SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Category Archives: News

Download Laporan Keuangan Charoen Pokphand Indonesia 2016; Laba CPI Tahun 2016 Naik 21,45% Menjadi Rp 2,23 triliun

logo charoen

Di tengah gejolak perunggasan yang menyebabkan banyak peternak mengalami kerugian berkepanjangan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) berhasil membukukan pertumbuhan laba 21,45% sepanjang tahun 2016.

cpin-2011-15-margin-labaSebagaimana disebutkan bisnis.com , berdasarkan laporan keuangan yang terbit pada Jumat (31/3/2017), laba perusahaan perunggasan terbesar di Indonesia ini tercatat Rp2,23 triliun sepanjang 2016, naik 21,45% dari tahun 2015 yang sebesar Rp1,83 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan pada tahun lalu sebesar 27,86% dari Rp29,92 triliun menjadi Rp38,26 triliun.

Beban pokok penjualan tercatat naik 27,91% dari Rp24,82 triliun menjadi Rp31,74 triliun , sehingga laba kotor naik 27,63% dari Rp5,1 triliunmenjadi Rp6,51 triliun .

cpin-2015-laba-rugiBeban usaha yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi naik 16,91% dari Rp1,76 triliun menjadi Rp2,05 triliun .

Adapun laba usaha terpantau meningkat 30,26% dari Rp3,39 triliun menjadi Rp4,42 triliun .

Pada 2016, perseroan juga tercatat meraup laba keuntungan selisih kurs sebesar Rp168,82 miliar dari sebelumnya rugi Rp586,77 miliar.

cpin-2016-pertumbuhanHingga akhir 2016, total aset perseroan tercatat Rp24,2 triliun dengan jumlah liabilitas tercatat Rp10,05 triliun dan ekuitas Rp14,16 triliun.

Anda perlu laporan keuangan Charoen Pokphand Indonesia (CPI)  2016 yang lengkap? Klik di dini.

***

108 Miliar Euro, Market Peralatan Pertanian Dunia

agriculture equipment market ok

International agribisnis show, atau pameran agribisnis internasional yang dikenal dengan nama SIMA Paris 2017 baru saja berlangsung di Paris tanggal 26 februari hingga 2 Maret 2017 lalu.

Pameran pertanian terbesar di dunia ini didominasi dengan tampilan peralatan pertanian modern mulai dari traktor, alat menanam, alat panen, teknologi digital pertanian, alat transportasi pertanian modern serta pembibitan ternak.

Salah satu info penting yang disajikan dari pameran ini adalah data perkembangan market equipment pertanian yang telah mencapai angka 108 miliar Euro.

SIMA mencatat, dari nilai sebesar itu, pasar terbesar adalah Eropa Timur sebesar  36,2%, disusul dengan Asia sebesar 33,2 %, Amerika 27,6%, Oceania 2% dan Afrika 0,9%.

Meskipun pasar Afrika kecil, namun akan terjadi pertumbuhan yang sangat besar di masa mendatang. Diprediksi selama tahun 2000 hingga 2030, pasar Afrika akan mengalami peningkatan 590%.

 

Daftar 10 Negara Produsen Pakan Terbesar Dunia

Feed grain

Produksi Pakan ternak dunia menurut wattnet.com tahun 2016 sebesar 1,03 miliar ton dengan jumlah pabrik sebanyak 30.090 unit tersebar di seluruh dunia. Negara produsen pakan terbesar di dunia adalah Tiongkok dengan produksi sebesar 187,6 juta ton, disusul USA dengan produksi 169,7 juta ton per tahun. Selengkapnya lihat ilustrasi di atas.

Indonesia saat ini belum masuk pada 10 besar negara produsen pakan. Namun produksi pakan Indonesia saat ini sudah mencapai 17 juta ton, dan dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan akan mengejar produksi pakan negara Perancis yang saat ini produksinya 23 juta ton.

Diperkirakan pada beberapa tahun ke depan Indonesia masuk dalam 10 produsen pakan terbesar dunia.

 

CPI dan Japfa Masuk 15 Produsen Broiler Terbesar Asia

Poultry industry

Berdasarkan prediksi Wattagnet.com, pada tahun 2030 mendatang New Hope Group dari China akan menjadi perusahaan broiler terbesar di Asia dengan total pemotongan unggas encapai 800 juta ekor per tahun, disusul dengan Wen’s Food Group dengan produksi 744 juta ekor per tahun.

Adapun Charoen Pokphand Indonesia (CPI) diprediksi akan memotong ayam 80 juta ekor per tahun , sedikit dibawah perusahaan Jepang Mistubishi Corp yang memproduksi 100 juta ton ayam potong. Sementara itu Japfa pada tahun 2030 mendatang diperkirakan memproduksi 37 juta ekor ayam potong per tahun. CPI dan Japfa Group adalah perusahaan unggas no 1 dan no 2 terbesar di Indonesia. Keduanya merupakan integrator yang memiliki usaha dari hulu hingga hilir (breeding, feedmill, budidaya, pemotongan dan pengolahan unggas)

Wattagnet.com memprediksi pada tahun 2030 Indonesia menjadi pemain ekonomi terbesar no 13 di dunia. Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan perunggasan nasional.

Pada tahun 2016 , Indonesia memproduksi 1,64 juta ton daging ayam dan akan meningkat dalam 5  tahun ke depan menjadi 1,91 juta ton daging ayam.

CPI menguasai 66% dari market ayam dan 35% dari DOC broiler, sedangkan japfa menguasai 22% market DOC.

Pada tahun 2016 lalu, sebuah perusahaan investasi USA bernama KKR & Co L.P mengambil alih 10 persen saham di Japfa Group.

CP Group, Produsen Pakan Terbesar di Dunia

Charoen Pokphand Group (CP Group) , produsen pakan yang berpusat di Thailand kini menjadi perusahaan produsen pakan terbesar di dunia dengan produksi 27,65 juta ton. Urutan kedua diduduki oleh Cargill dengan produksi 19,5 juta ton , selanjutnya disusul oleh New Hope (China, 15,7 juta ton), Purina (USA, 13,5 juta ton ) dan Wen’s Food Group (China, 12 juta ton). Demikian data yang dihimpun  wattagnet.com  yang merilis 20 perusahaan pakan terbesar dunia belum lama ini.

Di Indonesia , CP juga menjadi produsen pakan  terbesar nasional dan merupakan salah satu perusahaan pakan tertua di Indonesia. Cargill juga punya pabrik di Indonesia sejak lebih dari 20 tahun lalu. Adapun New Hope dan East Hope asal China, termasuk pendatang baru produsen pakan di Indonesia.

Menurut Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), total produksi pakan Indonesia tahun 2016 sekitar 17 juta ton dan diprediksi akan tumbuh 8% pada tahun 2017. Adapun  CP Indonesia (CPI) yang merupakan pemain terbesar di Indonesia adalah group CP yang berpusat di Thailand. Produksi pakan CP Group yang tercatat 27,65 juta ton di dalamnya termasuk produksi CP yang ada di Indonesia maupun di negara-negara luar Thailand lainnya.***

Tabel : Top 20 Produsen Pakan Terbesar Dunia

No Company Country Production/year (million tonnes)
1 CP Group Thailand 27,65
2 Cargill United States 19,5
3 New Hope Liuhe China 15,71
4 Purina Animal Nutrition United States 13,5
5 Wen’s Food Group China 12
6 BRF Brazil 10,4
7 Tyson Foods (broiler) United States 10
8 ForFarmers N.V. Netherlands 9,1
9 East Hope Group China 7,6
10 JA Zen-Noh Japan 7,5
11 Agrifirm Group Netherlands 7,06
12 Shuangbaotai Group (Twins Group) China 6,6
13 Tangrenshen Group (TRS) China 6
14 De Heus Netherlands 5,95
15 Nutreco Netherlands 5,9
16 Haid Group China 5,52
17 NongHyup Feed Inc. South Korea 5,5
18 Yuetai Group China 5
19 DaChan Food (Asia) Ltd. China 4,8
20 Smithfield Foods United States 4,8

 

Jan-Sept 2016: Penjualan Charoen Rp 28 Triliun

logo charoen

Hingga triwulan ke-3 (Januari-September ) tahun 2016, PT Charoen Pokphand Indonesia tbk (CPI) telah mencetak laba usaha sebesar Rp 3,3 triliun atau naik sebesar 26,8% dibanding periode yang sama tahun 2015 yang nilainya sebesar Rp 2,66 triliun.

Adapun nilai penjualan perusahaan perunggasan terbesar di Indonesia tersebut selama Januari-September 2016 sebesar Rp 28,35 triliun, naik sebesar 25,9 % dibanding periode yang sama tahun 2015 yang sebesar Rp 22,52 trilliun.

Di tengah isu gejolak perunggasan nasional yang kabarnya banyak membuat peternak rakyat rugi, CPI tetap mampu menciptakan pertumbuhan bisnis yang sangat bagus, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

“Biasanya pertumbuhan perunggasan 2 kali lipat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Namun tahun ini sulit diketahui dan tampaknya stagnan,” kata seorang narasumber di seminar nasional bisnis peternakan yang diselenggarakan ASOHI akhir November lalu.

Pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini 5% jadi mestinya pertumbuhan perunggasan bisa 10%, namun faktanya tidak demikian. Banyak masalah yang dihadapi perunggasan tahun ini.

Askam Sudin dari GPMT mengatakan pertumbuhan produksi pakan unggas tahun ini masih bisa sekitar 8%, jadi ini masih lebih rendah dibanding harapan pelaku perunggasan.

Sumber Agribiznetwork.com yang lain menyebutkan tahun 2016 ini situasi bisnis perunggasan nyaris tidak tumbuh. Apalagi dengan adanya vonis KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha)  terhadap perusahaan pembibitan unggas menyebabkan harga ayam yang semula sudah mulai membaik, malah menjadi jatuh lagi dan membuat peternak semakin banyak merugi.

Dengan situasi seperti ini, jika CPI berhasil tumbuh 25%, itu adalah prestasi yang luar biasa.***

Tabel : Laba Rugi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Jan-Sept 2015 dan 2016 (Rp juta)

2016 2015 Growth (%)
Penjualan          28.352.892       22.516.012              25,9
beban penjualan         23.525.283       18.694.481              25,8
Laba bruto             4.827.609          3.821.531              26,3
Beban penjualan                586.782 455.106              28,9
beban umum n admin                821.463             726.367              13,1
Penghasilan operasi lain               (111.754)              (73.221)              52,6
beban operasi lain                154.253               50.100            207,9
Total             1.450.744          1.158.352              25,2
Laba usaha             3.376.865          2.663.179              26,8

Sumber : Laporan Keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 2016

Triwulan ke-3 Laba Japfa naik 600%

logo JAPFA

Japfa membukukan kenaikan laba sebesar lebih dari 600% selama triwulan ke-3 tahun ini dibandingkan dengan laba periode yang sama tahun 2015.

Berdasarkan laporan keuangan Japfa , laba Japfa triwulan ke-3 tahun 2015 sebesar 10,4 juta USD sedangkan triwulan 3 tahun 2016 naik 6 kali lipat menjadi 79 juta USD.

Adapun penjualan triwulan 3 2016 sebesar 787,9 Juta USD, naik 13% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 695,3 juta USD.

Kenaikan laba yang kenaikannya jauh lebih tinggi dibanding kenaikan penjualan, disebabkan karena adanya penurunan biaya, antara lain finance cost yang mengalami penurunan 17%. Sementara itu biaya marketing dan distribusi hanya naik 12%.

 

Pinsar Indonesia Luncurkan Aplikasi Android Info Harga Ayam dan Telur

android pinsar

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) kini selangkah lebih maju dalam menyajikan harga ayam dan telur harian dari 80an kota di Indonesia. Jika sebelumnya info harga ayam dan telur beredar di kalangan anggota saja melalui sms/wa dan email, kini info harga bisa diakses melalui website pinsarindonesia.com.

Bukan hanya itu, kini Pinsar Indonesia juga punya aplikasi android dengan nama Pinsar Indonesia yang bisa diinstall secara gratis oleh siapa saja yang butuh info harga ayam dan telur di tingkat peternak. Caranya, tinggal masuk ke playstore, search Pinsar Indonesia. Setelah ketemu, langsung install.

Nah, kalau sudah install, setiap hari anda tinggal klik Pinsar Indonesia untuk mendapatkan info harga dan info lainnya tentang dunia ayam dan telur.

Ketua Umum Pinsar Indonesia Singgih Januratmoko mengatakan, Pinsar Indonesia adalah organisasi perunggasan Indonesia yang pertama kali menggunakan aplikasi android untuk kepentingan anggota dan masyarakat perunggasan pada umumnya. Untuk sementara ini aplikasi ini gratis untuk siapa saja. ia menambahkan, info dari website yang dapat diakses melalui android ini bukan hanya harga ayam dan telur melainkan juga informasi perunggasan lainnya, antara lain info aktual perunggasan, analisa bisnis perunggasan dan kegiatan-kegiatan Pinsar indonesia.

Adapun info harga yang dimaksud adalah harga di tingkat peternak (farm gate price) bukan di konsumen. Dari informasi ini, masyarakat akan tahu bagaimana selisih harga kandang dengan harga di konsumen. “Sering sekali terjadi harga di kandang turun tapi harga di konsumen tetap tinggi, hal ini perlu dipahami masyarakat dan juga pemerintah,” kata Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Eddy Wahyudin yang ikut merintis proyek ini.

Dalam membuat dan mengembangkan website dan aplikasi android ini, Pinsar Indonesia bekerjasama dengan PT Gallus Indonesia Utama (Infovet Group).

YAPPI : Indolivestock Service Award 2017 Berikan Penghargaan Dinas Kabupaten

desianto

Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) akan kembali sebagai Dewan Juri Indolivestock Award di acara Indolivestock Expo & Forum 2017 yang akan berlangsung 17-19 Mei 2017 di Grand City Convex Surabaya.

Ketua Yappi Dr. Desianto Budi Utomo kepada AgribizNetwork mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat pengurus Yappi belum lama ini diputuskan bahwa penilaian akan dilakukan kepada Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh Indonesia dengan aspek utama penilaian berupa kualitas pelayanan Dinas terhadap publik.

“Kami akan segera mengirimkan kuesioner kepada seluruh Dinas Kabupaten/Kota untuk mendata jenis pelayanan, SOP pelayanan, struktur organisasi, tingkat kepuasan pengguna jasa dan hal terkait lainnya. Dari jawaban kuesioner ini Dewan Juri Indolivestock Award melakukan desk review untuk menetapkan calon penerima (nominee) award,” jelas Desianto.

Setelah itu dilakukan kunjungan lapangan oleh dewan juri dan kemudian dilakukan rapat dewan juri untuk menetapkan daerah yang layak untuk menerima award.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, penilaian Indolivestock award pada tahun genap diberikan kepada pelaku usaha (swasta) dengan nama Indolivestock Industry Award, sedangkan pada tahun ganjil diberikan kepada lembaga pemerintah dengan nama Indolivestock Service Award.

Penilaian penghargaan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada publik untuk menjalankan perannya sebaik-baiknya di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Pemberian penghargaan akan dilakukan pada Opening Ceremony Indolivestock Expo 17 Mei 2017. Para penerima award juga akan diundang sebagai narasumber dalam acara seminar/talkshow yang temanya terkait dengan prestasi para penerima award.

“Mulai tahun 2016, para penerima award kami jadikan narasumber dalam acara talkshow yang dihadiri oleh pengunjung pameran. Acara tersebut mendapat respon bagus dari pengunjung. Mereka ingin tahu rahasia sukses para penerima award. Tahun depan kami akan melakukan hal yang sama, sehingga publik lebih teredukasi dan termotivasi untuk lebih berprestasi lagi,” jelas Ketua Yappi.

Ia menambahkan, untuk melakukan sosialisasi adanya Indolivestock Expo dan Indolivestock Service Award, dalam waktu dekat akan dilakukan konferensi press di  Jakarta dan seminar di Jawa Timur dengan tema bisnis perunggasan dan bisnis sapi perah. Kedua kegiatan ini bekerjasama dengan Napindo sebagai penyelenggara Indolivetock Expo & Forum, serta stakeholder peternakan yang lain.***

 

Guru Besar Monash University Sarankan Pemerintah Indonesia Lindungi Peternak

IMG_20161031_170850

Pemerintah Indonesia perlu melakukan pemberdayaan dan perlindungan terhadap peternak, karena peternak adalah  pihak yang sangat berperan dalam pembangunan peternakan. Selain itu perlindungan terhadap peternak merupakan amanat dari UU no 19/2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Melindungi peternak itu wajib hukumnya, karena merupakan amanat undang-undang,” kata Guru besar Monash University  Australia Mulyoto Pangestu belum lama ini di Jakarta.

Ia hadir ke Jakarta dalam rangka mendampingi pengurus Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) ke Kementan untuk menyerahkan hasil sarasehan peternakan nasional yang diselenggarakan Kafapet Unsoed bersama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, awal September lalu.

Mulyoto mencontohkan, di negara maju seperti Australia peternak mendapat perlindungan sosial sehingga apabila terjadi kebangkrutan atau usahanya merugi maka pemerintah memberikan bantuan agar mereka tetap bisa menjalankan kegiatan usahanya.

“Jangan sampai peternak yang sudah berjuang bertahun-tahun dibiarkan bangkrut yang penyebabnya bukan kesalahan mereka,”tegas Mulyoto.

Kepedulian Kepada Peternakan Indonesia

Mulyoto masih memiliki kepedulian kepada peternakan Indonesia meskipun sudah sejak tahun 1990an dirinya sebagai pengajar di Monash University Australia. Pada sarasehan peternakan nasional tanggal 4 September lalu, Mulyoto yang juga alumni Fakultas Peternakan Unsoed bertindak sebagai salah satu narasumber. Sarasehan yang diikuti oleh lebih dari 400 peserta ini kemudian merumuskan rekomendasi untuk Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan peternakan nasional.

Ketua Panitia Kafapet Jabodetabek Roni Fadilah yang bertindak sebagai tuan rumah sarasehan mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan alumni berbagai daerah termasuk dari luar negeri untuk ikut berkontribusi menyumbangkan pemikiran dalam pembangunan peternakan. Kehadiran Mulyoto sebagai ilmuwan kelas dunia merupakan bukti bahwa Mulyoto masih memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan peternakan Indonesia.

Mulyoto Pangestu adalah satu sedikit ilmuwan Indonesia yang punya pengaruh di dunia berkat penemuannya. Riset Mulyoto tentang upaya pembekuan sperma hewan dengan cara sederhana dan murah telah mengantarnya meraih penghargaan tertinggi (Gold Award) dalam kompetisi Young Inventors Awards, yang diadakan majalah The Far Eastern Economic Review (FEER) dan Hewlett Packard Asia Pacific beberapa tahun lalu. Penemuan Mulyoto sangat berguna bagi para ilmuwan dan dokter di negara sedang berkembang yang kekurangan biaya untuk mengadakan peralatan pendingin.

Reformasi Kebijakan Perunggasan

Sarasehan yang menghadirkan pembicara dari pelaku usaha perunggasan, peternakan sapi, perwakilan konsumen, ilmuwan dan pemerintah itu menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan peternakan unggas dan rekomendasi untuk peternakan sapi.

Di bidang perunggasan, sarasehan menyarankan agar pemerintah melakukan Reformasi Kebijakan Perunggasan berupa perlindungan terhadap peternak mandiri agar mereka dapat mengembangkan usahanya secara wajar. Bentuk dari reformasi kebijakan tersebut antara lain segmentasi pasar antara peternak mandiri (UKM) dan peternak integrasi sehingga peternakan rakyat mendapatkan akses pasar yang mampu memberikan nilai ekonomis bagi masing-masing pelaku usaha.

Selanjutnya, disarankan agar pemerintah melakukan manajemen supply DOC nasional  agar kebutuhan DOC dapat dipenuhi dengan harga yang mampu menghasilkan nilai ekonomis bagi peternak. Reformasi kebijakan perunggasan juga mencakup pembagian persentase budidaya untuk menjaga keberadaan peternak mandiri dan meningkatkan jumlah usahawan mandiri di bidang peternakan unggas. Dan tak kalah pentingnya, sarasehan menyarankan segera dilakukan penyusunan regulasi harga atas dan harga bawah DOC sehingga peternak rakyat mampu menjangkau harga DOC dan meningkatkan kualitas tatalaksana pemeliharaan yang berimbas pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomis.

Sedangkan untuk usaha peternakan sapi potong dan sapi perah, sarasehan merekomendasikan kepada pemerintah agar melakukan perlindungan sekaligus pemberdayaan terhadap peternak.  Perlindungan yang dimaksud adalah membuat kebijakan yang tidak mematikan usaha yang sudah eksis, namun menjamin keberlangsungan usaha dan kepastian usaha peternakan sapi potong maupun sapi perah. Sedangkan pemberdayaan antara lain pelatihan, pembinaan, pendampingan  maupun pemberian insentif yang tepat untuk para peternak.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Riwantoro, mewakili pemerintah  menyambut baik masukan dari sarasehan tersebut dan menyatakan bahwa setelah sarasehan, sebagian masukan dari sarasehan telah dibahas dan ditindaklanjuti dalam bentuk penyusunan peraturan untuk melindungi peternak.***

Keputusan KPPU Memvonis Pembibitan Unggas Mendapat Reaksi Negatif

krisantono

Tanggal 13 Oktober lalu Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutus bersalah pada 11 perusahaan pembibitan unggas dengan tuduhan kartel. Seluruh perusahaan langsung dijatuhi hukuman berupa denda dengan total nilai lebih dari 100  miliar rupiah. Dua perusahaan yaitu Charoen Pokphand dan Japfa mendapat hukuman denda paling besar yakni mencapai Rp 25 miliar per perusahaan.

Menanggapi keputusan KPPU tersebut Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Krissantono, berujar pihaknya seperti kambing hitam atas kebijakan pemerintah dalam kasus fluktuatifnya harga daging ayam tahun lalu.

Menurutnya, kebijakan afkir dini 6 juta parent stock (PS) yang dituding KPPU sebagai praktik kartel, merupakan perintah dari Kementerian Pertanian lewat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Tanggal 14 September 2015 itu hari kelabu bagi kita. Kita disuruh tanda tangan, kalau nggak tanda tangan kena sanksi. Ternyata karena tanda tangan kita dituduh kartel dan didenda Rp 25 miliar, ternyata ini seperti jebakan batman,” ucap Krissantono di acara diskusi ‘Kartelisasi Unggas’ di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (27/10/2016) sebagaimana dikutip Detik.com

“Kami jalankan perintah dari pemerintah. Jadi tanda tangan dijadikan bukti KPPU kalau kita lakukan kartel afkir dini, dikatakan kita atur harga,” tambahnya.

Banyak pihak berpendapat keputusan KPPU tersebut keterlaluan, sepertinya tidak paham hakekat kartel. Pakar ekonomi Faisal Basri yang juga mantan komisioner KPPU pun berpendapat, KPPU tidak berhak mengadili perusahaan pembibitan, karena yang dilakukan oleh perusahaan tersebut adalah melaksanakan perintah dari Kementerian Pertanian.

Mantan Ketua KPPU yang juga pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sutrisno Iwantono pun menilai aneh keputusan KPPU. Ia mengatakan, afkir dini dilakukan atas perintah Dirjen PKH untuk pengendalian populasi DOC, sehingga tak ada unsur persekongkolan dalam kasus tersebut.

“Secara hukum, kalau mereka hanya menjalankan perintah dari pemerintah, esensi dari persekongkolan atau kartel hilang,” ungkapnya di acara diskusi ‘Kartelisasi Unggas’ di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.