Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KORPORASI PETERNAKAN MEMPERKUAT PEREKONOMIAN RAKYAT

Posted on
Pembentukan korporasi peternakan rakyat bisa menjadi kunci penting dalam pemberdayaan sumber daya lokal dalam menjamin keberlanjutan produksi peternakan. Korporasi peternakan adalah kelembagaan ekonomi peternak, berbentuk badan hukum seperti koperasi atau badan hukum lainnya, dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh peternak.
 
Dalam sejarahnya hingga yang terjadi saat ini, korporasi rakyat seperti koperasi bahkan telah mejadi lembaga penyelamat perokonomian rakyat di berbagai negara di belahan dunia. Kemajuan perekonomian rakyat telah ditunjukkan oleh peran penting koperasi-koperasi di banyak negara, seperti yang terjadi saat adanya resesi dunia pada 1930 dan pasca Perang Dunia II.

Kala itu di wilayah perdesaan di banyak negara di dunia, koperasi-koperasi pertanian mampu membantu para petani bertahan dari depresi ekonomi. Di sisi lain, yang terjadi di perkotaan, koperasi berperan penting dalam membangun kembali perumahan rakyat yang hancur semasa perang.

Korporasi milik rakyat kian menunjukkan peran nyata seperti yang terjadi di Kanada yang melahirkan Credit Union, sebuah koperasi kredit terbesar di dunia saat ini, sementara di Belanda muncul Frisian Flag yang tampil sebagai salah satu produsen susu terbesar di dunia yang berbasis pada koperasi peternakan. Produsen susu tersebut kini merupakan koperasi peternak sapi perah terbesar dunia yang berpusat di Belanda dan beranggotakan sebanyak 17.413 peternak sapi perah di Belanda dan Jerman. Di Belanda pula, telah lahir sebuah koperasi petani bernama Rabobank, yang bahkan sanggup mendirikan cabang-cabangnya di banyak negara.

Adapun di New Zealand, koperasi peternakan telah melahirkan produsen susu terkemuka yang produknya banyak diekspor ke Indonesia, yakni koperasi susu multinasional yang dimiliki oleh 10.600 peternak Selandia Baru. Perusahaan ini bahkan tercatat menguasai 30% ekspor produk susu dunia. Demikian juga di Jepang dan beberapa negara-negara Skandinavia, tidak ada usaha di sektor pertanian yang tidak dikelola koperasi.

Korporasi Peternakan

Pengembangan sebuah korporasi peternakan pernah dibahas secara mendalam dalam Indonesia Livestock Club (ILC) #Edisi06, oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Dr Soeharson, beberapa waktu lalu.

Soeharsono mengemukakan bahwa korporasi peternakan sangat diperlukan untuk kemajuan peternakan ke depan dan hal itu mesti didukung dengan adanya kawasan peternakan yang merupakan gabungan dari sentra-sentra peternakan dan komponen pendukungnya yang harus memenuhi syarat batas minimal skala ekonomi pengusahaan. Kawasan peternakan itu harus dilakukan dengan efektivitas manajemen pembangunan wilayah secara berkelanjutan, serta terkait secara fungsional dalam hal potensi sumber daya alam, kondisi sosial budaya, faktor produksi dan adanya infrastruktur penunjang.

Pengembangan kawasan peternakan berbasis pada korporasi peternak tersebut merupakan strategi penting dalam pemberdayaan ekonomi rakyat, dengan tujuan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing suatu wilayah.

Pengembangan kawasan peternakan juga dapat memperkuat sistem usaha peternakan secara utuh dalam satu manajemen kawasan, sekaligus dapat memperkuat kelembagaan peternak dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan, hingga dalam hal pengolahan dan pemasarannya. 

Jika hal itu dapat diwujudkan, maka rantai pasok suatu produk hasil peternakan dapat terkoordinasi dalam keseluruhan proses sejak dari penyiapan awal proses produksi, serta penyaluran produk hingga ke konsumen, sejak dari proses penyediaan input, proses produksi, transportasi, pergudangan, distribusi, hingga penjualan dan pengirimannya ke masyarakat sebagai konsumen.

Pergerakan produk peternakan tersebut harus difasilitasi oleh unit usaha logistik dan transportasi khusus untuk dapat menjamin bahwa produk hasil peternakan dapat sampai kepada konsumen dengan baik, tepat waktu dan dalam kondisi kualitas terbaik. ***

Andang S. Indartono

Koordinator Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI)

Sumber : http://www.majalahinfovet.com/

Post Terkait:

  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • SISI INTERNAL SISKESWANAS DAN PERDAGANGAN BEBAS SISI INTERNAL SISKESWANAS DAN PERDAGANGAN BEBAS(( Semua kekuatan mestinya dimulai dari sisi internal. Bila sisi internal kuat, sisi eksternal akan dapat disikapi atau menyikapi. ))Berbagai…
  • Deptan: Prospek dan Arah Pengembangan Perunggasan Diambil dari kebijakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) yang dulu sempat diresmikan Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 11 Juni 2005. RPPK…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • MENGAPA MEREKA MEMILIH BOLUS ??? Edisi 167 Juni 2008Gunung Kidul Gudang Sapi Indonesia yang Bebas CacingPilihan memang selalu mempunyai dasar yang kuat. Apapun pilihan itu pasti sudah melalui proses berbagai…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Problem Imunosupresi Melawan Mikotoksin | Majalah… by Agribisnis Fokus Infovet edisi 164 Maret 2008Oleh: Tony Unandar (SAS Group)(( Selain berbekal kemampuan teknis yang memadai, seorang praktisi lapangan kadang kala membutuhkan suatu instuisi yang…

  • 1,235,306
  • 637,697
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI