Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KIAT MENGASAH KETAJAMAN “TRISULA” BIOSEKURITI

Posted on


Biosekuriti adalah idiom yang disusun oleh dua kata yaitu: bio (hidup) dan secure (aman), atau secara harfiah bisa bermakna upaya pengamanan mahluk hidup (baca: ternak). Tentu saja dalam tulisan ini, pengamanan yang dimaksud adalah pengamanan ternak ayam dari gangguan penyakit. Dengan pengertian seperti itu, maka pengertian biosekuriti menjadi sangat luas dan cenderung bias.

Untuk itu penyeragaman definisi harus dilakukan, sehingga implementasi dilapangan bisa diukur dengan parameter yang jelas. Secara umum biosekuriti bisa didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari rangkaian program yang mencakup kebijakan dan praktek yang dirancang untuk mencegah masuk dan menyebarnya patogen pada ayam. Patogen bisa berupa virus, bakteri, parasit (termasuk protozoa), jamur, dll.
Rangkaian program diatas, harus mencakup tiga aspek atau tiga ujung tombak seperti senjata trisula yang dirancang saling terkait dan saling mendukung. Tiga aspek yang dimaksud adalah Isolasi, Pengendalian lalu lintas dan Sanitasi.

Isolasi
Isolasi adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk memberi barrier bagi ayam dari serangan kuman patogen penyebab penyakit. Penjabaran lebih lanjut, isolasi berarti menjauhkan ayam (flock) dari orang, kendaraan, dan benda yang dapat membawa patogen. Menciptakan lingkungan tempat ayam terlindung dari pembawa patogen (orang, hewan lain, udara, air, dll).
Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menerapkan isolasi bisa berupa; menyimpan ayam di kandang tertutup yang sudah di screening di farm. Menerapkan manajemen all in all out. Memisahkan ayam dari hewan lain dan dari spesies unggas lain. Tidak boleh ada tempat dengan air menggenang di wilayah farm.

Pengendalian Lalu Lintas
Pengendalian lalu lintas adalah berbagai upaya untuk men-screening orang, alat, barang dan hewan lain, agar kegiatan lalu lintas yang dilakukannya tidak menyebabkan masuknya patogen ke dalam farm.
Penjabaran lebih lanjut, pengendalian lalu lintas berarti kita tidak boleh mengijinkan siapapun masuk ke kandang, apalagi mendekati ayam-ayam kita. Jika memang mereka harus masuk, maka harus dipastikan bahwa mereka harus mengikuti tindakan biosekuriti khusus (screening). Membatasi jumlah orang, kendaraan dan alat-alat yang berada di wilayah isolasi dan yang keluar dari wilayah isolasi ke daerah lain.

Sanitasi
Sanitasi adalah berbagai upaya yang ditujukan untuk membunuh patogen. Lebih lanjut, sanitasi bisa dijabarkan sebagai tindakan pembersihan (cleaning) dan desinfeksi untuk membunuh kuman (baca lebih lengkap di artikel berjudul Cleaning dan Desinfeksi).
Sanitasi juga berarti upaya pengendalian hama yang bertujuan untuk mencegah hama (burung liar, hewan pengerat & serangga) membawa patogen. Dan pembuangan bangkai atau karkas yang ditujukan untuk menjauhkan kontaminasi dari flok.
Implementasi sanitasi harus dilaksanakan secara tertata baik untuk kandang, alat, kendaraan maupun orang. Wujud nyata dari implementasi ini misalnya: pekerja mencuci tangan dan kaki, berganti pakaian dan sepatu sebelum bekerja dengan ayam. Membersihkan dan mendesinfeksi alat-alat secara teratur. Membersihkan dan mendesinfeksi kandang-kandang dalam masa peralihan antara satu periode ke periode berikutnya, dan memiliki program pengendalian hama.

Kaitan Biosekuriti dan Manajemen
Setelah membahas “trisula” biosekuriti, penulis ingin mengajak pembaca untuk sedikit menengok “trisula” epidemiologi. Trisula epidemiologi yang dimaksud adalah Agen, Host dan Lingkungan. Bila dikaitkan dengan trisula epidemiologi, ternyata biosekuriti baru menyentuh pada aspek agen dan lingkungan saja. Sementara aspek host (ayamnya) sama sekali tidak disentuh.
Padahal, biosekuriti sebaik apapun tidak akan membuat patogen sama sekali nol. Artinya sebaik apapun biosekuriti yang kita jalankan, ayam kita tetap berpotensi diserang patogen. Agar ayam kita aman dari serangan patogen, maka kondisi kesehatan dan status kekebalan ayam harus dalam kondisi baik. Inilah kaitan biosekuriti dan manajemen. Biosekuriti yang baik, harus pula didukung dengan manajemen yang baik.
Dalam hal ini manajemen harus dilaksanakan dengan cara menjamin pakan dan air harus selalu tersedia dalam jumlah cukup. Mengeluarkan karkas/bangkai setidaknya dua kali sehari. Melakukan culling terhadap ayam sakit atau karena sebab lain secara teratur. Memantau dan mencatat kesehatan flok.
Tidak menambah ayam baru ke dalam flock. Tidak menyimpan unggas dengan spesies berbeda-beda dalam satu lokasi farm. Menjaga farm tetap bersih, serta selalu membersihkan dan mendesinfeksi peralatan di akhir siklus produksi.
Menjauhkan pakan dari hama seperti hewan pengerat, burung liar dan serangga. membersihkan tumpahan pakan dengan segera. Bersihkan tempat pakan jika perlu. Tidak menggunakan ulang kantong pakan.
Untuk air minum, jauhkan air minum dari hama seperti hewan pengerat, burung liar dan serangga. Bersihkan tempat air minum minimal dua kali sehari. Untuk meminimalisir litter basah akibat tumpahan air minum, lakukan rolling tempat antara tempat minum dan pakan.

Manajemen Brooding dan Ventilasi
Manajemen brooding terkait langsung dengan penguatan sistem immun pada ayam. Manajemen brooding harus benar-benar diperhatikan pada minggu pertama. Karena pada minggu pertama, berlangsung proses penyerapan kuning telur. Dimana penyerapan kuning telur akan berlangsung optimal bila manajemen suhu brooding optimal.
Pada minggu pertama, akan berkembang sistem immun, sistem pencernaan, sistem kardiovaskuler, sistem rangka, dan bulu. Nah perkembangan berbagai sistem ini, akan tergantung dari optimal atau tidaknya kuning telur yang terserap. Bila kuning telur tidak terserap optimal, maka berbagai sistem diatas akan terganggu dan sisa kuning telur yang tidak terserap, akan memudahkan masuknya infeksi.
Akibatnya, angka kematian dan culling membengkak, ukuran ayam tidak seragam, target berat badan tidak tercapai, dan konversi pakan membengkak.

Cara Sederhana Mengontrol Suhu Brooding
Sering kali manajemen brooding dipahami dengan rumit. Padahal ada cara sederhana untuk mengontrol suhu brooding. Gunakan termometer infra merah untuk memantau suhu litter. Metode lain, tempelkan telapak kaki anak ayam ke pipi untuk mengetahui litter dingin atau hangat. Bila telapak kaki anak ayam terasa dingin, berarti suhu brooding tidak tercapai. Bila terasa hangat, berarti suhu brooding sudah cukup nyaman.
Cara ini juga harus didukung dengan pengamatan perilaku anak ayam (sebaran dan suara). Bila tidak nyaman, anak ayam akan bergerombol mencari kehangatan atau ribut. Bila nyaman, anak ayam akan menyebar dan suaranya tenang.
Bila suhu brooding sudah dirasa cukup sedangkan ayam masih ribut, maka parameter lain harus diperiksa, misalnya kelembaban relatif. Kelembaban relatif untuk minggu pertama harus lebih dari 50% (sebaiknya minimal 55%). Jika di bawah 50%, anak ayam akan mengalami dehidrasi. Untuk diatas minggu pertama diusahakan berkisar di angka 60% (lihat Tabel 1).
Cara lain yang bisa digunakan adalah, bila kita sebagai pemeriksa ayam merasa gerah atau tidak nyaman, maka kemungkinannya adalah suhu yang terlalu tinggi (diatas 35 oC) atau kelembaban yang terlalu rendah/tinggi ( 70%). Untuk permasalahan ini, bukalah tirai sebelah atas untuk mengontrol kelembaban atau suhu.

Manajemen Pakan dan Target Pertambahan Berat Badan
Karena ayam broiler dirancang untuk tumbuh sebagai ayam pedaging, maka manajemen pemberian pakannya pada prinsipnya tidak ada pembatasan. Untuk memantau anak ayam makan cukup atau tidak, bisa dilihat dengan meraba temboloknya. Tembolok harus sudah penuh dalam jangka waktu 3 hari. Imbangi manajemen pemberian pakan dengan penyediaan air yang berkualitas dalam jumlah cukup bisa juga ditambahkan pemberian multivitamin.
Lakukan penimbangan setiap minimal 7 hari (lihat Tabel 2). Bila target berat badan atau feed intake tidak tercapai, maka lakukanlah evaluasi dan tindakan yang tepat (konsultasikan perihal ini dengan konsultan anda).

Manajemen Kualitas Air
Selain harus tersedia dalam jumlah yang cukup, kualitas air juga harus diperhatikan. Tujuan memperhatikan adalah mengurangi jumlah patogen dan mengontrol deposit mineral. Air adalah salah satu media penularan penyakit. Air yang tidak terkontrol jumlah patogennya, akan sangat merugikan. Demikian pula dengan deposit mineral. Deposit mineral yang tidak terkontrol bisa menurunkan efikasi obat-obatan yang diberikan.
Disarankan untuk secara berkala memeriksakan kualitas air ke laboratorium. Peternak bisa memanfaatkan fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan penyedia sapronak.

Biosekuriti Sebagai Perilaku Sehari-Hari
Sebagaimana dijabarkan diatas ada 2 aspek epidemiologi yang terkait dengan biosekuriti yaitu agen dan lingkungan. Aspek lingkungan memiliki cakupan yang sangat luas. Aspek lingkungan tidak hanya terikat pada lingkungan sekitar kandang, tetapi juga lingkungan orang-orang yang bekerja di dalam kandang (selengkapnya baca artikel berjudul Contoh Sederhana Menjalankan Sistem Biosekuriti).
Oleh karena itu, biosekuriti hendaknya menjadi perilaku sehari-hari, atau gaya hidup semua orang yang terkait dengan budidaya ayam. (saptono, gopanindonesia.com)

Post Terkait:

  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Koli yang Muncul Berkali-kali | Majalah Infovet I… Salah satu penyakit yang kerap menghinggapi peternakan di Indonesia adalah Kolibasilosis. Penyakit ini sering dijumpai bahkan seolah-olah telah menjadi penyakit “wajib” pada peternakan ayam. Peternak…
  • Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI Terkini Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI TerkiniPagi itu, Jumat 17 Oktober 2008, Infovet telah bergabung bersama Tim Sumber Multivita dari Jakarta untuk bertolak…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” by Agribisnis (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…

  • 1,202,963
  • 606,807
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI