Kehidupan Tanpa Oksigen | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Edisi 168 Juli

Seandainya kita bisa masuk ke dalam sebuah kehidupan seperti yang ada di dalam rumen, kita pasti tidak akan bisa bertahan lama. Dalam beberapa detik saja, mungkin kita akan segera merasa lemas karena oksigen yang kita butuhkan untuk bernafas normal tidak tersedia dalam jumlah yang cukup. Justru yang ada melimpah di dalam sana adalah karbondioksida, yang bagi kita adalah racun.
Tetapi tidak demikian halnya dengan makhluk kecil yang bernama mikroba. Rumen, bagian dari lambung depan ternak ruminansia itu, adalah dunia mereka, tempat mereka hidup dan berkembang. Bagi sebagian besar mereka, oksigen tidak perlu. Bahkan sebaliknya, oksigen bagi kebanyakan mereka adalah racun kehidupan. Itu lah kehidupan mikroba di dalam rumen, sebuah kehidupan tanpa oksigen atau anaerob.
Keberadaan makhluk kecil ini menjadi keharusan bagi kehidupan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba, kerbau, rusa, gajah, unta, dan sebagainya. Makhluk kecil itu hidup dan berkembangan di dalam rumen, dan kehidupan ternak ruminansia hampir tidak mungkin tanpa adanya mikroba rumen. Betapa tidak, karena mikroba ini lah yang menyebabkan sehingga ternak ruminansia dapat memakan rumput seperti yang kita saksikan sehari-hari.
Rumput dan bahan-bahan keras lainnya seperti jerami padi atau dedaunan pohon adalah bahan yang tidak bernilai nutrisi bagi kita, tetapi merupakan makanan yang akan disantap dengan lahap oleh ruminansia. Kita tidak bisa memakan bahan seperti itu, karena sistem pencernaan kita tidak mampu mengolahnya.
Bagi ruminansia, hal itu bukan lah masalah karena adanya bantuan makhluk kecil tadi. Mereka ini lah yang membuat berbagai jenis enzim yang dapat memecah komponen-komponen keras bahan-bahan tadi sedemikian rupa sehingga nutrien yang terkandung di dalamnya bisa tersedia untuk dipakai oleh ternak ruminansia.
Sesungguhnya mikroba rumen dan ternak ruminansia membangun sebuah kolaborasi yang saling menguntungkan dalam kehidupan keduanya. Meskipun mungkin makhluk kecil itu tidak pernah tahu bahwa dunia rumen tempat mereka hidup adalah bagian dari sebuah dunia yang lebih besar, tetapi mereka bisa merasakan bahwa mereka cocok hidup dan berkembang di dalamnya.
Lingkungan yang ada di dalam rumen, seperti temperatur yang hangat, suplai pakan yang teratur, dan ketiadaan oksigen adalah kondisi ideal yang mereka harapkan. Keuntungan ini lah yang disediakan oleh ternak ruminansia bagi mereka.
Demikian pula, ternak ruminansia mungkin tidak pernah tahu bahwa sebuah kehidupan lain yang anaerobik berada di dalam organ tubuhnya, tetapi mereka mendapatkan beberapa keuntungan dari mikroba rumen. Di samping membantu dalam proses pencernaan makanan yang dikonsumsi oleh ternak ruminansia, mikroba itu sendiri merupakan sumber nutrien yang bergizi tinggi bagi ternak ruminansia.
Mikroba rumen menjalankan tugasnya di dalam rumen pada suatu saat, namun pada saat yang lain mereka merelakan tubuhnya untuk menjadi sumber nutrien bagi ternak ruminansia. Pada saat itu mereka harus keluar dari rumen, masuk ke saluran pencernaan setelah rumen hingga kemudian sampai ke usus halus. Sebelumnya, mereka mungkin sudah mati ketika berada di dalam abomasum, yaitu lambung sejati ruminansia, akibat kondisi asam yang tertahankan di sana.
Ketika sampai di dalam usus halus, tubuh yang sudah mati itu diserang lagi oleh enzim pencernaan usus halus sehingga nutrien yang terkandung olehnya kemudian bisa diserap masuk ke dalam jaringan ternak ruminansia. Ternak ruminansia memenuhi sebagian besar kebutuhannya akan protein dan vitamin dari tubuh mikroba rumen.
Kehidupan tanpa oksigen mikroba di dalam rumen, adalah unik dan mengagumkan. Dari luar kehidupan itu tak tampak, tetapi di dalam rumen mikroba juga merupakan komunitas yang sibuk dan hirup pikuk. Jumlah mereka sangat banyak, mencapai ratusan juta. Setiap anggota komunitas itu yang terdiri dari bakteri, protozoa, dan jamur, mempunyai banyak jumlah spesies.
Masing-masing spesies tersebut memainkan peran sendiri-sendiri dalam proses pencernaan. Ada yang bertugas mengurusi karbohidrat serat pakan, ada yang mengkhususkan diri untuk karbohidrat pati, ada yang hanya mau mengurus protein, dan sebagainya. Sering disebut bahwa komunitas mikroba rumen adalah buah konsorsium besar dengan berbagai tugas kompleks dalam proses pencernaan.
Keberadaan mereka di dalam rumen adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri. Keberadaan mereka di dalam rumen yang mampu memproses bahan-bahan keras seperti rumput dan dedaunan menjadi salah satu sebab mengapa kita tidak harus berkompetisi dengan ruminansia dalam memperoleh makanan.

Baca Juga:   Usaha Diversifikasi pada Budidaya Kerapu dan Bubara

Damry (Dosen Jurusan Peternakan Universitas Tadulako, damry_01@yahoo.com)

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.