SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Farmsco Memberi Nilai Lebih Kepada Pelanggan

famsco

Farmsco menawarkan teknologi ukuran partikel pakan untuk tingkatkan performa ayam dan siap berkontribusi maksimal terhadap perkembangan industri peternakan serta kesejahteraan peternak Indonesia

 
PT Farmsco Feed Indonesia, gencar promosikan produknya agar semakin dikenal di Indonesia. Salah satunya melalui gelaran Indolivestock Expo & Forum 2018 yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) pada (4-6/7) 2018. Tampil perdana di pameran peternakan berskala internasional tersebut, Presiden Direktur PT Farmsco Feed Indonesia, Kwun Chun Nyun bersama tim Farmsco bersemangat menyam¬but pengunjung yang datang ke stan.

 
“Pameran ini sangat luar biasa. Banyak sekali stakeholder yang hadir. Sangat tepat untuk mempromosikan Farmsco,” ujar Kwun. Kerja keras tim dalam mempersiapkan debut perdananya di Indolivesock terbayar sudah dengan pengahargaan The 2ndBest Stand Design oleh pihak penyelenggara.

 
Tidak hanya itu, Presiden Republik Indo¬nesia, Joko Widodo sempat menyambangi stan ini saat melakukan kunjungan ke pameran Indolivestock Expo & Forum 2018. Selain promosi, Farmsco juga ingin membanggakan para pelanggan setianya bahwa produk yang mereka gunakan selama ini, ternyata memi¬liki stan yang besar dan mewah di pameran Indolivestock kali ini.

 
Nilai Lebih Farmsco
Farmsco merupakan bagian dari Harim Group. Perusahaan peternakan nomor 1 di Korea Selatan. Penjualan pakannya menca¬pai 4 juta ton per tahun. Januari 2018 ini, mereka melebarkan sayap di Indonesia dengan mendirikan pabrik pakan PT Farmsco Feed Indonesia. “Kami ingin berkontribusi terhadap perkembangan industri peternakan Indonesia melalui teknologi dan pengalaman kami selama 40 tahun di Korea,” ujar Kwun.

 
Kwun menilai Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Ia pun sangat optimis dengan perkembangan industri ini ke depannya. Selama kurang lebih 7 bulan hadir di Indonesia, angka penjualan pun cukup memuaskan.

 
Dalam menghadapi ketatnya persaingan di industri ini, Farmsco mener¬apkan 3 strategi utama yaitu memaksimalkan value sales (penjualan yang memberi nilai lebih), kualitas, serta technical service. Semuanya berlabuh pada kepuasan pelanggan.

READ :  Semester 1 2016: Laba CPI Naik 80%

 
“Kepuasan pelanggan adalah hal paling utama bagi Farmsco. Kami tidak menjual pakan, tapi menjual value atau nilai lebih. Selama konsumen puas dan ayam pun nyaman, sehingga produksi lebih tinggi serta profit maksimal pun tercapai,” kata Kwun.

 
Farmsco membawa sesuatu yang berbeda. Mengusung slogan ‘Farmsco is Different’, Kwun menegaskan bahwa pakan mereka memang berbeda dengan yang lain. Salah satu perbedaan yang dimaksud Kwun adalah ukuran partikel pakan.”Ukuran partikel pakan untuk laying period di Indonesia lebih kecil dibandingkan negara lain. Padahal ukuran partikel yang lebih besar akan semakin baik untuk gizzard. Performa saluran cerna ayam akan semakin bagus. Dengan teknologi dari Korea Selatan, Farmsco hadirkan pakan laying period dengan ukuran partikel lebih besar,” ungkapnya.

 
Diceritakan Kwun, awalnya pelanggan memang kaget. Mereka takut ayam tidak bisa mengonsumsinya karena ukuran lebih besar. Setelah mereka coba ternyata hasilnya memuaskan.

 
Selain teknologi ukuran partikel, yang membedakan Farmsco dengan perusahaan lainnya adalah Farmsco memiliki pakan khusus dan lengkap. Untuk ayam layer (ayam pete¬lur), Farmsco mempunyai feed series mulai dari periode pullet (ayam dara calon petelur) hingga ayam usia 66 minggu sampai apkir. Lengkapnya feed series ini yang tidak dimiliki perusahaan lain.

 
Teknologi Ukuran Partikel Pakan
Selain berbagi informasi di stannya, Farmsco juga berbagi ilmu dengan mengadakan seminar teknis. Seminar yang terdiri dari dua sesi ini dibawakan oleh Formulator Supervisor PT Farmsco Feed Indonesia, Intan Nursiam.

 
Pada sesi pertama Intan menjelaskan lebih rinci mengenai keunggulan teknologi ukuran partikel pakannya. Dikatakannya, ukuran partikel pakan dapat mempengaruhi performa ternak. Ukuran partikel memiliki titik optimum. Jadi kita tidak bisa memberikan pakan dengan ukuran sangat halus, karena ada beberapa organ yang perkembangannya menjadi tidak baik apabila ukuran partikelnya tidak sesuai.

READ :  PEMILIHAN DUTA AYAM & TELUR DIBUKA TAHUN INI

 
Berdasarkan beberapa kajian, salah satu kunci utama yang berperan pada saluran pencernaan broiler dan layer adalah gizzard (empedal). “Ternyata gerbang pertama se¬belum ke usus halus yang perlu dioptimalkan adalah gizzard. Organ ini fungsinya seperti gigi pada manusia,” terang Intan.

 
Intan menjelaskan alasan ukuran par¬tikel dapat mengoptimalkan kinerja gizzard sehingga menghasilkan performa ayam yang baik. Ketika gizzard berkembang dengan baik, stimulasi produksi asam klorida (HCl ) juga se¬makin meningkat. Gizzard merupakan benteng pertahanan pertama ayam. Tingginya HCl di organ tersebut dapat menghambat masuknya bakteri-bakteri patogen dari lingkungan ke saluran cerna. Selain itu, tingginya kandungan asam dapat memicu produksi enzim-enzim, terutama enzim pencernaan protein.

 
Uniknya, teknologi ini memakan biaya yang rendah (low cost). Tidak perlu menambah instalasi alat baru. Cukup mengubah screen pada Hammer Mill saja. ”Berdasarkan riset yang dilakukan, peningkatan ukuran partikel bisa menghemat biaya sebanyak Rp 2 per ton. Penghematan diperoleh dari penghematan konsumsi listrik Hammer Mill,” kata Intan.

 
Ukuran partikel pakan yang direkomen¬dasikan Intan untuk broiler (1-7 hari) adalah 500-600 mikron, broiler (>7 hari) adalah 800- 900 mikron, dan layer adalah 1.200-1.500 mikron. Khusus untuk layer, berdasarkan riset dengan ukuran partikel tersebut dapat meningkatkan eggmass sekitar 3 gram per hari per ekor, dan memperbaiki feed intake menjadi 1-3 gram per ekor per hari.

 
Di sesi ke dua, Intan menjelaskan mengenai keunggulan pakan pullet Farmsco. Katanya, Farmsco sangat fokus pada pakan periode pullet ini. Karena pullet memiliki beban yang sangat berat. Dengan berat awal 30-40 gram, dituntut untuk menghasilkan telur hampir 1.000 kali lipat berat awalnya. “Jadi kita harus mendesain pakan yang sesuai dengan perkem¬bangan tubuh dan umurnya. Sehingga pada saat periode produksi, konsistensi produktivi¬tasnya dapat dipertahankan,” jelasnya.

READ :  Keputusan KPPU Memvonis Pembibitan Unggas Mendapat Reaksi Negatif

 
Sambung Intan, Farmsco menyiapkan pondasi beternak layer semenjak usia awal dari umur 0-3 minggu. Tujuannya agar pe¬ternak layer mendapatkan keuntungan yang lebih. Lalu, Farmsco juga memiliki pakan Egg-Shell+ yang diformulasikan agar layer dapat bertelur dalam waktu yang paling lama melalui peningkatan kekebalan dan penguatan kulit serta warna telur yang diperlukan dalam rangka memperpanjang umur produktivitas. “Pakan ini direkomendasikan untuk layer usia 66 minggu hingga afkir,” pungkasnya. lTROBOS/Adv(http://agribiznetwork.com)

 

Similar Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *