Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Teknik Budidaya Udang Galah Dengan Padi

Posted on

 

 

Serupa namun tak sama dengan teknik minapadi, budidaya udang galah bisa bersama dengan padi

 

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menggalakkan program Ugadi, dengan mengoptimalkan fungsi lahan sawah irigas. Lahan sawah semakin tergerus akibat alih fungsi, seperti kegiatan pembangunan perumahan dan sarana publik.

 

Ugadi merupakan upaya optimasi pemanfaatan lahan serta meningkatkan pendapatan dari hasil panen padi dan juga udang galah. Budidaya udang galah yang terintegrasi bersama padi di lahan persawahan juga sebagai bentuk pemanfaatan secara nyata dari keterbatasan lahan, serta meningkatkan produksi perikanan.

 

Teknik budidaya ugadi tidak jauh berbeda dengan minapadi, beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan antara lain konstruksi lahan, pengelolaan air, penebaran benih dan pemberian pakan.

 

Persiapan yang dilakukan pertama kali yaitu pengolahan lahan untuk penanaman padi serta pembuatan saluran keliling (kemalir), peninggian pematang dan pembuatan kobakan, dengan ukuran seperti (i) Tinggi pematang 100 cm, lebar dasar 100 cm, lebar atas 75 cm. (ii) Lebar saluran keliling 100 – 200 cm dengan kedalaman 50 cm. (iii) Ukuran kobakan 100x100x20 cm, dilengkapi pembuangan air piva PVC diameter 4 inchi.

 

Pengelolaan kualitas air dalam pelaksanaan ugadi, air di sawah harus terus mengalir, melakukan pemupukan ulangan bila densitas plankton kurang optimal yang ditandai semakin cerahnya air dan memonitor kualitas air seperti suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO).

 

Penebaran benih dilakukan 10 hari setelah tanam padi. Benih berkualitas ditandai dengan ukurannya yang seragam dan gerakannya lincah. Benih ditebar setelah melalui proses adaptasi atau aklimatisasi untuk menghindari stres pada udang. Benih udang galah sebaiknya ditebar berukuran tokolan ukuran bobot 6 – 9 gram/ekor supaya lebih tahan dibanding juvenile. Padat penebaran di sawah adalah 5 – 10 ekor/m2 untuk bobot udang 6 – 8 gram/ekor.

 

Selama pemeliharaan, udang galah diberi makanan tambahan berbetuk pelet dengan protein 30% serta dosisya 4 – 2 % biomassa/hari, frekuensinya yaitu 2 kali/hari, yakni pada sore hari serta malam hari dikarenakan pada saat itu udang lebih aktif.

 

 

Udang galah Siratu dibudidayakan dengan padi

Udang galah strain baru yang di release pada tahun 2015 lalu diberi nama udang galah Siratu. Baik secara fisiologi maupun morfologi, Siratu dengan strain lainya tidaklah berbeda. Tubuh terdiri dari kepala, abdomen dan ekor dengan kaki jalan kedua membesar sebagai alat pencapit. Memiliki duri rostrum 11-14 atau 8-14 yang menjadi penciri spesies Macrobrachium rosenbergii dan warna kuning kehijauan atau biru kehijauan.

 

Larva hidup dengan baik pada salinitas 10-15 ppt dan besar di air tawar. Bersifat omnivora dan makan lebih banyak pada malam hari. “Yang membedakan hanyalah pertumbuhannya yang lebih cepat dan keseragaman lebih tinggi. Hal ini pertanda udang galah Siratu tumbuh baik karena sering berganti kulit, sehingga warna udang akan cerah dan bersih dari organisme penempel seperti lumut dan parasit,” ungkap Perekayasa Madya, Instalasi Pembenihan Udang Galah Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (IPUG BBPBAT) Sukabumi, Dasu Rohmana, S.Pi.,M.Si

Dasu menambahkan, peluang pengembangan Siratu masih sangat besar, karena udang galah sangat diminati oleh masyarakat kita dan merupakan luxury food sehingga pasar sangat terbuka dan apabila ketersediaannya banyak tidak menutup kemunginan akan tercipta pasar ekspor.

 

Banyak pulau di wilayah  Indonesia yang memiliki lahan luas dan air cukup melimpah seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, sehingga prosfektif sekali untuk dikembangkan budidaya udang galah ini di samping perairan-perairan umum seperti danau, waduk dan sungai-sungai besar dalam bentuk CBF (culture based fisheries).

 

Dasu menambahkan kembali, penebaran benih udang galah di lahan padi pada sistem budidaya ugadi dilakukan pada saat umur padi sekitar 15 hari dimana perakaran padi sudah tahan digenangi air. Umur padi sejak tanam sampai panen biasanya berkisar 110-120 hari. Panen udang dilakukan sekitar lima hari sebelum panen padi, sehingga masa tanam udang pada budidaya sistem ugadi hanya berkisar 90-100 hari.

 

“Untuk mendapatkan ukuran udang konsumsi (size 30 ekor/kg) selama masa pemeliharaan 90-100 hari harus ditebar benih udang yang berukuran >5 gram. Biasanya diistilahkan dengan tokolan 2 atau benih hasil pendederan dari juvenil selama 60-75 hari,” pungkasnya.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Post Terkait:

  • Panen, Indikator Evaluasi Usaha Budidaya Panen udang merupakan kegiatan akhir dalam pembesaran udang. Hasil panen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan indikator keberhasilan usaha budidaya udang. Pemanenan pada pembesaran udang…
  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…
  • Cara Merawat Tanaman Bambu Air Cara Merawat Tanaman Bambu Air. Harus Anda tahu terlebih dulu nih ya, bahwasannya bambu air atau yang juga disebut dengan equisetum hyemale ini merupakan salah…
  • Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…
  • Cara Menanam Bonsai Adenium Agar Unik dan Menawan Cara Menanam Bonsai Adenium Agar Unik dan Menawan. Bonsai adenium, dengan batang pendek dan kesan rimbun, menjadi daya tarik bagi pecinta tanaman hias. Cara Menanam…
  • SR Rendah Hantui Zona Kebangkitan Udang Windu di… Oleh : Dr. Tarunamulia, ST., MSc. (Peneliti Madya BRPBAP3-Maros) Pada era tahun 1980-an hingga awal 1990, udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas utama air payau…
  • Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini. Jamur tiram, yang dikenal juga dengan nama Pleurotus ostreatus, adalah salah satu jenis jamur yang…
  • Busmetik, Solusi Petambak Udang Skala Kecil       Pengembangan teknologi Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik atau yang dikenal dengan Busmetik saat ini sedang gencar digalakkan. Pengembangan Busmetik merupakan upaya…
  • Biofertilizer: Alternatif Ramah Lingkungan untuk… Biofertilizer: Alternatif Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah. Di tengah isu krisis pupuk kimia dan kerusakan lingkungan akibat penggunaannya yang berlebihan, biofertilizer hadir sebagai alternatif…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Panen, Indikator Evaluasi Usaha Budidaya by Agribisnis Panen udang merupakan kegiatan akhir dalam pembesaran udang. Hasil panen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan indikator keberhasilan usaha budidaya udang. Pemanenan pada pembesaran udang…
  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur by Agribisnis Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… by Agribisnis Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…
  • Cara Merawat Tanaman Bambu Air by Agribisnis Cara Merawat Tanaman Bambu Air. Harus Anda tahu terlebih dulu nih ya, bahwasannya bambu air atau yang juga disebut dengan equisetum hyemale ini merupakan salah…
  • Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung by Agribisnis Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…

  • 1,202,963
  • 606,807
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI