
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyebutkan tiga masalah yang menghambat produksi susu sapi Indonesia. Kondisi tersebut membuat kebutuhan susu masih didominasi oleh produk impor.
Teten mengatakan tiga masalah tersebut adalah bibit sapi yang tidak produktif, minimnya ketersediaan lahan untuk pakan, serta permodalan. Hal ini yang membuat selisih antara konsumsi dan produksi susu masih tidak seimbang.
Imbuhnya, konsumsi susu mencapai 9 juta ton per tahun. Sedangkan dari data Badan Pusat Statistik, produksi susu sapi 2018 hanya 909 ribu ton. “Mereka (peternak) pernah jaya, tahun 1998 kemudian turun karena ada beberapa problem,” kata Teten di Jakarta, Kamis (26/12/2019).
Guna meningkatkan produktivitas, sambung Teten, perlu peremajaan bibit agar menghasilkan sapi yang produktif. Selain bibit, pemerintah juga membuka kans impor sperma sapi untuk mendapatkan jenis yang bagus.
Lebih lanjut, Teten menjelaskan saat ini mayoritas peternak kecil telah memiliki koperasi sehingga semakin memudahkan untuk mendapatkan bantuan modal. “Kelembagaannya sudah bagus tinggal genjot produksi,” kata dia.
Menurut Teten, masih ada ruang besar bagi peternak untuk memacu produksi lantaran konsumsi masyarakat terus bertambah. Dia juga akan menggandeng Kementerian Pertanian untuk terus mencari cara manambah pasokan komoditas pangan.
“Kalau permintaannya masih tinggi karena industri susu ini tumbuh 15% setahun,” ujar Teten.
Dari data BPS, produksi susu segar nasional pada 2018 turun 2% menjadi 909,6 ribu ton dari 928,1 ribu ton pada 2017. Padahal sejak tahun 2014 produksi susu segar nasional selalu meningkat. (Sumber: katadata.co.id)
Post Terkait:
- Drama Impor Sapi Bakalan Catur Wulan III Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, rupanya tak main-main dengan janjinya, yakni mewajibkan importir memasok 20% sapi indukan dari kuota sapi bakalan yang diterimanya. Dengan tidak adanya…
- MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
- DISERBU AYAM IMPOR BRASIL, BAGAIMANA NASIB SEKTOR… Kendati memenangkan gugatan di WTO, ayam Brasil belum tentu mudah masuk ke Indonesia (Foto: Google Image) Oleh : Rivan Kurniawan - Indonesia Value Investor Rivan…
- Tahun 2018 Peternakan Diprediksi Masih Tumbuh di… Pemerintah diharapkan memiliki cetak biru (blueprint) pembangunan peternakan yang diketahui dan disepakati oleh semua pemangku kepentingan peternakan, sehingga semua pihak memahami dan juga mendukung akan kemana…
- POTRET BISNIS PETERNAKAN 2017 DAN PREDIKSI 2018… Selama 2017 dan mungkin masih dilanjutkan pada 2018, ada dua program nasional di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang terkait langsung dengan pembangunan binis dan…
- Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…
- REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
- Menantang Peluang Usaha Integrasi Sawit-Sapi Integrasi usaha perkebunan kelapa sawit dan usaha budidaya sapi potongmemberikan harapan meningkatnya produksi dan produktivitas kedua komoditas tersebut. ((Perkebunan kelapa sawit merupakan lumbung pakan yang…
- Permentan Nomor 26 Tahun 2017 Wujudkan Kemandirian Pangan Pemerintah tengah berusaha keras mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah. Salah satu upaya dilakukan dengan menerbitkan Permentan Nomor 26 Tahun 2017 tentang…
- Rawan Hijauan Pakan, (Masihkah) Silase jadi Solusi Bahan baku seperti rumput raja, dedak padi dan molasses. (Foto: Dok. pribadi) ((Ketahanan pakan bukan melulu soal sukses menyediakan, tetapi juga soal kemampuan bertahan menghadapi…