Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

VIRUS SEBAGAI SI CANTIK DAN SI BURUK RUPA

Posted on

Dibalik keganasan virus sebagai sumber malapetaka yang mematikan, ternyata keberadannya masih bisa dijinakkan sehingga dapat bermanfaat bagi umat manusia. Ini diibaratkan sebagai ‘the beauty and the beast’

(si cantik dan si buruk rupa).

Pembuka orasi ilmiah yang diawali dengan paparan kocak tersebut disampaikan oleh Profesor Dr drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika pada acara pengukuhan Guru Besar Virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, di Gedung Widya Sabha Universitas Udayana Bukit Jimbaran. Orasi berjudul Pengembangan Virologi Molekuler Sebagai Basis Pengendalian, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Virus sangat penting untuk kepentingan dunia kesehatan manusia dan hewan.

Dalam orasi ilmiahnya, disebutkan bahwa virologi sebagai ilmu yang mempelajari virus mengalami perkembangan yang pesat sejak 1980-an. Revolusi dalam biologi molekuler diaplikasikan untuk menginterprtasikan dan memahami struktur dan replikasi virus serta patogenesis dan epidemiologi penyakit virus.

Kajian virus pada tingkat molekuler meliputi analisis materi genetik (genom) virus dan produk-produknya serta interaksi dengan protein seluler induk semang (host) manusia, hewan dan tanaman melahirkan cabang ilmu baru disebut virologi molekuler. Piranti diagnostik, vaksin dan obat-obat anti virus yang saat ini dipasarkan merupakan hasil riset virologi molekuler. Produk-produk ini terus menerus diperbaiki, disempurnakan atau diganti dengan cepat.

irus merupakan makhluk sub-seluler yang memiliki materi genetik RNA atau DNA dan melakukan replikasi hanya pada sel hidup yang sesuai. Virus terkecil (Circovirus) berukuran 16 nm (nano meter: 1 mikron = 1000nm) dan terbesar virus cacar 450 nm. Ultrastruktur yang sederhana menyebabkan paling mudah dipelajari secara molekuler, sehingga sering dianggap sebagai ‘Trojan Horse’.

Tahap awal infeksi virus adalah penempelan virus pada dinding sel. Proses ini melibatkan komponen protein permukaan virus sebagai ligand dengan reseptor permukaan sel. Pada virus pseudorabies protein itu adalah gIII, rabies protein G, cacar epidermal growth factor, Rhinovirus VP1, 2 dan 3, encefalomielitis virus VP4, coronavirus HE, parainfluenza H-N, influenza HA dan HIV gp120. sedangkan reseptor pada permukaan sel dapat berupa reseptor epidermal growth factor (cacar), ICAM-1 (rhinovirus), IgG (encefalomielitis), asetil-kolinesterase (rabies), asam sialat (influenza), CD4 (HIV).

Tahap penetrasi merupakan proses pelepasan selubung virus (uncoating) di sitoplasma atau di inti sel. Tahap transkripsi untuk virus DNA dan/atau translasi serta replikasi genom virus untuk memproduksi mRNA, protein virus dan genom anakan yang melibatkan enzim dan mekanisme seluler, kecuali virus RNA yang berpolaritas negatip memiliki RNA-dependent-RNA polymerase (influenza, paramiksovirus, rabies).

Proses transkripsi, translasi dan replikasi genom masing-masing virus berbeda. Virus DNA rantai ganda (papovavirus, adenovirus, herpesvirus) menggunakan transkriptase seluler untuk menghasilkan mRNA yang selanjutnya mengalami splicing yaitu penghilangan intron sehingga mRNA dewasa ini menjadi protein. Virus yang tidak mengalami splicing adalah virus cacar dan African swine fever. Virus DNA serat negatip tunggal (parvovirus) menggunakan transkriptase seluler menghasilkan mRNA serta mengalami splicing sebelum ditranslasi menghasilkan protein. Reovirus dan birnavirus (penyebab Gumboro) mempunyai RNA genom serat ganda. Serta negatip dari genomnya digunakan oleh enzim RNA-polymerase untuk menghasilkan mRNA. Serat positip untuk membentuk serat negatip untuk menghasilkan mRNA.

Tahap terakhir adalah maturasi, perakitan dan rilis. Protein yang dihasilkan ditransportasikan ke bagian tertentu dari sel sesuai dengan transpor signal pada protein itu yang selanjutnya mengalami glikosilasi dan pemotongan. Virus yang memiliki amplop memperoleh selubung lemak pada saat rilis dari sel dan keluar dari sel dengan menyembul ke permukaan (budding).

(masdjoko/wan)

Pembahasan mengenai Virus Avian Influenza (AI/Flu Burung) menurut Prof Dr drh I Gusti Ngurah K Mahardika serta mengenai Indonesia yang saat ini memerlukan sebuah Lembaga Pengendalian Penyakit dipaparkan secara lengkap oleh Wartawan Infovet dalam sebuah artikel dalam sebuah artikel pada majalah Infovet edisi 187/Februari 2010 …………………………………………………………………………….untuk Informasi pemesanan dan berlangganan klik disini

Post Terkait:

  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI Terkini Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI TerkiniPagi itu, Jumat 17 Oktober 2008, Infovet telah bergabung bersama Tim Sumber Multivita dari Jakarta untuk bertolak…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • KETIKA ADA RANAH SPESIALIS DI KALANGAN DRH KITA Dokter hewan memisahkan diri dari rumpun pertanian? Mau jadi dokter hewan spesialis? Milikilah kompetensi, dan ikutlah bergabung dalam organisasi non teritorial sesuai dengan bidang spesialis…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Jurus Akademik Menguasai Ilmu Serangga dan Penyakitnya Adalah Dr Drh FX Koesharto MSc, ahli serangga yang dimiliki Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, menerima Infovet dalam ruang kerjanya dalam rangka wawancara tentang…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN by Agribisnis (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI Terkini by Agribisnis Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI TerkiniPagi itu, Jumat 17 Oktober 2008, Infovet telah bergabung bersama Tim Sumber Multivita dari Jakarta untuk bertolak…

  • 1,262,216
  • 657,504
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI