Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

MENGAPA MEREKA MEMILIH BOLUS ???

Posted on

Edisi 167 Juni 2008
Gunung Kidul Gudang Sapi Indonesia yang Bebas Cacing

Pilihan memang selalu mempunyai dasar yang kuat. Apapun pilihan itu pasti sudah melalui proses berbagai pertimbangan yang bermuara pada sebuah eksekusi atau keputusan. Demikian juga dengan tindakan terapi sebuah penyakit yang terkait dengan pemakaian obat. Lebih sempit lagi, jika bahasan ini diarahkan pada keputusan memlih bentuk atau sediaan obat untuk sebuah tindakan.
Sebuah obat, ada yang bisa berwujud cair, gas juga padat. Yang berbentuk cair bisa juga bermacam-macam lagi manifestasi cara penggunaannya. Sebut saja cairan injeksi, cairan minum, cairan oles, cairan semprot dan lain masih banyak. Sedang yang berbentuk padat bisa beraneka wujud sepertri, serbuk, pil, tablet, kaplet, kapsul, salep dan yang berbentuk bolus.
Membicarakan obat hewan untuk mengobati tenak yang mengalami kecacingan, maka ada obat yang tersedia pada umumnya banyak tersedia dalam aneka bentuk seperti cairan untuk diminumkan, cairan untuk di injeksikan, juga dioleskan dan yang lainnya adalah berbentuk padat.
Para praktisi dokter hewan, mempunyai preferensi atau kecocokan individual dalam menentukan obat anti cacing untuk langkah suatu terapi. Ada yang cocok dengan obat anti cacing injeksi. Ada juga yang cocok dengan yang berbentuk cairan untuk diminumkan. Namun ada juga yang lebih sreg dan lebih mantap jika dengan obat anti cacing yang berbentuk kaplet atau bolus.
Ada sebuah kabupaten di propinsi Yogyakarta, dimana preferensi para praktisi dokter hewan yang maniak bolus atau kaplet. Sangat jarang ditemui obat anti cacing di kawasan itu selain kaplet atau bolus. Mengapa demikian? Sebuah pertanyaan yang memang menggelitik dan layak untuk dicarikan jawabannya. Dan kabupaten yang merupakan sentra ternak sapi, kambing paling potensial di Indonesia itu adalah Gunung Kidul Yogyakarta. Sebuah Kabupaten yang wilayahnya paling luas di propinsi Yogyakarta dan juga wilayahnya berupa perbukitan dan pegunungan kering itu adalah salah satu gudang ternak yang potensial, karena setiap hari memasok ternak untuk kawasan Jabodetabek.dan Surabaya
Hampir tiada warga di kabupaten itu yang tidak memiliki ternak sapi apalagi kambing. Hampir secara merata setiap keluarga memiliki ternak yang dikelola dengan aneka cara dan tingkatan. Ada yang dilepas di perbukitan tanpa pernah diawasi, akan tetapi ada yang setengah diawasi, dikandangkan. Dan ada pula dari mereka yang jumlahnya tidak sedikit, dimana mereka telah memelihara dengan sistem pengelolaan cukup maju dan baik.
Adalah Drh Martini Praktisi Dokter Hewan yang juga pegawai pada Dinas Peternakan Kabupaten Gunung Kidul dan Ir Agus Setyawan pemilik SARI PS mengungkapkan perilaku peternak dan Dokter Hewan di daerah itu kepada Infovet.
Menurut Drh Martini, perilaku dan kebiasaan para praktisi dokter hewan di Gunung Kidul dalam memakai obat anti cacing adalah dengan menggunakan bentuk bolus atau kaplet. Hampir tidak ada praktisi yang menggunakan preparat anthelmintik itu yang berbentuk cair minum apalagi Injeksi.
Mengapa demikian? Drh Martini maupun Ir Agus merasa sangat sulit menjawab kebiasaan itu, terutama jika terkait mulai kapan itu mulai menjadi kebiasaan. “Sebelum saya bertugas di daerah ini, kebiasaan mereka memakai obat anti cacing bentuk bolus sudah ada. Waktu saya bertugas di Kabupaten Bantul, justru obat anti cacing yang berbentuk cair yang paling banyak digunakan,” ujar Martini.
Demikian juga dengan penuturan Agus, bahwa sebagai penjual hanya mengikuti selera konsumennya. Konsumen yang dimaksud Agus adalah para praktisi Dokter Hewan dan para peternak. “Pernah saya menjual dan menyediakan obat anti cacing yang berbentuk cair, ternyata tidak laku. Permintaan konsumen adalah yang berbentuk bolus dan kaplet. Ketika ia tanyakan kepada para pembelinya tentang alasan memilih bolus dan kaplet ternyata mereka sangat beragam jawabannya,” jelas Agus.
Menurut Martini, alasan dan dasar memilih yang berbentuk bolus atau kaplet karena alasan praktis pemakaian dan paling murah dan mudah diperoleh di pasar. Memang dibandingkan obat anti cacing cair, baik injeksi maupun untuk diminumkan yang berbentuk bolus/kaplet relatif praktis penyediaan maupun pemberiannya.
Jika cairan injeksi, tentu hanya para dokter hewan yang bisa melakukan. Sedangkan bentuk cair untuk diminumkan, untuk membeli harus utuh dalam kemasan 1 liter. Sehingga tentu saja dari aspek ekonomis menjadi mahal.
Berbagai kelebihan menurut Agus maupun Martini yang berbentuk bolus atau kaplet antara lain : mudah diperoleh di pasaran secara ecer, selain itu lebih murah karena cukup membeli sesuai keperluan alias tidak perlu membeli sebanyak 1 liter (cair), tanpa bantuan dokter hewan para peternak bisa melakukan sendiri. Dan yang paling penting para peternak bisa melakukan hal itu secara periodik sesuai saran para dokter hewan dalam pengobatan dan pencegahan infeksi cacing.
Secara khusus Martini, melihat bahwa aspek kebiasaan menjadi alasan dan pertimbangan utama para Dokter Hewan dan peternak. Konon, menurut informasi memang sejak 30 tahun yang lalu pemakaian obat anti cacing bentuk kaplet atau bolus diperkenalkan dan dipakai. Sehingga kini, baik para peternak maupun dokter hewan akhirnya menjadi terbiasa. Saat ini praktisi dokter hewan dan peternak seolah sangat lekat sekali dengan obat anti cacing berbentuk bolus tersebut.
Tidak heran jika istilah pengobatan cacing meski dengan merk apapun lebih afdol dan mereka menyebut sebagai di-vermo sesuai dengan merek obat tersebut. Penguasaan pasar merk tersebut akhirnya menjadikan sebuah kebiaasan dan penyebutan yang berkonotasi merk tersebut. Masalah efektivitas dan keandalan merk tersebut sudah menjadi sebuah fakta yang sulit terbantahkan.
Fakta besar yang sulit terbantahkan dan menjadi buruan utama para pedagang sapi, bahwa sapi-sapi dari daerah Gunung Kidul relatif tidak pernah yang mengalami kasus infeksi cacing hati atau Fasciolosis. Hampir pasti dan menjadi jaminan bahwa sapi dari daerah ini terbebas dari kasus cacing hati. Dan obat cacing bolus ini menjadi salah satu obat anti cacing yang mempunyai kontribusi besar, selain memang kondisi geografis daerah itu.
Seperti diungkapkan oleh Drh Martini bahwa kasus nihilnya infeksi Fasciolosis di kabupaten Gunung Kidul selain dari kesadaran yang begitu tinggi para peternaknya dalam program kesehatan rutin anti cacing juga oleh karena secara geografis bibit cacing Fasciola sp.sangat kecil bisa hidup di daerah kapur.
Menurut Martini lebih lanjut, bahwa kondisi geografis kabupaten ini yang berbukit kapur dan karang laut serta kering, maka sangat kecil kemungkinan bagi cacing itu dari berbagai stadiumnya untuk bisa hidup. Namun tidak demikian dengan cacing jenis lainnya seperti cacing gilig, ada potensi untuk menginfeksinya. Meski demikian, oleh karena peran dinas peternakan dan dokter hewan lapangan juga didiukung para peternaknya sendiri yang secara aktif melakukan pengobatan periodis, maka memang kasus infeksi cacing sampai pada tahap berat sangat jarang terjadi.
Memang tidak gampang menumbuhkan kesadaran itu, namun keberhasilan kabupaten ini pantas menjadi panutan daerah lain dalam meningkatkan produktifitas ternaknya dan kesejahteraan para peternaknya. (iyo)

Post Terkait:

  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • LARA PETERNAK KARENA KHOLERA | Majalah Infovet I… Edisi 165 April 2008Di kalangan peternak kholera ayam lebih sering disebut ”berak hijau”. Nama itu berkaitan dengan feses atau kotoran yang dikeluarkan yang sakit berwarna…
  • PENYAKIT 2006, KEBANGKRUTAN, PEMBERANTASAN DAN KESERIUSAN (( Penyakit-penyakit itu jelas merugikan dan membangkrutkan dunia peternakan serta bahkan juga memungkinkan manusia tertular. Ada yang dapat menyebabkan kerugian langsung yang dapat dilihat dan…
  • Ketika Ternak (Jangan) Diserang Cacing Marilah berorientasi pada pengendalian penyakit, tindakan konprehensif yang tidak semata-mata menekankan pada pengobatan untuk mengobati setelah kasus penyakit terjadi.Itulah yang ingin dikatakan Hanafiah dan Dwi…
  • Kementan Genjot Populasi Sapi Belgian Blue untuk… Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat terutama yang berasal dari daging sapi. Salah satunya adalah pengembangan sapi BB (Belgian Blue)…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • ”SERGAPAN KEPALA BENGKAK” | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 163 FebruariBANYAK peternak menamai penyakit yang satu ini dengan ”kepala bengkak”. Oleh karena memang manifestasi yang paling spesifik adalah bagian depan kepala ayam yang…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik by Agribisnis (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…

  • 1,202,763
  • 606,607
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI