Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Penting, Ukur Kinerja Pertumbuhan Ikan Budidaya

Posted on

Budidaya ikan erat kaitannya dengan memacu pertumbuhan ikan mencapai ukuran atau berat yang diharapkan. Semakin cepat laju pertumbuhan, semakin besar pula peluang pembudidaya untuk menekan biaya produksi. Ujung-ujungnya, hal ini akan berimbas pada keuntungan yang akan diperoleh pembudidaya di akhir periode pemeliharaan.

Banyak orang beranggapan, laju pertumbuhan ikan erat kaitannya dengan banyaknya pakan yang diberikan. Padahal, kedua aspek ini tidak selalu berjalan beriringan. Dalam aspek budidaya perikanan, komponen pakan menempati porsi yang sangat besar dalam keseluruhan biaya produksi yang dihabiskan.

Rika Rostika

Menurut peneliti perikanan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Tika Rostika yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Pembangunan Perikanan FPIK dan Wahyu Dewantoro, pertumbuhan ikan erat kaitannya dengan faktor internal dan eksternal.

Faktor internal berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat genetik ikan. sementara itu, faktor eksternal meliputi lingkungan tempat ikan hidup, antara lain kondisi fisik, biologis, dan kimiawi air.

Menurut Ketua Pusat Studi Pembangunan Perikanan FPIK Unpad tersebut, performa pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi jumlah pakan yang diberikan. Hal ini mengingat jumlah pakan yang diberikan menjadi aspek yang relatif mudah diukur dibanding aspek lainnya. di samping itu, pakan juga menempati porsi paling tinggi dalam biaya operasional budidaya ikan, yakni dapat mencapai 60 – 70 % dari total biaya yang dikeluarkan.

Di bawah ini adalah beberapa parameter yang dapat dijadikan acuan untuk mengukur kinerja budidaya ikan. berikut ini adalah ringkasan yang disarikan dari tulisan kedua peneliti tersebut dan sejumlah referensi.

Pertumbuhan mutlak

Pertumbuhan mutlak adalah selisih antara bobot akhir ikan dengan bobot awal sebelum budidaya. Satuannya adalah gram atau kilogram. Angka ini hanya menilai besarnya pertambahan bobot ikan selama masa pemeliharaan, tanpa mempertimbangkan aspek lainnya, seperti banyaknya pakan yang diberikan, lama masa pemeliharaan, dan lainnya.

Dimana Pm adalah pertumbuhan mutlak (gram atau kilogram), Wt adalah bobot setelah budidaya (gram atau kilogram). Sementara itu, Wo adalah bobot sebelum dibudidayakan (gram).

Meskipun angka ini tidak terlalu mencerminkan besarnya biaya yang dikeluarkan, angka pertumbuhan mutlak erat kaitannya dengan nilai ekonomis yang akan didapatkan oleh pembudidaya. Hal ini karena besarnya pendapatan yang diperoleh akan berbanding lurus dengan bobot ikan yang dipanen.

Penambahan bobot harian rata-rata

Wahyu Dewantoro

Berbeda dengan pertumbuhan mutlak, penambahan bobot harian rata-rata merujuk pada pertambahan bobot ikan setiap harinya secara rata-rata. Jadi, angka penambahan bobot harian rata-rata memperhitungkan lamanya masa pemeliharaan ikan. Untuk memperoleh angka ini, digunakan rumus sebagai berikut:

Dimana SGR adalah penambahan bobot harian rata-rata (gram/ hari), Wt adalah berat akhir ikan setelah masa pemeliharaan (gram), dan Wo adalah berat atau bobot ikan sebelum masa pemeliharaan (gram). Sementara itu, t menunjukkan lamanya masa pemeliharaan (hari).

Konsumsi pakan harian

Konsumsi pakan harian merupakan jumlah pakan yang dihabiskan setiap harinya. Angka ini sudah memperhitungkan bobot ikan pada awal masa pemeliharaan, bobot ikan akhir masa pemeliharaan, dan lamanya waktu pemeliharaan. Untuk menghitungnya, digunakan rumus sebagai berikut:

Dimana FI adalah bobot pakan yang diberikan untuk ikan (g), Wo adalah bobot biomassa ikan sebelum masa pemeliharaan (gram), Wt merujuk pada bobot biomas ikan pada akhir masa pemeliharaan (g), dan T mewakili lama masa pemeliharaan (hari).

Efisiensi pemberian pakan

Konsumsi pakan yang tinggi belum tentu menunjukkan tingginya produktivitas pertumbuhan ikan. Boleh jadi, konsumsi tinggi tapi pertumbuhan ikan lambat. Pemberian pakan dikateakan efisien jika besarnya pakan yang diberikan sebanding dan optimal dalam memperoleh pertambahan bobot ikan secara maksimal.

Efisiensi pakan 90% berarti hanya 90% dari pakan yang diberikan menjadi pertambahan bobot ikan yang dipelihara. Untuk mengetahui efisiensi pemberian pakan, dilakukan perhitungan sebagai berikut:

Dimana F adalah jumlah pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan (g), Wt adalah bobot rata-rata benih pada akhir masa pemeliharaan (g), dan Wo adalah bobot rata-rata benih pada awal masa pemeliharaan (g).

Dengan angka ini, pembudidaya dapat memperkirakan seberapa besar pendapatan bersih yang diperoleh setelah memperhitungkan pengeluaran untuk pembelian pakan. Sebagai contoh, jika dalam budidaya lele, angka efisiensi pakan mencapai 80%, artinya, setiap kg pakan yang diberikan akan memberikan pertambahan bobot ikan lele sebesar 800 gram.

Dengan memperhitungkan harga pellet ikan per kg dan harga jual lele per kg, akan didapatkan berapa selisih pemasukan dan pengeluaran yang diperoleh. Setelah itu, selisih ini juga harus dapat menutupi biaya lainnya, seperti biaya obat-obatan, probiotik, tenaga kerja, biaya transportasi, dan lain-lain.

Rasio konversi pakan (feed conversion ratio, FCR)

Rasio konversi pakan mewakili perbandingan antara jumlah pakan yang dihabiskan dengan laju pertumbuhan ikan. pada umumnya, rasio konversi pakan bernilai di atas angka 1. Sebagai contoh, jika rasio konversi pakan sebesar 1,6; artinya untuk memperoleh pertambahan bobot 1 kg ikan yang dipelihara, diperlukan pakan sebanyak 1,6 kg. Semakin kecil angka rasio ini, semakin besar efisiensi pemberian pakan.

Mengukur panjang ikan
Menimbang bobot ikan

Dimana FI adalah bobot kering pakan yang dikonsumsi (g), Wo adalah bobot biomas ikan pada awal pemeliharaan (g), sementara itu, Wt merujuk pada bobot biomassa ikan pada akhir pemeliharaan (g), dan terakhir, D mewakili bobot ikan yang mati (g).

Pada umumnya, angka konversi pakan di atas 1. Dengan demikian, efisiensi pakannya umumnya di bawah 100%. Akan tetapi, pada budidaya ikan menggunakan sistem bioflok, angka atau rasio konversi pakan ini dapat bernilai di bawah 1.

Hal ini karena di samping pakan yang diberikan, ikan memanfaatkan bakteri yang melimpah sebagai sumber makanannya. Dengan demikian, sumber makanan ini membantu pertumbuhan bobot ikan di samping dari sumber pakan utamanya.

Kelangsungan hidup benih (survival rate)

Angka kelangsungan hidup benih menunjukkan tinggi rendahnya benih dapat bertahan hidup selama masa pemeliharaan sehingga masa pemanenan. Semakin tinggi tingkat kelangsungan hidupnya, semakin besar juga ikan yang dapat dipanen.

Dengan demikian, semakin besar peluang pembudidaya dalam mendapatkan keuntungan. Istilah lainnya, kelangsungan hidup dikenal juga dengan sebutan tingkat kelulusan hidup benih. Kelangsungan hidup ikan dapat diukur dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Dimana Nt adalah jumlah ikan yang hidup pada akhir masa pemeliharaan (ekor) dan No adalah jumlah ikan pada awal masa pemeliharaan (ekor). Sebagai contoh, jika jumlah benih pada awal masa pemeliharaan sebanyak 1.000 ekor, dengan angka kelangsungan hidup 70%, pada tahap akhir masa pemeliharaan, diperoleh benih 700 ekor. (noerhidajat)

Post Terkait:

  • Sukses Agribisnis Perikanan Air Tawar - Peluang dan… Tenggelam dalam keindahan perairan tawar, agribisnis perikanan air tawar telah muncul sebagai tren menarik dalam dunia pertanian modern. Dengan perpaduan antara teknologi canggih dan rasa…
  • Trik Praktis Memulai Usaha Budidaya Ikan Mas Memulai Usaha Budidaya Ikan Mas, siapa yang tak tergoda oleh potensi besar di balik usaha ini? Sama seperti sederet aroma pagi yang merayu indra penciuman…
  • Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini. Jamur tiram, yang dikenal juga dengan nama Pleurotus ostreatus, adalah salah satu jenis jamur yang…
  • Memahami Teknologi Sistem Aquaponik Teknologi Sistem Aquaponik, mungkin belum sering terdengar di telinga kita, tetapi diam-diam, ini adalah inovasi luar biasa yang sedang meramaikan dunia pertanian modern. Jadi, bersiaplah…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…
  • Tips Praktis Cara Ternak Ikan Nila untuk Pemula Mendekati isu ternak ikan nila, tanda-tanya muncul di benak kita. Gimana sih caranya? Rasanya menarik buat dieksplorasi, bukan?Cara Lengkap Cara Ternak Ikan NilaIkan nila, rasa…
  • Menteri Susi Tagih Janji Pengusaha Pakan Ikan (Info… Sektor perikanan budidaya air tawar menempati peran strategis dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional. Pasalnya, dari total produksi ikan budidaya, 60% di antaranya merupakan…
  • Cara Menanam Bonsai Adenium Agar Unik dan Menawan Cara Menanam Bonsai Adenium Agar Unik dan Menawan. Bonsai adenium, dengan batang pendek dan kesan rimbun, menjadi daya tarik bagi pecinta tanaman hias. Cara Menanam…
  • Praktik Terbaik untuk Budidaya Ikan Lele dalam… Membicarakan tentang budidaya ikan lele dalam terpal menjadi topik menarik di kalangan para petani dan pecinta perikanan. Metode ini telah menjadi pilihan populer untuk mengoptimalkan…
  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Sukses Agribisnis Perikanan Air Tawar - Peluang dan… by Allen Tenggelam dalam keindahan perairan tawar, agribisnis perikanan air tawar telah muncul sebagai tren menarik dalam dunia pertanian modern. Dengan perpaduan antara teknologi canggih dan rasa…
  • Trik Praktis Memulai Usaha Budidaya Ikan Mas by Allen Memulai Usaha Budidaya Ikan Mas, siapa yang tak tergoda oleh potensi besar di balik usaha ini? Sama seperti sederet aroma pagi yang merayu indra penciuman…
  • Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini by Agribisnis Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini. Jamur tiram, yang dikenal juga dengan nama Pleurotus ostreatus, adalah salah satu jenis jamur yang…
  • Memahami Teknologi Sistem Aquaponik by Allen Teknologi Sistem Aquaponik, mungkin belum sering terdengar di telinga kita, tetapi diam-diam, ini adalah inovasi luar biasa yang sedang meramaikan dunia pertanian modern. Jadi, bersiaplah…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… by Agribisnis Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…

  • 1,202,763
  • 606,607
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI