Tanpa terasa kehadiran ayam ras di Indonesia telah melewati perjalanan cukup panjang yaitu hampir 70 tahun sejak kemunculannya di tahun 1950. Ayam ras mulai diperkenalkan di tahun 1950 lewat Program Rencana Kesejahteraan Istimewa (RKI). Kegiatan yang dicanangkan oleh pemerintahan Soekarno ini tampaknya memang dijadikan momentum untuk memasyarakatkan ayam ras di Tanah air. Yang pasti 70 tahun (1950-2020) jelas bukan masa yang singkat. Banyak hal yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Perubahan demi perubahan yang terjadi di dunia perunggasan, khususnya ayam ras, dari dekade ke dekade tampak begitu nyata.
Banyak kebijakan juga terus berubah yang sedikit banyak mempengaruhi dinamika dunia perunggasan bagi peternak rakyat, mandiri dan industri. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, MS selaku pakar agribisnis peternakan, kewirausahaan, serta berpengalaman di pemerintah pusat (staf ahli Menteri Pertanian) dan juga konsisten mengawal perkembangan ayam ras di Indonesia bermaksud menyusun buku Buku Refleksi 70 Tahun Ayam Ras Di Indonesia (1950-2020).
Terbitnya Buku Refleksi 70 Tahun Ayam Ras Di Indonesia diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi masyarakat ilmiah, maupun masyarakat industri perunggasan. Sementara bagi kalangan birokrat, buku ini diharapkan bisa menjadi salah satu bahan acuan untuk menentukan arah kebijakan perunggasan di masa depan. Dan bagi masyarakat umum, khususnya yang ingin terjun di bisnis perunggasan, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengenal lebih dekat dunia ayam ras.
Buku REFLEKSI 70 TAHUN AGRIBISNIS AYAM RAS DI INDONESIA dengan daftar harga terlampir. Informasi selengkapnya dapat menghubungi GITAPustaka: Telp. 021- 7829689; 78841279; Fax. 021-7820408; HP/WA. 08568800752 (Wawan); 089617484158 (Achmad). E-mail: gita.pustaka@gmail.com.
Post Terkait:
- MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
- Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
- ASOHI Setelah Melewati 3 Dekade Saat tulisan ini disusun, saya bersama tim penulis baru saja menyelesaikan proses penulisan buku yang berjudul “30 Tahun ASOHI Mengabdi, Maju Bersama Meningkatkan Kesehatan Hewan”…
- Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
- OBAT HEWAN DAN OTONOMI DAERAH Banyak permasalahan obat hewan (OH) terkait dengan otonomi daerah yang dipertanyakan kalangan obat hewan dari berbagai daerah di seluruh tanah air. Suharyanto SH dari Biro…
- Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
- GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
- HARAPAN TERBENTANG PERUNGGASAN 2009 | Majalah… HARAPAN TERBENTANG PERUNGGASAN 2009(( Gantungan sejuta harapan di tahun 2009 mendatang memang mempunyai argumen yang kuat untuk dijadikan pegangan dan dasar alasan sikap itu. Setidaknya…
- Evaluasi dan Prediksi Penyakit Hewan 2009-2010 Meninggalkan tahun 2009 dan menjelang memasuki tahun 2010, dunia peternakan pada umumnya dan perunggasan pada khususnya mencatat aneka peristiwa yang menarik. Setidaknya menjelang akhir tahun…
- Memaknai Satu Abad Dokter Hewan Indonesia Pagi itu, segenap dokter hewan dari golongan muda hingga yang sudah sepuh berkumpul secara serentak di Balai Kartini, Sabtu 9 Januari 2010. Kehadiran mereka tak…