemu di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, baru baru ini, sebagai dikutip kompas.com.

“Malindo sudah investasi cukup lama di Indonesia. sekarang dia mau ikut membantu pengeringan jagung di desa-desa yang udah fokus,” ujar Mendes Eko. Ia menuturkan, rencananya Malindo akan membangun pengeringan jagung di desa-desa wilayah Sumatera dan Sulawesi. Namun sayangnya, dia tidak menyebutkan berapa nilai investasi yang dikeluarkan Malindo. “Saat ini sudah dikerjakan. Setahu saya di daerah Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan,” kata dia. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan-perusahaan asal Malaysia berencana untuk berinvetasi di Indonesia sebesar Rp 120 triliun. “Sektornya ada di infrastruktur, listrik, perbankan,” pungkas dia. Sebelumnya, Mendes Eko Putro telah melakukan pertemuan antara perusahaan-perusahaan asal negeri Jiran ini melakukan pertemuan dengan Mendes PDTT, dan sejumlah perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta di Jakarta. (Kompas.com/amat)**

Charoen Pokphand Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 2,24 triliun (Download Laporan Keuangan CPI 2017)

logo charoen

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI) membukukan penjualan senilai Rp49,37 triliun pada 2017, naik 29,04% year on year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp38,26 triliun.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan CPI belum lama ini manajemen melaporkan penjualan 2017 mencapai Rp49,37 triliun dari sebelumnya Rp38,26 triliun. Beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp43,11 triliun dari tahun sebelumnya Rp31,74 triliun.

Dengan beban pokok penjualan sebesar itu makanlaba operasional pada 2017 sejumlah Rp3,72 triliun, turun dari 2016 senilai Rp4,42 triliun. Namun, laba bersih perseroan meningkat 12,16%  menjadi Rp2,49 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,22 triliun. Hal ini karena beban pajak penghasilan mengalami penurunan dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 758 miliar.

CPI mencatat Laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp152 dari sebelumnya Rp135. Sedangkan posisi kas dan setara kas pada akhir 2017 mencapai Rp1,74 triliun, turun dari tahun sebelumnya Rp2,50 triliun.

Sedangkan total aset perseroan pada 2017 sebesar Rp24,52 triliun, naik dari sebelumnya Rp24,20 triliun.

Laporan selengkapnya silakan download cengan klik di sini.

Download Laporan Keuangan Charoen Pokphand Indonesia 2016; Laba CPI Tahun 2016 Naik 21,45% Menjadi Rp 2,23 triliun

logo charoen

Di tengah gejolak perunggasan yang menyebabkan banyak peternak mengalami kerugian berkepanjangan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) berhasil membukukan pertumbuhan laba 21,45% sepanjang tahun 2016.

cpin-2011-15-margin-labaSebagaimana disebutkan bisnis.com , berdasarkan laporan keuangan yang terbit pada Jumat (31/3/2017), laba perusahaan perunggasan terbesar di Indonesia ini tercatat Rp2,23 triliun sepanjang 2016, naik 21,45% dari tahun 2015 yang sebesar Rp1,83 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan pada tahun lalu sebesar 27,86% dari Rp29,92 triliun menjadi Rp38,26 triliun.

Beban pokok penjualan tercatat naik 27,91% dari Rp24,82 triliun menjadi Rp31,74 triliun , sehingga laba kotor naik 27,63% dari Rp5,1 triliunmenjadi Rp6,51 triliun .

cpin-2015-laba-rugiBeban usaha yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi naik 16,91% dari Rp1,76 triliun menjadi Rp2,05 triliun .

Adapun laba usaha terpantau meningkat 30,26% dari Rp3,39 triliun menjadi Rp4,42 triliun .

Pada 2016, perseroan juga tercatat meraup laba keuntungan selisih kurs sebesar Rp168,82 miliar dari sebelumnya rugi Rp586,77 miliar.

cpin-2016-pertumbuhanHingga akhir 2016, total aset perseroan tercatat Rp24,2 triliun dengan jumlah liabilitas tercatat Rp10,05 triliun dan ekuitas Rp14,16 triliun.

Anda perlu laporan keuangan Charoen Pokphand Indonesia (CPI)  2016 yang lengkap? Klik di dini.

***

108 Miliar Euro, Market Peralatan Pertanian Dunia

agriculture equipment market ok

International agribisnis show, atau pameran agribisnis internasional yang dikenal dengan nama SIMA Paris 2017 baru saja berlangsung di Paris tanggal 26 februari hingga 2 Maret 2017 lalu.

Pameran pertanian terbesar di dunia ini didominasi dengan tampilan peralatan pertanian modern mulai dari traktor, alat menanam, alat panen, teknologi digital pertanian, alat transportasi pertanian modern serta pembibitan ternak.

Salah satu info penting yang disajikan dari pameran ini adalah data perkembangan market equipment pertanian yang telah mencapai angka 108 miliar Euro.

SIMA mencatat, dari nilai sebesar itu, pasar terbesar adalah Eropa Timur sebesar  36,2%, disusul dengan Asia sebesar 33,2 %, Amerika 27,6%, Oceania 2% dan Afrika 0,9%.

Meskipun pasar Afrika kecil, namun akan terjadi pertumbuhan yang sangat besar di masa mendatang. Diprediksi selama tahun 2000 hingga 2030, pasar Afrika akan mengalami peningkatan 590%.

 

Daftar 10 Negara Produsen Pakan Terbesar Dunia

Feed grain

Produksi Pakan ternak dunia menurut wattnet.com tahun 2016 sebesar 1,03 miliar ton dengan jumlah pabrik sebanyak 30.090 unit tersebar di seluruh dunia. Negara produsen pakan terbesar di dunia adalah Tiongkok dengan produksi sebesar 187,6 juta ton, disusul USA dengan produksi 169,7 juta ton per tahun. Selengkapnya lihat ilustrasi di atas.

Indonesia saat ini belum masuk pada 10 besar negara produsen pakan. Namun produksi pakan Indonesia saat ini sudah mencapai 17 juta ton, dan dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan akan mengejar produksi pakan negara Perancis yang saat ini produksinya 23 juta ton.

Diperkirakan pada beberapa tahun ke depan Indonesia masuk dalam 10 produsen pakan terbesar dunia.

 

CPI dan Japfa Masuk 15 Produsen Broiler Terbesar Asia

Poultry industry

Berdasarkan prediksi Wattagnet.com, pada tahun 2030 mendatang New Hope Group dari China akan menjadi perusahaan broiler terbesar di Asia dengan total pemotongan unggas encapai 800 juta ekor per tahun, disusul dengan Wen’s Food Group dengan produksi 744 juta ekor per tahun.

Adapun Charoen Pokphand Indonesia (CPI) diprediksi akan memotong ayam 80 juta ekor per tahun , sedikit dibawah perusahaan Jepang Mistubishi Corp yang memproduksi 100 juta ton ayam potong. Sementara itu Japfa pada tahun 2030 mendatang diperkirakan memproduksi 37 juta ekor ayam potong per tahun. CPI dan Japfa Group adalah perusahaan unggas no 1 dan no 2 terbesar di Indonesia. Keduanya merupakan integrator yang memiliki usaha dari hulu hingga hilir (breeding, feedmill, budidaya, pemotongan dan pengolahan unggas)

Wattagnet.com memprediksi pada tahun 2030 Indonesia menjadi pemain ekonomi terbesar no 13 di dunia. Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan perunggasan nasional.

Pada tahun 2016 , Indonesia memproduksi 1,64 juta ton daging ayam dan akan meningkat dalam 5  tahun ke depan menjadi 1,91 juta ton daging ayam.

CPI menguasai 66% dari market ayam dan 35% dari DOC broiler, sedangkan japfa menguasai 22% market DOC.

Pada tahun 2016 lalu, sebuah perusahaan investasi USA bernama KKR & Co L.P mengambil alih 10 persen saham di Japfa Group.

CP Group, Produsen Pakan Terbesar di Dunia

Charoen Pokphand Group (CP Group) , produsen pakan yang berpusat di Thailand kini menjadi perusahaan produsen pakan terbesar di dunia dengan produksi 27,65 juta ton. Urutan kedua diduduki oleh Cargill dengan produksi 19,5 juta ton , selanjutnya disusul oleh New Hope (China, 15,7 juta ton), Purina (USA, 13,5 juta ton ) dan Wen’s Food Group (China, 12 juta ton). Demikian data yang dihimpun  wattagnet.com  yang merilis 20 perusahaan pakan terbesar dunia belum lama ini.

Di Indonesia , CP juga menjadi produsen pakan  terbesar nasional dan merupakan salah satu perusahaan pakan tertua di Indonesia. Cargill juga punya pabrik di Indonesia sejak lebih dari 20 tahun lalu. Adapun New Hope dan East Hope asal China, termasuk pendatang baru produsen pakan di Indonesia.

Menurut Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), total produksi pakan Indonesia tahun 2016 sekitar 17 juta ton dan diprediksi akan tumbuh 8% pada tahun 2017. Adapun  CP Indonesia (CPI) yang merupakan pemain terbesar di Indonesia adalah group CP yang berpusat di Thailand. Produksi pakan CP Group yang tercatat 27,65 juta ton di dalamnya termasuk produksi CP yang ada di Indonesia maupun di negara-negara luar Thailand lainnya.***

Tabel : Top 20 Produsen Pakan Terbesar Dunia

No Company Country Production/year (million tonnes)
1 CP Group Thailand 27,65
2 Cargill United States 19,5
3 New Hope Liuhe China 15,71
4 Purina Animal Nutrition United States 13,5
5 Wen’s Food Group China 12
6 BRF Brazil 10,4
7 Tyson Foods (broiler) United States 10
8 ForFarmers N.V. Netherlands 9,1
9 East Hope Group China 7,6
10 JA Zen-Noh Japan 7,5
11 Agrifirm Group Netherlands 7,06
12 Shuangbaotai Group (Twins Group) China 6,6
13 Tangrenshen Group (TRS) China 6
14 De Heus Netherlands 5,95
15 Nutreco Netherlands 5,9
16 Haid Group China 5,52
17 NongHyup Feed Inc. South Korea 5,5
18 Yuetai Group China 5
19 DaChan Food (Asia) Ltd. China 4,8
20 Smithfield Foods United States 4,8

 

Jan-Sept 2016: Penjualan Charoen Rp 28 Triliun

logo charoen

Hingga triwulan ke-3 (Januari-September ) tahun 2016, PT Charoen Pokphand Indonesia tbk (CPI) telah mencetak laba usaha sebesar Rp 3,3 triliun atau naik sebesar 26,8% dibanding periode yang sama tahun 2015 yang nilainya sebesar Rp 2,66 triliun.

Adapun nilai penjualan perusahaan perunggasan terbesar di Indonesia tersebut selama Januari-September 2016 sebesar Rp 28,35 triliun, naik sebesar 25,9 % dibanding periode yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp 22,52 trilliun.

Di tengah isu gejolak perunggasan nasional yang kabarnya banyak membuat peternak rakyat rugi, CPI tetap mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang sangat bagus, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

“Biasanya pertumbuhan perunggasan 2 kali lipat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Namun tahun ini sulit diketahui dan tampaknya stagnan,” kata seorang narasumber di seminar nasional bisnis peternakan yang diselenggarakan ASOHI akhir November lalu.

Pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini 5% jadi mestinya pertumbuhan perunggasan bisa 10%, namun faktanya tidak demikian. Banyak masalah yang dihadapi perunggasan tahun ini.

Askam Sudin dari GPMT mengatakan pertumbuhan produksi pakan unggas tahun ini masih bisa sekitar 8%, jadi ini masih lebih rendah dibanding harapan pelaku perunggasan.

Sumber Agribiznetwork.com yang lain menyebutkan tahun 2016 ini situasi bisnis perunggasan nyaris tidak tumbuh. Apalagi dengan adanya vonis KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)  terhadap perusahaan pembibitan unggas menyebabkan harga ayam yang semula sudah mulai membaik, malah menjadi jatuh lagi dan membuat peternak semakin banyak merugi.

Dengan situasi seperti ini, jika CPI berhasil tumbuh 25%, itu adalah prestasi yang luar biasa.***

Tabel : Laba Rugi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Jan-Sept 2015 dan 2016 (Rp juta)

2016 2015 Growth (%)
Penjualan          28.352.892       22.516.012              25,9
beban penjualan         23.525.283       18.694.481              25,8
Laba bruto             4.827.609          3.821.531              26,3
Beban penjualan                586.782 455.106              28,9
beban umum n admin                821.463             726.367              13,1
Penghasilan operasi lain               (111.754)              (73.221)              52,6
beban operasi lain                154.253               50.100            207,9
Total             1.450.744          1.158.352              25,2
Laba usaha             3.376.865          2.663.179              26,8

Sumber : Laporan Keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 2016

Triwulan ke-3 Laba Japfa naik 600%

logo JAPFA

Japfa membukukan kenaikan laba sebesar lebih dari 600% selama triwulan ke-3 tahun ini dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun 2015.

Berdasarkan laporan keuangan Japfa , laba Japfa triwulan ke-3 tahun 2015 sebesar 10,4 juta USD sedangkan triwulan 3 tahun 2016 naik 6 kali lipat menjadi 79 juta USD.

Adapun penjualan triwulan 3 2016 sebesar 787,9 Juta USD, naik 13% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 695,3 juta USD.

Kenaikan laba yang kenaikannya jauh lebih tinggi dibanding kenaikan penjualan, disebabkan karena adanya penurunan biaya, antara lain finance cost yang mengalami penurunan 17%. Sementara itu biaya marketing dan distribusi hanya naik 12%.

 

Pinsar Indonesia Luncurkan Aplikasi Android Info Harga Ayam dan Telur

android pinsar

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) kini selangkah lebih maju dalam menyajikan harga ayam dan telur harian dari 80an kota di Indonesia. Jika sebelumnya info harga ayam dan telur beredar di kalangan anggota saja melalui sms/wa dan email, kini info harga bisa diakses melalui website pinsarindonesia.com.

Bukan hanya itu, kini Pinsar Indonesia juga punya aplikasi android dengan nama Pinsar Indonesia yang bisa diinstall secara gratis oleh siapa saja yang butuh info harga ayam dan telur di tingkat peternak. Caranya, tinggal masuk ke playstore, search Pinsar Indonesia. Setelah ketemu, langsung install.

Nah, kalau sudah install, setiap hari anda tinggal klik Pinsar Indonesia untuk mendapatkan info harga dan info lainnya tentang dunia ayam dan telur.

Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko mengatakan, Pinsar Indonesia adalah organisasi perunggasan Indonesia yang pertama kali menggunakan aplikasi android untuk kepentingan anggota dan masyarakat perunggasan pada umumnya. Untuk sementara ini aplikasi ini gratis untuk siapa saja. ia menambahkan, info dari website yang dapat diakses melalui android ini bukan hanya harga ayam dan telur melainkan juga informasi perunggasan lainnya, antara lain info aktual perunggasan, analisa bisnis perunggasan dan kegiatan-kegiatan Pinsar indonesia.

Adapun info harga yang dimaksud adalah harga di tingkat peternak (farm gate price) bukan di konsumen. Dari informasi ini, masyarakat akan tahu bagaimana selisih harga kandang dengan harga di konsumen. “Sering sekali terjadi harga di kandang turun tapi harga di konsumen tetap tinggi, hal ini perlu dipahami masyarakat dan juga pemerintah,” kata Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Eddy Wahyudin yang ikut merintis proyek ini.

Dalam membuat dan mengembangkan website dan aplikasi android ini, Pinsar Indonesia bekerjasama dengan PT Gallus Indonesia Utama (Infovet Group).

YAPPI : Indolivestock Service Award 2017 Berikan Penghargaan Dinas Kabupaten

desianto

Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) akan kembali sebagai Dewan Juri Indolivestock Award di acara Indolivestock Expo & Forum 2017 yang akan berlangsung 17-19 Mei 2017 di Grand City Convex Surabaya.

Ketua Yappi Dr. Desianto Budi Utomo kepada AgribizNetwork mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat pengurus Yappi belum lama ini diputuskan bahwa penilaian akan dilakukan kepada Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh Indonesia dengan aspek utama penilaian berupa kualitas pelayanan Dinas terhadap publik.

“Kami akan segera mengirimkan kuesioner kepada seluruh Dinas Kabupaten/Kota untuk mendata jenis pelayanan, SOP pelayanan, struktur organisasi, tingkat kepuasan pengguna jasa dan hal terkait lainnya. Dari jawaban kuesioner ini Dewan Juri Indolivestock Award melakukan desk review untuk menetapkan calon penerima (nominee) award,” jelas Desianto.

Setelah itu dilakukan kunjungan lapangan oleh dewan juri dan kemudian dilakukan rapat dewan juri untuk menetapkan daerah yang layak untuk menerima award.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, penilaian Indolivestock award pada tahun genap diberikan kepada pelaku usaha (swasta) dengan nama Indolivestock Industry Award, sedangkan pada tahun ganjil diberikan kepada lembaga pemerintah dengan nama Indolivestock Service Award.

Penilaian penghargaan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada publik untuk menjalankan perannya sebaik-baiknya di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Pemberian penghargaan akan dilakukan pada Opening Ceremony Indolivestock Expo 17 Mei 2017. Para penerima award juga akan diundang sebagai narasumber dalam acara seminar/talkshow yang temanya terkait dengan prestasi para penerima award.

“Mulai tahun 2016, para penerima award kami jadikan narasumber dalam acara talkshow yang dihadiri oleh pengunjung pameran. Acara tersebut mendapat respon bagus dari pengunjung. Mereka ingin tahu rahasia sukses para penerima award. Tahun depan kami akan melakukan hal yang sama, sehingga publik lebih teredukasi dan termotivasi untuk lebih berprestasi lagi,” jelas Ketua Yappi.

Ia menambahkan, untuk melakukan sosialisasi adanya Indolivestock Expo dan Indolivestock Service Award, dalam waktu dekat akan dilakukan konferensi press di  Jakarta dan seminar di Jawa Timur dengan tema bisnis perunggasan dan bisnis sapi perah. Kedua kegiatan ini bekerjasama dengan Napindo sebagai penyelenggara Indolivetock Expo & Forum, serta stakeholder peternakan yang lain.***

 

Guru Besar Monash University Sarankan Pemerintah Indonesia Lindungi Peternak

IMG_20161031_170850

Pemerintah Indonesia perlu melakukan pemberdayaan dan perlindungan terhadap peternak, karena peternak adalah  pihak yang sangat berperan dalam pembangunan peternakan. Selain itu perlindungan terhadap peternak merupakan amanat dari UU no 19/2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Melindungi peternak itu wajib hukumnya, karena merupakan amanat undang-undang,” kata Guru besar Monash University  Australia Mulyoto Pangestu belum lama ini di Jakarta.

Ia hadir ke Jakarta dalam rangka mendampingi pengurus Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) ke Kementan untuk menyerahkan hasil sarasehan peternakan nasional yang diselenggarakan Kafapet Unsoed bersama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, awal September lalu.

Mulyoto mencontohkan, di negara maju seperti Australia peternak mendapat perlindungan sosial sehingga apabila terjadi kebangkrutan atau usahanya merugi maka pemerintah memberikan bantuan agar mereka tetap bisa menjalankan kegiatan usahanya.

“Jangan sampai peternak yang sudah berjuang bertahun-tahun dibiarkan bangkrut yang penyebabnya bukan kesalahan mereka,”tegas Mulyoto.

Kepedulian Kepada Peternakan Indonesia

Mulyoto masih memiliki kepedulian kepada peternakan Indonesia meskipun sudah sejak tahun 1990an dirinya sebagai pengajar di Monash University Australia. Pada sarasehan peternakan nasional tanggal 4 September lalu, Mulyoto yang juga alumni Fakultas Peternakan Unsoed bertindak sebagai salah satu narasumber. Sarasehan yang diikuti oleh lebih dari 400 peserta ini kemudian merumuskan rekomendasi untuk Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan peternakan nasional.

Ketua Panitia Kafapet Jabodetabek Roni Fadilah yang bertindak sebagai tuan rumah sarasehan mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan alumni berbagai daerah termasuk dari luar negeri untuk ikut berkontribusi menyumbangkan pemikiran dalam pembangunan peternakan. Kehadiran Mulyoto sebagai ilmuwan kelas dunia merupakan bukti bahwa Mulyoto masih memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan peternakan Indonesia.

Mulyoto Pangestu adalah satu sedikit ilmuwan Indonesia yang punya pengaruh di dunia berkat penemuannya. Riset Mulyoto tentang upaya pembekuan sperma hewan dengan cara sederhana dan murah telah mengantarnya meraih penghargaan tertinggi (Gold Award) dalam kompetisi Young Inventors Awards, yang diadakan majalah The Far Eastern Economic Review (FEER) dan Hewlett Packard Asia Pacific beberapa tahun lalu. Penemuan Mulyoto sangat berguna bagi para ilmuwan dan dokter di negara sedang berkembang yang kekurangan biaya untuk mengadakan peralatan pendingin.

Reformasi Kebijakan Perunggasan

Sarasehan yang menghadirkan pembicara dari pelaku usaha perunggasan, peternakan sapi, perwakilan konsumen, ilmuwan dan pemerintah itu menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan peternakan unggas dan rekomendasi untuk peternakan sapi.

Di bidang perunggasan, sarasehan menyarankan agar pemerintah melakukan Reformasi Kebijakan Perunggasan berupa perlindungan terhadap peternak mandiri agar mereka dapat mengembangkan usahanya secara wajar. Bentuk dari reformasi kebijakan tersebut antara lain segmentasi pasar antara peternak mandiri (UKM) dan peternak integrasi sehingga peternakan rakyat mendapatkan akses pasar yang mampu memberikan nilai ekonomis bagi masing-masing pelaku usaha.

Selanjutnya, disarankan agar pemerintah melakukan manajemen supply DOC nasional  agar kebutuhan DOC dapat dipenuhi dengan harga yang mampu menghasilkan nilai ekonomis bagi peternak. Reformasi kebijakan perunggasan juga mencakup pembagian persentase budidaya untuk menjaga keberadaan peternak mandiri dan meningkatkan jumlah usahawan mandiri di bidang peternakan unggas. Dan tak kalah pentingnya, sarasehan menyarankan segera dilakukan penyusunan regulasi harga atas dan harga bawah DOC sehingga peternak rakyat mampu menjangkau harga DOC dan meningkatkan kualitas tatalaksana pemeliharaan yang berimbas pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomis.

Sedangkan untuk usaha peternakan sapi potong dan sapi perah, sarasehan merekomendasikan kepada pemerintah agar melakukan perlindungan sekaligus pemberdayaan terhadap peternak.  Perlindungan yang dimaksud adalah membuat kebijakan yang tidak mematikan usaha yang sudah eksis, namun menjamin keberlangsungan usaha dan kepastian usaha peternakan sapi potong maupun sapi perah. Sedangkan pemberdayaan antara lain pelatihan, pembinaan, pendampingan  maupun pemberian insentif yang tepat untuk para peternak.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Riwantoro, mewakili pemerintah  menyambut baik masukan dari sarasehan tersebut dan menyatakan bahwa setelah sarasehan, sebagian masukan dari sarasehan telah dibahas dan ditindaklanjuti dalam bentuk penyusunan peraturan untuk melindungi peternak.***

Keputusan KPPU Memvonis Pembibitan Unggas Mendapat Reaksi Negatif

krisantono

Tanggal 13 Oktober lalu Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah pada 11 perusahaan pembibitan unggas dengan tuduhan kartel. Seluruh perusahaan langsung dijatuhi hukuman berupa denda dengan total nilai lebih dari 100  miliar rupiah. Dua perusahaan yaitu Charoen Pokphand dan Japfa mendapat hukuman denda paling besar yakni mencapai Rp 25 miliar per perusahaan.

Menanggapi keputusan KPPU tersebut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Krissantono, berujar pihaknya seperti kambing hitam atas kebijakan pemerintah dalam kasus fluktuatifnya harga daging ayam tahun lalu.

Menurutnya, kebijakan afkir dini 6 juta parent stock (PS) yang dituding KPPU sebagai praktik kartel, merupakan perintah dari Kementerian Pertanian lewat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Tanggal 14 September 2015 itu hari kelabu bagi kita. Kita disuruh tanda tangan, kalau nggak tanda tangan kena sanksi. Ternyata karena tanda tangan kita dituduh kartel dan didenda Rp 25 miliar, ternyata ini seperti jebakan batman,” ucap Krissantono di acara diskusi ‘Kartelisasi Unggas’ di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (27/10/2016) sebagaimana dikutip Detik.com

“Kami jalankan perintah dari pemerintah. Jadi tanda tangan dijadikan bukti KPPU kalau kita lakukan kartel afkir dini, dikatakan kita atur harga,” tambahnya.

Banyak pihak berpendapat keputusan KPPU tersebut keterlaluan, sepertinya tidak paham hakekat kartel. Pakar ekonomi Faisal Basri yang juga mantan komisioner KPPU pun berpendapat, KPPU tidak berhak mengadili perusahaan pembibitan, karena yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah melaksanakan perintah dari Kementerian Pertanian.

Mantan Ketua KPPU yang juga pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono pun menilai aneh keputusan KPPU. Ia mengatakan, afkir dini dilakukan atas perintah Dirjen PKH untuk pengendalian populasi DOC, sehingga tak ada unsur persekongkolan dalam kasus tersebut.

“Secara hukum, kalau mereka hanya menjalankan perintah dari pemerintah, esensi dari persekongkolan atau kartel hilang,” ungkapnya di acara diskusi ‘Kartelisasi Unggas’ di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.

 

Ekspor Kopi Lampung Meningkat

kopi lampung

Nilai ekspor kopi robusta asal Provinsi Lampung selama periode Agustus 2016 mencapai US$42,5 juta dengan volume 24.323 ton. Jumlah ini naik bila dibandingkan dengan Juli 2016 dengan volume 12.349 ton senilai US$20,7 juta. Demikian Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia sebagaimana dikutip bisnis.com baru-baru ini.

Kenaikan ekspor kopi itu terjadi karena stok komoditas itu cukup banyak mengingat panen tahun ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu.

Produksi biji kopi Lampung naik hingga 30%  bila dibandingakn dengan musim tahun lalu.  Ekspor kopi pada periode itu lanjutnya untuk memenuhi kontrak eksportir terhadap pembeli di luar negeri.

Ia menyebutkan ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah itu menuju beberapa negara terutama di kawasan Eropa dan Asia. “Lampung juga mengekspor biji kopi arabika, meski tidak sebanyak robusta,” katanya.

Ekspor biji kopi arabika, lanjutnya, senilai US$101.568 dolar  dengan berat 19,2 ton pada Agsutus 2016.

Negara tujuan ekspor Lampung antara lain Alzajair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hongkong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia.

Sementara itu harga kopi di tingkat petani Lampung dikabarkan mengalami penurunan.
“Harga biji kopi di tingkat petani turun dari Rp21.000 per kilogram menjadi Rp19.000 per kilogram mengingat kualitas kopinya yang kurang bagus,” kata Wanto petani kopi asal Lampung Barat.

Ia mengatakan rata-rata kadar air biji kopi petani di atas 19%, akibatnya harga biji kopi dinilai lebih rendah. Selain itu, produksi kopi di Lampung juga cukup banyak menyusul panen raya kopi pada Juli lalu sehingga harga kopi turun.

Wanto menyebutkan, dari satu karung berisi biji kopi ukuran 50 kg hampir 30 persen kualitasnya kurang bagus. Harga biji di tingkat pengekspor, lanjutnya, saat ini sekitar Rp22.500/kg atau sama seperti sepekan lalu.

Ia menambahkan bahwa stok kopi di tingkat petani saat ini masih cukup banyak mengingat panen tahun ini produksinya meningkat.

Panen raya kopi di Lampung berlangsung Juli–Agustus 2016 naik sekitar 30%  dibandingkan dengan musim sebelumnya tahun lalu.

Surabaya, Tuan Rumah Indolivestock Expo & Forum 2017

logo_indolivestock_small

IMG_5297

Surabaya ditetapkan kembali sebagai tuan rumah Indolivestock Expo & Forum, pameran industri peternakan internasional terbesar di Indonesia yang diikuti tak kurang 40 negara.

Pameran akan berlangsung 17 – 19 Mei 2017 di Grand City Convex Surabaya. Berdasarkan catatan Agribiznetwork.com, Surabaya telah dua kali menjadi tuan rumah Indolivestock yaitu tahun 2011 dan 2015. Sejak tahun 2011 pameran Indolivestock yang semula berlangsung 2 tahun sekali, berubah menjadi setiap tahun, yaitu tahun genap di Jakarta dan tahun ganjil di luar Jakarta. Setelah berlangsung di Surabaya tahun 2011, tahun 2013 Indolivestock diselenggarakan di Denpasar, kemudian tahun 2015 kembali diselenggarakan di Surabaya.

Sesuai namanya, pameran ini disertai dengan sejumlah kegiatan forum seminar, sarasehan, simposium dan sebagainya. Organisasi peternakan dan kesehatan hewan secara rutin menyelenggarakan seminar di tengah-tengah acara pameran antara lain PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia), ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia), ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia), FORMAT (Forum Media Peternakan). Selain itu perusahaan-perusahaan peserta pameran juga menyelenggarakan technical seminar yang sangat berguna bagi kalangan usaha peternakan dan akademisi.

Dalam peta bisnis peternakan, Jawa Timur adalah wilayah peternakan terbesar di Indonesia. Propinsi Jatim adalah penghasil telur di Indonesia, dan juga merupakan provinsi dengan populasi dapi terbanyak di Indonesia. Sejumlah perusahaan nasional dan multinasional peternakan juga membangun pabrik di wilayah ini, antara lain Charoen Pokphand, Japfa Confeed, Cheil Jedang Indonesia, Trouw Nutrition, DSM Nutritional Product Manufacturing Indonesia dan sebagainya. Di Daerah ini pula salah satu perusahaan perunggasan terkemuka berkantor pusat, yaitu Wonokoyo Jaya Corporation.

Wilayah Jatim yang dikenal sebagai sentra perunggasan adalah Blitar dan Kediri. Sementara itu daerah Malang sebagai sentra sapi perah dan Sidoardjo sebagai daerah pabrik pakan.