Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Kipas G-16: Solusi Mudah dan Murah untuk Meningkatkan DO Serta menghemat listrik

Posted on

Cara meningkatkan kadar oksigen terlarut di dalam air tambak adalah salah satu metode budidaya udang yang tak kalah wajib diketahui oleh para petani tambak udang. Berbicara tentang tambak udang tentu erat sekali kaitannya dengan sumber daya laut yang melimpah. Budidaya udang atau usaha tambak udang menjadi salah satu pilihan orang-orang Indonesia karena memiliki peluang omzet yang menjanjikan.

Sebab memiliki peluang omzet yang menjanjikan tersebut, oleh sebab itu terkait cara meningkatkan kadar oksigen terlarut di dalam air tambak juga merupakan hal penting yang wajib dikuasai oleh petani tambak udang. Dengan terjaganya kadar oksigen terlarut di dalam air tambak, menjadi parameter bahwa kualitas air di dalam tambak memang memiliki standar yang bagus. Salah satu cara meningkatkan kadar oksigen di dalam air yaitu dengan menggunakan kincir air.

Penggunaan kincir di dunia perikanan hingga saat ini terus berlanjut seiring dengan kemajuan teknologi. Selama ini kita sering menemukan perkembangan teknologi pada kincir air dimulai sejak adanya pemakaian kincir dompeng sampai dengan kincir yang menggunakan tenaga LPG serta tenaga surya.

Begitu pula dengan perkembangan teknologi pada sisi spare part-nya. Kita banyak menemukan set kincir yang menggunakan bevel gear maupun tanpa bevel gear. Sedangkan pada kipas kincir, selama ini kita hanya mengetahui bentuk kipas kincir yang seperti itu-itu saja, memiliki 8 helai daun kipas dan berwarna kuning. Namun baru-baru ini, PT. Maxima Arta Prima melakukan inovasi yang sangat revolusioner di bidang spare part kincir air yaitu dengan melakukan penambahan jumlah helai daun pada kipas kincir. Kipas kincir ini diberi nama G-16.

G-16 (Green – 16) adalah kipas kincir yang berwarna hijau serta memiliki 16 helai daun kipas, G-16 sudah dipatenkan di 7 negara termasuk dengan Indonesia. Dengan bentuk yang aerodinamis, G-16 disinyalir dapat membantu meringankan kinerja motor. G-16 mengibas air dalam 1 putaran penuh tanpa adanya celah yang besar di antara helai daun kipasnya. Sehingga G-16 dapat membantu meningkatkan DO dalam air dan juga membantu mengefektifkan pemakaian daya listrik sampai dengan 20%. Gelembung yang dihasilkan oleh G-16 pun relative lebih halus dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh daun kincir biasa. G-16 dapat digunakan untuk segala jenis dan type kincir air karena memiliki dimensi yang sama persis dengan kipas kincir pada umumnya. Memiliki diameter lubang as sebesar 250 mm dan diameter kipas kincir sebesar 650 mm. Kipas kincir G-16 juga memiliki bentuk yang senyawa (unibody).

 

 

Johan
Johan

Menurut Johan – Business Develoment Manager PT. Maxima Arta Prima (Equipment Division), “G-16 akan sangat membantu para petambak dalam hal penghematan cost listrik kincir air, karena dapat menurunkan Ampere listrik sampai dengan 20%”.

Kincir air dalam budidaya perikanan juga bukan hanya berfungsi agar adanya antisipasi dari kurangnya pasokan oksigen, tetapi juga agar ikan ataupun udang yang ditambak tetap hidup karena memiliki ekosistem yang disamakan dengan kehidupan aslinya.

 

 

 

Herman
Herman

Ali Suherman – Business Development Manager PT. Maxima Arta Prima (Equipment Division) menambahkan, bahwa dengan menggunakan G-16, DO akan lebih cepat naik. Dalam waktu 3 sampai 7 menit, kenaikan DO sangat signifikan apabila dibandingan dengan penggunaan kipas kincir biasa.

Selain itu, kincir air pada budidaya perikanan adalah cara antisipasi agar memberikan bantuan dalam menyatukan air dari tambak dan juga air dari ekosistemnya. Sehingga air yang diberikan untuk perawatan ikan dan udang yang akan dipanen memiliki lapisan air yang bisa dibilang relatif sama dan juga sesuai dengan yang aslinya.

Hal ini bisa dibilang sebagai cara untuk pembentukan kualitas air dalam melakukan pemupukan kualitas air yang stabil dan benar-benar dibutuhkan. Baik itu soal dari kecerahan air dan juga warna air yang menggunakan kincir akan lebih praktis. Di mana petambak tidak akan kesulitan untuk terus mengganti air tambak setiap harinya karena telah terjadi proses dari kincir air dalam mengolah kualitas air tersebut. Selain itu juga, biasanya petambak melakukan penyebaran pupuk yang dibutuhkan untuk men-stimulasi pertumbuhan plankton. Dengan G-16, penyebaran pupuk tersebut akan lebih menyeluruh dan juga merata tentunya. Dikarenakan G-16 dapat menghasilkan arus air yang lebih deras dan lebih jauh apabila dibandingkan dengan arus air yang dihasilkan oleh kipas kincir biasa.

G-16 merupakan solusi yang sangat tepat dan sangat mudah diterapkan untuk meningkatkan DO serta memperbaiki kondisi perairan pada tambak udang dan ikan. Karena hanya dengan mengganti kipas kincir, DO dan arus air akan meningkat.

Tabel 1: Perbandingan Ampere Listrik dan DO G-16 dengan Kipas Kincir Biasa

TimeG-16Kipas Kincir Biasa
AmpereDOAmpereDO
––4,7–4,7
Start Awal1,44,71,94,7
5 Menit1,27,31,77,0
10 Menit1,27,41,77,3
20 Menit1,27,61,77,4

 

 

Imported & Distributed by:

Maxima Arta Prima

Galeri Niaga Mediterania II Blok N8-B

Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

021-5884223/ 08970707077

Post Terkait:

  • Aquatec Siap Majukan Industri Kakap Putih Indonesia Peran anak bangsa memajukan perikanan budidaya kakap putih Indonesia Kakap putih, ikan yang mendapatkan julukan sebagai ‘Salmon Asia’, merupakan komoditas unggulan Indonesia untuk industrialisasi budidaya…
  • Cermat Lihat Potensi, BBPBL Lampung Sukses… Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung melakukan terobosan budidaya udang vaname di keramba jaring apung HDPE. Hal ini bisa dibilang tidak biasa apa yang…
  • Ikut Andil Majukan Akuakultur Indonesia Bangkitkan perekonomian Indonesia di sektor perikanan budidaya dengan dukungan sarana dan prasarana yang lengkap serta berkualitas Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.000 km2 dan ZEE…
  • Behn Meyer, Junjung Tinggi Kearifan Lokal Indonesia Membuat perusahaan bertahan sampai 175 tahun tentu tak mudah, tetapi juga tidak mustahil. Buktinya, perusahaan asal Jerman, Behn Meyer, mampu bertahan dan melewati perjalanan panjang…
  • Dukung Kemajuan Perikanan dan Kelautan, Aquatec…  Berdiri sejak tahun 1972, PT Gani Arta Dwitunggal diawali dari usaha produksi tekstil yang berlokasi di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat. Seiring perkembangan industri, Gani…
  • BBPPBL Gondol Memanfaatkan KJA Bundar Berdiameter… Ikan tuna dikenal sebagai perenang cepat dan angka kematian terbesar dalam pemeliharaan  dikarenakan tuna sering menabrak dinding. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan penggunaan KJA Bundar…
  • Ambon Punya Bubara! Tumbuh lebih cepat, Bubara pilihan tepat. Komoditas andalan perikanan budidaya Indonesia kini sudah semakin bervariasi. Meskipun mayoritas masih dipegang rumput laut dan udang vaname, namun…
  • BPBAP Situbondo, Rumah Kerapu Hybrid               Situbondo bangga menjadi sentra produsen benih kerapu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara! Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budidaya yang…
  • Dari Aquatec, Untuk Indonesia! Memajukan perikanan budidaya Indonesia butuh peran setiap elemen, baik dari pemerintah, perusahaan swasta, akademisi, paraktisi, maupun masyarakat. Aquatec siap menjadi mitra untuk urusan penyedia sarana…
  • Bawal Bintang Akan Menjadi Bintang Optimalisasi budidaya; manfaatkan strategi penggunaan sarana dan prasarana yang tepat Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam telah mengembangkan produksi Ikan Bawal Bintang yang efektif dan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Aquatec Siap Majukan Industri Kakap Putih Indonesia by Agribisnis Peran anak bangsa memajukan perikanan budidaya kakap putih Indonesia Kakap putih, ikan yang mendapatkan julukan sebagai ‘Salmon Asia’, merupakan komoditas unggulan Indonesia untuk industrialisasi budidaya…
  • Cermat Lihat Potensi, BBPBL Lampung Sukses… by Agribisnis Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung melakukan terobosan budidaya udang vaname di keramba jaring apung HDPE. Hal ini bisa dibilang tidak biasa apa yang…
  • Ikut Andil Majukan Akuakultur Indonesia by Agribisnis Bangkitkan perekonomian Indonesia di sektor perikanan budidaya dengan dukungan sarana dan prasarana yang lengkap serta berkualitas Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.000 km2 dan ZEE…
  • Behn Meyer, Junjung Tinggi Kearifan Lokal Indonesia by Agribisnis Membuat perusahaan bertahan sampai 175 tahun tentu tak mudah, tetapi juga tidak mustahil. Buktinya, perusahaan asal Jerman, Behn Meyer, mampu bertahan dan melewati perjalanan panjang…
  • Dukung Kemajuan Perikanan dan Kelautan, Aquatec… by Agribisnis  Berdiri sejak tahun 1972, PT Gani Arta Dwitunggal diawali dari usaha produksi tekstil yang berlokasi di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat. Seiring perkembangan industri, Gani…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI