Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

PENGUNGSI TERNAK GUNUNG AGUNG | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Ternak sapi yang diungsikan dari aktivitas Gunung Agung, Bali.

Aktivitas Gunung Agung yang berlokasi di Bali Timur saat ini dalam kondisi waspada. Walau kondisi gunung belum menunjukkan kepastian akan meletus, namun statusnya sudah dalam kategori “awas”, sehingga masyarakat Bali yang tinggal di areal radius 12 km dari pusat letusan harus mengungsi.

Dari hasil pantauan Infovet, wilayah pengungsi yang terdaftar sekitar 471 lokasi sebanyak 143.840 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Tidak hanya manusia yang diungsikan, ternak pun juga ikut diungsikan. Kabupaten Karangasem pegunungan, yang merupakan daerah gersang ternyata banyak menyimpan ternak sapi Bali. Salah satu lokasi pengungsian yang Infovet kunjungi adalah Dusun Les, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng yang berjarak sekitar 55 km dari Gunung Agung.

Di tempat ini telah terkumpul sekitar 350 ekor sapi Bali dan sekitar 100 ekor kambing yang berasal dari Desa Ban dan Desa Datah, Kabupaten Karangasem, yang lokasinya di bukit sekitar 2-3 km dari Gunung Agung.

Kini yang masih dibutuhkan oleh peternak dan para dokter hewan adalah bantuan obat hewan. Diharapkan pemerintah setempat bisa memberikan bantuan tersebut, khususnya untuk obat antibiotika, vitamin dan ruboransia.

Sementara data dari Korlap Ikatan Sarjana Peternak Indonesia (ISPI) Bali, yang disampaikan oleh Pengurus ISPI, Rochadi Tawaf menambahkan, telah dilakukan evakuasi ternak data sampai 3 Oktober 2017, sekitar 4.678 ternak, diantaranya ternak sapi (4.053 ekor), kambing (459 ekor) dan babi (166 ekor), yang tersebar di tujuh Kabupaten penampungan, yaitu Kabupaten Klungkung (326 ekor), Kabupaten Buleleng (1.827 ekor), Kabupaten Karangasem (984 ekor), Kabupaten Gianyar (332 ekor) Kabupaten Bangli (868 ekor), Kabupaten Tabanan (311 ekor) dan Denpasar (20 ekor).

Kemudian menyediakan tempat penampungan ternak sebanyak 41 titik yang tersebar di tujuh Kabupaten, membentuk Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan, memberikan bantuan berupa pakan konsentrat (5 ton), rumput kering/hay (10 ton), batang pisang (1 pickup), obat-obatan (10.000 dosis), truk evakuasi (1 unit), pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya (terpal 21 buah), serta kelengkapan untuk identifikasi ternak (neck tag 350 buah), selang air minum 150 m.

Antisipasi lain yang dilakukan juga memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak yang telah diterima dan sebagian telah disalurkan, yaitu pakan konsentrat (95 ton), rumput gajah (3 ton), hijauan pakan (1 truk), Jerami (2,5 ton), mobil truk (9 unit), mobil pickup (5 unit), kantong jerami untuk molase (400 lembar), bambu (1 truk+220 batang) dan terpal (60 buah). Dan sampai 4 Oktober 2017, masih melanjutkan evakuasi ternak di daerah Kubu 45 sapi, 56 babi dan 13 kambing untuk dievakuasikan ke Desa Tembok Buleleng. (Mas Djoko R/Bali)

Post Terkait:

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Drama Impor Sapi Bakalan Catur Wulan III Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, rupanya tak main-main dengan janjinya, yakni mewajibkan importir memasok 20% sapi indukan dari kuota sapi bakalan yang diterimanya. Dengan tidak adanya…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
  • Mengenang Dr. Drh. Soehadji ; Butir-Butir Pasir… Buku karya Soehadji terbitan Gita Pustaka Hari Minggu, 25 September 2016, sekitar jam 15 kami menerima kabar duka cita yang mengejutkan; Innalilahi wainnailaihi Rojiun. Telah…
  • Kerugian Ekonomi Akibat Wabah Penyakit Jembrana Wabah memiliki arti terjadinya suatu penyakit di suatu daerah atau wilayah, terjadi secara cepat dengan angka kematian dan kesakitan cukup tinggi dan menimbulkan kerugian ekonomi…
  • Dari Dialog Interaktif Pemenang Indolivestock… "Di Forum dialog interkatif ini para pemenang Indolivestock Award silakan narsis dan sombong. Segala kerja keras dan inovasi para pemenang silakan diungkapkan di forum ini…
  • Kementan dan Pemprov Bali Kembangkan Daging Sapi… Sapi Bali sudah sejak lama diketahui memiliki tingkat karkas yang tinggi dibandingkan dengan sapi lokal yang lain, yaitu sekitar 53,26%, Peranakan Ongole 46.9%. Perbandingan antara…
  • Arah Pembangunan Peternakan Indonesia, Menuju… Oleh: Drh I Ketut Diarmita MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian khususnya pada sektor peternakan pada intinya…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • CEGAH PENYEBARAN ANTHRAX, DITJEN PKH KEMENTAN GERAK… JAKARTA, Dalam rangka membantu upaya pencegahan dan pengendalian kasus penyakit Anthrax di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istemewa Yogyakarta, terutama terkait adanya kematian ternak akibat Anthrax…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Drama Impor Sapi Bakalan Catur Wulan III by Agribisnis Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, rupanya tak main-main dengan janjinya, yakni mewajibkan importir memasok 20% sapi indukan dari kuota sapi bakalan yang diterimanya. Dengan tidak adanya…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… by Agribisnis Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
  • Mengenang Dr. Drh. Soehadji ; Butir-Butir Pasir… by Agribisnis Buku karya Soehadji terbitan Gita Pustaka Hari Minggu, 25 September 2016, sekitar jam 15 kami menerima kabar duka cita yang mengejutkan; Innalilahi wainnailaihi Rojiun. Telah…
  • Kerugian Ekonomi Akibat Wabah Penyakit Jembrana by Agribisnis Wabah memiliki arti terjadinya suatu penyakit di suatu daerah atau wilayah, terjadi secara cepat dengan angka kematian dan kesakitan cukup tinggi dan menimbulkan kerugian ekonomi…

  • 1,261,186
  • 656,805
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI