Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Manajemen Layer Modern | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

Fokus Infovet Mei 2008

(( Dalam berusaha ternak, peternak kita masih berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, belum berorientasi pada kualitas produk yang diproduksi ternaknya. Ini merupakan tantangan para pemikir dunia peternakan di negeri ini saat ini. ))

Seperti tak pernah habisnya, kupasan-kupasan penuh makna yang menghantarkan peternak baik peternak broiler maupun peternak layer ke tangga berilmu pengetahuan terus diupayakan.
Seperti tak pernah habisnya waktu untuk terus menggali informasi yang datangnya dari peternak dan untuk peternak, berbagi pengalaman satu sama linnya, meskipun dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama.
Itulah media, Infovet yang menyajikan informasi terkini, berarti bagi kemajuan dunia peternakan di negeri ini.
Memelihara ayam sebenarnya merupakan seni kerja, perpaduan antara kemauan dan skill yang dimiliki. Kesuksesan biasanya bila person mampu menerapkan ilmu yang dipunyai, kemudian diaplikasikan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Demikian disampaikan Prof DR Ir Tri Yuwanta SU DEA, dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di ruang kerjanya.
Menurut Prof DR Ir Tri Yuwanta SU DEA usaha dibidang peternakan merupakan pekerjaan mulia yang menyangkut hayat hidup orang banyak. Ini artinya bahwa selagi ada peradaban dunia maka usaha dibidang ini (red; peternakan) masih akan tetap exist karena kebutuhan pokok manusia akan protein hewani salah satunya di pasok oleh ayam yang didaulat sebagai pengahasil telur dan daging.
Saat ini kita hanya mengenal dua tipe ayam yang intens diusahakan sebagai usaha peternakan komersial, yaitu ayam pedaging dan ayam petelur.
Ayam petelur merupakan ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam atau unggas adalah dari ayam hutan liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak.
Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik.
Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur atau layer. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih atau white layer dan ayam petelur cokelat atau brown layer.
Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (terus dimurnikan). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.
Untuk mendapatkan strain unggulnya diperlukan pengkajian dan penelitian yang memakan waktu lama, baik melalui perkawinan galur murni maupun perkawinan silang yang pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan ayam-ayam petelur yang unggul dan tahan terhadap serangan bibit penyakit.
Kemudian langkah selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah seni kerja, dalam hal ini ditegaskan Tri sebagai bentuk manajemen pemeliharaan yang sesuai standar yang diharapkan. Lalu standar dimaksud seperti apa?

Manajemen Pemeliharaan Layer Modern

”Peristilahan layer modern itu sebenarnya apa sih,” pertanyaan awal yang ditujukan Tri kepada Wartawan Infovet saat dijumpai di ruang kerjanya di kampus Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Apakah modern ditinjau dari segi pemeliharaan ataukah modern yang dikaitkan dengan kemampuan genetik ayam tersebut dalam memproduksi telur melebihi produksi rata-rata yang telah dicapainya?
Kalaulah modern di sini dilihat dari segi pemeliharaan, di belahan bumi sana (red; di luar Indonesia) usaha pemeliharaan ayam petelur atau layer memang sudah diarahkan pada pemeliharaan yang bersifat ranch farming, yaitu pemeliharaan dengan sistem litter yang dilengkapi dengan sarang-sarang tempat bertelur, ditempatkan pada sisi kanan dan kiri kandang.
Kemudian, di tengah kandang disediakan beberpa tenggeran untuk ayam, hal ini ditujukan untuk memberikan kebebasan pada ayam bergerak melakukan aktivitasnya sebagai makhluk hidup. Pada sistem inipun sering dijumpai peternak yang melengkapi kandangnya dengan halaman bermain yang luas untuk ayam peliharaannya.
Teknik mempakani ayam pun berbeda, yaitu metode pemberian pakan free choice atau sistem kafetaria. Disamping itu, pada sistem pemeliharaan seperti ini, peternak mengupayakan ayam-ayam peliharaannya bebas dari makanan asal ternak, sebut saja tepung ikan, tepung tulang, tepung darah dan jenis pakan ternak lainnya yang berasal dari ternak dan produknya.
”Bisa dikatakan pola pemeliharaan ayam seperti ini merupakan pemeliharaan ayam sistem organik, artinya terbebas dari hal-hal yang bersifat kimiawi dan pakan-pakan asal ternak dan produknya,” tutur Master lulusan Universitas Rennes I Prancis ini.
Lalu bagaimana produksi dan nilai jualnya? Menurut Tri, produksi telur dari ayam yang dipelihara seperti ini, harga telurnya lebih tinggi 25% bila dibanding dengan pola pemeliharaan ayam dengan sistem baterai.
Hal ini mungkin saja terkait dengan besarnya modal yang diperlukan untuk investasi awal, dan wajar bila usaha mereka (red; peternak) mendapat apresiasi yang baik, sebentuk public awareness atau penghargaan kepada peternak dimaksud, sementara itu kuantitas produksinya sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan pemeliharaan dengan sistem baterai.
Lalu apakah usaha peternakan seperti ini bisa diterapkan di negeri ini?
“Nah itu dia, permasalahannya bukan dari bisa atau tidak bisanya usaha pemeliharaan layer sistem ranch farming ini diterapkan di negeri ini, namun itu semua terletak dari tujuan usaha peternakan layer yang diusahakan oleh peternak kita (red; Indonesia),” jelas Tri.
Dalam berusaha ternak, peternak kita masih berusaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, belum berorientasi pada kualitas produk yang diproduksi ternaknya.
“Ini merupakan tantangan para pemikir dunia peternakan di negeri ini saat ini,” lanjut Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini. (Daman Suska).

Post Terkait:

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Mengulik Tehnik Beternak Layer Modern Fokus Infovet Mei 2008Siapa orang Indonesia yang tak pernah makan telur ayam ras, pastinya hampir semua orang pernah makan telur. Namun tak semua orang tahu…
  • 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN (( Untuk mempersiapkan DOC untuk memproduksi daging yang efisien dan aman harus melalui tiga tahapan, ketiganya saling berinteraksi satu sama…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • PETELUR MODERN HEBAT, PETERNAK TIDAK SIAP Fokus Infovet Mei 2008(( Sampai saat ini masih terlalu banyak para peternak skala rakyat tidak siap. Mereka umumnya masih mempunyai anggapan bahwa ayam yang dikelolanya…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…
  • Nutrisi Harus Cukup, Lighting Juga Penting Fokus Infovet Mei 2008Asupan nutrisi yang cukup dan berkualitas menjadi syarat mutlak untuk tercapainya produksi telur yang optimal. Sumber utamanya dari ransum yang kita berikan.…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Mengulik Tehnik Beternak Layer Modern by Agribisnis Fokus Infovet Mei 2008Siapa orang Indonesia yang tak pernah makan telur ayam ras, pastinya hampir semua orang pernah makan telur. Namun tak semua orang tahu…
  • 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN by Agribisnis 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN (( Untuk mempersiapkan DOC untuk memproduksi daging yang efisien dan aman harus melalui tiga tahapan, ketiganya saling berinteraksi satu sama…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN by Agribisnis GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI