Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Alih Teknologi dan Sinergi

Posted on

Budidaya udang di timur Bumi Sang Bumi Ruwa Jurai ini terus menggeliat. Sebagai bagian dari provinsi penyumbang—sekaligus lumbung—udang nasional, Lampung Timur menunjukkan gelagat ke arah produksi udang vaname. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi udang vaname yang begitu pesat.

Data Statistik Perikanan Budidaya Tahun 2018 menunjukkan kenaikan produksi udang vaname Lampung Timur secara signifikan, meninggalkan jauh produksi komoditas kerabatnya, yaitu udang windu. Secara berturut-turut, produksi udang vaname dari tahun 2014—2018 dalam ton yaitu 507,3; 974,05;1.481,27; 6.448,78; dan 15.000. Sementara produksi udang windu dari tahun 2014—2018 dalam ton berturut-turut 318,38; 384,47; 382,22; 467,02; dan 346.

Apakah produksi masih bisa ditingkatkan? Jawabnya tentu saja, masih. Masih dari data Statistik Perikanan Budidaya Tahun 2018, terungkap bahwa potensi lahan yang bisa dijadikan tambak seluas 8.775 hektar. Sementara pemanfaatan secara faktual saat ini baru 5.865 hektar. Artinya, masih tersisa 2.910 hektar yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot produksi. Ini baru dari pendekatan ekstensifikasi.

Dari pendekatan intensifikasi? Ada peluang pengembangan teknologi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi. Pasalnya, dari luas lahan yang telah dimanfaatkan untuk tambak, baru 1.095 hektar yang digarap secara intensif. Sementara itu, 970 hektar digarap secara semi-intensif dan 3.800 hektar masih menggunakan sistem tradisional plus. Artinya, 81,32% lahan bisa dinaikkan kapasitasnya menjadi tambak bersistem intensi yang tingkat produktivitasnya jauh lebih baik. Tentu saja, jika dilaksanakan sesuai standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Apakah mungkin meningkatkan kualitas semua tambak menjadi intensif? Jawabannya adalah pasti. Jika semua pihak terkait mau untuk saling bersinergi mewujudkannya.

Kendala besar pada budidaya udang di Lampung Timur saat ini masih berkutat pada masalah penyakit, terakhir WSSV (white spot syndrome virus). Jika menyerang, penyakit ini bisa mengakibatkan kematian massal. Bahkan pada Triwulan I Tahun 2019, serangan WSSV berdampak turunnya produksi hingga 30%.

Awalnya, serangan WSSV diketahui muncul di musim pancaroba, antara Bulan April—Mei dan antara Bulan September—Oktober. Namun, penyakit yang dianggap paling merugikan ini banyak ditemui sepanjang waktu.

Meskipun solusi pencegahan mewabahnya penyakit telah banyak disosialisasikan, tak ayal, program tersebut tak semua bisa dipraktikkan di lapangan. Penyebabnya bisa beragam. Ada dugaan, seringnya muncul kejadian serangan WSSV ini disebabkan akibat penggunaan air media yang sama, antara air buangan (outlet) dan air yang masuk ke tambak (inlet). Sementara itu, adanya sedimentasi pesisir pantai membuat petambak kesulitan mengambil air laut.

Pengadaan tandon masuk dan keluar petak tambak bisa saja menghadapi kendala. Maklum, secara perhitungan kasar, luasan petak tandon tentu bisa menghasilkan jika digunakan sebagai petak tambak. Apalagi bagi petambak sistem tradisional yang hanya mengandalkan luasan kolam. Logika sederhanya, pengadaan kolam tandon akan mengurangi jatah petak produksi. Semakin sempit petak produksi, semakin sedikit pula udang yang dihasilkan.

Di sinilah pentingnya pergeseran pola budidaya, dari tradisional menjadi intensif. Meskipun petak lebih sedikit akibat pengadaan tandon, tetapi bisa memberikan hasil yang sama atau justru lebih banyak. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang mendukung budidaya dengan padat tebar yang lebih tinggi.

Meningkatkan teknologi sama dengan meningkatkan hasil, sekaligus meningkatkan biaya pengadaan alat dan teknologi. Bagi petambak bermodal cekak, tentu hal ini menjadi pertimbangan khusus. Di sinilah letak pentingnya sinergi berbagai pihak untuk memudahkan terjadinya peralihan sistem dan teknologi.

Masuknya para investor dengan dana yang cukup akan sangat membantu petambak untuk memperbaiki sistemnya. Hal ini telah terbukti dari berubahnya beberapa tambak, dari tambak tradisional menjadi intensif. Jika awalnya petak tambak tradisional berukuran 1—2 hektar, menjadi tambak intensif berukuran 1.000—2.000 meter persegi dengan peran investor dari luar daerah. Hasilnya, perkembangan produksi udang vaname melejit.

Faktor penting lain yang menjadi harapan petambak adalah pendalaman saluran air untuk mengatasi masalah pendangkalan akibat sedimentasi. Dengan normalisasi saluran tersier melalui program PITAP (Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif), tentu akan sangat membantu para petambak. Di sinilah peran instansi terkait sangat berperan bagi kemajuan industri perudangan Lampung Timur.

Maklum, pergeseran sistem dari tradisional ke intensif bukan saja prestise bagi Lampung Timur sebagai salah satu penghasil udang vaname, tetapi secara nyata juga akan meningkatkan pendapatan para petambak. Dengan beralih teknologi, seorang petambak bisa menghasilkan 1—1,5 ton udang per 1.500 meter persegi. Padahal, tambaknya dulu hanya menghasilkan udang sebanyak 2 kuintal dan bandeng 3 kuintal per hektar. Nah, ingin lebih baik, mari bersinergi. (Rochim)

Post Terkait:

  • Merawat Warisan Budidaya Sudah jamak berlaku di belahan bumi mana pun, merawat tradisi budaya yang baik adalah upaya untuk menjaga kelestarian peradaban manusia. Ambil yang baik, buang buruknya.…
  • Ikatan Alumni Perikanan Undip dan BBPBAT Sukabumi… TANGERANG SELATAN - Alumni Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Perikanan Undip ( KERAPU) se- Jabodetabek bekerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air…
  • Outlook Penyakit Ikan dan Udang 2019   Diawali dengan penandatanganan MoU antara Info Akuakultur dan Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO), oleh Pemimpin Redaksi, Ir. Bambang Soeharno dan Ketua Himperindo, Dr. I Nyoman…
  • selamat ulang tahun yang ke-3 Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Akuakultur…..     Pembangunan sektor perikanan termasuk perikanan budidaya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Hal ini tidak terlepas dari komitmen…
  • KKP Kembangkan Artemia Untuk Kurangi Ketergantungan Impor Kemandirian perikanan budidaya terus diwujudkan. Salah satu caranya adalah kemandirian di bidang pakan atau sarana budidaya ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal…
  • Siap Berperan di Sektor Budidaya Udang Indonesia Di sela-sela rapat yang digelar selama dua hari, 27-28 Maret 2019 di Hotel Santika BSD City, Himpunan Perekayasa Indonesia (Himperindo) memanfaatkan waktu untuk diskusi majalah…
  • Minapoli Selenggarakan Digifish 2018 Bertempat di Menara Multimedia Telkom Jakarta, Senin 7 Mei 2018 berlangsung sebuah acara  bertajuk Digifish 2018, sebuah event digitalisasi industri perikanan . Acara yang dimulai pukul 09.00 sampai 15.00 WIB…
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua… Batang, Jawa Tengah — Reuni Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Kafapet Unsoed) angkatan 1985 berlangsung sukses dan meriah di Hotel Sendang Sari, Kabupaten…
  • Terobosan pada Industri Patin Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar acara Marine & Fisheries Business & Investment Forum (MFBIF) pada 11 April 2018 di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta.…
  • Peluang Besar untuk Perikanan Indonesia Pameran terbesar di bidang industri peternakan dan pakan ternak di Indonesia, Indo Livestock 2018 atau The 13th Indonesia’s No 1 International Livestock, Feed, Dairy and…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Merawat Warisan Budidaya by Agribisnis Sudah jamak berlaku di belahan bumi mana pun, merawat tradisi budaya yang baik adalah upaya untuk menjaga kelestarian peradaban manusia. Ambil yang baik, buang buruknya.…
  • Ikatan Alumni Perikanan Undip dan BBPBAT Sukabumi… by Agribisnis TANGERANG SELATAN - Alumni Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Perikanan Undip ( KERAPU) se- Jabodetabek bekerjasama dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Air…
  • Outlook Penyakit Ikan dan Udang 2019 by Agribisnis   Diawali dengan penandatanganan MoU antara Info Akuakultur dan Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO), oleh Pemimpin Redaksi, Ir. Bambang Soeharno dan Ketua Himperindo, Dr. I Nyoman…
  • selamat ulang tahun yang ke-3 by Agribisnis Assalamualaikum Wr. Wb. Salam Akuakultur…..     Pembangunan sektor perikanan termasuk perikanan budidaya merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Hal ini tidak terlepas dari komitmen…
  • KKP Kembangkan Artemia Untuk Kurangi Ketergantungan Impor by Agribisnis Kemandirian perikanan budidaya terus diwujudkan. Salah satu caranya adalah kemandirian di bidang pakan atau sarana budidaya ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal…

  • 1,202,709
  • 606,553
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI