Terapkan Ini, Indonesia dinilai Berhasil Kurangi Kasus AI

Penerapan 3 zona biosekuriti untuk memudahkan isolasi dan pengaturan lalu-lintas di kandang (Foto: Istimewa)

Tahun
2018, sebanyak 77 unit di 9 provinsi telah memperoleh sertifikasi kompartemen bebas
AI (
Avian Influenza) untuk breeding farm aktif. Kementerian Pertanian
merilis data diantaranya perusahaan 6 GPS (
Grand
Parent Stock
), 51 Perusahaan PS (Parent
Stock
), 15 pperusahaan FS (Final
Stock
), 5 perusahaan Hatchery di
9 provinsi, diantaranya Jawa Barat (43), Lampung (13), Jawa Timur (9), Banten
(3), Jawa Tengah (3), Bali (2), NTT (2), Yogyakarta (1) dan Kalimantan Barat
(1).

Keberadaan
sistem kompartemen bebas AI tersebut menjadikan Indonesia semakin dipercaya
banyak negara, termasuk telah menerapkan Pedoman Kompartementalisasi OIE (Badan
Kesehatan Dunia).
Indonesia
juga dinilai berhasil dalam mengurangi kasus HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) secara signifikan setiap
tahunnya, baik pada unggas maupun manusia. Selain itu, Indonesia surplus dalam
memproduksi unggas dan telah mengekspor produk unggas dan unggas hidup ke
beberapa negara.
Produk
unggas tersebut yaitu daging ayam olahan ke Papua New Guiniea, lemak ayam ke
Korea Selatan, serta mengekspor telur ayam tetas (hatching eggs) ke Myanmar.
Seluruh
komoditas unggas Tanah Air berasal dari unit peternakan unggas yang telah
mendapatkan Sertifikat Kompartemen Bebas AI dari Kementerian Pertanian, dan
untuk komoditas daging ayam beku berasal dari Rumah Potong Hewan Ayam yang
memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Direktur
Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), I Ketut Diarmita ketika menerima
delegasi Myanmar Februari lalu menyatakan beberapa negara telah mengakui
Indonesia sebagai negara yang memiliki kompartemen bebas penyakit AI (Avian Influenza)
dan menerapkan kompartementalisasi sesuai Pedoman TAHC OIE chapter 4.4 tentang Application of Compartmentalization.
“Aspek
status kesehatan hewan menjadi persyaratan utama dan menjadi salah satu daya
saing dalam perdagangan internasional,” tambah Ketut seperti dalam pernyataan
tertulisnya, Rabu (8/8/2018).
Pemerintah
Republik Indonesia menjamin setiap produk unggas dan unggas dari peternakan
unggas yang memiliki Sertifikat Kompartemen Bebas AI adalah komoditas sehat
yang terjamin bebas dari virus AI dan aman untuk perdagangan dalam negeri atau
ekspor ke negara lain.
Sementara
itu Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengatakan, pemerintah
Indonesia bersama pihak-pihak terkait terus memperbaiki strategi pengendalian
dan memberantas penyakit HPAI melalui zona dan kompartemen bebas AI  secara bertahap dan terus-menerus.
Menurutnya,
situasi penyakit HPAI pada unggas Indonesia saat ini sangat terkendali. Kejadian
HPAI menurun secara signifikan setiap tahun dan hanya bersifat sporadis di
daerah tertentu dan dapat dikendalikan dengan cepat. (NDV)

Similar Posts:

Baca Juga:   Drama Impor Sapi Bakalan Catur Wulan III

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.