Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

PAKAN DAN MANAJEMEN PERSONAL | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Fokus Mei 2008

(( Harus ada pembatasan pemberian pakan pada ayam petelur, dimulai sejak ayam umur sehari atau DOC, sedangkan manajemen pemeliharaan selalu dikaitkan dengan person atau manusia yang terlibat secara langsung dengan ayam. ))

Pakan Juga Ambil Peran

“Harus ada pembatasan pemberian pakan pada ayam petelur, pembatasan pemberian pakan ini dimulai sejak ayam umur sehari atau DOC,” tegas Prof DR Ir Tri Yuwanta SU DEA, pakar Produksi dan Reproduksi Unggas yang bermastutin (red; bekerja) di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Lulusan program doktoral pada Universitas Rennes I Prancis ini mengatakan sejak umur 1-5 minggu, pemberian pakan dengan metode adlibitum atau pakan tersedia sepanjang waktu dalam kandang.
Kemudian di atas umur 5 minggu, pembatasan pemberian pakan mulai diterapkan, terutama untuk tipe-tipe ayam petelur dari strain loghman. Pada dasarnya, pembatasan pemberian pakan dikategorikan pada pembatasan pemberian pakan secara kuantitaif dan pembatasan pemberian pakan secara kualitatif.
Secara kuantitaif, ayam petelur hanya dibatasi pakannya semisal 70 gr/ekor/hari, sedang secara kualitatif berarti penurunan protein kasar atau crude protein (CP) terutama untuk leyer umur 13-17 minggu, hal ini ditujukan untuk menghambat dewasa kelamin ayam tersebut.
Sebagai batasan Tri memberikan gambaran kandungan CP pakan per periode umur pemeliharaan, yakni :

UMUR (MINGGU) % CP
0-6 18-20
6-12 17
13-17 13
> 18 16,5-17

Kemudian yang perlu juga diperhatikan peternak adalah memberikan kebebasan pada ayam untuk mengkonsumsi pakannya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pakan yang disuguhkan peternak, artinya pada usia 18 minggu ini pola pemberian pakan kembali ke sistem adlibitum, ini dibiarkan sampai ayam mulai berproduksi.
Setelah ayam berproduksi 25% dari total populasi, pemberian pakan secara adlibitum kembali dihentikan, dan pemberian pakan kembali dibatasi, yaitu 110-115 gr/ekor/hari.
Ini bertujuan agar ayam tidak gemuk, karena bila pakan yang diberikan pada layer melebihi kapasitas konsumsinya, maka dikuatirkan akan terjadi penumpukan lemak pada organ-organ reproduksinya, terutama yang perlu diwaspadai adalah pembentukan lemak abdominal, yang diduga sangat berpengaruh terhadap produksi telur layer.

Manajemen Personal Juga Perlu

Manajemen pemeliharaan selalu dikaitkan dengan person atau manusia yang terlibat secara langsung atau direct interaction dengan ayam. Dalam peristilahan awam sering disebut anak kandang yang melaksanakan semua kegiatan terkait pemeliharaan ayam layer tersebut.
Pekerjaan dimaksud seperti persiapan kandang sebelum dan sesudah panen, persiapan gudang pakan, persiapan semua peralatan dan perlengkapan kandang serta maintenance dari semua kegiatan tersebut secara periodik.
Menurut Prof drh Charles Rangga Tabbu MSc Ph D Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, aspek manajemen peternakan ayam petelur mencakup bibit, pakan, budidaya, kesehatan dan pemasaran produk ternak itu sendiri.
Aspek-aspek ini secara keseluruhan merupakan tugas peternak atau anak kandang, namun perlu di ingat bahwa ini dilakukan secara berjenjang atau paling tidak harus ada pengontrolan yang ketat dari pimpinan yang berkompeten dengan usaha peternakan tersebut.
Kejadian di lapangan sistem penjenjangan kerja ini yang masih kurang terutama untuk peternak layer skala menengan ke bawah yang sering memberikan kepercayaan penuh kepada anak kandang tanpa adanya pengontrolan, sehingga pada saat tertentu sering dijumpai tumpang tindihnya kegiatan anak kandang, dan sering terabaikan hal-hal yang terkait dengan manajemen usaha peternakan layer itu sendiri.
Ditambahkan Charles bahwa satu hal yang perlu diingat adalah pencatatan, disini apapun jenis kegiatan yang dilakukan anak kandang mulai dari terbit fajar sampai terbit fajar kembali perlu dibukukan atau dicatat. “Ya sebentuk diari gitu bung,” canda Guru Besar pakar Kesehatan Unggas FKH UGM ini.
Sementara itu menurut Hj Ir Elfawati MSi dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau, pencatatan yang baik di usaha peternakan merupakan indikator yang dapat menghantarkan usaha tersebut meraih kesuksesan, karena manajemen yang baik itu sebenarnya tercermin pada recording yang tertib.
Ditambahkan Eva bahwa banyak hal yang dapat dicatat atau dibukukan dalam diari anak kandang tersebut, seperti jumlah populasi dari waktu kewaktu, penyusutan atau deplesi yang terkait dengan jumlah individu yang mati selama periode pemeliharaan, berat badan, program dan jumlah pemberian pakan, water intake, produksi telur, riwayat kesehatan atau medical record, stok barang dan lainnya.
Hal yang menarik soal manajemen personal ini juga dikemukakan Prof DR Ir Tri Yuwanta SU DEA. Menurutnya, arah manajemen personal lebih ke kreativitas peternak atau anak kandang untuk mengatur usahanya.
Ambil contoh soal berat badan ayam, kita kenal ada berat badan inisial, yakni berat badan yang ada pada tubuh ayam untuk menandai jumlah produksi telurnya. Dalam beberapa penelitian dikatakan bahwa semakin tinggi berat badan ayam petelur maka produksi ayam tersebut semakin rendah.
Kemudian soal dewasa kelamin, perlu juga diketahui bahwa ada dewasa kelamin biologis yang dicapai ayam pada umur 10 minggu dan dewasa kelamin komersial biasanya ditandai dengan masa peneluran pertama.
“Nah, peternak yang kreatif harus mampu membaca hal-hal seperti ini, kemudian diaplikasikan seperti bila terdapat berat badan tidak seragam dalam satu populasi, langsung dipisahkan, ayam dengan berat badan yang tinggi dengan berat badan yang rendah.
Kemudian soal pencahayaan juga bisa dijadikan topik pencataan di usaha peternakan layer. Dengan penerapan semua aspek manajemen yang telah direkomendasikan tadi, setidaknya peternak telah berbuat sesuatu berarti bagi ternaknya, yaitu animal walfare, ini penting,” pungkas Tri. (Daman Suska).

Post Terkait:

  • Manajemen Layer Modern | Majalah Infovet I Majalah… Fokus Infovet Mei 2008(( Dalam berusaha ternak, peternak kita masih berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, belum berorientasi pada kualitas produk yang diproduksi ternaknya. Ini…
  • MEMPERSIAPKAN PULLET UNTUK PRODUKSI TELUR YANG EFISIEN Fokus Infovet Mei 2008(( Pullet yang unggul yang bisa berproduksi optimal. Berdasarkan asumsi ini, peternak dituntut kejeliannya dalam memilih calon day old chicken (DOC) yang…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI Fokus Edisi 169 Agustus 2008Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI(( Dalam upaya pengendalian suatu penyakit sangat penting diketahui jalur penularan penyakit. Hal ini untuk…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Manajemen Layer Modern | Majalah Infovet I Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet Mei 2008(( Dalam berusaha ternak, peternak kita masih berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, belum berorientasi pada kualitas produk yang diproduksi ternaknya. Ini…
  • MEMPERSIAPKAN PULLET UNTUK PRODUKSI TELUR YANG EFISIEN by Agribisnis Fokus Infovet Mei 2008(( Pullet yang unggul yang bisa berproduksi optimal. Berdasarkan asumsi ini, peternak dituntut kejeliannya dalam memilih calon day old chicken (DOC) yang…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI by Agribisnis Fokus Edisi 169 Agustus 2008Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI(( Dalam upaya pengendalian suatu penyakit sangat penting diketahui jalur penularan penyakit. Hal ini untuk…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer by Agribisnis Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…

  • 1,202,828
  • 606,672
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI