Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

MENTERI EDDY TEGASKAN SIDAT BANYUWANGI BERKUALITAS TERBAIK

Posted on

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan panen sidat di Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut selama ini dikenal sebagai daerah penghasil ikan sidat terbaik di Indonesia. Di Jepang, sidat lebih banyak dikenal dengan sebutan unagi.

Didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, panen sidat tersebut dilakukan di kolam pembesaran sidat milik PT Iroha Sidat Indonesia, kelompok usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang berlokasi di Desa Bomo, Banyuwangi. Turut serta dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin.

Edhy mengatakan, salah satu potensi perikanan yang besar dan masih bisa dikembangkan adalah sidat. Edhy menjelaskan, pengembangbiakkan sidat tidaklah mudah. Karena belum bisa dilakukan lewat pembibitan, hanya bisa secara alami di sungai-sungai dan muara. Seperti yang ada di Banyuwangi ini, lanjut Edhy, semua dilakukan dengan memadukan gerak perusahaan dan mitra masyarakatnya.

“Pabrik di Banyuwangi ini berhasil melakukan pembesaran sidat dengan baik. Sidat Banyuwangi ini salah satu dengan kualitas terbaik dan nilai ekspornya termasuk yang paling mahal di Indonesia. Dengan produksi mencapai 100 ton per tahun, harganya mencapai Rp500 ribu per kilogram,” ujar Edhy kepada detikcom.

Sidat dari Banyuwangi ini dikirim ke berbagai negara, terutama Jepang.

Saat ini Indonesia berada di urutan ke-10 negara pengekspor sidat. Namun berbicara kualitas, sidat atau yang juga dikenal dengan unagi itu, Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

“Banyak permintaan sidat dari berbagai negara, karena kualitas sidat Indonesia termasuk Banyuwangi merupakan yang terbaik di dunia. Satu kilogram sidat dihargai Rp.500.000,” kata Eddy.

Untuk itu Eddy meminta agar warga Banyuwangi bisa didorong untuk budidaya sidat. “Seperti pabrik ini bisa menjadi semacam plasma bagi masyarakat untuk bisa budidaya sidat,” kata menteri 47 tahun itu.

Banyuwangi sendiri dikenal sebagai daerah penghasil sidat kualitas terbaik di Indonesia. Bahkan Banyuwangi dijadikan pilot project taman tecnologi (technopark) pelatihan budidaya sidat dan sebagai inkubator sidat pertama di Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2014.

Banyuwangi dijadikan pusat pengembangan sidat karena air bakunya berkualitas. Kementerian pernah mengadakan riset, bahwa per 25 miligram sampel air di Banyuwangi hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri. Angka itu jauh lebih kecil dibanding daerah lainnya yang bisa mencapai ratusan ribu koloni bakteri.

Sementara itu Head of Aquaculture Division JAPFA Ardi Budiono menyampaikan, total luas area pengembangan sidat di Desa Bomo tersebut seluas 45 hektar dengan fasilitas tambak budidaya, processing, serta cold storage.

Selain menyelenggarakan proses produksi terintegrasi, pihaknya menerapkan budidaya sidat yang berkelanjutan.

“Kami selalu memastikan bahwa sidat yang kami budidayakan akan kami kembalikan ke alam. Sejak tahun 2015, kami mengembalikan lebih dari 250 ribu ekor sidat ke habitatnya,” imbuh Arief.

Pada Januari hingga Juni 2020, Divisi Aquaculture JAPFA telah mengekspor senilai Rp216 miliar produk budidaya perikanan berupa produk budidaya perikanan berupa produk olahan sidat, tilapia, dan udang yang didistribusikan 14 negara di benua Amerika, Eropa, Afrika dan Asia.

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan, selain dikembangkan oleh perusahaan, sidat juga mulai dikembangkan oleh pembudidaya rakyat. Beberapa tahun lalu, hanya korporasi yang mengembangkan sidat di Banyuwangi. Namun, melihat potensinya, kini kelompok pembudidaya ikan rakyat mulai tertarik mengembangkannya.

“Saat ini, sudah ada kelompok pembudidaya sidat yang berkembang di Banyuwangi. Pembudidaya rakyat ini juga sudah melakukan ekspor, meskipun masih dalam skala kecil,” kata Anas.

Anas menambahkan untuk pengembangan sidat memang butuh treatment khusus. Namun kondisi perairan Banyuwangi sendiri sangat mendukung dan harga sidat lebih menjanjikan dibandingkan komoditas perikanan lainnya.

“Karena prospeknya besar, kami terus mendorong warga untuk membudidayakan sidat. Semoga bisa terus berkembang, menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Anas.

Sumber : https://news.detik.com/

Post Terkait:

  • Hitung Potensi Usaha Budidaya Sidat Skala Rumahan Ikan sidat adalah nama lain dari unagi dalam istilah Jepang, potensi usaha budidaya ikan sidat mulai menjadi incaran investor asing. Ikan sidat berasal dari Indonesia,…
  • Japfa Strategikan Penguatan Pasar Nasional dan… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sebagai perusahaan agribisnis lokal, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan akademisi melalui berbagai program. Menyongsong tahun 2020 mendatang, PT…
  • INDUK PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK JUAL SAHAM… Perusahaan agribisnis berbasis di Singapura, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjual 80 persen saham unit usaha susu Greenfields senilai US$236 juta atau sekitar Rp3,33 triliun (kurs…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • BTPS, CTRA, JPFA Jadi Keluarga Baru LQ45, Siapa Terdepak? PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar Indeks LQ45 terbaru, Kamis (25/7/2019). Daftar ini dibuat berdasarkan evaluasi mayor yang dilakukan pada Juli 2019. Dalam daftar…
  • Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Tertekan,… Mirae Asset Sekuritas Indonesia menurunkan rekomendasi saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Menjadi hold dengan target harga Rp970 per saham. Analis Mirae Asset Sekuritas Emma Fauni mengatakan rekomendasi tersebut…
  • Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI Munas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun…
  • Marikultur Kerapu & Kakap Cukup Menjanjikan Ikan kerapu dan kakap merupakan beberapa jenis ikan laut yang sudah lama dibudidayakan dalam sistem marikultur. Permintaan pasar terhadap ikan ini terbilang tinggi. Tidak hanya…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Hitung Potensi Usaha Budidaya Sidat Skala Rumahan by Agribisnis Ikan sidat adalah nama lain dari unagi dalam istilah Jepang, potensi usaha budidaya ikan sidat mulai menjadi incaran investor asing. Ikan sidat berasal dari Indonesia,…
  • Japfa Strategikan Penguatan Pasar Nasional dan… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sebagai perusahaan agribisnis lokal, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan akademisi melalui berbagai program. Menyongsong tahun 2020 mendatang, PT…
  • INDUK PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK JUAL SAHAM… by Agribisnis Perusahaan agribisnis berbasis di Singapura, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjual 80 persen saham unit usaha susu Greenfields senilai US$236 juta atau sekitar Rp3,33 triliun (kurs…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… by Agribisnis Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…

  • 1,202,827
  • 606,671
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI