Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Leucocytozoonosis, dari Gejalanya sampai Penanganannya

Posted on

Leucocytozoonosis, dari Gejalanya sampai Penanganannya

Medion Technical Support Team
(Drh Budi Purwanto, Drh Ch Lilis Lestariningsih, Hindro Setyawan, S.Pt)

Leucocytozoonosis atau “malaria like” merupakan penyakit parasit dalam (endoparasit) yang disebabkan oleh protozoa, yaitu Leucocytozoon sp. Protozoa ini ialah parasit darah yang hidupnya di dalam sel darah merah. Leucocytozoon sp. yang menyerang ayam ada 2, yaitu L.caulleryi dan L.sabrezi.

Siklus hidup Leucocytozoon sp.

Penyakit ini pertama kali muncul di Afrika Selatan yang kemudian menyebar ke Amerika dan Asia, termasuk Indonesia.Penyakit ini seringkali muncul pada saat perubahan musim dari penghujan ke kemarau. Lalat penggigit seperti Simulium sp. dan Culicoides sp. berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit ini.

A B

Simulium sp. (A) dan Culicoides sp. (B) yang berperan sebagai vektor penyebaran Leucocytozoonosis

Secara umum, Leucocytozoonosis bisa menyerang pada ayam petelur dan ayam pedaging. Berdasarkan data lapangan Medion kasus Leucocytozoonosis cukup sering ditemukan dan penyakit ini masuk dalam 10 besar penyakit yang sering menyerang.

Kerugian yang Ditimbulkan
Serangan leucocytozoon sp. pada anak ayam, baik ayam pedaging maupun petelur dapat menimbulkan kesakitan 0-40% dan tingkat kematiannya mencapai 7-50%. Sedangkan pada ayam dewasa dapat menimbulkan kesakitan 7-40% dan kematian 2-60%. Selain itu, serangan penyakit ini dipastikan akan mengakibatkan hambatan pertumbuhan dan menurunkan produksi telur yang mencapai 25-75%.

Mekanisme serangan atau penularan Leucocytozoon sp.

Gejala Klinis
Serangan Leucocytozoon sp. dapat terjadi tanpa disertai gejala klinis maupun disertai gejala klinis. Gejala klinis yang dapat ditemukan adalah feses berwarna hijau, depresi, hilang nafsu makan, muntah darah dan kelumpuhan yang diikuti dengan kematian. Sedangkan serangan penyakit ini yang tidak menunjukkan gejala klinis ditandai dengan adanya penurunan produksi telur dan penurunan berat badan.

Jengger ayam pucat dan ayam susah bernapas

Feses berwarna hijau ada gumpalan putih

Perubahan Bedah Bangkai
Perubahan yang ditemukan pada saat bedah bangkai diantaranya ditemukan bintik atau bercak perdarahan di hampir seluruh organ dalam tubuh ayam, seperti hati, paru-paru, limpa, thimus, ginjal, pankreas, usus, proventrikulus, otak, otot paha dan otot paha.

Perdarahan pada sebagian besar organ tubuh ayam

Bercak perdarahan pada bagian perut, otot dan kulit akibat pecahnya pembuluh darah

Bintik-bintik perdarahan, seperti bekas digigit nyamuk pada otot paha

Adanya darah yang menjendal di dalam rongga darah

Peradangan pada proventrikulus dan isis ventrikulus bercampur darah. Inilah yang membuat ayam muntah darah

Peradangan pada paru-paru sehingga terjadi pneumonia sampai paru-paru berdarah. Hal inilah yang membuat ayam sulit bernapas.

Diagnosa Banding
Serangan penyakit Leucocytozoonosis memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit, seperti Gumboro, infectious laryngotracheitis (ILT) dan Newcastle disease (ND).
 Gumboro
Gejala yang mirip ialah perdarahan pada bagian paha ayam. Yang membedakannya ialah perdarahan pada paha yang disebabkan oleh Leucocytozoon sp. berbentuk bintik-bintik sedangkan pada serangan Gumboro berbentuk garis.

A B

Perdarahan pada paha akibat leucocytozoonosis berbentuk bintik-bintik (A) sedangkan akibat Gumboro berupa garis (B)

Selain itu, serangan Gumboro juga mengakibatkan perdarahan di antara oesofagus-proventrikulus dan ventrikulus-proventrikulus, sedangkan Leucocytozoonosis menyebabkan perdarahan di seluruh daerah proventrikulus.

 Infectious laryngotracheitis (ILT)
Leucocytozoonosis bisa dikelirukan dengan ILT dari adanya muntah darah. Cara membedakannya ialah dengan melakukan bedah bangkai dan melihat asal dari darah tersebut. Jika berasal dari salurn pernapasan, yaitu trakea maka penyebabnya ialah ILT sedangkan apabila berasal dari salurn pencernaan, yaitu proventrikulus dan ventrikulus maka penyebabnya adalah Leucocytozoonosis.

Muntah darah akibat ILT disebabkan karena perdarahan pada trakea

 Newcastle disease (ND)

A B

Ciri khas serangan ND diantaranya terlihat pada peradangan pada usus (A) dan proventrikulus (B)

Serangan ND menimbulkan peradangan pada proventrikulus di bagian kelenjar (yang terlihat lebih menonjol dari permukaan), sedangkan leucocytozoonosis menyebabkan peradangan dan perdarahan di seluruh permukaan proventrikulus. Selain itu, ND juga mengakibatkan peradangan usus.

Pentingnya “Pemantapan Diagnosa”

Serangan leucocytozoonosis memiliki gejala yang mirip dengan beberapa penyakit lainnya. Oleh karenanya jika sekiranya muncul keraguan dalam penentuan jenis penyakit hendaknya kita tidak ragu untuk melakukan uji laboratorium sebagai pemantapan diagnosa. Caranya ialah melakukan pemeriksaan preparat apus darah guna mendeteksi adanya sporozoit dari leucocytozoon sp.

A B C
Beberapa hasil pengamatan terhadap sporozoit leucocytozoon sp. diantaranya Leucocytozoon sp. fase gametocyte (A); Merozoit dari L.caullery yang terdapat di dalam sitoplasma di sel darah merah (B) dan Macrogametocyte atau calon Leucocytozoon sp. di antara sel darah merah (C)

Tahap pengambilan dan penanganan sampel darah menjadi titik kritis pertama terhadap validitas hasil pemeriksaan di laboratorium. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan dan penanganan sampel darah sebelum dilakukan pemeriksaan preparat apus darah antara lain :
1. Jumlah sampel darah setiap kandang minimal 10 sampel agar data yang dioleh bisa mencerminkan kondisi seluruh ayam dan sampel darah diambil dari ayam yang pucat atau sakit
2. Lokasi pengambilan sampel darah untuk ayam ialah di vena brachialis (di daerah sayap)
3. Volume darah yang diambil ialah 1-2 ml. Setelah diambil, darah segera dimasukkan ke dalam vial 6R yang telah diisi antikoagulan lalu dikocok hingga merata
4. Untuk pengiriman ke laboratorium, gunakan marina cooler atau filopur yang telah diberi es. Pengiriman sampel darah sebaiknya dilakukan segera setelah pengambilan darah. Lama pengiriman hendaknya tidak lebih dari 2-3 hari

Pengendalian (Pencegahan dan Pengobatan) Leucocytozoonosis

Upaya pencegahan yang optimal tentu akan menekan kasus dan kerugian akibat leucocytozoonosis. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan antara lain :
1. Hindari adanya genangan air di sekitar kandang. Pastikan tidak ada lubang yang dapat menampung air di sekeliling kandang. Pastikan selokan bersih dan dapat mengalirkan air secara lancar
2. Hilangkan semak belukar atau rumput dan tanaman yang tidak berguna yang terdapat di sekitar kandang karena bisa menjadi tempat atau sarang nyamuk (vektor leucocytozoon sp.)
3. Perhatikan barang-barang yang dapat menampung air sehingga menjadi sarang dan tempat berkembang biaknya nyamuk. Buang atau hilangkan barang-barang tersebut dari lingkungan kandang
4. Bersihkan dan sanitasi kandang secara rutin
5. Jika perlu lakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida untuk membasmi nyamuk
6. Lakukan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui adanya sporozoit dari Leucocytozoon sp.

Saat ayam telah terserang leucocytozoonosis maka pengobatan yang dapat dilakukan ialah dengan memberikan antibiotik yang dapat menekan pertumbuhan schizont. Antibiotik tersebut antara lain :
 Sulfonamid yang dikombinasikan dengan vitamin A dan K3
Sulfonamid berkerja dengan cara menghambat asam folat sehingga pertumbuhan schizont ditekan dan infeksi terhenti. Adanya vitamin A dan K3 akan membantu mencegah atau mengurangi perdarahan dan kerusakan sel lebih lanjut.
 Kombinasi antara Sulfonamid dan diaminopirimidin
Kombinasi antara sulfonamid dan diaminopirimidin bersifat sinergis (saling menguatkan) dalam menghambat asam folat sehingga pertumbuhan schizont dapat ditekan. Kombinasi obat yang lainnya ialah sulfonamid dan pirimethamin maupun sulfonamid dan trimethoprim. Sulfamonomethoxine merupakan golongan sulfonamid dengan daya kerja yang lama, yaitu selama 24 jam sehingga bisa menekan asam folat secara optimal.

Malaria like (leucocytozoonosis) merupakan penyakit parasit darah mampu menurunkan produktivitas ayam. Memahami tentang gejala klinis dan perubahan patologi anatomi akan mempermudah kita dalam penanganannya. Pemantapan diagnosa melalui uji laboratorium juga diperlukan terlebih lagi gejala klinis dan patologi anatominya mirip dengan beberapa penyakit. Saat diagnosa telah termantapkan, langkah penanganannya pun menjadi semakin terarah dan efektif.

Post Terkait:

  • Penyakit Protozoa Bukan Dusta | Majalah Infovet I… Undang-Undang tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Nomor 6 Tahun 1967 (6/1967) Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 j menyatakan: penyakit hewan menular ialah…
  • LALAT VEKTOR AI SEBUAH TELAAH UP DATE LALAT VEKTOR AI SEBUAH TELAAH UP DATE“Bukan sesuatu yang mengada-ada kalau lalat menjadi salah satu terdakwa menyebarnya dengan cepat wabah AI di Indonesia’ ujar Prof…
  • PARASIT LALAT | Majalah Infovet I Majalah Peternakan… Lalat adalah jenis serangga yang berasal dari subordo Cyclorrapha ordo Diptera. Secara morfologi lalat dibedakan dari nyamuk (subordo Nematocera) berdasarkan ukuran antenanya; lalat berantena pendek,…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • Kasus Cacingan Pada Ayam | Majalah Infovet I Majalah… Soal penyakit cacing pada ayam ini, pada ayam yang paling banyak menyerang adalah cacing pita. Terutama pada ayam petelur, karena ayam ini hidupnya lebih lama…
  • Penyakit Parasit Itu Berbahaya Mengatasinya Sangatlah Mulia Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, sedikit memprihatinkan. Betapa tidak, di awal Ramadhan, serentetan bencana alam menimpa saudara kita yang hidup di sepanjang wilayah Indonesia dari…
  • Musim Penghujan, Pakan dan Ayam Kerdil Fokus Majalah Infovet Edisi 162 Januari 2008Narasumber Infovet menyampaikan sekitar Oktober 2007 serangan ayam kerdil juga bisa terjadi di ayam pullet, dengan besar kasus 5…
  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Penyakit Protozoa Bukan Dusta | Majalah Infovet I… by Agribisnis Undang-Undang tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Nomor 6 Tahun 1967 (6/1967) Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 j menyatakan: penyakit hewan menular ialah…
  • LALAT VEKTOR AI SEBUAH TELAAH UP DATE by Agribisnis LALAT VEKTOR AI SEBUAH TELAAH UP DATE“Bukan sesuatu yang mengada-ada kalau lalat menjadi salah satu terdakwa menyebarnya dengan cepat wabah AI di Indonesia’ ujar Prof…
  • PARASIT LALAT | Majalah Infovet I Majalah Peternakan… by Agribisnis Lalat adalah jenis serangga yang berasal dari subordo Cyclorrapha ordo Diptera. Secara morfologi lalat dibedakan dari nyamuk (subordo Nematocera) berdasarkan ukuran antenanya; lalat berantena pendek,…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik by Agribisnis (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…

  • 1,235,316
  • 637,707
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI