SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Ceva Perkenalkan Teknologi Vaksin Terbaru

ceva

Vectormune® ND yang menjadi langkah tepat untuk mengatasi Newcastle Disease di Indonesia, siap dipasarkan tahun depan

Kemajuan teknologi di industri peternakan semakin pesat. Ceva sebagai global leader di hatchery vaksinasi tidak mau ketinggalan. Tahun ini, Ceva luncurkan inovasi teknologi vaksin terbaru bagi industri perunggasan. Teknologi ini akan merevolusi cara vaksinasi di farm.

Edy Purwoko, Country Manager PT Ceva Animal Health Indonesia dalam sambutannya pada seminar yang diselenggarakan di The Sultan Hotel , Jakarta (3/7/18) mengungkap¬kan teknologi vaksin baru ini sudah dipasarkan di berbagai negara. Bahkan tahun 2017 lalu, Ceva berhasil menjual tidak kurang dari 22 miliar dosis di seluruh dunia, atau 54 % produk teknologi vaksin baru yang ada di seluruh peternakan ayam di dunia disuplai oleh Ceva.

Tak hanya teknologi vaksin baru, Ceva juga memperkenalkan peralatan hatchery automation, yang dibawa oleh Ecat.ID yang merupakan anak perusahaan Ceva. Kepada pengunjung pameran Indolivestock 2018 Expo & Forum yang diselenggarakan di Jakarta pada 4-6 Juli lalu, Ceva memperkenalkan peralatan Egginject (vaksinasi in-ovo) dan Laser Life.

Dikatakan Edy, hatchery automation ditujukan untuk meningkatkan efisiensi. Membantu produsen untuk menghasilkan anak ayam lebih banyak dengan kualitas lebih baik, dan yang terpenting adalah dapat mengefisiensikan biaya produksi. “Ceva akan senantiasa berupaya dampingi pelanggan dalam meng¬hadapi perkembangan industri peternakan dengan semua inovasi yang dimiliki,” pungkas Edy.

Turut berbicara Veterinary Service Manager Ceva Indonesia Ayatullah M Natsir. Dikatakannya inovasi yang dilakukan Ceva adalah berdasar¬kan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan. Hal ini membawa Ceva kepada inovasi yang lebih baik.

“Ceva berkomitmen untuk terus berinovasi tidak hanya produk saja tapi juga servis. Servis yang diberikan mulai dari hatchery hingga farm,” tutur Ayat. Sehingga solusi yang kami tawarkan adalah solusi yang lengkap.

Vektor Vaksin

Berbicara mengenai vaksin, Ceva meng¬hadirkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM Widya Asmara. Ia menyampai¬kan secara umum vaksinasi bertujuan untuk mencegah penyakit, mengurangi patogenesis, mempersingkat waktu pemulihan, menu¬runkan mortalitas, mengurangi transmisi agen di kandang dan sebagainya.Untuk itu, produk vaksin harus aman, memiliki efikasi dan protektivitas bagus, dan secara ekonomi menguntungkan karena dapat melindungi dalam jangka waktu yang lama.

READ :  Farmsco Memberi Nilai Lebih Kepada Pelanggan

Antigen dalam vaksin idealnya adalah an¬tigen yang homolog. Makin mirip antigennya dengan agen penyakit, maka perlindungannya makin bagus. Masalahnya adalah beberapa virus sudah mengalami mutasi. Selain masalah mutasi ada juga masalah antibodi maternal.

“Untuk mengatasi masalah-masalah terse¬but, diperlukan teknologi-teknologi vaksin baru. Teknologi baru tersebut dinamai vektor vaksin. Teknologi ini menggunakan sub-unit antigen yang tidak diproduksi dari aslinya. Artinya sub unit antigen ini dititipkan pada virus sebagai vektornya. Ada yang menggu¬nakan adenovirus, vaccinia virus, herpes virus. Contohnya adalah ada vektor vaksin HVT-ND, HVT-IBD, HVT-ND+IBD,” terang Widya.

Director Veterinary Services Ceva Animal Health Asia, Marcelo Paniago menjelaskan mengenai evolusi teknologi vaksin di dunia. Vaksin imun kompleks adalah generasi pertama teknologi vaksin. Teknologi vaksin selanjutnya adalah sub-unit vaksin, gene-deleted, reverse-genetic, virus-like particle vaksin, hingga yang terbaru adalah vektor vaksin. Terkait dengan vektor vaksin, keunggulan teknologi ini menurut Marcelo adalah dapat menghindari antibodi maternal, imunitas lebih panjang, dan spektrum perlindungannya lebih luas.

“Industri perunggasan Indonesia telah mengalami perubahan beberapa dekade terakhir. Contohnya perkembangan genetik ayam sangat pesat. Selain itu tekanan dari konsumen mengurangi penggunaan antibiotik dan kepedulian terhadap kesejahteraan ayam menjadi tantangan tersendiri. Teknologi vektor vaksin diharapkan membantu mengatasi segala tantangan ini,” ungkap Marcelo.

Pria asal Brazil ini memperkenalkan Vectormune® ND yang menjadi langkah tepat untuk mengatasi Newcastle Disease di Indo¬nesia. Vectormune® ND merupakan vektor vaksin yang menggunakan HVT Marek sebagai vektornya dan juga memasukkan gen F dari virus ND. Vectormune® ND merupakan leader dalam mencegah epidemik ND, menghindari peningkatan mortalitas dan kerugian ekonomi yang ditumbulkannya.

Lebih dari 27 miliar broiler (ayam pedaging) dan layer (ayam petelur) di lebih dari 40 negara di Eropa, Amerika, Asia, Afrika telah divaksin dengan Vectormune® ND pada 2017. Jika berjalan dengan lancar, tahun depan vaksin ini siap dipasarkan di Indonesia.

READ :  JUKNIS OBAT HEWAN DALAM PAKAN TERAPI TERUS DISEMPURNAKAN

Penyakit Pernapasan pada Layer

Di hari pertama penyelenggaraan Indolivestock 2018 Expo & Forum, Ceva menga¬dakan layer seminar yang membahas penyakit pernapasan di layer dan solusinya. Materi pertama disampaikan oleh Wintolo, Layer & Breeder Business Development Manager Ceva Indonesia.

Menurut Wintolo, respiratory integrity adalah topik yang jarang dibicarakan dibandingkan gut integrity. Padahal sistem pernapasan adalah bagian utama pada unggas. Fungsi sistem ini bagi unggas adalah untuk suara, detoksifikasi, menjaga keseimbangan asam basa, pertukaran gas, dan paling utama adalah pelepasan panas tubuh ayam itu sendiri karena ayam tidak memiliki kelenjer keringat.

“Sistem pernafasan unggas sangat rentan terhadap gangguan benda asing atau partikel halus yang masuk kedalam tubuh, hal ini disebabkan jum¬lah sel makrofag yang menetap didalam saluran pernafasan tidak sebanyak pada saluran pencernaan, begitu juga kemampuan regenerasi sel saluran perna¬fasan terutama ditrachea tidak secepat pada saluran pencernaan jika terjadi gangguan,” jelas Wintolo.

“Sebenarnya secara alami sistem per¬tahanan pada saluran pernafasan ayam sudah berlapis baik pertahanan non spesifik (muko-silia) maupun yang spesifik (selular dan humoral), tetapi jika paparan material asing terus menerus terjadi maka pada akhirnya akan terjadi keleman sistem pertahanan pada saluran pernafasan ayam. Oleh karena hal itu maka diperlukan perbaikan dari sisi manajemen untuk mengurangi tekanan dari lingkungan seperti: mengurangi paparan debu dan amonia didalam kandang, mengurangi kepadatan ayam, serta melakukan sanitasi dan desinfeksi kandang secara rutin. Permasalahan pernapasan tidak akan pernah selasai kalau kita hanya fokus pada vaksinasi saja,” tegasnya.

Dilanjutkan Mel Umandal, Regional Veterinary Service Manager – Layer & Breeder, Ceva Animal Health Asia, penyakit seperti IB (Infectious Bronchitis), ND (Newcastle Disease), AI (Avian Influenza), MG (Mycoplasma Gallisepticum) merupakan penyakit penapasan yang banyak ditemui di layer.

Penyakit IB tidak hanya berdampak pada pernafasan saja, tapi juga pada reproduksi, pencernaan, urinari, dan infertilitas. Mel menekankan penting mengetahui kapan ayam terinfeksi IB.

“Kalau ayam terinfeksi di awal pemeli¬haraan, dampaknya akan sangat besar. Dapat mengakibatkan ayam tidak bisa bertelur karena organ reproduksinya hancur, walaupun per¬tumbuhannya terlihat normal. Jika terinfeksi pada saat produksi, beresiko pada sistem reproduksi, kualitas telur, dan pemulihannya sangat melelahkan. IB sangat merugikan sekali. Jadi kita harus benar-benar memahami kondisi kandang kita,” ungkap Mel.

READ :  Sektor Peternakan Berkontribusi Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2018

Melalui produk-produk vaksinnya yang sudah teruji Ceva hadirkan solusi untuk per¬masalahan penyakit pernapasan di komersial layer ini. Disampaikan Asia Veterinary Service Manager Poultry, Jessica Lee, vektor vaksin saat ini menjadi andalan Ceva. Ia berharap produk-produk tersebut segera hadir di Indonesia.

Vectormune® AI, Vectormune® ND, Cevac IBird®, Cevac® MG-F adalah vaksin-vaksin yang dapat digunakan untuk mengontrol penyakit pernafasan layer. Saat ini baru Cevac IBird®, Cevac® MG-F yang sudah ada di Indonesia. Vaksin-vaksin ini diformulasikan agar dapat menjaga kesehatan ayam, membuat produksi telur lebih banyak, dan aman tentunya,” tutup Jessica. lTROBOS/Adv (Agribiznetwork)

 

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *