SELAMAT DATANG DI AGRIBIZNETWORK
Industri Peternakan Ayam Petelur

Industri Peternakan Ayam Petelur

More »

Industri Pembibitan Ayam

Industri Pembibitan Ayam

More »

Industri Pakan Ternak

Industri Pakan Ternak

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Peternakan Ayam Broiler

Industri Peternakan Ayam Broiler

More »

Industri Pengolahan Susu

Industri Pengolahan Susu

More »

Peternakan Sapi Perah

Peternakan Sapi Perah

More »

Industri Bahan Baku Pakan ternak

Industri Bahan Baku Pakan ternak

More »

Industri Peralatan Peternakan

Industri Peralatan Peternakan

More »

 

Tahun 2017 Produksi Pakan Akuakultur 1,4 Juta Ton

Feed grain

Indonesia akan memiliki tambahan 4 pabrik pakan perikanan budidaya tahun 2017 mendatang. Dengan tambahan pabrik pakan tersebut maka produksi pakan perikanan budidaya tahun 2017 diperkirakan naik menjadi 1,4 juta ton.

Menurut Ketua Divisi Pakan Akuakultur GPMT Denny Indradjaja,  satu pabrik setidaknya memiliki kapasitas produksi 5.000 ton per bulan. Secara bersamaan, produsen pakan “existing” akan menambah produksi demi memenuhi konsumsi pakan ikan yang meningkat.

“Kebutuhan pakan ikan meningkat 10%—15% per tahun, sedangkan udang 30%. Jadi kalau tahun ini 1,3 juta ton, tahun depan bisa 1,4 juta ton,” kata Deny sebagaimana dikutip Bisnis.com.

Pakan akuakultur saat ini dihasilkan oleh 18 pabrik skala besar, dan akan menjadi 22 pada 2017, plus puluhan pelaku usaha kecil dan menengah. Produksi pakan 1,3 juta ton itu masing-masing 900.000 ton untuk pakan ikan dan sisanya buat pakan udang.

Dengan harga rata-rata Rp8.000 per kg untuk pakan ikan dan Rp16.000 per kg pakan udang, nilai bisnis pakan perikanan nasional mendekati Rp14 tri liun/tahun. Angka ini terus berkembang seiring tumbuhnya pasar akuakultur.

READ :  Laba Sierad Produce Berhasil Naik 184%

Denny menjelaskan, pabrik-pabrik tersebut membutuhkan 300.000 ton tepung ikan (fish meal) sebagai bahan baku utama. Sebagian kecil dari kebutuhan itu dipasok dari luar negeri.

“Tahun lalu kami impor sebanyak 30.000 ton. Turun dari 5 tahun lalu yang sempat mencapai 70.000 ton,” ujarnya.

Menurut Denny, tepung ikan impor mustahil ditekan dari angka 30.000 ton—atau bahkan dinihilkan—karena jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal tepung ikan bersertifikat The International Fishmeal and Fish Oil Organisation (IFFO).

Tepung ikan bersertifikat IFFO diperlukan oleh pembudi daya udang untuk memenuhi syarat ketelusuran produk dari hulu hingga hilir saat mengekspor.

“Peru dan Argentina merupakan produsen terbaik tepung IFFO. Di sana mereka menangkap ikan saja bisa ditelusuri asal-usulnya, bahkan bisa ditentukan waktu
tangkapnya” ujarnya.

IMPOR PAKAN

Selain tepung ikan bersertifikat IFFO, importasi skala kecil juga masih dibuka untuk pakan ikan tertentu seperti ikan hias. Produk ini, kata dia, berharga premium sekitar Rp100.000 per kg untuk ikan hias yang juga impor.

READ :  Semester 1 2016: Laba CPI Naik 80%

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), impor tepung ikan turun sejak 2011. Pada tahun tersebut, tepung ikan yang masuk 75.401 ton, kemudian 66.132 ton (2012), 65.434 ton (2013). Lalu anjlok drastis pada 2014 yang hanya 38.295 ton, lalu 29.887 ton (2015).

Di tempat terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, tren penurunan impor menandakan perikanan budi daya telah semakin mengurangi ketergantungan dari produk luar negeri. Dia mengklaim kebutuhan tepung impor sudah bisa disubstitusi dari ikanikan malalugis kecil yang semakin melimpah di sejumlah daerah.

 

Similar Posts:

READ :  Surabaya, Tuan Rumah Indolivestock Expo & Forum 2017

One Response to Tahun 2017 Produksi Pakan Akuakultur 1,4 Juta Ton

  1. rani says:

    bagaimana bisa memproduksi sebanyak ini??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *