Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

HATI-HATI DALAM MEMANFAATKAN MANUR SEBAGAI PUPUK

Posted on

Selain penghasil pangan, peternakan ayam juga menghasilkan limbah sampingan berupa manur. (Sumber: Istimewa)



Usaha peternakan unggas yang merupakan bagian dari pertanian memiliki fungsi utama untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat sekaligus berperan dalam penggerak perekonomian bangsa. Kebutuhan protein hewani semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, akan tetapi di sisi lain peternakan semakin terhimpit karena terbatasnya lahan.


Selain itu, keadaan juga diperparah dengan limbah hasil peternakan berupa manur, keberadaan manur sangat mengganggu karena menimbulkan bau yang tidak sedap bagi masyarakat dan dapat membuat lingkungan kotor dan tidak nyaman. Sudah banyak kasus peternakan unggas diprotes bahkan ditutup paksa oleh warga sekitar peternakan karena dirasa mengganggu kenyamanan warga setempat.


Kandungan Dalam Manur 
Manur secara tradisional bisa dimanfaatkan sebagai pupuk atau penyubur tanaman, terutama tanaman pangan karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Manur seringkali langsung dimanfaatkan sebagai pupuk tanpa pengolahan lebih lanjut. Namun begitu, meskipun mengandung zat nutrisi tanaman yang tinggi, di dalam manur juga terkandung berbagai jenis bakteri patogen seperti Escherichia coli, Listeria, Salmonella, Campylobacter. (Pell 1997).


Bakteri-bakteri tersebut dapat mengontaminasi lingkungan sekaligus menimbulkan penyakit bersumber makanan (foodborne disease), berdasarkan data WHO (2017), terdapat 600 juta orang atau 1 dari 10 orang di dunia mengalami sakit setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen. Bakteri-bakteri tersebut diketahui juga dapat bertahan cukup lama di lingkungan yang sesuai, seperti Salmonella dan Campylobacter dapat bertahan selama sebulan, sedangkan Listeria dapat bertahan hingga tiga bulan. (Nicholson FA et al. 2005).


Ternak yang sedang diobati dengan antibiotik atau memakan pakan yang mengandung Antibiotic Growth Promoter (AGP) dapat menghasilkan manur yang mengandung residu antibiotik beserta bakteri yang membawa sifat resisten (Antibiotic Resistance Bacteria/ARB) (Youngquist CP et al. 2016).


Adapun jenis-jenis antibiotik yang diekskresikan melalui urin dan feses dan terdapat pada manur antara lain, Klortetrasiklin, Sulfa dan Tylosin. Kontaminasi antibiotik ke lingkungan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik, risiko ini ditambah dengan hadirnya bakteri yang membawa gen resisten karena bakteri tersebut mampu menyebarkan sifat resistensinya melalui transfer plasmid kepada bakteri lain dan melalui perkembangbiakan bakteri itu sendiri.


Keberadaan bakteri-bakteri pembawa gen resistensi antibiotik dan residu antibiotik pada manur merupakan permasalahan yang dapat mengancam kesehatan, baik pada ternak maupun manusia. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahaya biologis yang ditimbulkan oleh kontaminasi manur ke lingkungan adalah pengomposan manur.


Pengomposan Manur
Menurut Cooperbrand (2000), pengomposan adalah sebuah proses transformasi bahan organik seperti manur, serasah, sisa makanan dan bahan lainnya menjadi substansi mirip tanah atau humus. Proses pengomposan sendiri melibatkan mikroorganisme yang bersifat aerob dan anaerob. Proses aerob lebih umum terjadi, proses ini terbagi menjadi dua tingkat, yaitu mesofilik (10-45°C) dan thermofilik (45-70°C), proses pengomposan dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga 40-50 hari.


Perubahan fisik, kimiawi dan biologis yang terjadi pada saat pengomposan manur dapat mengeliminasi bakteri patogen seperti Escherichia coli O157 H7, Salmonella enteritidis (Lung et al. 2001), Listeria (Grewal et al. 2013), bahkan populasi koliform dapat berkurang hingga 99,9% dengan pengomposan selama tujuh hari (Larney et al. 2003). Selain dapat menghilangkan bakteri patogen, pengomposan manur ternyata juga dapat mendegradasi residu antibiotik yang dieksresikan oleh ternak.


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dolliver et al. (2008), kadar Klortetrasiklin, Monensin dan Tylosin berkurang selama proses pengomposan manur kalkun, pengurangan yang terjadi berlangsung selama 19 hari, merujuk pada proses pembuatan kompos biasa yang memakan waktu hingga 50 hari, maka dapat diasumsikan kadar antibiotik dalam manur ternak yang dibuat kompos berada dalam kadar minimal atau bahkan hilang sama sekali. Antibiotik golongan lainnya seperti Sulfonamide dan Trimetroprim dapat berkurang dengan proses fermentasi anaerob dalam waktu lima minggu (Mohring et al. 2009).


Pengomposan manur merupakan sebuah metode untuk meminimalisir bahaya penyakit infeksi sekaligus resistensi antibiotik pada lingkup peternakan, metode ini mudah dilakukan dan tidak banyak membutuhkan biaya, sehingga sangat ideal untuk diimplementasikan. Kompos hasil proses pengomposan juga dapat dimanfaatkan dengan tingkat keamanan yang lebih tinggi sebagai pupuk, karena telah terbebas dari bakteri maupun antibiotik. ***

Drh Afdi Pratama

Staff Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Bogor

Agribiz Network

Post Terkait:

  • ATASI BAU TAK SEDAP PADA DAGING SAPI     Penjual daging sapi di pasar tradisional. (Sumber: Istimewa) Kelompok yang paling rentan terhadap bakteri penyebab daging bau busuk ini adalah pasien kanker, orang…
  • Peluang Bisnis Penjualan Pupuk dengan Harga Bersaing… Agribiznetwork.com - Jika kamu sedang mencari peluang bisnis yang menjanjikan di Indonesia, penjualan pupuk bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan populasi petani yang lebih dari…
  • Menjaga Kesehatan dan Performance Sistem Pencernaan… Diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam memilih dan menggunakan feed additive atau kombinasi beberapa feed additive yang akan ditambahkan ke dalam sediaan pakan, untuk menjaga kesehatan dan…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • POTRET BISNIS PETERNAKAN 2017 DAN PREDIKSI 2018… Selama 2017 dan mungkin masih dilanjutkan pada 2018, ada dua program nasional di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang terkait langsung dengan pembangunan binis dan…
  • GELIAT SENYAP BETA-GLUCAN | Majalah Infovet I… Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI) Pada era pasca non-AGP (antibiotic growth promoter), disamping konsistensi implementasi konsep-konsep biosekuritas di lapangan, juga optimalisasi sistem imunitas…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Jamur Tiram Makin Berkualitas, Gara-gara Limbah Unggas Budidaya jamur tiram putih.Terobosan di dunia peruggasan di dalam negeri tampaknya bukan saja terjadi di bidang produksi ayam dan telur. Berbagai riset juga dilakukan para…
  • DISERBU AYAM IMPOR BRASIL, BAGAIMANA NASIB SEKTOR… Kendati memenangkan gugatan di WTO, ayam Brasil belum tentu mudah masuk ke Indonesia (Foto: Google Image) Oleh : Rivan Kurniawan - Indonesia Value Investor Rivan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • ATASI BAU TAK SEDAP PADA DAGING SAPI by Agribisnis     Penjual daging sapi di pasar tradisional. (Sumber: Istimewa) Kelompok yang paling rentan terhadap bakteri penyebab daging bau busuk ini adalah pasien kanker, orang…
  • Peluang Bisnis Penjualan Pupuk dengan Harga Bersaing… by Agribisnis Agribiznetwork.com - Jika kamu sedang mencari peluang bisnis yang menjanjikan di Indonesia, penjualan pupuk bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan populasi petani yang lebih dari…
  • Menjaga Kesehatan dan Performance Sistem Pencernaan… by Agribisnis Diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam memilih dan menggunakan feed additive atau kombinasi beberapa feed additive yang akan ditambahkan ke dalam sediaan pakan, untuk menjaga kesehatan dan…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) by Agribisnis Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… by Agribisnis Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI