Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Waspada: Acanthocephala Melabrak | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan

Posted on

 

 

Gambar 1: Kutu frenki.

Infestasi cacing pada unggas bukanlah hal yang baru, para peternak layer dan breeder pasti sudah paham betul. Hal ini dimaklumi mengingat kejadiannya melibatkan vektor biologis. Frenky atau Alphitobius diaperinus adalah vektor yang cukup populer selain lalat rumah Musca domestica, semut ataupun kutu pakan Sitophillus, Tribolium. Meskipun kejadian infestasi Nematoda bisa tanpa vektor yakni dengan cara menelan  telur cacing.


Litter memberikan peluang ideal terhadap suburnya perkembangan telur cacing dan vektornya. Telur cacing bisa bertahan beberapa bulan hingga satu tahun lebih di litter atau tanah. Oleh karena itu sekali flok itu terinfeksi oleh cacing maka seluruh lingkungan farm akan mudah terkontaminasi oleh telur cacing yang infektif. Dengan demikian propilaktik program terhadap cacing sebaiknya dijadikan standar prosedur manajemen di peternakan layer dan breeder.

Beberapa temuan baru di lapangan saat ini adalah munculnya beberapa kasus cacing Acanthocephala yang telah diidentifikasi sebagai famili Gigantorhyncidae, genus Mediorhynchus. Meskipun kejadian serupa beberapa tahun lalu pernah dilaporkan oleh team Parasitologi, FKH, UGM didaerah Klaten dan Yogyakarta. Namun saat ini kasus outbreak meluas didaerah sentral peternakan layer Solo. Ketika dilakukan post-mortem oleh team Novindo, Drh Ditya Pangesta pada ayam secara acak ditemukan puluhan cacing Mediorhynchus gallinarum di dalam intestinal.

Gambar 2: Mediorhynchus gallinarum.
(Dok. Ditya)

Dari temuan itu kemudian diamati bahwa bentuk cacing gilig berwarna putih agak kekuningan dan kulitnya tebal. Dibagian ujung anteriornya menempel/ mengait pada dinding usus sehingga agak sulit untuk melepasnya. 


Gejala Klinis dan Perubahan Patologi
Pada observasi di lapangan derajat infestasi yang ringan sampai sedang cenderung tidak menampilkan gejala klinis yang spesifik. Ayam terlihat sehat, tidak pucat ataupun lesu dan produksi normal. Ketika dilakukan post-mortem tidak nampak gambaran patologi yang spesifik, hanya data recording di farm menunjukkan feed intake yang lebih tinggi. Hal ini dimungkinkan karena kompetisi antara cacing dan intestinal ayam dalam absorpsi nutrien.


Adapun perubahan patologi yang di sebabkan oleh infestasi cacing Acanthocephala dalam jumlah banyak menyebabkan radang granuloma pada dinding intestinal.


Infeksi berat menyebabkan terjadinya obstruksi dan peradangan yang serius pada intestinal yang bisa menyebabkan colitis (Dorcas P et al., 2015). Disamping itu terjadi emasiasi (kurus) dan kelemahan, penetrasi pada dinding usus menyebabkan peritonitis (Urquhart et al., 1987)


Proses Transmisi Acanthocephala
Acanthocephala merupakan endoparasit yang dalam siklus hidupnya membutuhkan dua hospes atau inang. Hospes awal biasanya insekta atau moluska yang menelan telur cacing yang ada ditanah atau feces kemudian bergerak ke intestinal inang dan bertransformasi menjadi infektif. Kemudian dilepaskan oleh hospes awal atau ditelan oleh hospes utamanya yakni unggas dan akan menjadi dewasa di intestinal. Dengan cara mengkait ujung anteriornya berupa proboscis  ke dinding intestinal untuk menyerap nutrisi.


Distribusi infestasi cacing ini diperkirakan penyebarannya  tergantung pada seberapa jauh dan meratanya insekta yang bertindak sebagai hospes awal atau inang antara. Dan saat ini keberadaannya mungkin masih berkisar di area tertentu atau telah meluas masih  belum teridentifikasi dengan baik. 


Diagnosa 
Diagnosa simptomatis infestasi cacing secara umum sulit dilakukan karena beberapa gejala yang muncul bisa mirip dengan coccidiosis atau penyakit infeksi lainnya. Namun beberapa kejadian perlu dicatat sebagai diagnosa awal: mortalitas yang berlebihan, tingkat keseragaman flok yang tidak merata, pertumbuhan yang jelek, bulu kasar, pial pucat/anemis, berat telur berkurang, daya tetas menurun, diare.


Observasi telur cacing Acanthocephala dari feses ayam yang terinfeksi adalah cara yang tepat. Dengan teknik sedimentasi menggunakan ethyl acetat/ formalin lebih disarankan (Markell et al., 1999). Dibawah mikroskop akan terlihat gambaran membran yang mengelilingi Acanthor spine.



Diagnosa paling mudah dan tepat adalah dengan melakukan post mortem pada beberapa sampel ayam yang dicurigai. Telusuri pada seluruh bagian usus halus, maka akan ditemukan cacing Acanthocephala dengan spesies Mediorhynchus gallinarum.

Gambar 3: Infestasi ringan
Mediorhynchus gallinarum. (Dok. Ditya) 

Telur Cacing Sulit Dirusak
Pada umumnya telur cacing masih tetap infektif selama beberapa bulan bahkan satu tahun lebih pada lingkungan yang mendukung. Mempunyai dinding yang tebal sehingga hampir semua desinfektan tidak mampu merusaknya. Bahkan tetap survive pada 0.1 N sulphuric acid atau 2% formol. Kritikal lingkungan adalah temperature < 15°C atau > 34°C, tidak ada oksigen, sinar matahari langsung.


Strategi Pengendalian Cacing
Jamaknya peternak komersial dan mungkin breeder tidak secara implisit melakukan deworming program. Mereka lebih memilih treatment pada waktu muncul kasusnya (conventional deworming). Padahal sekali lagi bahwa kasus cacing lebih sering subklinikal, jadi sulit mendeteksi dini. Sehingga jika dibuatkan grafik akan nampak kurang menarik.

Dok. Jenssen Animal Health.

Jika demikian maka perlu dibuatkan suatu strategi yang benar agar kasusnya bisa ditekan seminimal mungkin. Pada ayam umur dibawah 10 minggu sebaiknya cukup diberikan program pemberian piperazine atau levamizole mengingat kejadian infeksinya kerap hanya nematoda (cacing gilig). Namun menginjak umur 13-16 minggu sebaiknya diberikan program pencegahan menggunakan yang broad spectrum (Flubendazole). Kemudian ulangi dengan berdasar periode prepaten agar eradikasinya bisa maksimal. Untuk cacing Acanthocephala karena penulis belum menemukan referensi periode prepatenya, maka disarankan pengulangannya mengikuti periode prepaten yang terpendek.




Program ini jelas jauh lebih baik dibandingkan pola konvensional, baik dari segi biaya ataupun kerugian yang diakibatkan infestasi cacing di lapangan.


Pengobatan Outbreak Acanthocephala
Pemberian golongan piperazine, levamisol, ivermectin ataupun flubendasol bisa dijadikan pilihan. Bila mengacu pada cara kerjanya ketiga produk yang pertama mempengaruhi sistem neuromuskuler sehingga mengakibatkan paralisa dari cacing dewasa. Berbeda dengan flubendasol yang kerjanya selektif ikatan terhadap ᵝ tubulin struktur tubuh cacing. Sehingga terjadi kegagalan formasi mikrotubuli yang berakibat hambatan pembentukan kutikula, digesti & absorpsi juga produksi telur cacing. Dengan demikian telur, larva dan cacing dewasa akan mati, re-infestasi bisa ditekan.


Pengendalian Insekta
Hal yang tidak boleh dilupakan dalam pengendalian cacing adalah eradikasi optimal insekta di farm. Mustahil memberantas kasus cacing tanpa melibatkan pengendalian vektor. Dengan menggunakan berbagai jenis golongan insektisida, perlu dicatat mengenai jenis formulasinya serta  konsultasikan dengan produsennya. Karena akan mempunyai efektifitas yang berbeda meskipun zat aktifnya sama.

Drh Hananto PT Bantoro

Head of Technical & Marketing

PT Novindo Agritech Hutama

 

Post Terkait:

  • Menghindari Serangan IBH (Inclusion Body Hepatitis)… Pemeliharaan broiler prosesnya sangat cepat. Untuk mencapai finish dengan normaldiperlukan kondisi fit sejak kedatangan DOC di farm, yang tidak hanya berpedoman padakondisi fisik secara kasat…
  • Kenali dan Hindari Cacing Lambung Haemonchus Contortus Domba yang digembalakan lebih mudah terkena cacing H. contortus.Performa produksi domba dan kambing salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas ransum pakan yang diberikan. Rumput…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Anthelmentika Alami Hijauan Pakan | Majalah Infovet… Haemonchus contortus, salah satu nematoda yang sering ditemukanpada ternak kambing, domba dan sapi. ((Kearifan lokal peternak memanfaatkan pakan dedaunan (Jawa: ramban), secara tidak langsung melindungi…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • GELIAT SENYAP BETA-GLUCAN | Majalah Infovet I… Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI) Pada era pasca non-AGP (antibiotic growth promoter), disamping konsistensi implementasi konsep-konsep biosekuritas di lapangan, juga optimalisasi sistem imunitas…
  • Menjaga Kesehatan dan Performance Sistem Pencernaan… Diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam memilih dan menggunakan feed additive atau kombinasi beberapa feed additive yang akan ditambahkan ke dalam sediaan pakan, untuk menjaga kesehatan dan…
  • BIOSEKURITI TIGA ZONA, ALTERNATIF AMPUH NAIKKAN PERFORMA Biosekuriti, aspek yang penting diaplikasikan dalam peternakan namun kurang dimaksimalkan oleh para peternak di Indonesia. Sejak beberapa tahun silam, FAO ECTAD giat mengkampanyekan sistem biosekuriti…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Menghindari Serangan IBH (Inclusion Body Hepatitis)… by Agribisnis Pemeliharaan broiler prosesnya sangat cepat. Untuk mencapai finish dengan normaldiperlukan kondisi fit sejak kedatangan DOC di farm, yang tidak hanya berpedoman padakondisi fisik secara kasat…
  • Kenali dan Hindari Cacing Lambung Haemonchus Contortus by Agribisnis Domba yang digembalakan lebih mudah terkena cacing H. contortus.Performa produksi domba dan kambing salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas ransum pakan yang diberikan. Rumput…
  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Anthelmentika Alami Hijauan Pakan | Majalah Infovet… by Agribisnis Haemonchus contortus, salah satu nematoda yang sering ditemukanpada ternak kambing, domba dan sapi. ((Kearifan lokal peternak memanfaatkan pakan dedaunan (Jawa: ramban), secara tidak langsung melindungi…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… by Agribisnis Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI