Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

PROBIOTIK DALAM PAKAN RANGSANG KEKEBALAN AYAM?

Posted on

Edisi 168 Juli

(( Sering ada pakar yang benar-benar tidak tahu kondisi lapangan pemakaian Probiotik akan tetapi mengecam produsen Probiotik yang dianggap kurang bermanfaat dan justru membuat bingung peternak. ))

Sebuah pertanyaan yang nakal, akan tetapi justru menjadi menarik oleh karena begitu gencarnya pemakaian probiotik pada peternak ayam sampai saat ini. Sebuah fakta lapangan khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta bahwa Probiotik sangat akrab dengan paternak ayam dan sapi.
Setidaknya menurut penelusuran Tim Pemantau Lapangan Infovet ada lebih dari 30 merk Probiotik yang beredar di pasaran sampai tahun 2008 ini.
Dalam berbagai kesempatan seminar perunggasan, Infovet memperoleh informasi yang menarik tentang Probiotik. Banyak peternak, pemasar obat hewan, pakan dan vaksin, sering melemparkan pertanyaan kepada para pakar tentang arti, fungsi dan manfaat Probiotik pada ternak.
Sayangnya, jawaban pakar, kurang to the point, bahkan selalu berputar-putar. Akhirnya jawaban tegas tidak keluar dari pakar, dan para penanya menyimpulkan sendri berdasar interpretasi masing-masing.
Menjadi lebih menarik lagi, sering ada pakar yang benar-benar tidak tahu kondisi lapangan pemakaian Probiotik akan tetapi mengecam produsen Probiotik yang dianggap kurang bermanfaat dan justru membuat bingung peternak.
Padahal pakar itu sendiri yang tidak tahu dan kebingungan dengan pertanyaan spontan peserta seminar.”Wong jelas-jelas dia tidak tahu apa itu Probiotik, mbok sudah dengan gentle dan jujur dijawab tidak tahu. Titik. Eee…koq malah muter-muter gak jelas jawabannya. Jadinya kita semakin bingung dengan Probiotik dan kepada siapa kah kita bertanya yang lebih tepat,” ujar seorang TS yan diamini oleh para peternak unggas dalam suatu kesempatan seminar di Solo belum lama ini.
Mungkin hanya Ir Suharto MS seorang Dosen Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta yang dengan tegas menjawab dan menjelaskan apa itu Probiotik dan manfaat. Mengenai manfaatnya, maka Suharto disamping mencoba menjelaskan lebih jelas, sesederhana mungkin apa itu Probiotik, juga mengajak yang kurang jelas untuk melihat bukti dari pemakaian Probiotik itu di farm miliknya.
Selanjutnya kepada Infovet yang mewancarai secara khusus beberapa waktu yang lalu, ia menguraikan secara jelas, gambling dan rasional tentang berbagai tanya yang mengganggu praktisi peternakan salama ini.
“Sebetulnya para peternak tidak ada yang keberatan, bahkan merasa cocok dan diuntungkan dengan pemakaian Probiotik. Hanya terkadang beberapa pekerja kandang merasa memperoleh tambahan pekerjaan yaitu harus mencampur probiotik dengan pakan” ujar Suharto yang merintis pendirian PT Lembah Hijau Multifarm Surakarta sejak 1981.
Menurut Suharto yang juga Komisaris Utama PT LHM Surakarta bahwa fakta dan bukti nyata telah jelas bisa dilihat di LHM Research Station. Untuk sekedar diketahui bahwa LHM Research Station adalah Sebuah Kawasan pertanian terpadu yang dikelola oleh PT LHM.
Lokasi itu memang terbuka untuk umum, guna belajar dan membuktikan potensi pertanian terpadu termasuk juga pengaruh pemakaian Probiotik pada pertanian dan ternak.
Infovet yang sempat bertandang bersama rombongan mengunjungi kawasan pertanian terpadu (peternakan dan hortikultura) yang berlokasi di Sragen dan Sukoharjo itu memang harus mengakui dan harus berdecak kagum.
Apresiasi dan rasa kekaguman itu dirasakan oleh semua rombongan bahkan terus terbawa dalam perjalanan pulang bahkan sampai saat ini. Bagaimana tidak? Sebuah kawasan yang amat mengagumkan dan menjadi sumber inspirasi siapapun akan potensi alam Indonesia yang dahsyat, terutama jika dikelola dengan benar dan intensif.
Hamparan aneka sayuran, tanaman pangan jenis lain juga termasuk padi dan peternakan terpadu menjadikan seolah Indonesia bisa mempunyai ketahanan pangan luar biasa, jika saja ada seribu orang yang melakukan seperti Suharto.
Bukan berlebihan dan mengada-ada, bahwa karya nyata Suharto ini semestinya diikuti pakar yang lain dengan langkah nyata, tidak hanya sekedar bubar setelah seminar atau hanya jagoan di forum seminar semata.
Menurut Suharto, kaitan pemakaian Probiotik terhadap ternak adalah lahirnya efisiensi dan produktifitas ternak. Ia mengambil contoh pada ayam potong maupun petelur, akan menyebabkan konversi pakan membaik.
Artinya ada penghematan biaya. Di samping itu ada peningkatan kualitas produk. Misalnya pada ayam potong, kandungan lemaknya lebih rendah, sebab Probiotik dapat meningkatkan Metabolisme Energi (ME) dan Total Digestible Nutrien (TDN) sehinga imbangan antara portein dan energi lebih bagus.
Namun yang lebih penting lagi adalah aspek keserasian lingkungan dan kesehatan ayam.
Keserasian lingkungan yang dimaksud adalah, udara lingkungan menjadi lebih segar karena kotoran ayam relatif tidak berbau dan berarti tidak ada protes dan keluhan masyarakat.
Selain itu akan mempunyai dampak konservasi atau pelestarian lingkungan, karena kotoran ayam tidak menjadi pencemar lingkungan bahkan kotoran itu menjadi perawat lingkungan dan lebih siap digunakan sebagai pupuk organic.
Terkait khusus dengan manfaat Probiotik sebagai pendorong meningkatknya kekebalan pada ternak, barangkali penjelasan termudah adalah demikian. Seiring dengan udara segar, akibat rendahnya kandungan amoniak dalam kotoran, maka potensi ayam menderita gangguan kesehatan semakin kecil.
Khususnya penyakit pada sistem pernafasan akan dapat ditekan. Otomatis, pertumbuhannya ternak akan bergerak optimal. Termasuk dalam hal ini, tentunya adalah pertumbuhan organ-organ tubuh yang secara langsung maupun tidak langsung pada sistem kekebalan.
Selain itu dengan mekanisme kerja probiotik yang mampu mengefisienkan penggunaan pakan, maka tidak saja peternak menjadi irit, ekonomis dalam biaya produksi, namun sebenarnya telah mendorong ternak ayam memfungsikan seluruh organ tubuhnya secara efisien dan efektif.
Hasil akhirnya tentu saja, telah merangsang seluruh organ yang terkait dengan system kekebalan bekerja optimal. Dengan demikian, pakan yang dicampur dengan probiotik, akan memacu berfungsinya system kekebalan dalam tubuh ayam secara optimal.
Suharto telah membuktikan hal itu, tinggal anda para peternak untuk mengikuti mencari bukti atau puas dengan semakin melangitnya ongkos produksi, akibat lonjakan harga sapronak (pakan,obat dan vaksin,vitamin) dan barangkali upah tenaga kerja. (iyo)

Post Terkait:

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Rekomendasi Seminar Perunggasan ke-3: Perunggasan… “Akankah Bisnis Perunggasan tahun 2008 lebih menarik?” Begitulah tema yang diusung dalam seminar nasional perunggasan yang diselenggarakan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk yang ketiga…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • Menatap Cerahnya Perunggasan 2010 | Majalah Infovet… Salah satu agenda besar di penghujung tahun 2009 ini dan yang selalu dinanti pelaku bisnis perunggasan di Indonesia adalah Seminar Nasional Prospek Perunggasan yang rutin…
  • PETERNAK GUSAR DENGAN PILEK MENULAR Dibandingkan dengan ND,CRD dan ILT memang Penyakit Pilek Menular (PPM) pada ayam ( Infectious Coryza) lebih menghantui para peternak. Dasar alasan mereka,oleh karena, selama ini…
  • PAKAN MAHAL JANGAN SAMPAI GAGAL Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008(( Harga pakan terus merangkak naik. Harga jual hasil produksi daging dan telur tidak kunjung baik. Gairah para peternak sedang…
  • Kementan Genjot Populasi Sapi Belgian Blue untuk… Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat terutama yang berasal dari daging sapi. Salah satunya adalah pengembangan sapi BB (Belgian Blue)…
  • Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam Ketika tulisan ini dibuat (mendekati akhir Nopember 2009), harga ketiga komoditi pangan itu telah menyentuh level psikologis di bawah titik impas (BEP) masing-masing selama hampir…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Rekomendasi Seminar Perunggasan ke-3: Perunggasan… by Agribisnis “Akankah Bisnis Perunggasan tahun 2008 lebih menarik?” Begitulah tema yang diusung dalam seminar nasional perunggasan yang diselenggarakan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk yang ketiga…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN by Agribisnis (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI