Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

TANGGAP KEBAL MUKOSA PADA AYAM MODERN

Posted on
Lapisan mukosa (selaput lendir) dari sistem pernapasan, pencernaan dan sistem urogenitalis pada ayam modern tidak hanya merupakan barier fisiko-kimiawi alias pemisah antara lingkungan eksternal dengan lingkungan internal yang steril, tetapi juga merupakan lini pertahanan terdepan dalam sistem pertahanan tubuh. Mengapa?  Karena kebanyakan patogen melakukan invasi via lapisan mukosa untuk masuk lebih dalam ke jaringan-jaringan tubuh induk semang.

Tulisan ini mencoba memberi gambaran secara sederhana bagaimana komponen tanggap kebal mukosa (mucosal immunity) yang kompleks dalam menghadang laju sergapan patogen dari eksternal dan/atau saat ada stimulasi pada pemberian vaksin aktif (live vaccine) atau biomolekul tertentu.

Komponen Tanggap Kebal Mukosa
Sistem tanggap kebal mukosa (mucosal immune system) adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh ayam modern yang terdiri dari sel-sel epitelium beserta variasi sel permukaan mukosa yang berjajar sepanjang lapisan terluar mukosa dan secara langsung kontak dengan kondisi eksternal yang bersifat asing atau antigenik (Montilla NA et al., 2004).

Lapisan epitelium tersebut dilengkapi jaringan limfoid berupa MALT (Mucosa-Associated Lymphoid Tissue) yang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk, tergantung apakah pada sistem pernapasan, pencernaan atau urogenitalis ayam (Kelsall BL et al., 1996).  Dari dalam bentukan MALT inilah sumber dan tempat bersemayamnya sel-sel dendritik (DCs = dendritic cells), sel makrofag, sel limfosit B dan T yang berperanan sebagai efektor dalam reaksi kekebalan mukosa (Randall TD, 2010; de Geus ED et al., 2012). Jaringan MALT umumnya ditemukan pada lapisan lamina propria mukosa dalam bentukan tersebar, membentuk suatu folikel atau tonsil pada sistem pernapasan, pencernaan dan urogenitalis ayam (Schummer, 1973).

Pada sistem pernapasan misalnya, selain adanya lapisan sel-sel epitelium beserta variasinya (misalnya sel goblet) yang bertindak sebagai barier utama berupa system pertahanan fisiko-kimiawi dalam bentuk mekanisme transportasi mukosiliaris, juga disempurnakan oleh adanya jaringan limfoid yang notabene merupakan bagian dari MALT, yaitu NALT (Nasal-Associated Lymphoid Tissue) dan BALT (Bronchus-Associated Lymphoid Tissue). Baik NALT atau BALT selain bisa dalam bentuk tersebar di jaringan lamina propria mukosa atau diantara sel-sel epitelium (diffuse atau scattered NALT/BALT), tetapi juga bisa dalam bentuk mengumpul membentuk suatu tonsil atau dikenal sebagai organized NALT/BALT (Schummer, 1973). Perlu juga dicatat bahwa distribusi, peranan serta kinerja kedua kelompok jaringan limfoid tersebut pada sistem imunitas pernapasan ayam sudah diketahui secara pasti oleh para peneliti imunologi (Fagerland JA & Arp LN, 1993; Ohshima K &Hiramatsu K, 2000; de Geus ED et al., 2012; Kong HH et al., 2013; Sepahi A & Salinas I, 2015).

Berbeda dengan mamalia (hewan menyusui), ayam tidak mempunyai limfonodus (kelenjar getah bening) pada sistem pencernaannya, kecuali pada itik dan angsa (Barone, 1996). Ayam mempunyai jaringan limfoid yang agak kompleks berupa kumpulan sel-sel limfoid atau folikel limfoid (lymphoid follicles) dan berupa tonsil yang tersebar sepanjang saluran cerna, dari rongga mulut sampai kloaka. Jaringan limfoid yang tergolong dalam MALT pada sistem pencernaan dikenal sebagai GALT (Gut-Associated Lymphoid Tissue). GALT pada ayam umumnya sudah berkembang dengan baik sejak menetas di dalam mesin penetas (Matsumoto & Hashimoto, 2000; Casteleyn C et al., 2010).

Di dalam jaringan GALT terdapat berbagai jenis sel yang terkait dengan fungsi respon tanggap kebal, misalnya sel limfosit B, sellimfosit T, NK cell (Natural Killer cell), makrofag, sel dendritik dan heterofil. Sel-sel tersebut juga ditemukan dalam jumlah kecil di sekitar area epitelium mukosa saluran cerna. Selain itu, juga ditemukan sel-sel tertentu yang hanya berpartisipasi pada pertahanan non-spesifik dan pengenalan antigen atau PAMP suatu patogen, misalnya sel goblet dan M-cell. Sel goblet memproduksi sekreta lendir glikoprotein yang akan menjadi substrat bagi bakteri fermentatif dan merekat bakteri patogen yang akan menyerang sel-sel epitelium usus. Sedangkan tugas sel M (M-cell) adalah untuk mengangkut mikroorganisme atau biomolekul antigen atau PAMP dari lumen usus ke jaringan limfoid di bawahnya, sehingga dampak akhir dari aktivitas ini adalah sekresi imunoglobulin A (secretory immunoglobulin A = sIgA) ke lumen usus (Koustos & Klasing, 2006; Miller et al., 2007; Murphy K & Weaver C, 2017).

Dalam sistem kekebalan mukosa (mucosal immunity) ternyata ditemukan adanya integrasi (atau interkoneksi) antara… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Desember 2020 (toe)
Sumber : http://www.majalahinfovet.com/

Post Terkait:

  • PT BOEHRINGER INGELHEIM INDONESIA MEMPERKENALKAN… Boehringer Ingelheim merupakan sebuah perusahaan farmasi yang berpusat di Ingelheim am Rhein, Jerman. Sejak berdiri tahun 1885, Boehringer Ingelheim memiliki komitmen tinggi di bidang research…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • NGOROK PADA AYAM BROILER | Majalah Infovet I Majalah… Seorang peternak bercerita kepada Infovet bahwa ayam broiler umur 12 hari mengalami ngorok atau gangguan pernafasan. Setelah vaksinasi IBD gejala makin parah. Ia pun bertanya…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • PT BOEHRINGER INGELHEIM INDONESIA MEMPERKENALKAN… by Agribisnis Boehringer Ingelheim merupakan sebuah perusahaan farmasi yang berpusat di Ingelheim am Rhein, Jerman. Sejak berdiri tahun 1885, Boehringer Ingelheim memiliki komitmen tinggi di bidang research…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak by Agribisnis Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…

  • 1,202,964
  • 606,808
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI