Breaking News

DUKUNGAN PROGRAM DESA PETERNAKAN TERPADU BERKELANJUTAN

DUKUNGAN PROGRAM DESA PETERNAKAN TERPADU BERKELANJUTAN
Ia sampaikan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan untuk mengintegrasikan program dan kegiatan kementerian/lembaga, pemda, pemerintah desa dan mitra terkait di desa khususnya sektor peternakan. “Kolaborasi diharapkan mempercepat keberhasilan pembangunan  peternakan nasional,” kata Nasrullah.
Ia menambahkan, kolaborasi dan sinergitas diutamakan mendukung percepatan pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, pemulihan ekonomi, pemerataan pembangunan wilayah dan ketahanan pangan.
Sementara Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Kementan, Agung Suganda saat mendampingi Menteri Desa, PDTT di Kudus, Selasa (15/2/2022), mengatakan, BUMDes Peternakan Terpadu menjadi model sistem pengelolaan peternakan dari hulu ke hilir.
“Ke depannya desa-desa yang memiliki potensi sektor peternakan akan dikembangkan sebagai sentral penyedia daging. Partisipasi dan kontribusi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Agung.
Pilot project Program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan berada pada tujuh kabupaten, yaitu Bandung, Cirebon, Kebumen, Nganjuk, Jombang, Lumajang dan Kudus. Tiap BUMDes Bersama melibatkan sekitar 5-10 desa di sekitarnya. Ketujuh BUMDes Bersama yang menjadi proyek percontohan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Kemendes PDTT dan pihak ketiga.
Agung optimis potensi peternakan yang dimiliki Kabupaten Kudus. Menurutnya, potensi peternakan di sana mampu menjaga ketersediaan pangan hewani di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya. “Saya optimis Kudus untuk program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan ini,” ucapnya.
Bupati Kudus, HM Hartopo, menyampaikan apresiasinya atas bantuan untuk pembangunan program tersebut. Ia berharap ini bisa memenuhi target penggemukan lebih dari 15 kg setiap bulannya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan merupakan tindaklanjut instruksi presiden. Harapannya sebagian dana desa dialokasikan untuk peningkatan ketahanan pangan, utamanya ketersediaan daging.
“BUMDes di sini bergerak di bidang pembibitan dan penggemukan sapi, peternakan kambing dan domba, ayam petelur, biogas, serta pupuk organik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.