Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KETIKA 500 PETERNAK PRIANGAN TIMUR MEMETAKAN DIRI

Posted on

KETIKA 500 PETERNAK PRIANGAN TIMUR MEMETAKAN DIRI

(( Jumlah peternakan perunggasan di Priangan Timur ada 6000-7000. Replacement tiap bulan ayam pedaging broiler 5,5 juta ekor, ayam pejantan 4 juta ekor. Kesemuanya tersebar di daerah Priangan Timur. ))

Terkait Fokus Manajemen Peternakan Broiler, Infovet meliput acara rutin tahunan Silaturahmi Perunggasan Priangan Timur yang diselenggarakan di Gedung Islamic Centre-Ciamis 15 Oktober lalu.
Acara akbar peternak Priangan Timur ini dihadiri sekitar 500 orang dari Dirjen Peternakan, Bupati Ciamis atau yang mewakilinya, Praktisi perunggasan, Pengusaha nasional bidang Pakan, Breeding dan Obat-obatan, Dekan Fakultas Peternakan UNPAD dan UNSUD, Gabungan Organisasi Peternakan Ayam Nasional (GOPAN), Pusat Informasi Pasar (Pinsar), Dinas Peternakan Ciamis dan para peternak se-Priangan Timur.
Walaupun kondisi peternakan di Indonesia sedang runyam karena adanya korelasi positif antara kenaikan harga bahan baku pakan, bibit, dan obat-obatan; kondisi perunggasan di Priangan Timur yang selalu tetap exist. Silaturahmi yang digelar tersebut sangat efektif untuk mengembangkan perunggasan yang akan datang; karena dapat meningkatkan kerjasama dan saling bertukar informasi.
Menurut H Ajat Darajat Ketua Umum dan Dewan Penasehat Kerukunan Perunggasan Priangan Timur, populasi masyarakat perunggasan di Priangan Timur berjumlah 6000-7000 peternak. Replacement tiap bulan ayam pedaging broiler 5,5 juta ekor, ayam pejantan 4 juta ekor. Kesemuanya tersebar di daerah Priangan Timur. Adapun ayam jantan dibudidayakan sebagai jantannya ayam petelur, selain itu juga sebagai substitusi ayam kampung yang selama ini sudah mulai hilang.
Pada sambutan pertama Ir Tri Hardiyanto Ketua Umum GOPAN mengungkapkan, “Peternakan rakyat sesungguhnya yang tetap eksis, di sinilah tempatnya.” Hal ini dikarenakan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah, asosiasi, stakehorder yang terkait, dan para peternak. Dengan harapan market kita lebih diperluas lagi dan kampanye gizi nasional terus berlangsung.
Selanjutnya Ir Ahmad Dawami dari Dewan Penasehat Perunggasan Nasional menyatakan kita tidak boleh terlena dan puas dengan kondisi seperti ini. “Sebaiknya prepare mengatasi masalah perunggasan ke depannya,” katanya.
Ahmad Dawami menguraikan cara mengatasi masalah perunggasan ke depan tersebut adalah terus mengembangkan usaha, meningkatkan rasa nasionalisme dengan membeli produk dalam negeri. Lalu, pemerintah juga harus merealisasikan program yang sudah di budgetkan, mempertahankan demand dengan cara mempertahankan pendapatan masyarakat, lantas efisiensi dan optimalkan potensi daerah masing-masing.
Yang terakhir adalah sambutan dari Dirjen Peternakan Prof Dr Tjeppy Darojatun MSc. Dirjen menegaskan, “Meningkatkan ketahanan pangan khususnya protein hewani asal ternak merupakan pengembangan peternakan yang patut mendapatkan prioritas.”
Dr Tjeppy mengatakan, dalam program pemerintah, indikator makro ekonomi menunjukkan pembangunan peternakan sudah menunjukan kemajuan signifikan. Namun demikian tercapainya kemajuan tersebut belum optimal terutama di sisi kesejahteraan peternak.
Khusus untuk produksi daging ayam dan telur, menurut Dr Tjeppy, walau dari segi produksi telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, hampir 65% dari komponen produksinya masih tergantung impor. Komponen tersebut misalnya bahan baku pakan seperti jagung, tepung ikan,bungkil kedelai, bibit, vaksin dan obat-obatan serta sarana produksi lainnya.
Mestinya, kata Dr Tjeppy, ”Selain komoditi tersebut dapat diproduksi secara massal dan harganya relatif terjangkau, masyarakat juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan. Maka, upaya yang harus ditingkatkan adalah restukturisasi industri kedepan khususnya ayam ras dan wabah flu burung yang dapat memporak porandakan industri perunggasan di tanah air.”
Hal ini, lanjutnya, seharusnya kita jadikan momentum penting dan menjadikan peternakan rakyat yang berdaya saing. Tjeppy pun menjelaskan, industri ayam ras baru tumbuh pada tahun 70-an hanya puluhan ribu ekor, tetapi sekarang 1.2 miliyar ekor yang disertai tumbuhnya industri pendukung secara bersamaan. Namun demikian, masalahnya, ayam ras diwarnai adanya isu monopoli, masih tergantung pada impor, dan berfluktuasi harga sarana produksi.
Solusinya, tutur Dirjen, “Adalah dengan memperdayakan peternak unggas industri kecil dan menengah agar mampu melangsungkan usahanya dan menjadikan industri berbasis sumberdaya lokal.”
Membangun organisasi ini menurut Dirjen tidaklah mudah karena butuh waktu, adanya tokoh yang mampu membimbing dan meningkatkan kepercayaan dan kompak di lingkungan peternak, serta pemerintah selalu mendukung peternakan.
Dirjen Peternakan Prof Dr Tjeppy Darojatun MSc pun menyinggung bahwa Kabupaten Ciamis merupakan daerah produksi ternak unggas yang penting untuk memenuhi konsumen unggas DKI dan sekitarnya. Dengan adanya wabah flu burung, merupakan momentum penting dalam menata sektor perunggasan secara menyeluruh dan bertahap. Dalam kaitan ini pemerintah membenahi berbagai aspek seperti masuknya perbibitan, pakan, vaksin, dan obat hewan.
“Dan penataan perbibitan yang bebas flu burung harus dilakuukan melalui perbibitan dengan langkah Good Breeding Practice, dan diluar perbibitan dilakukan Good Farming Practice, terutama peternakan komersial dan ayam buras serta ayam local lainnya,” tegas Dirjennak.
Langkah ini dikenal dengan kompartementalisasi dan browning, dengan harapan flu burung dapat dikendalikan dan sekaligus melakukan penataan usahanya. Dalam hal industri pakan secara bertahap akan mendorong dalam penggunaan bahan baku pakan lokal, selanjutnya tempat pemotongan unggas dan perdagangannya akan ditata agar di masa mendatang tidak lagi perdagangan ayam hidup di pasaran tradisional tetapi penjualan dalam bentuk karkas.
Tambah Dirjen, “Saya mengharapkan langkah restrukturisasi ini dapat didukung berbagai pihak termasuk keluarga besar perunggasan priangan timur yang semoga dapat menjadi perintis berubahnya industri perunggasan menjadi grade trade industri.”
Sementara itu Drh Mokhammad Ridwan alumni IPB salah seorang TS SANBE Farma yang diwawancarai Infovet mengatakan, peternak di wilayah ini sebagian besar peternakan skala kecil (1000-2500 ekor). Walaupun begitu, mereka tetap survive menggeluti bisnis dengan kondisi krisis ekonomi global pada saat ini. Dengan semakin tingginya harga bahan pakan, bibit ataupun obat-obatan, perunggasan di priangan timur ini tetap menjadi jantungnya perunggasan Indonesia.
Adapun penyakit yang biasa timbul pada ayam pejantan adalah Kocsidiosis dan gumboro. Sedangkan yang menyerang ayam betina adalah ngorok atau CRD (pada musim pancaroba) dan E. Coli pada musim penghujan tiba. Tetapi semuanya itu bisa teratasi dengan baik. (Fuji)

Post Terkait:

  • Harga Ayam Broiler Pun Turun Drastis, Jadi 10 Ribu… Di Ciamis, ambruknya harga ayam pedaging tidak hanya dialami ayam ras pedaging layer (pejantan) saja. Namun juga dirasakan oleh peternak ayam ras pedaging jenis  broiler (BR).…
  • Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI Munas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • DELAPAN WINDU FKH UGM YOGYAKARTA Peran Dokter Hewan saat ini diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat yang berwawasan lingkungan. Berikut paparan Prof Dr Drh Bambang Sumiarto SU MSc, Dekan Fakultas Kedokteran…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN (( Untuk mempersiapkan DOC untuk memproduksi daging yang efisien dan aman harus melalui tiga tahapan, ketiganya saling berinteraksi satu sama…
  • Broiler kian BERUBAH, bagaimana Manajemennya??? Secara nyata sifat ayam pedaging menurun atau berubah. Kondisi ideal atau keadaan yang tanpa kendala merupakan hal yang tidak mudah ditemui. Maka banyak faktor yang…
  • 30 TAHUN ASOHI Mengabdi (1979-2009) Usai sudah rangkaian kegiatan dalam rangka Peresmian Gedung ASOHI, Rakornas ASOHI, Malam Gathering ASOHI dan Seminar Prospek Perunggasan 2010 yang diselenggarakan mulai dari kantor ASOHI…
  • DIRJEN PKH DAN SEJUMLAH TOKOH DUKUNG SUKSESNYA IIPC… Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta sejumlah tokoh asosiasi menyatakan dukungan terhadap terselenggaranya konferensi internasional perunggasan IIPC (Indonesia International Poultry Conference) Dirjen Peternakan dan Kesehatan…
  • BAGI-BAGI TELUR DI PERINGATAN HARI TELUR SEDUNIA Asosiasi Perunggasan baik petelur maupun pedaging di bawah koordinasi Pusat Informasi dan Pasar (Pinsar) Unggas Nasional mengkampanyekan Hari Telur Sedunia yang jatuh pada 8 Oktober…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Harga Ayam Broiler Pun Turun Drastis, Jadi 10 Ribu… by Agribisnis Di Ciamis, ambruknya harga ayam pedaging tidak hanya dialami ayam ras pedaging layer (pejantan) saja. Namun juga dirasakan oleh peternak ayam ras pedaging jenis  broiler (BR).…
  • Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI by Agribisnis Munas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • DELAPAN WINDU FKH UGM YOGYAKARTA by Agribisnis Peran Dokter Hewan saat ini diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat yang berwawasan lingkungan. Berikut paparan Prof Dr Drh Bambang Sumiarto SU MSc, Dekan Fakultas Kedokteran…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS by Agribisnis Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…

  • 1,202,964
  • 606,808
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI