Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Stok Pupuk Indonesia Aman Hingga Akhir Tahun

Posted on

Pada tahun ini, para produsen pupuk dilaporkan tidak mengalami kendala yang berarti dalam proses produksinya. Pasalnya,  tidak terdapat lagi gangguan berpa suplai gas untuk industri, walaupun harga gas untuk industri masih tergolong mahal.

Head of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengamini, stok pupuk bersubsidi di dalam negeri saat ini sudah terpenuhi. Dia mengatakan, stok pupuk bersubsidi dari perseroannya telah  mencapai 1,1 juta ton dan diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama dua hingga tiga bulan ke depan.

Dia melanjutkan, laju ekspor pupuk dari Pupuk Indonesia berpeluang melampaui proyeksi yang ditetapkan pada tahun ini, yakni sebesar 1,4 juta ton. Terlebih, kapasitas produksi pupuk dari pabrik Pupuk Indonesia pada tahun ini mengalami kenaikan menjadi 13,8 juta ton dari realisasi tahun lalu sebesar 13,2 juta ton.

“Stok untuk pupuk nonbersubsidi cukup tinggi karena ada penambahan kapasitas produksi. Ekses dari kondisi tersebut pada akhirnya akan berdampak kepada laju ekspor kami yang juga berpotensi naik hingga akhir tahun ini,” jelasnya, Minggu (1/9/2019).

Kendati demikian, dia belum berani memastikan berapa potensi kenaikan ekspor pupuk dari target yang ditetapkan perseroan pada awal tahun. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh adanya peluang lonjakan permintaan dalam negeri terhadap pupuk nonsubsidi pada periode akhir tahun.

“Biasanya, pada akhir tahun, permintaan pupuk naik dan kecenderungannya sulit ditebak. Untuk itu, kami memilih tetap mempertahankan proyeksi volume ekspor pupuk yang ditetapkan awal tahun ini, meskipun ada potensi realisasinya di atas proyeksi,” lanjutnya.

Di sisi lain, lanjutnya, dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.114/2018 tentang Ketentuan Ekspor Pupuk Urea Non Subsidi, para produsen tidak dapat secara bebas melakukan ekspor pupuk. Sebab, dalam beleid tersebut, pupuk urea nonsubsidi yang masuk dalam pos tarif 3102.10.00 dan ex. 3105.10.90 dibatasi ekspornya oleh pemerintah.

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang Januari-Juli 2019 nilai ekspor pupuk dari Indonesia naik menjadi US$576,48 juta. Perolehan tersebut naik 55,27% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$371,27 juta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, para produsen pupuk RI dapat memanfaatkan peluang penurunan produksi di China guna meningkatnya pasokannya ke pasar global. Dia mengatakan, para produsen dapat menekan ongkos produksinya agar lebih efisien sehingga produknya dapat diminati di pasar global.

“Saat ini sejumlah produsen sudah mulai menambah kapasitas produksinya. Ke depan, potensi ekspor dari sektor ini cukup menjanjikan, dengan catatan para produsen harus lebih dahulu mengamankan pasokannya untuk kebutuhan dalam negeri sebelum mengekspor,” katanya.

Terpisah, Ketua Umum Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, industri pupuk nasional dapat terus digenjot volume produksinya sehingga bisa menjadi penyumbang devisa dari sisi ekspor. Namun demikian, dia meminta pemerintah memperbaiki proses distribusi pupuk kepada petani domestik yang selama ini sering menimbulkan polemik.

“Selama ini kegiatan ekspor pupuk selalu disalahkan oleh beberapa pihak, ketika ada petani di sejumlah daerah mengeluhkan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Tudingannya adalah produsen lebih memilih ekspor daripada memenuhi kebutuhan dalam negeri,” jelasnya.

Dia mengatakan, tudingan-tudingan tersebut sejatinya tidak akan muncul apabila pemerintah memperbaiki proses distribusi pupuk yang selama ini tidak efisien. Di sisi lain, pola tanam dan penggunaan pupuk oleh petani Indonesia yang salah kaprah, membuat alokasi pupuk kimia bersubsidi yang ditetapkan pemerintah selalu dianggap kurang oleh petani.

“Di beberapa daerah, para petani cenderung overdosis ketika menggunakan pupuk kimia bersubsidi. Alasannya, supaya hasil produksinya naik, padahal penggunaan berlebih pupuk kimia justru merusak tanah dan membuat ketergantungan terhadap pupuk tersebut terus meningkat,” katanya.

Narasumber : ekonomi.bisnis.com

Post Terkait:

  • Pupuk Indonesia Siapkan Stok 1,47 Juta Ton Pupuk Bersubsidi PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok nasional pupuk bersubsidi sebanyak 1,47 juta ton. Jumlah tersebut mencapai tiga kali lipat dari ketentuan dan dinilai mampu memenuhi…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • KEMENTAN EKSPOR BAHAN BAKU OBAT HEWAN SEDIAAN… Pasuruan_Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor perdana bahan baku asal hewan sediaan premiks dalam hal ini Feed Suplement yang berupa Tryptophan Granule (asam amino pakan hewan)…
  • Pemerintah Didorong Bentuk Satgas Pengawasan… Pemerintah didorong untuk membentuk satuan tugas pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi di setiap daerah agar distribusinya benar-benar tepat waktu dan tepat sasaran serta tidak ada kasus…
  • Industri Obat Unggas 2008 Tumbuh 7,1% (( Berdasar data-data ekonomi, keuangan dan prediksi industri yang dikumpulkan, serta angka-angka asumsi dibuat, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2008 industri obat unggas tumbuh 7,1…
  • Broiler Naik 8,7 Persen dan Layer Meningkat 7,7 Persen (( Diperkirakan terjadi peningkatan produksi broiler 8,7% menjadi 1,25 juta ekor untuk menghasilkan 1,82 juta ton daging ayam. Dan, terjadi peningkatan populasi layer 7,7% menjadi…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Pupuk Indonesia Siapkan Stok 1,47 Juta Ton Pupuk Bersubsidi by Agribisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok nasional pupuk bersubsidi sebanyak 1,47 juta ton. Jumlah tersebut mencapai tiga kali lipat dari ketentuan dan dinilai mampu memenuhi…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton by Agribisnis (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… by Agribisnis Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…

  • 1,261,022
  • 656,647
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI