Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

PETELUR MODERN HEBAT, PETERNAK TIDAK SIAP

Posted on

Fokus Infovet Mei 2008

(( Sampai saat ini masih terlalu banyak para peternak skala rakyat tidak siap. Mereka umumnya masih mempunyai anggapan bahwa ayam yang dikelolanya saat ini masih seperti ayam petelur masa lalu. Akibatnya bukan hanya aspek produktivitasnya. ))

Benar juga kalimat diatas diucapkan oleh Drh Hari Soember dan Drh MT Jatmiko kepada Infovet, secara terpisah. Sebab menurut Hari Soember, masalah edukasi dan pendampingan kepada para peternak skala rakyat masih kurang memadai. Sedangkan menurut Toto, panggilan akrab Jatmiko, bahwa kasus ini mirip sekali dengan kasus saat introduksi ayam potong pertama kali di Indonesia.
Toto menceritakan, saat itu ketika pertama kali ayam potong diperkenalkan kepada masyarakat, pola pemeliharaan dan pengelolaan nyaris sama persis dengan menghadapi ayam kampung. Memang untuk merubah sebuah kebiasaan lama adalah tidak mudah dan juga butuh waktu yang tidak singkat. Padahal ayam potong itu adalah jenis ayam yang merupakan produk bioteknologi modern. Sehingga butuh perlakuan dan perhatian khusus, agar optimalisasi produksi bisa tercapai.
Tidak heran, lanjut Totok jika pada awal pemeliharaan ayam potong di Indonesia sangat banyak ditemui hasil budidaya para peternak dengan tingkat konversi pakan yang sangat tinggi sekali. Memang tidak cukup waktu 5 tahun, untuk bisa menyadarkan hal itu, terutama para peternak skala rakyat, bahwa ayam potong ini sangat berbeda dengan ayam kampung. Sedikit demi sedikit akhirnya dapat tercipta seperti kondisi pemeliharaan ayam potong saat ini.
Begitu juga, lanjut Totok dalam menghadapi dan mengelola ayam petelur modern saat ini, di mana para peternak skala rakyat, -khususnya, masih banyak mereka yang berorientasi dan berperilaku seperti memelihara ayam petelur konvensional.
Akibatnya produktivitasnya tidak seperti yang diharapkan, dan bahkan justru masalah di lapangan semakin banyak menerpa, terutama sergapan penyakit yang seolah silih berganti. Hal ini oleh karena, ada sisi lain dari ayam petelur modern yang menurut bahasa Infovet pada beberapa edisi yang lalu disebut ayamya yang semakin “rewel”.
“Saya sangat setuju dengan istilah Infovet bahwa ayam negeri saat ini semakin rewel. Rewelnya itu oleh karena tuntutan intensitas perhatian dalam pengelolaan dimana terkait dengan sifat dan potensi keproduktifannya. Maka jika para peternak masih menerapkan pola pemeliharaan yang lama, tentu saja akan bersifat kontra produktif alias gampang terganggu kesehatannya dan juga akhirnya produktivitasnya rendah,” ujar Totok, seorang peternak di Yogyakarta yang pernah menjadi Technical Service di beberapa perusahaan obat hewan.
Lain lagi penjelasan Hari Soember, bahwa ayam petelur modern sebagai produk kemajuan teknologi modern dalam bidang peternakan adalah lanjutan dari temuan para ahli rekayasa genetik pada masa lalu. Pada saat ini, para pakar terus gelisah mencari upaya menghasilkan suatu jenis ayam yang mampu mencapai hasil tertinggi produktivitasnya dengan input seminimal mungkin. Menurut ayah 2 anak yang asli Semarang Jawa Tengah ini, ayam petelur modern mempunyai potensi genetik tinggi dan sangat jauh dari ayam petelur konvensional selama ini.
Hari mencontohkan, ayam petelur modern, dalam satu siklus masa produksinya yaitu berkisar 60 minggu akan mampu menghasilkan total telur seberat 21 kg. Sedangkan volume pakan yang dihabiskan hanya berkisar 46 kg atau equivalen dengan konversi pakan sebesar 2.1. Tentunya itu adalah suatu angka-angka yang sangat jauh meninggalkan potensi produksi dari ayam petelur konvensional.
Namun demikian lanjut Hari, ada banyak hal yang patut mendapatkan perhatian lebih dari para pengelolanya. Oleh karena itu, jika selama ini para peternak memelihara ayam itu yang sudah termasuk generasi ayam petelur modern, namun aspek kesiapan pengelolaan sangatlah jauh dari memadai, akan muncul masalah baru di lapangan. Atau dengan lain kata tidak sesuai harapan.
“Sampai saat ini masih terlalu banyak para peternak skala rakyat tidak siap. Mereka umumnya masih mempunyai anggapan bahwa ayam yang dikelolanya saat ini masih seperti ayam petelur masa lalu. Akibatnya bukan hanya aspek produktivitasnya yang justru melorot, akan tetapi juga realitas lapangan berupa munculnya penyakit dan gangguan kesehatan lainnya yang terus menggerogoti keuntungan,” ujar Hari Soember, seorang Tenaga Lapangan PT Sumber Multivita di Yogyakarta.
Memang hal itu, lanjut Hari akibat dari pola pikir lama sang peternak maupun para pengelola. Selain itu juga oleh karena minimnya pendampingan dari pihak-pihak yang kompeten.
Baik Hari maupun Totok ketika ditanyakan bagaimana realitas lapangan pada saat ini terkait dengan harga jual telur selama 2 bulan ini di tahun 2008 yang sangat bagus, mereka justru prihatin.
Keprihatinan mereka timbul oleh karena justru harga telur yang masih sangat baik itu bukan oleh karena aspek produktiftas ayam petelur dan kemampuan daya beli masyarakat yang tinggi. Namun oleh karena diperkirakan populasi ayam petelur yang berkurang sangat signifikan. Bahkan sangat mungkin juga kemampuan produksinya.
Kondisi seperti ini sesuai hukum ekonomi, dimana akibat pasokan telur yang berkurang. Jika saja daya beli masyarakat meningkat, maka bukan tidak mungkin telur pada bulan-bulan ini akan semakin terdongkrak naik sangat tinggi. Namun toh kenyataannya, menurut kedua narasumber itu harga telur saat ini belum menggambarkan realitas performans ayam petelur modern. Jika saja potensi yang ada dalam ayam petelur yang dikelola para peternak itu seperti seharusnya, maka mungkin justru harga telur akan anjlog.
Keprihatinan itu menurut Hari di satu sisi memang membawa berkah bagi mereka yang masih mempunyai populasi cukup lumayan. Namun lebih banyak, mereka para peternak sudah terpangkas populasinya akibat sergapan aneka penyakit dan kurang optimalnya produktivitas.
Meski demikian, menurut Totok, kondisi saat ini dalam jangka panjang tidak mempunyai kontribusi apapun terhadap perubahan perilaku para peternak dalam mengelola ayam-ayamnya. Bahkan menurutnya, akan menjadi boomerang bagi para peternak, karena rnasih mempunyai asumsi ayam petelurnya adalah masih sama dengan jenis ayam petelur masa lalu.
Oleh karena itu, mutlak dan mendesak adanya pembinaan kepada para peternak, agar mereka mengubah pola pikir dan cara pemeliharaan. Sebab jika tidak berubah, sudah pasti di masa mendatang ketika populasi menjadi bertambah dan daya serap telur di masyarakat semakin jauh menurun, maka akan muncul petaka dahsyat.(iyo)

Post Terkait:

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • PADA BROILER MODERN “FUNGSI PEMANAS = PRODUKTIVITAS” PADA BROILER MODERN“FUNGSI PEMANAS = PRODUKTIVITAS”(( Fungsi pemanas pada ayam potong adalah sangat penting sekali. Karena ayam potong adalah jenis ternak hasil bioteknologi yang sangat…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • PETERNAK GUSAR DENGAN PILEK MENULAR Dibandingkan dengan ND,CRD dan ILT memang Penyakit Pilek Menular (PPM) pada ayam ( Infectious Coryza) lebih menghantui para peternak. Dasar alasan mereka,oleh karena, selama ini…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • PADA BROILER MODERN “FUNGSI PEMANAS = PRODUKTIVITAS” by Agribisnis PADA BROILER MODERN“FUNGSI PEMANAS = PRODUKTIVITAS”(( Fungsi pemanas pada ayam potong adalah sangat penting sekali. Karena ayam potong adalah jenis ternak hasil bioteknologi yang sangat…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS by Agribisnis Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN by Agribisnis (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…

  • 1,202,827
  • 606,671
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI