SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Semeter 1 2016; Penjualan Japfa Rp13 triliun

logo JAPFA

Di tengah situasi bisnis unggas yang belum begitu membaik, kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada semester I/2016 mengalami pertumbuhan yang cemerlang. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2016, Japfa meraih penjualan bersih senilai Rp13,54 triliun, naik 11,29% dibandingkan dengan paruh pertama 2015 sejumlah Rp12,14 triliun.

Pimpinan Japfa optimistis akan dapat meraih pertumbuhan penjualan bersih sesuai dengan target di kisaran 10%-15% pada 2016 dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya sebesar Rp25,02 triliun.

Adapun laba bersih semester I/2016 melesat ke Rp964,08 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih Rp272,13 miliar.

Terdongkraknya kinerja perusahaan tak lepas dari keseimbangan suplai dan permintaan day old chicken (DOC) serta ayam broiler pada kuartal II/2016 dibandingkan dengan tahun lalu. Pada momentum Ramadan, Japfa juga mendapatkan keuntungan dari menguatnya konsumsi.

Putut Djagiri, Senior Vice President Deputy Head of Corporate Finance Japfa, sebagaimana dikutip bisnis.com menuturkan , bidang bisnis yang berkontribusi paling besar adalah pakan ternak unggas sebanyak 45%, disusul peternakan unggas komersial 31%, dan penjualan DOC 9%.

READ :  Keputusan KPPU Memvonis Pembibitan Unggas Mendapat Reaksi Negatif

Adapun sektor bisnis baru, yakni perikanan dan peternakan sapi masing- masing menyumbang 7% serta 4%. Japfa memproduksi 2,6 juta-2,7 juta pakan ternak unggas per tahun dari 16 pabrik yang tersebar di Tanah Air. Adapun panen DOC mencapai 560 juta per tahun dari 10.000 peternakan komersial.

Putut menyampaikan perusahaan belum akan menambah pabrik pakan baru. Pasalnya, total kapasitas produksi maksimal 16 pabrik bisa mencapai 4,3 juta ton. Penyerapan belanja modal per semester I/2016 sudah Rp291 miliar, dari anggaran ekuitas perusahaan sebesar Rp750 miliar-Rp760 miliar.

Sekitar 40% digunakan untuk biaya perawatan. Manajemen optimistis pencapaian perusahaan pada paruh kedua 2016 bisa lebih baik. Target pertumbuhan dipatok antara 10% dan 15% dari tahun sebelumnya Rp25,02 triliun.

Menurut Putut, penguatan rupiah dan anjloknya harga komoditas bahan baku menguntungkan perusahaan. Dari kebutuhan jagung sebanyak 1,3 juta per tahun, JPFA mengimpor 40%. Adapun impor bungkil kedelai mencapai 100% dari kebutuhan per tahun sekitar 598.000 ton.

READ :  Surabaya, Tuan Rumah Indolivestock Expo & Forum 2017

Di sisi lain, pasar ayam di dalam negeri masih begitu besar. Tingkat konsumsi ayam di Indonesia per kapita baru mencapai 9 kg-10 kg, jauh di bawah Malaysia dan Jepang. “Kami tetap optimis mencapai target karena masih luas kesempatan untuk bertumbuh,” ujarnya, Senin (15/8).

Japfa akan menerbitkan 750 juta saham baru kepada (Kohlberg Kravis Rober & Co.L.P/ KKR), perusahaan investasi asal Amerika Seri kat, melalui private placement dengan harga sekitar US$52,9 juta.

Bersamaan dengan private placement, perusahaan induknya, Japfa Ltd., juga menjual 441.664.650 saham JPFA kepada KKR dengan harga sekitar US$28,3 juta. KKR akan mengambil bagian atas 6,57% saham di PT Japfa Tbk. melalui private placement, dan 3,87% lainnya dari Japfa Ltd. Nilai tukar yang digunakan berdasarkan tanggal 7 Juni 2016 sebesar Rp13.263 per dolar AS.

Similar Posts:

READ :  Ekspor Kopi Lampung Meningkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *