SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Guru Besar Monash University Sarankan Pemerintah Indonesia Lindungi Peternak

IMG_20161031_170850

Pemerintah Indonesia perlu melakukan pemberdayaan dan perlindungan terhadap peternak, karena peternak adalah  pihak yang sangat berperan dalam pembangunan peternakan. Selain itu perlindungan terhadap peternak merupakan amanat dari UU no 19/2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Melindungi peternak itu wajib hukumnya, karena merupakan amanat undang-undang,” kata Guru besar Monash University  Australia Mulyoto Pangestu belum lama ini di Jakarta.

Ia hadir ke Jakarta dalam rangka mendampingi pengurus Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) ke Kementan untuk menyerahkan hasil sarasehan peternakan nasional yang diselenggarakan Kafapet Unsoed bersama Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, awal September lalu.

Mulyoto mencontohkan, di negara maju seperti Australia peternak mendapat perlindungan sosial sehingga apabila terjadi kebangkrutan atau usahanya merugi maka pemerintah memberikan bantuan agar mereka tetap bisa menjalankan kegiatan usahanya.

“Jangan sampai peternak yang sudah berjuang bertahun-tahun dibiarkan bangkrut yang penyebabnya bukan kesalahan mereka,”tegas Mulyoto.

Kepedulian Kepada Peternakan Indonesia

Mulyoto masih memiliki kepedulian kepada peternakan Indonesia meskipun sudah sejak tahun 1990an dirinya sebagai pengajar di Monash University Australia. Pada sarasehan peternakan nasional tanggal 4 September lalu, Mulyoto yang juga alumni Fakultas Peternakan Unsoed bertindak sebagai salah satu narasumber. Sarasehan yang diikuti oleh lebih dari 400 peserta ini kemudian merumuskan rekomendasi untuk Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan peternakan nasional.

Ketua Panitia Kafapet Jabodetabek Roni Fadilah yang bertindak sebagai tuan rumah sarasehan mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan alumni berbagai daerah termasuk dari luar negeri untuk ikut berkontribusi menyumbangkan pemikiran dalam pembangunan peternakan. Kehadiran Mulyoto sebagai ilmuwan kelas dunia merupakan bukti bahwa Mulyoto masih memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan peternakan Indonesia.

Mulyoto Pangestu adalah satu sedikit ilmuwan Indonesia yang punya pengaruh di dunia berkat penemuannya. Riset Mulyoto tentang upaya pembekuan sperma hewan dengan cara sederhana dan murah telah mengantarnya meraih penghargaan tertinggi (Gold Award) dalam kompetisi Young Inventors Awards, yang diadakan majalah The Far Eastern Economic Review (FEER) dan Hewlett Packard Asia Pacific beberapa tahun lalu. Penemuan Mulyoto sangat berguna bagi para ilmuwan dan dokter di negara sedang berkembang yang kekurangan biaya untuk mengadakan peralatan pendingin.

Reformasi Kebijakan Perunggasan

Sarasehan yang menghadirkan pembicara dari pelaku usaha perunggasan, peternakan sapi, perwakilan konsumen, ilmuwan dan pemerintah itu menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan peternakan unggas dan rekomendasi untuk peternakan sapi.

Di bidang perunggasan, sarasehan menyarankan agar pemerintah melakukan Reformasi Kebijakan Perunggasan berupa perlindungan terhadap peternak mandiri agar mereka dapat mengembangkan usahanya secara wajar. Bentuk dari reformasi kebijakan tersebut antara lain segmentasi pasar antara peternak mandiri (UKM) dan peternak integrasi sehingga peternakan rakyat mendapatkan akses pasar yang mampu memberikan nilai ekonomis bagi masing-masing pelaku usaha.

Selanjutnya, disarankan agar pemerintah melakukan manajemen supply DOC nasional  agar kebutuhan DOC dapat dipenuhi dengan harga yang mampu menghasilkan nilai ekonomis bagi peternak. Reformasi kebijakan perunggasan juga mencakup pembagian persentase budidaya untuk menjaga keberadaan peternak mandiri dan meningkatkan jumlah usahawan mandiri di bidang peternakan unggas. Dan tak kalah pentingnya, sarasehan menyarankan segera dilakukan penyusunan regulasi harga atas dan harga bawah DOC sehingga peternak rakyat mampu menjangkau harga DOC dan meningkatkan kualitas tatalaksana pemeliharaan yang berimbas pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomis.

Sedangkan untuk usaha peternakan sapi potong dan sapi perah, sarasehan merekomendasikan kepada pemerintah agar melakukan perlindungan sekaligus pemberdayaan terhadap peternak.  Perlindungan yang dimaksud adalah membuat kebijakan yang tidak mematikan usaha yang sudah eksis, namun menjamin keberlangsungan usaha dan kepastian usaha peternakan sapi potong maupun sapi perah. Sedangkan pemberdayaan antara lain pelatihan, pembinaan, pendampingan  maupun pemberian insentif yang tepat untuk para peternak.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Riwantoro, mewakili pemerintah  menyambut baik masukan dari sarasehan tersebut dan menyatakan bahwa setelah sarasehan, sebagian masukan dari sarasehan telah dibahas dan ditindaklanjuti dalam bentuk penyusunan peraturan untuk melindungi peternak.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *