GITA DAN INFOVET GELAR PERDANA ZOOM ONLINE SEMINAR BIOSEKURITI

GITA DAN INFOVET GELAR PERDANA ZOOM ONLINE SEMINAR BIOSEKURITI

GITA Organizer dan Majalah Infovet menggelar Online Seminar Biosekuriti dengan tema : “Pandemi vs. Biosekuriti (Pada Peternakan Unggas) diikuti 120 peserta dari seluruh tanah air terdiri dari Akademisi (Unsrat Manado, Unlam Banjarmasin, Unram Lombok, IPB Bogor, Unpad Bandung, Unbra Malang, Unud Bali, Polbangtan Gowa, UNU Blitar, Unair Surabaya, UNP Kediri dll). Seminar ini adalah seminar perdana yang didukung oleh perusahan obat hewan nasional yaitu PT Romindo Primavetcom, PT Biomin dan PT Zoetis.

Alfred Kompudu

Seminar yang diselenggarakan di tengah maraknya Pandemi Covid 19 ini, menghadirkan pakar Biosekuriti yang masing-masing sudah lama malang melintang di bidangnya yaitu Alfred Kompudu, S Pt, MM (Master Trainer Biosekuriti dari  Australian Centre for International Agriculture Research) dengan materi : “Implementasi Biosekuriti 3-Zone di Peternakan Unggas” dan Drh. Baskoro Tri Caroko (National Poultry Technical Consultant) dengan materi : “Desinfeksi Yang Tepat Untuk Peternakan”. Sebagai moderator Bambang Suharno, Pemimpin Umum/Redaksi Infovet.

Baskoro Tri Caroko


Alfred Kompudu sebagai pembicara pertama mengawali dengan mengemukakan kasus merebaknya wabah Flu Burung (Avian Influenza) di Cina yang disebabkan virus H5N1 di Hunan – Cina yang merupakan provinsi pusat penyebaran virus Corona (Kompas.com), disamping mengemukakan terjadinya kematian puluhan unggas akibat wabah Flu Burung di Bondowoso – Jatim dan enam ribu ayam mati karena wabah penyakit unggas yang sama di Sidrap – Sulawesi  yang praktis waktunya hampir bersamaan dengan kemunculan Covid 19.

Pembicara menekankan bahwa untuk menghadapi kedua virus tersebut (baik Flu Burung maupun Covid 19) perlu dipegang 3 Prinsip Biosekuriti (Bio = Hidup, Sekurity = pengamanan) yaitu mencegah kuman masuk, tumbuh/berkembang dan menyebar, sedangkan elemen biosekuriti yang wajib diaplikasikan ialah isolasi, kontrol lalu-lintas/pergerakan (orang/kendaraan/barang/hewan lain) dan sanitasi (Cleaning & Desinfection).

Selanjutnya Alfred merekomendasikan “Biosekuriti 3-Zona” (Zona Merah = kotor, Zona Kuning = perantara/buffer dan Zona Hijau = bersih) untuk Peternakan Unggas dengan tujuan 1) Mencegah kuman/mikroorganisma menginfeksi unggas/ayam 2) Menjaring kuman hingga 3 lapisan perlakuan 3) PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) 4) Daya saing perunggasan (kualitas produk, ancaman AMR) 5) Sesuai dengan GFP (Good Farming Practise). Pada akhir penyajian materi Alfred meyakinkan peserta seminar dengan Analisa Ekonomi Implementasi Bio 3-Zona di Farm, bahwa peternakan ayam petelur (Layer) yang menerapkan akan menurunkan penggunaan Antibiotik 40%, penurunan penggunaan Desinfektan 30%, penghematan biaya OVK hingga Rp 10 jt (USD 770 – Kurs saat itu), HD (Hen Day) telur rata=rata 90% atau 56 kg/1.000 ekor Layer. Pada peternakan ayam pedaging (Broiler) yang menerapkan Bio 3-Zona ternyata mampu memperoleh tambahan profit (keuntungan) Rp 1.048,-/ekor/siklus.

Searah Jarum Jam: Drh Sulaxono,
Bambang Suharno, Baskoro, Alfred

Baca Juga:   KOLABORASI KEMENTAN, FAO DAN AFKHI HASILKAN BUKU BARU

Pembicara kedua Drh. Baskoro Tri Caroko mengemukakan bahwa berdasarkan fakta lapangan vaksinasi saja tidak cukup untuk mencegah suatu wabah penyakit unggas karena vaksin tidak memberikan proteksi 100%, disamping sumber penularan (Zoonotik Pools) sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit dan kita mengharapkan ayam tetap sehat agar tumbuh sempurna sehingga berproduksi optimal.

Selanjutnya Baskoro menekankan pentingnya Prinsip Pengendalian Penyakit Unggas ialah “One Health”, dalam arti bahan desinfektan yang digunakan harus mempertimbangkan 1) Efektif dan tidak berbahaya bagi pekerja, masyarakat dan makhluk hidup sekitarnya 2) Tidak menimbulkan kerusakan atau pencemaran, bebas polusi dan ramah lingkungan serta tidak menyebabkan residu antibiotik atau bahan berbahaya lainnya pada unggas maupun produk turunannya.

Seminar diakhiri dengan acara tanya-jawab yang nampak peserta sangat antusias, bahkan sempat menyinggung standar dosis dan jenis-jenis desinfektan yang boleh digunakan untuk menghadapi wabah virus yang menyerang manusia seperti Covid 19 dan virus Flu Burung yang menyerang hewan dan manusia. Para peserta yang hadir mendapatkan softcopy materi dan E-Sertificate. Seminar model “Online” ini diharapkan terus berlanjut dengan topik yang menarik dan dibutuhkan insan perunggasan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (S.Alam)

Narasumber : http://www.majalahinfovet.com

Baca Juga:   Saham PT Malindo Feedmill Tbk. dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Berkokok, Ini Penyebabnya

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.