Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Tahan Stres dan Waspada AI di 2007

Posted on

Tahun 2006 segera berakhir, tahun 2007 segera menjelang. Bagi peternak, khususnya peternak hewan unggas, tahun 2006 adalah tahun penuh tantangan. Di awal hingga pertengahan tahun, Avian Influenza (AI) atau flu burung kembali merebak. Baik di wilayah endemis maupun wilayah baru. Permasalahan AI semakin rumit saat muncul tuduhan, bahwa kebijakan vaksinasi AI, menjadi salah satu faktor menularnya AI ke manusia.
Kita bersyukur, tuduhan tersebut bisa dijelaskan dengan baik oleh salah satu tokoh kesehatan hewan Drh Tri Satya Putri Naipospos NH MPhil PhD dan didukung oleh Prof Drh Charles Rangga Tabbu MSc PhD selaku ketua umum Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI).
Pada pertengahan tahun, tepatnya pada Juli 2006, sejenak peternak merasakan kegembiraan dengan digelarnya The Third Indolivestock 2006 yang berlangsung pada saat yang tepat, yaitu saat harga daging ayam dan telur sedang membaik. Indolivestock kali ini berlangsung saat peternak sedang menikmati keuntungan, sehingga banyak peternak yang berkunjung”, begitu kata pengunjung saat itu.
Namun setelah itu, peternak kembali mendapat tantangan yaitu, dengan melambungnya harga DOC dan jagung akibat kekurangan stok. Keadaan ini berlangsung hingga saat tulisan ini diturunkan.

Prediksi tantangan 2007
Ditemui disela-sela kegiatannya, Drh Hadi Wibowo Technical Manager PT Sumber Multivita menjelaskan, tantangan penyakit pada 2007, khususnya pada semester pertama, akan diwarnai oleh penyakit dengan gejala umum seperti stres, yang akan berdampak langsung pada gangguan fisiologis, hormonal, dan imunologis. Penyakit-penyakit yang disebabkan virus seperti ND, AI, IBD, dan lain-lain, serta penyakit bakterial seperti Cocci, Coli, Snot,dan lain-lain.

Stres
Gangguan stres dimulai sejak DOC menetas. Yaitu sejak penanganan di penetasan, transportasi hingga ditebar dikandang. Jika pada saat ditebar suhu kandang kurang dari 25oC. Maka akan terjadi stres akibat renyatan temperatur yang terjadi. Akibat berikutnya ACTH (Adenocorticotropic hormon) meningkat, sehingga penyerapan kuning telur terganggu, zat kebal dari induk terhambat, dan komponen nutrisi menjadi terhambat.
Bila kondisi diatas terjadi, maka DOC rentan terhadap berbagai mikroorganisme dan respon terhadap vaksin jelek. Jika DOC mengalami renyatan temperatur, maka 15 detik setelah ditebar, DOC tidak mau bergerak, makan dan minum. Dan mulai timbul masalah. Bila stres tidak segera diatasi, maka akan terjadi gangguan permanen.sehingga pertumbuhan berat badan maupun produksi telur akan terganggu.

Infectious Coryza / Snot
Snot disebabkan oleh Haemophilus gallinarum. Penyakit ini menyebabkan penularan 70 sampai 90%, angka kematian 20% (infeksi tunggal) dan mencapai 50% bila terjadi infeksi sekunder. Kerugian lain adalah terganggunya penambahan bobot badan. Gejala khas, muka bengkak, diam dan tidak mau makan. Untuk penyakit ini Hadi menawarkan solusi 3-Si yaitu Sanitasi, Seleksi dan Medikasi. Sanitasi, cukup jelas. Seleksi dan medikasi, pisahkan dan karantinan hewan ayam yang sakit kemudian obati per individu. Ayam yang sehat berikan pengobatan perpopulasi. Konsultasikan dengan dokter hewan anda, terkait medikasi.
Penyakit snot memiliki arti penting pada ayam petelur. Karena bila terjadi sebelum masa bertelur, maka saat bertelur akan mundur, sulit mencapai puncak dan produksi rata-rata menjadi buruk. Bila terjadi saat produksi, maka produksi telur akan turun mendadak dan untuk pulih butuh waktu dan program pengobatan khusus.

Kolibasilosis
Kolibasilosis disebabkan oleh Bakteri Escerecia coli galur patogen dan bersifat oportunis. Biasanya timbul akibat dari infeksi sekunder, karena ayam mengalami cekaman stres atau infeksi primer. Gejala klinis kurus, bulu kusam, nafsu makan turun dan murung. Pertumbuhan terganggu, diare, bulunya kotor atau lengket di sekitar ekornya (lihat gambar).

Kendali untuk Coli
Dengan meminjam istilah yang dipopulerkan oleh Prof Charles, kendalikan dengan konsep UAP (Udara-Air-Pakan). Udara Dengan ventilasi dan sirkulasi yang baik akan tercipta udara yang sehat dan bersih.Terbukti dengan nyata kandungan amonia dan sulfur tinggi menyebabkan kesehatan ayam menurun. Udara bersih menjamin kontaminan bakteri E. coli di udara tidak bisa ikut menjadi tinggi konsentrasinya, sehingga infeksi E. coli melalui udara bisa ditekan.
Air. Kualitas air harus dijaga “bersihnya” mulai sejak DOC masuk dalam kandang dengan cara dimasak, dengan infra-red dan klorinasi rutin secara bertahap dan terprogram pada pullet dan ayam dewasa. Penting karena kecuali air sehat memang dibutuhkan ayam juga merupakan jalur utama yang potensial untuk terjadi infeksi E. coli. Jika kontrol kualitas air optimal, harusnya tidak ada lagi asumsi E. coli datang berkali-kali di tiap kandang.
Pakan. Kontaminan bakteri E. coli termasuk potensial menggunakan pakan sebagai jalur infeksi. Tidak ada jalan lain harus menjaga kebersihan dan kualitas pakan. Sering kali kelalaian dan kurang memperhatikan hal pokok ini menjadi faktor pembenar E. coli sulit diberantas. Padahal semua tergantung dari upaya-upaya itu apakah sudah optimal.
Sanitasi ketat meliputi: sanitasi udara, air dan pakan. Pengafkiran ayam yang positif terinfeksi E. coli, untuk menjaga penularan lebih banyak. Kurangi stress, dengan cara menjaga kandungan amonia dan sulfur serta debu lingkungan kandang. Pemberian imunomodulator dan multivitamin sangat bermanfaat untuk menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh saat stress. Pemberian cleaning secara tepat (udara, air dan pakan)

Coccidiosis
Berdasarkan tempat hidupnya, cocci dapat digolongkan sebagai berikut, Coccidiosis sekum terdiri-dari E. Tenella, E. Necatrix. Coccidiosis intestinal terdiri-dari E. Maxima, E. Brunette, E. Acervulina, E. Praecox

Coccidiosis dan integritas pencernaan dengan mengutip Prof Dr George Tice, Hadi menjelaskan, Coccidiosis bisa menyebabkan gangguan pencernaan secara umum (Integritas pencernaan/Intestinal Integrity (I2), bila keberadaannya diikuti oleh enteritis. Bila sudah terjadi I2, akan mengakibatkan kerugian US$ 0,102 = Rp. 1.020,- per 2 kg bobot badan ayam (broiler) hidup
Lebih lanjut menutur Prof Dr Gatut Ashadi (1982), masih kata Hadi, bakal petelur (Pulet), jika terkena kasus Coccidiosis lebih dari satu kali maka pada saat masa produksi, hen-house production-nya akan berkurang 20%
Vaksin Cocci bekerja melalui infeksi ayam dengan beberapa spesies bibit coccidia hidup yang sudah dilemahkan untuk menstimulasi kekebalan terhadap spesies tersebut. Kekebalan terbentuk selama 2 hingga 4 minggu dan secara umum memberikan perlindungan terhadap koksidiosis yang baik, terutama terhadap tantangan terakhir. Efek samping vaksinasi coccidia juga menyebabkan kerusakan usus, sehingga memicu peningkatan produksi mukus. Kelebihan mukus menyebabkan bakteria berbahaya berkembang biak, meningkatkan resiko enteritis bakterial dan memicu terjadinya I2.
Pembentukan antibodi cocci. Mekanisme kekebalan coccidiosis mirip dengan pembentukan kekebalan pada ND, tetapi kekebalan celuler lebih menonjol sedangkan ND lebih menonjol humoral. Cocci merusak Caeca Tonsil, yang menyebabkan rusaknya B-Cell, sehingga menghambat pembentukan antibodi secara keseluruhan.

Waspadai AI di semester 2
Bulan Juli, Agustus sampai awal Nopember 2007, diperkirakan terjadi stres panas perlu diingatkan ayam adalah termasuk golongan aves yang mudah sekali mengalami gangguan hormonal, fisiologis dan imunologis. Ekstremnya pada saat musim panas sering terjadi heat stress yang berdampak kematian mendadak
Pertengahan November 2007 sampai awal Januari 2008 Hadi memperkirakan AI pada hewan dan flu burung pada manusia akan kembali merebak. “Jika tidak diambil tindakan-tindakan kongkrit sejak sekarang, maka perkiraan saya tidak akan meleset,” tegasnya. Saat ditanya apakah dirinya berharap ramalannya itu tepat? Hadi menjawab tidak berharap. “Saya justru berharap ramalan saya ini meleset. Namun, sekali lagi bila kita tidak serius, ramalan saya tidak akan meleset atau bahkan akan datang lebih cepat dan lebih parah”,katanya lagi dengan nada tinggi.
Mengapa flu burung harus diwaspadai? Dikawatirkan adanya ulangan wabah yang bisa menewaskan jutaan unggas dan manusia, diberbagai belahan dunia yang saat ini menjadi kekhawatiran Organisasi Kesehatan Dunia/WHO dan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia/OIE. (Sapt)

Post Terkait:

  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Adhpi Punya Pengurus Baru 2010-2015 Selaku Ketua Umum ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia) periode 2005-2010, Prof Charles Ranggatabbu MSc PhD mengungkap tentang peran ADHPI dalam konstelasi peternakan dan kesehatan…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI Fokus Edisi 169 Agustus 2008Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI(( Dalam upaya pengendalian suatu penyakit sangat penting diketahui jalur penularan penyakit. Hal ini untuk…
  • SETELAH TUJUH TAHUN BERSAMA FLU BURUNG Penyakit Avian Influenza (AI) atau lebih populer dengan flu burung yang mewabah di Indonesia sejak bulan September tahun 2003 telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.…
  • DIRJEN PKH DAN SEJUMLAH TOKOH DUKUNG SUKSESNYA IIPC… Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta sejumlah tokoh asosiasi menyatakan dukungan terhadap terselenggaranya konferensi internasional perunggasan IIPC (Indonesia International Poultry Conference) Dirjen Peternakan dan Kesehatan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN by Agribisnis (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Adhpi Punya Pengurus Baru 2010-2015 by Agribisnis Selaku Ketua Umum ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia) periode 2005-2010, Prof Charles Ranggatabbu MSc PhD mengungkap tentang peran ADHPI dalam konstelasi peternakan dan kesehatan…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN by Agribisnis (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • “FLU BURUNG: KITA TIDAK PERLU TAKUT!” by Agribisnis (( Kecil kemungkinan terinfeksi dari daging dan telur selama kita tidak mengkonsumsi daging atau telur burung dalam kondisi mentah. Peluang terjadinya infeksi pada peternak sendiri…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS by Agribisnis Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…

  • 1,202,814
  • 606,658
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI