Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

PENDEKATAN NEW NORMAL BETERNAK BABI PASCA ASF

Posted on
African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit infeksius pada babi bersifat hemoragik yang disebabkan oleh virus DNA beruntai ganda, dalam famili Asfarviridae dan genus Asfivirus. Virus ini menyebabkan demam berdarah dengan tingkat kematian tinggi pada babi domestik dan babi liar.
Virus yang sudah masuk ke Indonesia ini memiliki penyebaran yang cepat melalui lalu lintas ternak dan produk babi yang tercemar melalui swill feeding yang digunakan untuk pakan. “ASF bisa menyebar melalui pakan. Oleh karena itu, apabila peternak tidak yakin dengan pakan, khususnya pakan sisa restoran itu wajib di masak terlebih dahulu,” jelas Sauland Sinaga yang menjadi pemateri acara FLEXcitement “Pendekatan New Normal Beternak Babi Pasca ASF di Indonesia” yang diinisiasi PT Boehringer Ingelheim, Kamis (7/10/2021).
FLEXcitement merupakan kegiatan berskala global yang digelar PT Boehringer Ingelheim. Selama 6-7 Oktober 2021, FLEXcitement dilaksanakan secara virtual, dimana peserta bisa mengaksesnya melalui internet dan menikmati ragam informasi, presentasi dari para pembicara internasional mengenai peternakan babi.
Pada kesempatan tersebut Sauland yang juga Ketua Asosiasi Mogastrik Indonesia (AMI), menjelaskan proses pemasakan pakan sisa untuk ternak babi bisa dilakukan selama 2 menit dengan suhu 70 derajat untuk mengeliminasi ASF. “Karena bila tidak itu sangat berisiko tinggi. Karena itu harus kita ubah pengelolaan pakan untuk ternak babi ini,” jelasnya.
Sauland mengemukakan, perbaikan pakan bisa dilakukan dengan pemberian enzim, toxin binder, mineral, oil, maupun probiotik. Teknologi tersebut, kata dia, wajib digunakan peternak babi skala rakyat saat ini.
“Atau bisa dengan fermentasi pakan maupun perlakuan sanitasi pakan sebelum diberikan pada ternak. Bisa juga peternak memanfaatkan pakan dari singkong, palm kernel meal dan palm kernel cake. Ini bisa menjadi alternatif dan dalam beberapa penelitian hasilnya baik. Jadi janganlah terkendala dengan pakan yang bisa membuat harga babi menjadi mahal,” ucap dia.
Selain pakan, lanjut Sauland, untuk meminimalisir masuknya ASF ke farm adalah dengan memperbaiki manajamen budi daya, dengan fokus utama pembatasan pergerakan manusia, disinfeksi dan penerapan biosekuriti ketat.
“Buat zona merah, kuning dan hijau. Batasi keluar masuknya orang dan barang. Lakukan pula disinfeksi pada kendaraan. Juga penerapan all in all out, khususnya pada pembesaran ternak babi,” terang Sauland.
“Beri pelatihan pula pada anak kandang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam budi daya ternak babi. Karena SDM menjadi kunci pencegahan ASF. Saya yakin dengan begitu kita bisa mencegah ASF di new normal ini.”
Sementara Feliks Adi Nugroho, technical swine dari Boehringer Ingelheim Indonesia yang membawakan materi Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome (PRRS) virus menekankan hal serupa.
“Virus akan menjadi lebih buruk apabila peternak tidak menerapkan sistem all in all out. Buatlah kandang terpisah sesuai fasenya untuk meminimalisir risiko penyebaran penyakit,” kata Feliks.
Feliks pun memberikan saran pencegahan dan kontrol penyakit pada ternak babi. Pertama, melakukan indentifikasi tujuan (mengontrol atau mengeliminasi penyakit). Kedua, menetapkan status (shedding atau exposure status) penyakit melalui pengecekan di laboratorium.
Ketiga, memahami kekurangan manajemen (biosekuriti, lokasi, produksi dan lain sebagainya). Keempat, membangun solusi sesuai tujuan awal (pencegahan infeksi, peningkatan kekebalan dan lain-lain) atau dengan melaukan vaksinasi.
“Walau vaksinasi bukan menjadi solusi tunggal, namun bisa memberikan proteksi terhadap ternak. Pemberian vaksinasi pada semua fase umur babi berpengaruh pada peningkatan kekebalan dan menurunkan kasus penyakit, memperbaiki FCR, mortalitas, morbiditas dan culling rate rendah,” jelas Feliks.
Adapun langkah kelima, lanjut dia, dengan implementasi dan monitoring solusi yang telah ditetapkan. “Dari langkah-langkah yang sudah kita buat, bisa kita lakukan monitoring dengan checking biosekuritinya, hasil vaksinasi atau manajemen untuk mengetahui hasilnya,” pungkasnya.
Sumber : http://www.majalahinfovet.com/ (RBS)

Post Terkait:

  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • ASF Menghantui, Unud Ancang-ancang Buat Vaksin isu wabah virus African Swine Fever (ASF) masih menghantui sebagian masyarakat di Bali, pemerintah melalui dinas terkait terus meyakinkan bahwa tidak ada masalah untuk mengkonsumsi daging babi.…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • Penyakit Protozoa Bukan Dusta | Majalah Infovet I… Undang-Undang tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Nomor 6 Tahun 1967 (6/1967) Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 j menyatakan: penyakit hewan menular ialah…
  • Swine fever ails more than just China’s favourite… One of my more shocking journalistic journeys was made in the mid-1980s, visiting a nondescript factory in the heart of Chongqing. I had asked to…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” by Agribisnis (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • ASF Menghantui, Unud Ancang-ancang Buat Vaksin by Agribisnis isu wabah virus African Swine Fever (ASF) masih menghantui sebagian masyarakat di Bali, pemerintah melalui dinas terkait terus meyakinkan bahwa tidak ada masalah untuk mengkonsumsi daging babi.…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…

  • 1,202,972
  • 606,816
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI