Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

5 TAHUN AI DI INDONESIA OPTIMISME PERUNGGASAN HARUS DIKIBARKAN

Posted on

Fokus Edisi 169 Agustus 2008

5 TAHUN AI DI INDONESIA

OPTIMISME PERUNGGASAN HARUS DIKIBARKAN

Setelah 5 (lima) tahun perunggasan nasional diterkam wabah AI, setidaknya memunculkan optimisme dan pesimisme di kalangan peternak dan praktisi lapangan perunggasan.
Dari beberapa pihak yang bersikap optimistis, mengungkapkan sejumlah argumentasinya, yang secara garis besar berpendapat bahwa selama 5 tahun kasus penyakit AI justru harus melahirkan sebuah sikap optimisme.
Sebab meski kasus penyakit itu, memang sempat membuat panik semua pihak dan nyaris tidak jauh beda dengan Gumboro di tahun 1980-an. Namun akhirnya toh kini sudah terbiasa dan seolah-olah sudah lupa dengan akibat yang timbul dari sergapan penyakit Gumboro dan AI. Kini program vaksinasi Gumboro dan AI akhirnya menjadi sebuah kebutuhan pokok, terutama jika peternak tidak mau berhadapan dengan resiko.
Meskipun sampai saat ini banyak pakar yang berseberangan pendapat tentang vaksinasi dan ada yang menolak vaksinasi, akan tetapi para peternak lebih memilih resiko terkecil alias memilih melakukan vaksinasi, meski kenyataannya hasil optimal belum juga dapat dicapai.

Mengapa Praktisi Optimis

Dari barisan yang penuh optimisme setelah gelombang kedua wabah AI menerjang Indonesia, Infovet berhasil menggali argumentasinya antara lain dari Drh Helvi Indriyani, Drh Marjuan dan Drh Unang Patriana MS.
Umumnya pendapat dari kubu ini, berasumsi bahwa dunia perunggasan di Indonesia tetap mempunya prospek yang cerah. Sehingga meskipun adanya berbagai problema yang terus menghadang termasuk penyakit-penyakit baru dan faktor ekternal lainnya, masa depan usaha perunggasan tetap saja penuh harapan.
Hanya peternak yang cerdas, kreatif dan inovatif serta rajin mengikuti perkembangan teknologi, maka mereka akan survive, bertahan dan meraih sukses. Terutama terkait dengan pangsa pasar domestik untuk produk perunggasan yang sudah pasti terus bergerak naik, meskipun katanya daya beli masyarakat merosot sampai di pertengahan tahun 2008 ini.
“Harga jual telor dan daging ayam pada Juli 2008 ini menyentuh harga psikologis yang merupakan salah satu indikator kuat untuk mematahkan pendapat, bahwa potensi ekonomi masyarakat yang terus melemah” ujar Helvi, seorang praktisi perunggasan dari SHS International di Yogyakarta.
Harga yang sebenarnya masih bisa lagi terdongkrak naik itu, menurut Marjuan semakin memberi ruang luas kepada peternak untuk bergerak dan semakin maju. Terutama untuk reinvestasi berupa peremajaan dan langkah afkir yang kurang produktif.
“Harga telor yang sempat mencapai harga yang sangat menggembirakan bagi peternak itu, pantas disyukuri. Karena sebelumnya harga pakan juga sudah naik lebih dahulu, dan konon kabarnya akan kembali naik, tapi bagaimanapun masih mampu menyisakan keuntungan bagi para peternak. Jadi kita tetap harus optimistis dengan dunia perunggasan meski kasus AI masih menjadi hantu yang siap menakutkan peternak”ujar Marjuan.
Penyakit AI menurut Unang Patriana, memang pantas untuk terus diwaspadai oleh semua pihak, akan tetapi jangan sampai menjadi kendala dan penghambat untuk memajukan industri peternakan Indonesia. Belajar dari kisah aneka penyakit masa lalu yang ketika muncul membuat rasa khawatir, namun akhirnya dapat pula diatasi dan seolah semakin akrab bersahabat dengan para peternak.
“Optimisme memang harus dikibarkan di benak para praktisi perunggasan Indonesia dalam mengahadapi apapun termasuk penyakit AI. Jika rasa dan sikap itu hilang, maka justru akan melemahkan dan membuat industri perunggasan Indonesia tertinggal dan jatuh dalam kubangan masalah yang akan semakin sulit untuk bangkit” ujar Unang.
Makanya, lanjut Unang, dirinya termasuk orang yang selalu merasa otpimisme ditengah banyak kalangan yang menaruh rasa pesimistis. Menurut mereka problema yang selama ini dihadapi oleh para peternak Indonesia, sudah pasti juga pernah dihadapi oleh para peternak di negeri manca yang telah maju industri perunggasannya. Oleh karena itu jika kebersamaan dilakukan oleh berbagai pihak yang kompeten dengan industri perunggasan, dalam memecahkan dan mencari solusinya, maka sudah pasti kesuksesan akan dicapai.
“Saya sampai saat ini, termasuk orang yang ‘over optimistis’ dengan industri perunggasan di dalam negeri. Sebab menurut saya produk perunggasan, tetap saja akan menjadi produk pangan yang paling diminati konsumen sampai kapanpun. Sehingga berusaha di sektor ini tetap menjanjikan masa depan yang terang,” ujar Unang yang diamini oleh Marjuan maupun Helvi.

Mengapa Ada yang Pesimis

Sedangkan Sapto Haryono, seorang peternak ayam petelur, merasa pesimistis. Hal itu jika dikaitkan dengan harga pakan yang terus bergerak naik termasuk komponen untukm pencampuran seperrti katul dan jagung. Sapto mengakui bahwa harga telur saat ini memang memberikan cukup keuntungan yang memadai kepada para peternak ayam petelur. Namun demikian, menurutnya belum mampu memberikan ras aman dan keyakinan kuat untuk melakukan ekspansi populasi dan bahkan peremajaan.
“Wong peremajaan saja masih harus dipikir masak-masak kok, apalagi mikir untuk langkah afkir dengan mengganti ayam muda. Jika saja harga pakan tidak bergerak cepat secara terus menerus naik, saya berpikir untuk afkir. Namun jika seperti saat ini, dimana harga pakan pabrikan terus naik dan harga jagung dan katul juga bergerak naik liar, maka konyol jika langkah afkir ditempuh. Langkah afkir atas ayam-ayam hanya akan diempuh jika benar-benar kemampuan produksinya sudah tidak ekonomis banget lagi,” ujar Sapto.
Hadi Santosa, melihat kondisi peternakan khususnya perunggasan belum mampu memberikan sinyal positif yang signifikan. Meskipun harga telur dan daging ayam terus bergerak fluktuatif menuju kenaikan, namun tidak ada jaminan kepastian untuk tidak turun dan anjlog terjerembab dalam waktu yang lama.
Variabel sosial politik di dalam negeri, terutama di pertengahan tahun 2008 dan sesudahnya barangkali adalah salah satu yang patut dicermati. Kampanye partai politik selama 9 bulan sejak Juli 2008 ini akan menjadi batu ujian berat dunia peternakan Indonesia.
“Saya akan, lempar handuk tanda menyerah bergelut di dunia peternakan dan beralih menjadi pedagang kaos dan baju saja, di kaki lima,” seloroh Hadi yang berbicara dengan nada serius.(iyo)

Post Terkait:

  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • PETERNAK GUSAR DENGAN PILEK MENULAR Dibandingkan dengan ND,CRD dan ILT memang Penyakit Pilek Menular (PPM) pada ayam ( Infectious Coryza) lebih menghantui para peternak. Dasar alasan mereka,oleh karena, selama ini…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • HARAPAN TERBENTANG PERUNGGASAN 2009 | Majalah… HARAPAN TERBENTANG PERUNGGASAN 2009(( Gantungan sejuta harapan di tahun 2009 mendatang memang mempunyai argumen yang kuat untuk dijadikan pegangan dan dasar alasan sikap itu. Setidaknya…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Evaluasi dan Prediksi Penyakit Hewan 2009-2010 Meninggalkan tahun 2009 dan menjelang memasuki tahun 2010, dunia peternakan pada umumnya dan perunggasan pada khususnya mencatat aneka peristiwa yang menarik. Setidaknya menjelang akhir tahun…
  • Di Akhir Tahun,Telur Ayam Dirundung Kelam Ketika tulisan ini dibuat (mendekati akhir Nopember 2009), harga ketiga komoditi pangan itu telah menyentuh level psikologis di bawah titik impas (BEP) masing-masing selama hampir…
  • SEBUAH TEROBOSAN KASUS MYASIS | Majalah Infovet I… (( Myasis tidak lain adalah manifestasi bersarangnya larva lalat pada luka. ))Organisasi setengah kamar yang mewadahi praktisi dokter hewan di Kabupaten Bantul Yogyakarta ternyata tidak…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • PETERNAK GUSAR DENGAN PILEK MENULAR by Agribisnis Dibandingkan dengan ND,CRD dan ILT memang Penyakit Pilek Menular (PPM) pada ayam ( Infectious Coryza) lebih menghantui para peternak. Dasar alasan mereka,oleh karena, selama ini…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…

  • 1,235,310
  • 637,701
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI