Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu
Dr(cand). Ir. AUDY JOINALDY, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng

Maju jadi Cagub Sumbar, Audy Joinaldy, Fokus di Tiga Isu Ekonomi Sumbar

Posted on
Dr(cand). Ir. AUDY JOINALDY, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng
Dr(cand). Ir. AUDY JOINALDY, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng

Pengusaha peternakan dan pertambangan sukses di Sulawesi dan Kalimantan asal kota Solok Audy Joinaldy maju menjadi calon gubernur Sumbar dengan mengusung tiga program ekonomi rasional.

Pertama, dalam bidang peternakan Chairman Perkasa dan Lintas Agro Grup ini, akan membangun program peternakan yang berbasis kerakyatan yang ditopang oleh industri.

“Mustahil sektor peternakan berkembang tanpa didukung oleh industrinya. Makanya nanti saya akan undang para investor mengembangkan industri peternakan di Sumbar,” kata Audy dalam satu diskusi dengan wartawan dan pimpinan media Sumbar di Padang, awal pekan lalu.

Salah satu sektor peternakan yang menjadi prioritas Audy adalah peternakan ayam. Dia berjanji akan membangun peternakan ayam yang kuat mulai dari industri broiler dan pakan ayam.

“Saya targetkan industri peternakan ayam di Sumbar akan mengusai pasar nasional dan ekspor. Sebab potensinya cukup besar di Sumbar tetapi tidak tergarap dengan maksimal, ” paparnya.

Sektor kedua, adalah pertanian. Sebagai sektor paling besar di Sumbar Audy bertekad mengembangkan sektor pertanian menjadi andalan Sumbar dalam menciptakan perolehan devisa ekspor.

Ketiga, Audy akan menggenjot sektor pariwisata sebagai pintu masuk pengembangan sektor andalan lain. Meski kurang memiliki ilmu di bidang pariwisata tetapi Audy yakin dapat menemukan orang yang tepat membantu dirinya menggenjot sektor pariwisata Sumbar.

Audy Joinaldy dalam kesempatan itu mengakui dirinya terpanggil pulang kampung ke Sumbar setelah berhasil membangun bisnis peternakan di kawasan Indonesia Timur.

Ayahnya Joe Kahar, seorang pengusaha sukses dan kini menjadi Ketum Saudagar Minang Raya yang digagas mantan Wapres Jusuf Kalla, meminta Audy segera pulang kampung untuk membantu pemerintah daerah membangun Sumbar.

“Bila perlu kamu mati di kampung halaman. Sebab kampung sudah membutuhkan waktu, pikiran dan ilmu kamu. Dan kamu sudah buktikan mampu melakukan itu di daerah lain,” Audy menjelaskan latarbelakang kepulangannya ke kampung halaman melalui proses Pilgub Sumbar.

Audy mengakui bahwa untuk mengembangkan program ekonomi daerah, salah satunya memang harus didukung oleh political will dari pemerintah daerah.

Dijelaskan Audy, bisnisnya berhasil di Sulawesi dan Kalimantan karena didukung gubernur setempat. Tanpa ada dukungan itu mustahil program ekonomi kerakyatan itu akan berhasil.

Oleh sebab itu, katanya, keluarga dan sahabatnya menyarankan ikut maju dalam pencalonan gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Jika nanti terpilih, maka akan gampang mendorong ke tiga sektor ekonomi tadi menjadi berkembang.

Audy mengakui tipologi masyarakat Sumbar memang amat berbeda dengan kawasan Indonesia Timur, namun dia yakin akan mendapatkan pola SDM yang pas untuk mendukung kegiatan ekonomi Sumbar.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Audy mengakui bahwa proses politiknya di pilkada diawali dengan diskusi dengan Calon Gubernur Mahyeldi Ansharullah setahun lalu di pabriknya di Sulawesi.

Pertemuan itu kemudian diartikan sebagai kesepakatan dirinya menjadi wakil Mahyeldi pada Pilgub Sumbar. Soal itu Audy tak menapikannya. Tetapi sesuai dengan sifat politik yang cair, maka Audy juga akan melihat peluang dirinya maju sebagai calon gubernur juga.

“Kita memiliki banyak peluang secara politik. Kedekatan hubungan saya dengan Buya Mahyeldi ya bisa dianggap saya akan menjadi wakil beliau. Tetapi saya ingin juga melihat peluang maju sebagai cagub. Seperti apa hasilnya kita lihat nanti dulu,” pungkas lelaki kelahiran 1983 ini (awe)

Narasumber : https://www.harianindonesia.id

Post Terkait:

  • Penguatan Pengawasan Karantina Menuju Kalimantan… Rapat koordinasi rabies regional Kalimantan Barat 2018.(Foto: Karantina)Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit menular ganas  yang disebabkan oleh virus yang dapat menyerang susunan syaraf…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • MENYOROTI PERMENTAN 32/2017, DICABUT ATAU DIREVISI? Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi (PATAKA) bersama beberapa asosiasi di bidang peternakan bersama melakukan Webinar via daring. Seminar tersebut membahas Permentan No. 32 tahun…
  • SPACE 2016: KEMERIAHAN KE-30 PAMERAN KELAS DUNIA Pameran SPACE 2016 yang setiap tahun diselenggarakan di RENNES Exhibition Centre Perancis dari 13-16 September tahun ini telah menginjak usia ke-30. Pameran kelas dunia ini…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Arah Pembangunan Peternakan Indonesia, Menuju… Oleh: Drh I Ketut Diarmita MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian khususnya pada sektor peternakan pada intinya…
  • Mengenang Dr. Drh. Soehadji ; Butir-Butir Pasir… Buku karya Soehadji terbitan Gita Pustaka Hari Minggu, 25 September 2016, sekitar jam 15 kami menerima kabar duka cita yang mengejutkan; Innalilahi wainnailaihi Rojiun. Telah…
  • SYAHRUL YASIN LIMPO AKAN SELESAIKAN DATA PERTANIAN… Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju, Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerja akan memetakan data pertanian. Dengan adanya pemetaan ini, data pertanian menjadi lebih…
  • POTRET BISNIS PETERNAKAN 2017 DAN PREDIKSI 2018… Selama 2017 dan mungkin masih dilanjutkan pada 2018, ada dua program nasional di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang terkait langsung dengan pembangunan binis dan…
  • Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Penguatan Pengawasan Karantina Menuju Kalimantan… by Agribisnis Rapat koordinasi rabies regional Kalimantan Barat 2018.(Foto: Karantina)Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit menular ganas  yang disebabkan oleh virus yang dapat menyerang susunan syaraf…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA by Agribisnis Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • MENYOROTI PERMENTAN 32/2017, DICABUT ATAU DIREVISI? by Agribisnis Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi (PATAKA) bersama beberapa asosiasi di bidang peternakan bersama melakukan Webinar via daring. Seminar tersebut membahas Permentan No. 32 tahun…
  • SPACE 2016: KEMERIAHAN KE-30 PAMERAN KELAS DUNIA by Agribisnis Pameran SPACE 2016 yang setiap tahun diselenggarakan di RENNES Exhibition Centre Perancis dari 13-16 September tahun ini telah menginjak usia ke-30. Pameran kelas dunia ini…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…

  • 1,261,563
  • 657,044
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI