Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

MEMPERSIAPKAN PULLET UNTUK PRODUKSI TELUR YANG EFISIEN

Posted on

Fokus Infovet Mei 2008

(( Pullet yang unggul yang bisa berproduksi optimal. Berdasarkan asumsi ini, peternak dituntut kejeliannya dalam memilih calon day old chicken (DOC) yang akan dipeliharanya. ))

Pullet atau ayam dara yang siap berproduksi sering dijadikan sebagai indikator keberhasilan usaha peternakan ayam petelur. Ada apa sebenarnya dengan pullet ini?
Prof DR Ir Tri Yuwanta SU DEA, pakar Produksi dan Reproduksi Unggas yang bermastutin (red; bekerja) di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyatakan, hanya pullet yang unggul yang bisa berproduksi optimal. Berdasarkan asumsi ini, peternak dituntut kejeliannya dalam memilih calon day old chicken (DOC) yang akan dipeliharanya.
Artinya, peternak harus punya wawasan luas tentang kriteria calon DOC, baik dari segi fisik maupun dari tetua yang memproduksi DOC tersebut.
“Saya lebih menekankan pada kemampuan peternak dalam hal memilih DOC yang high quality, mungkin dapat dilakukan peternak dengan cara menanyakan langsung kepada supplier DOC di wilayahnya, artinya peternak kita minta untuk super aktif, toh inikan juga untuk keberhasilan usahanyakan?” tanya Tri.
Dilanjutkannya, yang terjadi di tingkat peternak kita saat ini adalah mempercayakan sepenuhnya kepada supplier DOC terkait pengadaan DOC dimaksud, sehingga seringkali kita mendengar broiler dan layer kerdillah, DOC dengan tingkat mortalitas awal yang cukup tinggilah, dan seabrek permasalahan yang muncul dan masalah itu sendiri sebenarnya akibat dari ketidaktahuan peternak.
“Inilah yang merupakan indikator kalau peternak kita sebagian besar belum smart dibidangnya,” keluh pakar unggas ini. Lantas bagaimana persiapan pullet yang dimaksud oleh lulusan Universitas Rennes I Prancis ini?
“Seyogyanya pullet yang baik tersebut adalah pullet yang lambat munculnya ciri-ciri dewasa kelamin,” tutur Tri. Hal ini terkait dengan lama produksi ayam, artinya semakin cepat ayam mencapai dewasa kelamin, maka lama produksi ayam tersebut semakin pendek.
Digambarkan Tri bahwa bila dewasa kelamin muncul lebih awal maka kemampuan ayam memproduksi telur hanya berkisar 55-60 minggu saja, sedangkan bila dewasa kelamin bisa ditunda kedatangannya.
Maka, ayam petelur dapat diasumsikan berproduksi sampai usia 75 minggu, dengan cara ini secara tidak langsung efek pengaturan munculnya dewasa kelamin dapat memberikan arti yang besar pada peternak, yaitu bertambahnya pulus melalui produksi telur yang lama.
Pada ayam petelur konsep faktual yang mesti diterapkan adalah mengupayakan agar pullet lambat mencapai dewasa kelaminnya, ini bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa hal yang teruji secara jitu di lapangan, yaitu:
(1) manajemen pencahayaan (lighting management),
(2) manajemen pakan (feeding management), dan
(3) manajemen personal (poultryman of management), ketiga hal ini berpengaruh signifikan terhadap tingkat produksi ayam petelur.

Terang-terangan Pullet Butuh Gelap-gelapan

“Ini terkait faktor lighting tadi,” ungkap Tri. Dikatakannya bahwa cahaya merupakan faktor premordial atau yang utama bagi unggas. Hal ini juga berlaku buat makhluk Allah SWT yang lainnya.
Namun keutamaan ini jangan didramatisir sehingga menjadi hal mutlak, alhasil disepanjang hayatnya ayam petelur biasanya identik dengan full lighting, padahal ini berpengaruh terhadap cepatnya pullet mencapai dewasa kelamin.
Terkait hal lighting ini, di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris, Prancis, Belanda dan Negara maju lainnya biasanya menerapkan sistem 8 Light (L) dan 16 Dark (D) (red; 8 jam penuh cahaya dan 16 jam penuh kegelapan).
Kemudian menginjak usia pullet 13-17 minggu, formulasi L dan D dikurangi menjadi 12 L dan 12 D, kemudian 13 L dan 11 D dan 14 L dan 10 D sampai awal produksi.
Kemudian penggunaan lampu dengan warna-warni lebih dianjurkan seperti warna biru dan merah. Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa penggunaan lampu warna biru berfungsi menghambat dewasa kelamin pada pullet namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhannya, sedangkan penggunaan lampu warna merah berfungsi mempercepat dewasa kelamin ayam petelur yang dipelihara peternak.
Ini biasanya sebagian besar baru diterapkan dibeberapa negara maju di belahan bumi dengan iklim subtropis.
Untuk Indonesia sendiri, teknik good lighting susah diterapkan, hal ini terkait dengan musim dan lama pencahayaan alaminya, yakni 12 jam terang dan 12 jam gelap.
Di samping itu, alasan klasik yang juga perlu dipertimbangkan terkait program lighting ini adalah aksi pencurian ayam milik peternak yang sering menjadi dilema di lapangan.
Padahal bila dirujuk dari beberapa hasil penelitian terkini tentang ayam petelur menyatakan bahwa ayam petelur yang mendapatkan full lighting atau sinaran penuh berakibat pada, yaitu:
(1) dewasa kelamin maju,
(2) telur yang diproduksi kecil, dan
(3) persistensi produksi rendah.
Di samping itu, efek pencahayaan juga ada kaitannya dengan produksi Luteinizing hormone (LH) pada ayam. Hal ini diuraikan Tri bahwa pantulan cahaya matahari ke mata ayam menimbulkan rangsangan pada Hypothalamus, diteruskan ke hypophysis.
Kemudian, hypophysis terbagi dua, yaitu bagian anterior dan bagian posterior. Bagian anterior dari hypophysis ini menghasilkan gonadotropine hormone yang pada bagian sel gamanya menghasilkan Luteinizing hormone (LH) sedang pada bagian sel betanya memproduksi follicle stimulating hormone (FSH).
Lantas, apa hubungannya dengan kondisi gelap dimaksud? Tri kembali menyatakan bahwa pada unggas, kondisi gelap difungsikan untuk memproduksi LH, kemudian kondisi gelap juga berefek pada pembentukkan folikel dan perobekkan stigma folikel serta yang lebih urgent lagi adalah pada proses vitelogeni, yakni proses pembentukan yolk atau kuning telur.
Namun, yang perlu diingat adalah kondisi gelap diperlukan untuk memperlambat dewasa kelamin ayam petelur, artinya dark condition memberikan nilai positif bagi peternak, yakni dapat memperpanjang masa produksi telur ayam petelur. (Daman Suska).

Post Terkait:

  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • Manajemen Layer Modern | Majalah Infovet I Majalah… Fokus Infovet Mei 2008(( Dalam berusaha ternak, peternak kita masih berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, belum berorientasi pada kualitas produk yang diproduksi ternaknya. Ini…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • PAKAN DAN MANAJEMEN PERSONAL | Majalah Infovet I… Fokus Mei 2008(( Harus ada pembatasan pemberian pakan pada ayam petelur, dimulai sejak ayam umur sehari atau DOC, sedangkan manajemen pemeliharaan selalu dikaitkan dengan person…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI Fokus Edisi 169 Agustus 2008Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI(( Dalam upaya pengendalian suatu penyakit sangat penting diketahui jalur penularan penyakit. Hal ini untuk…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…
  • BAHAYA LATEN KOLERA DI PETERNAKAN Edisi 165 April 2008“Jangan Kambing Hitamkan Peternak”Kolera unggas (avian cholera, avian pasteurellosis, avian hemorrhagic septicemia) merupakan penyakit sangat menular yang menginfeksi unggas peliharaan dan unggas-unggas…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • Manajemen Layer Modern | Majalah Infovet I Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet Mei 2008(( Dalam berusaha ternak, peternak kita masih berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, belum berorientasi pada kualitas produk yang diproduksi ternaknya. Ini…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • PAKAN DAN MANAJEMEN PERSONAL | Majalah Infovet I… by Agribisnis Fokus Mei 2008(( Harus ada pembatasan pemberian pakan pada ayam petelur, dimulai sejak ayam umur sehari atau DOC, sedangkan manajemen pemeliharaan selalu dikaitkan dengan person…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…

  • 1,202,765
  • 606,609
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI