SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Ekspor Kopi Lampung Meningkat

kopi lampung

Nilai ekspor kopi robusta asal Provinsi Lampung selama periode Agustus 2016 mencapai US$42,5 juta dengan volume 24.323 ton. Jumlah ini naik bila dibandingkan dengan Juli 2016 dengan volume 12.349 ton senilai US$20,7 juta. Demikian Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia sebagaimana dikutip bisnis.com baru-baru ini.

Kenaikan ekspor kopi itu terjadi karena stok komoditas itu cukup banyak mengingat panen tahun ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu.

Produksi biji kopi Lampung naik hingga 30%  bila dibandingakn dengan musim tahun lalu.  Ekspor kopi pada periode itu lanjutnya untuk memenuhi kontrak eksportir terhadap pembeli di luar negeri.

Ia menyebutkan ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah itu menuju beberapa negara terutama di kawasan Eropa dan Asia. “Lampung juga mengekspor biji kopi arabika, meski tidak sebanyak robusta,” katanya.

Ekspor biji kopi arabika, lanjutnya, senilai US$101.568 dolar  dengan berat 19,2 ton pada Agsutus 2016.

Negara tujuan ekspor Lampung antara lain Alzajair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hongkong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia.

Sementara itu harga kopi di tingkat petani Lampung dikabarkan mengalami penurunan.
“Harga biji kopi di tingkat petani turun dari Rp21.000 per kilogram menjadi Rp19.000 per kilogram mengingat kualitas kopinya yang kurang bagus,” kata Wanto petani kopi asal Lampung Barat.

Ia mengatakan rata-rata kadar air biji kopi petani di atas 19%, akibatnya harga biji kopi dinilai lebih rendah. Selain itu, produksi kopi di Lampung juga cukup banyak menyusul panen raya kopi pada Juli lalu sehingga harga kopi turun.

Wanto menyebutkan, dari satu karung berisi biji kopi ukuran 50 kg hampir 30 persen kualitasnya kurang bagus. Harga biji di tingkat pengekspor, lanjutnya, saat ini sekitar Rp22.500/kg atau sama seperti sepekan lalu.

Ia menambahkan bahwa stok kopi di tingkat petani saat ini masih cukup banyak mengingat panen tahun ini produksinya meningkat.

Panen raya kopi di Lampung berlangsung Juli–Agustus 2016 naik sekitar 30%  dibandingkan dengan musim sebelumnya tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *