Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

ADU NASIB DI KANDANG CLOSED HOUSE

Posted on

Contoh kandang closed house. (Sumber: HighTop)

Berawal dari daerah
subtropis dengan iklim empat musim, kini penerapan sistem
kandang closed house telah merambah peternakan di daerah
tropis, khususnya Indonesia. Potensi untung menarik peternak mencari
peruntungan di sistem kandang ini.

Bukan tanpa alasan, berpindahnya para peternak ke closed house disebabkan sistem ini
memiliki banyak keunggulan, terutama dari sisi kemudahan kontrol parameter
lingkungan kandang dan keamanan lingkungan.
Hal ini diamini Welly Sunaryo, salah satu peternak
ayam petelur (layer) di Banyuwangi. Sudah
setahun belakangan,
pemilik Supermama Farm
Banyuwangi ini beralih dari sistem open
house
ke closed house. Alasannya,
supaya performa maksimal bisa diraih dengan lebih mudah.
Menurut Welly, keuntungan
menggunakan closed house diantaranya
irit lahan. Dengan luasan yang sama, populasi ayam yang dipelihara bisa lebih
banyak. Dari sisi keamanan juga lebih bagus karena bangunan permanen tertutup.
Aplikasi biosekuriti menjadi lebih mudah dilaksanakan. Kesehatan ayam menjadi
jauh lebih baik dan konversi rasio pakan (FCR) pun lebih bagus.
Setelah menggunakan closed house, Welly mengakui adanya performa positif yang
tampak
, antara lain
berat ideal ayam lebih mudah tercapai karena minim gangguan stress dan cuaca. Produksi puncak
menjadi lebih awal dan lebih panjang. Selisih bobot telur, lebih berat
rata-rata
3 gram
dibandingkan saat masih menggunakan open
house
, bukan di daerah pegunungan. FCR pun bisa ditekan dengan selisih 0,2
–0,3. Ayam pun tidak mudah sakit dan daya
tahan vaksin (titer) lebih lama karena ayam jarang stress.
“Untuk
polusi bau sangat jauh berkurang. Umumnya, bau hanya muncul di area blower
saja. Dalam radius 50 meter, bau sudah tidak tercium,” tambahnya.
Seperti pernah diungkapkan Ir Sjamsirul Alam kepada Infovet, penggunaan
kandang closed house memiliki
beberapa
keuntungan
,
diantaranya: 1)
Udara yang tersedia lebih
baik; 2)
Suhu lebih dingin; 3) Ayam lebih tenang, segar dan
nyaman; 4)
Ayam tidak terpengaruh
perubahan cuaca lingkungan; 5)
Meningkatkan produktivitas
dan pertumbuhan ayam
, serta meningkatkan kepadatan ayam tanpa mendirikan bangunan baru; dan 6) Mengurangi jumlah tenaga kerja (man power).
Di daerah tropis, sistem ventilasi pada closed house umumnya menggunakan sistem tunnel, khususnya pada peternakan di
dataran tinggi. Pada sistem tunnel, seluruh bagian dinding kandang tertutup,
kecuali sisi bagian kanan-kiri
, bagian depan dipasang
inlet udara dan bagian belakangnya dipasang exhaust
fan
untuk menyedot udara dari arah depan kandang ke belakang kandang.
Adapun di dataran rendah, terutama yang bersuhu tinggi
(pantai), sistem ventilasi tunnel dimodifikasi dengan penambahan cooling pad
,
sehingga
disebut
sistem cooling pad. Pada sistem ini, udara yang disedot masuk
ke dalam kandang akan melalui bantalan (pad)
khusus
. Pad yang
dialiri air
ini
akan menyebabkan
suhu dan kelembapan
udara yang masuk
bisa disesuaikan dengan
kebutuhan ayam.
Meskipun  identik dengan
“Rumah Idaman Ayam”,
penggunaan closed
house
tidak lantas menjamin tingkat kematian (mortalitas) yang rendah. Artinya, tetap dibutuhkan
manajemen penanganan (handling) yang
ketat, sejak DOC hingga masa produksi.
Hal senada juga diungkapkan Welly. Menurutnya,
hal yang perlu diperhatikan bahwa closed
system
hanya membantu
menstabilkan suhu
ruang dan barrier bagi bakteri dan
virus. Pemakaian closed house bukan
jaminan pasti bagus. Jadi, kerja peternak juga tetap harus bagus, terutama
dalam hal kebersihan kandang, pemilihan pakan yang berkualitas dan kualitas air
minum.
“Hal terpenting lainnya adalah keamanan (safety) untuk sistem closed-nya sendiri jika terjadi kasus
padamnya listriknya. Sangat fatal, bisa menyebabkan kematian serentak tidak
terdeteksi,”
ungkap Welly.
Kepadatan tinggi, yang berimbas pada tingkat stress yang tinggi, menuntut pemenuhan
kebutuhan ayam secara tepat. Adanya penyimpangan aplikasi dari tata laksana
yang telah ditentukan bisa menyebabkan penurunan produksi dan kerugian. Tak
heran jika mekanisme dalam closed house
diatur secara otomatis, baik pengaturan nyala-mati kipas, brooder, penyediaan minum, bahkan hingga penyediaan makanan
, tergantung dari ketersediaan dana dalam
mengotomatisasi sisetm perkandangannya.
“Meskipun di-setting
otomatis, bukan berarti pemasangan closed
house
bisa digeneralisasi atau diseragamkan,” ujar Agus Yohani, pemilik
Tembalang Poultry Equipment. Menurutnya,
Indonesia memiliki deviasi iklim
yang lumayan. Ada dataran rendah dan dataran tinggi. Suhu dan kelembapan
udaranya pun berbeda-beda
, sehingga
untuk mendapatkan hasil y
ang
optimal, teknik pemasangan dan instalasinya tidak bisa dipukul rata.
Berpengalaman menyediakan closed house dan akesorisnya sejak 2013, Agus mengungkapkan alasan
beralihnya para peternak ke closed house.
“Cekaman suhu yang tinggi
berdampak pada kematian, tingkat performance
dan FCR. Alasan lain, kapasitas closed
house
bisa ditingkatkan hingga 60%, jadi lebih ekonomis,” ungkapnya.
Mengingat investasi closed house membutuhkan dana yang sangat besar, memilih mitra
penyedia sarana pun perlu mendapat perhatian. Usahakan memilih penyedia closed house dan equipment yang bersedia terus mendampingi peternak serta memberikan
solusi jika ada masalah selama proses budidaya.
Sebagai contoh, jika ada masalah pengadaan sumber
listrik disebabkan adanya perbedaan phase.
Peternak seharusnya bisa meminta penyedia closed
house
untuk memberikan solusi cara merubah
, misalnya dari 1 phase menjadi 3 phase. Bahkan hingga memberikan gambaran skala ekonomis. Semakin
besar populasi, nilai ekonomisnya bisa semakin besar karena kapasitas kandang
dan peralatannya pun memiliki kapasitas maksimal. Jika bisa maksimal, kenapa
harus minimal? Tentunya, sesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. (Rochim)
Analisis Usaha Ayam Petelur dengan Kandang Closed House Kapasitas 25.000 Ekor (Sumber: Agus Yohani, Tembalang
Poultry Equipment)
Asumsi: Kapasitas 25.000 ekor ayam, total pemeliharaan 72 minggu
A.   Kebutuhan Modal Awal (RDK)
OVK (obat, vaksin, kesehatan)
Tenaga kerja (anak kandang+operator)
Gudang, kantor, mess, pos jaga, sarana
Kandang closed
house
& bangunan
Kendaraaan, perlengkapan, lain-lain
B.   Perhitungan Laba Usaha
Produksi selama 72 minggu
Pakan 1 musim (72 minggu)
OVK (obat, vaksin, kesehatan)
Tenaga kerja (anak kandang+operator)
Gudang, kantor, mess, pos jaga, sarana
Kandang closed
house
& bangunan
Kendaraaan, perlengkapan, lain-lain
Laba Usaha dalam satu periode
Bunga selama 18 bln/ 72 minggu
Laba Bersih dalam satu periode
C. Break
Even
t Poin (BEP)
BEP harga telur  = Biaya
produksi : Volume produksi
= Rp 9.130.625.000 : 798.000 kg
D.   B/C ratio per periode
B/C ratio = (Keuntungan : Biaya produksi) x 100%
= (Rp 5.824.375.000 : Rp 9.130.625.000) x 100%

Post Terkait:

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • Masa Awal Penentu Kesuksesan Ternak Layer Masa awal ternak layer menjadi penentu kesuksesan produksi, agar tercapai keuntungan yang diharapkan. Karena itu diperlukan kewaspadaan, ketelitian dan perhatian dari peternak itu sendiri. Seringkali mendengar…
  • Meninjau Kinerja Kipas dan Listrik di Kandang Closed House Kandang Closed House. “Betul, Pak. Gunakan kipas pabrik, jangan kipas rakitan seperti saya,” ujar Dina (bukan nama sebenarnya), seorang peternak dalam Focus Group Discussion lewat aplikasi Telegram yang diadakan…
  • Instalasi dan Distribusi Pas, Ayam pun Puas Sumber: Cobb-vantress.com Penyediaan air bersih dan segar, lengkap dengan laju alir memadai adalah salah satu hal mendasar dalam produksi ayam yang baik. Instalasi dan manajemen…
  • Rawan Hijauan Pakan, (Masihkah) Silase jadi Solusi Bahan baku seperti rumput raja, dedak padi dan molasses. (Foto: Dok. pribadi) ((Ketahanan pakan bukan melulu soal sukses menyediakan, tetapi juga soal kemampuan bertahan menghadapi…
  • Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…
  • AWAS, PATAH HATI KARENA KIPAS MATI Kipas mati bisa di atasi dengan mencari udara segar di luar ruangan. Namun, apa jadinya jika kipas mati dalam kandang closed house? Siapa yang tidak…
  • BEGINI LANGKAH KEMENTAN ATASI GEJOLAK HARGA DAGING… JAKARTA, 30 Maret 2017. Dalam rangka mengatasi permasalahan perunggasan di Indonesia saat ini, terutama terkait adanya penurunan harga ayam hidup (broiler dan jantan layer) serta…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… by Agribisnis Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA by Agribisnis Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • Masa Awal Penentu Kesuksesan Ternak Layer by Agribisnis Masa awal ternak layer menjadi penentu kesuksesan produksi, agar tercapai keuntungan yang diharapkan. Karena itu diperlukan kewaspadaan, ketelitian dan perhatian dari peternak itu sendiri. Seringkali mendengar…
  • Meninjau Kinerja Kipas dan Listrik di Kandang Closed House by Agribisnis Kandang Closed House. “Betul, Pak. Gunakan kipas pabrik, jangan kipas rakitan seperti saya,” ujar Dina (bukan nama sebenarnya), seorang peternak dalam Focus Group Discussion lewat aplikasi Telegram yang diadakan…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI