Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Dinamika Lapangan: Kasus Fowl Cholera

Posted on

Edisi 165 April 2008
Oleh: Tony Unandar (SAS Group)

((( Problem Fowl Cholera (FC) atau kholera unggas bagi ayam petelur modern seolah tak lekang oleh perbaikan tehnik perkandangan dan tata laksana pemeliharaan ayam itu sendiri. Ledakan kasus sering kali terjadi di saat-saat puncak produksi telur. Untuk menghindari kebocoran kocek para peternak, maka diagnosa yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan oleh para praktisi lapangan. Skor kebengkakan muka dapat dijadikan suatu patokan untuk mengambil langkah-langkah penanganan kasus Kholera di lapangan. )))

Kholera pada unggas disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida tipe A (PMA). Termasuk kuman Gram negatif yang non-motil dan anaerobik yang fakultatif. Di alam, kuman ini merupakan mikroflora komensal saluran nafas bagian atas (oro-pharyngeal) unggas. Selain itu, kuman PMA dapat juga diisolasi dari rongga mulut rodentia (misalnya tikus) dan kucing atau anjing dari lokasi peternakan unggas yang pernah mengalami ledakan kasus Kholera. Selama ada material organik, kuman PMA dapat bertahan dalam debu kandang atau tanah sampai beberapa bulan.
Ledakan kasus Kholera umumnya diinisiasi oleh adanya faktor-faktor stres seperti densitas ayam yang terlalu tinggi, ventilasi yang buruk, transportasi, vaksinasi, perubahan cuaca yang ekstrim serta produksi telur yang tinggi. Kuman PMA yang tadinya merupakan komponen mikroflora komensal dapat menjadi mikroba yang invasif mana kala kondisi umum tubuh ayam menurun. Segera setelah terjadinya invasi ke dalam jaringan tubuh ayam, maka ayam akan mengalami tahap awal septisemia. Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala klinis yang sifatnya umum, misalnya:
• Nafsu makan ayam mulai menurun yang ditandai dengan mundurnya waktu habis pakan dan biasanya berlanjut dengan menurunnya jumlah pakan yang dikonsumsi.
• Ayam tampak lesu dan mengantuk. Kondisi ini sangat jelas jika diamati pada saat pemberian pakan di pagi hari. Pada tahap ini sering kali sudah tampak kebengkakan muka yang sangat ringan (skor +1) seperti yang terlihat pada Gambar 2 terlampir. Kebengkakan muka yang ringan terjadi pada area sinus infraorbitalis (sinus dibawah kelopak mata), pial serta area mandibula secara umum.
• Demam yang ditandai dengan kloaka yang kering dan suhu tubuh yang meningkat 2-3 oC dibanding dalam keadaan normal.
• Saat kontrol malam hari, suara pernafasan ayam akan terdengar ngorok yang ringan dengan titik getaran lendir pada saluran pernafasan bagian atas.

Pada fase infeksi dini seperti ini. program pemberian preparat antibiotika betalaktam seperti amoksisilin trihidrat atau preparat kuinolon seperti enrofloksasin atau siprofloksasin dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Pada saat yang sama, untuk mencegah penularan lebih lanjut, sangat dianjurkan pemberian preparat antiseptika seperti kelompok yodium dalam air minum.
Selanjutnya, pada infeksi oleh kuman PMA, kualitas kebengkakan muka akan semakin jelas seiring dengan perjalanan penyakit yang semakin parah. Jika skor kebengkakan muka sudah mencapai +2 ke atas, maka gangguan produksi telur sudah tampak terganggu secara signifikan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas telur yang dihasilkan. Warna kerabang telur akan sangat bervariasi, pucat dan diikuti dengan kualitas kerabang yang buruk.
Selanjutnya, jika skor kebengkakan muka sudah mencapai +3 ke atas, maka kematian ayam akan tampak meningkat, terutama kematian di saat-saat suhu lingkungan yang ekstrim, yaitu di sore hari atau di waktu subuh. Ayam yang mati umumnya menunjukkan gejala jengger dan pial yang agak biru dengan kebengkakan pada muka, adanya hati yang rapuh dengan nekrosa yang tersebar pada beberapa bagian jaringan hati serta kadang kala ditemukan adanya yolk peritonitis.
Penggunaan preparat antibiotika pada infeksi Kholera dengan kebengkakan muka skor+3 ke atas umumnya akan memberikan respon yang lebih lama. Demikian juga kembalinya produksi telur ke kondisi normal pada infeksi dengan skor +3 ke atas akan sangat variatif, tergantung pada kondisi umum ayam saat awal infeksi terjadi, kompleksitas dan tingkat keparahan kasus.
Kebengkakan muka, demam yang tinggi dan dilatasi kapiler darah pada hampir semua organ tubuh sebenarnya terkait dengan adanya endotoksin yang dihasilkan oleh kuman PMA. Kadang kala ditemukan perdarahan pada beberapa organ tubuh seperti pada hati, limpa, ovarium dan atau lemak jantung di daerah koroner yang disebabkan oleh pecahnya kapiler darah akibat aktifitas endotoksin. Jika fase ini sudah terjadi, ayam umumnya sudah berada dalam kondisi yang berbahaya, artinya baik kematian ayam ataupun gangguan produksi telur akan tampak secara signifikan sekali.
Pengalaman lapang menunjukkan, bahwa penggunaan vaksin inaktif Fowl Cholera dengan dua kali pemberian, yaitu pada umur 9 atau 10 minggu dan diulangi lagi pada umur 15 atau 16 minggu, tampaknya hanya mengurangi derajat keparahan kasus, tidak bisa mengeliminir terjadinya kasus pada masa produksi.
Langkah-langkah perbaikan kondisi lingkungan dan tata laksana pemeliharaan tampaknya dapat mengurangi insiden terjadinya ledakan kasus FC secara bertahap dalam suatu flok ayam. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
• Kurangi debu kandang di sekitar ayam dengan memberikan lapisan semen pada gang atau jalan di antara deretan batterei dan atau kandang. Debu kandang dapat juga dikurangi dengan memperbaiki sirkulasi udara dalam kandang. Dengan melakukan uji eksposur dari udara kandang ayam petelur yang sedang produksi ditemukan cukup tinggi konsentrasi kuman PMA per-gram debu kandang.
• Secara teratur lakukan kontrol yang ketat dan terprogram terhadap insekta dan atau rodensia. Pengalaman lapang menunjukkan kedua vektor mekanis ini dapat menjadi sumber kontaminan kuman PMA yang sangat potensial dari satu periode ayam ke periode ayam berikutnya.
• Berikan preparat antiseptika dalam air minum ayam paling sedikit 3 kali seminggu, terutama jika tempat minum berupa paralon yang panjang.
• Lakukan sanitasi udara dalam kandang paling sedikit satu kali sehari dengan menggunakan desinfektan yang boleh kena ayam.
• Segera angkat ayam yang mati dari dalam kandang/batterei lalu dibakar. Disamping lender dari rongga mulut atau hidung, ayam yang mati mengandung konsentrasi kuman PMA yang sangat tinggi.
• Minimkan faktor stres yang dapat menurunkan kondisi tubuh ayam, misalnya kurangi program vaksinasi selama masa produksi telur, atur pertambahan bobot badan ayam yang disesuaikan dengan laju produksi telur, serta perhatikan “daily nutrient intake” secara seksama, tidak cukup “daily feed intake”.
• Bila perlu, cermati titik-titik kritis pada ayam dimana insiden FC sering terjadi. Dalam kondisi tertentu dalam diberikan preparat antibiotika dalam pakan selama 7 hari dalam fase-fase kritis tersebut.

Keterangan Gambar

Skor 1
Nafsu makan turun, demam, gangguan pernapasan, produksi masih normal.

Skor 2
Terjadi oedema/kebengkakan muka yang ringan terjadi pada area sinus infraorbitalis (sinus dibawah kotak mata), pial serta area mandibula secara umum.
Nafsu makan drop dan gangguan pernapasan mulai terlihat, ayam mulai ngantuk, mulai ada gangguan produksi telur dan berak hijau.

Skor 3
Nafsu makan sangat turun signifikan, produksi telur turun baik dari segi jumlah maupun kualitas. Kerabang berwarna pucat dan agak tipis.

Skor 4
Demam hebat, mulai ada kematian ditandai dengan ujung rongga hidung yang membiru akibat pneumonia hebat disertai lendir kental di rongga mulut. Kematian paling tinggi terjadi saat suhu ekstrim seperti di sore hari atau siang hari

Skor 5
Kebengkakan muka hebat, demam yang tinggi dan dilatasi kapiler darah pada hampir semua organ tubuh. Kadang disertai perdarahan pada beberapa organ tubuh seperti pada hati, limpa, ovarium dan atau lemak jantung di daerah koroner. Banyak terjadi kematian ayam.

Post Terkait:

  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Ketika Ayam Petelur Kegemukan | Majalah Infovet I… Fokus Infovet Mei 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Jargon “more eggs less feed” tampaknya sudah lengket dengan karakteristik umum ayam petelur modern (APM). Kecerobohan dalam…
  • BAHAYA LATEN KOLERA DI PETERNAKAN Edisi 165 April 2008“Jangan Kambing Hitamkan Peternak”Kolera unggas (avian cholera, avian pasteurellosis, avian hemorrhagic septicemia) merupakan penyakit sangat menular yang menginfeksi unggas peliharaan dan unggas-unggas…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Mengulik Tehnik Beternak Layer Modern Fokus Infovet Mei 2008Siapa orang Indonesia yang tak pernah makan telur ayam ras, pastinya hampir semua orang pernah makan telur. Namun tak semua orang tahu…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Ketika Ayam Petelur Kegemukan | Majalah Infovet I… by Agribisnis Fokus Infovet Mei 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Jargon “more eggs less feed” tampaknya sudah lengket dengan karakteristik umum ayam petelur modern (APM). Kecerobohan dalam…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI