Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Marikultur Kerapu & Kakap Cukup Menjanjikan

Posted on

Ikan kerapu dan kakap merupakan beberapa jenis ikan laut yang sudah lama dibudidayakan dalam sistem marikultur. Permintaan pasar terhadap ikan ini terbilang tinggi.

Tidak hanya dari pasar domestik, permintaan banyak berasal dari mancanegara. Budidaya ikan kakap dan kerapu cukup populer di masyarakat. Pasalnya, pembesaran ikan laut ini tidak membutuhkan waktu yang lama.

Mimid Abdul Hamid

Menurut pemaparan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Mimid Abdul Hamid, untuk mencapai ukuran konsumsi dengan berat sekitar 500 – 600 gram, kakap dan kerapu unggulan membutuhkan waktu 7 – 8 bulan pemeliharaan dalam KJA.

Ukuran ini dapat dicapai untuk ukuran benih pada waktu mulai tebar berukuran 9 – 10 cm (20 – 30 gram). Sementara itu, jika ukuran benih yang ditebar 15 – 16  cm (50 s/d 70 gram), waktu yang diperlukan untuk mencapai ukuran tersebut adalah sekitar 5 bulan.

Sementara itu, untuk jenis kerapu macan, waktu yang diperlukan untuk pembesaran hingga masa panen adalah 4 bulan dari berat benih yang ditebar 50 – 75  gram /ekor (panen 500gr/ekor).

Lain halnya, ikan  kerapu  bebek membutuhkan masa pembesaran yang lebih lama dari jenis kerapu macan. Kerapu bebek dapat dipanen setelah masa pemeliharaan 9 bulan dari berat awal 75 gram-100gram/ ekor.

Pada saat panen, ikan yang diperoleh dapat memiliki bobot sekitar 500gr/ ekor.  Pemanenan ikan untuk calon induk, biasanya dilakukan setelah ukuran ikan mencapai ukuran diatas 1000 gram /ekor.

Meskipun begitu, masih menurut Mimid, waktu panen ikan ditentukan oleh bobot ikan yang dikehendaki. Hal ini disesuaikan dengan permintaan pasar. Pada umumnya, ukuran super yang diminta pasar adalah sekitar 500 gram – 1000 gram/ ekor sehingga ukuran ini mempunyai nilai jual tertinggi di antara ukuran lainnya.

Kriteria lokasi pemeliharaan

Mimid memaparkan, pemilihan lokasi pembesaran kerapu kakap perlu mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain faktor pertimbangan umum dan faktor kualitas air. Faktor pertimbangan umum mencakup kondisi perairan yang akan digunakan budidaya, kedalaman perairan, faktor pendukung budidaya, misalnya ketersediaan pakan, dan lain-lain.

Menurut Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung tersebut, kondisi perairan ideal untuk budidaya kerapu kakap adalah harus terlindung dari angin dan gelombang yang kuat.

Sementara itu, perairan yang terbuka dan mengalami hempasan gelombang besar dan angin yang kuat tidak disarankan untuk digunakan sebagai tempat budidaya kerapu dan kakap.

Pasalnya, lokasi tersebut selain akan dapat merusak konstruksi rakit yang digunakan, juga akan megambat kegiatan budidaya di dalam rakit, misalnya pemberian pakan, pengambilan ikan, dan lain-lain.

Tinggi gelombang yang disarankan untuk menentukan lokasi pembesaran ikan kakap, kerapu bebek dan kerapu macan, tidak melebihi 0,5 meter pada saat musim Barat maupun Timur.

Kedalaman perairan

Untuk budidaya kerapu dan kakap, kedalaman perairan yang ideal yaitu antara 5 hingga 15 meter. Kondisi kedalaman perairan perlu dipertimbangkan secara cermat. Perairan yang terlalu dangkal (< 5 meter) dapat mempengaruhi kualitas air.

Pasalnya, sisa bahan organik tersebut dapat membusuk. Perairan yang terlalu dangkal dapat memicu terjadinya serangan ikan buntal yang berakibat merusak jaring KJA.  Sebaliknya, perairan yang terlalu dalam (> 15 m) membutuhkan tali jangkar yang terlalu panjang.

Dasar perairan berkarang dan berpasir

Di habitat asalnya, kerapu, terutama jenis kerapu tikus dan kerapu macan menyukai daerah perairan berkarang dan berpasir. Oleh karena itu, dalam pemilihan lokasi untuk KJA, menurut Mimid, diupayakan pada daerah berpasir putih dan perairan berkarang.

Tidak mengganggu alur pelayaran

Lokasi budidaya hendaknya jauh dari alur pelayaran, hal ini untuk menghindari gangguan pelayaran, baik pelayaran untuk perahu nelayan ataupun kapal motor dan kapal penumpang.  Lokasi yang berdekatan atau di alur pelayaran akan mengganggu ikan peliharaan, terutama adanya gelombang yang ditimbulkan serta limbah bahan bakar perahu atau kapal motor tersebut.

Dekat dengan sumber pakan

Pakan yang diberikan pada ikan Kakap dan Kerapu terdiri dari dua jenis, yakni pakan buatan dan pakan ikan segar. Pakan buatan dapat diperoleh dari distributor masing-masing merk pakan.

Sedangkan untuk pakan ikan segar, perlu diperhatikan tentang ketersediaannya di sekitar lokasi budidaya. Hal ini berkaitan dengan jenis ikan segar, serta kualitas pakan segar.  Apabila jauh dari tempat pelelangan ikan, maka dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan nelayan bagan.

Dekat dengan sarana dan prasarana transportasi

Transportasi merupakan salah satu sarana distribusi hasil panen. Biaya transportasi yang tinggi akan turut memicu mahalnya harga komoditas di tingkat konsumen. Oleh karena itu, pertimbangan sarana dan prasarana transportasi perlu mendapat perhatian yang serius.

Tersedianya sarana dan prasarana transportasi berupa jalan darat menuju ke lokasi merupakan lokasi yang sangat baik karena dapat memudahkan transportasi benih dan hasil panen. Hal ini dapat melancarkan penjualan hasil panen ke pasar yang dituju.

Faktor keamanan

Faktor keamanan sangat penting dalam menunjang keberhasilan bisnis budidaya kerapu kakap. Hal ini terkait dengan jaminan ikan yang dibudidayakan tetap terjaga aman. Lokasi dengan tingkat keamanan yang rendah akan menyebabkan sering terjadinya pencurian, sehingga mengakibatkan kerugian bagi pembudidaya.

Tenaga kerja

Ketersediaan tenaga kerja sangat penting dalam menunjang budidaya pembesaran kerapu kakap. tenaga kerja sebaiknya berasal dari lingkungan sekitar dan tidak jauh dari lokasi budidaya.

Hal ini akan menghemat biaya yang dikeluarkan untuk transportasi, biaya rumah sewa, dan lain-lain. Di samping itu, tenaga kerja yang akan ditempatkan di lapangan sebaiknya dipilih yang telah memiliki keterampilan dan berpengalaman dalam budidaya ikan serta bersikap jujur.

Faktor kualitas air

Lokasi tempat budidaya pembesaran ikan kakap dan kerapu harus terhindari dari pencemaran dan limbah industri, pertanian, rumah tangga, tambak, dan lain-lain. Kehadiran limbah dapat menurunkan kualitas air.

Limbah domestik dapat meningkatkan konsentrasi bakteri dalam perairan. Sementara itu, limbah industri dapat meningkatkan kadar logam berat, kandungan kimia, dan bakteri di dalam perairan.

Sedangkan limbah buangan tambak dapat memicu kesuburan perairan yang berakibat suburnya pertumbuhan organisme penempel seperti kutu ikan, teritip dan kekerangan lainnya yang banyak menempel dan menutupi jaring pemeliharaan.

Lokasi budidaya ikan harus memiliki kualitas air yang layak untuk menunjang pertumbuhan ikan. Pertama, lokasi harus jauh dari muara sungai yang memungkinkan terjadinya penurunan salinitas dan penumpukan material padat yang terbawa aliran air sungai.

Kedua, lokasi juga harus bebas dari sumber-sumber pencemaran dan polusi perairan baik yang berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan aktivitas antropogenik lainnya.

Analisis ekonomi pembesaran kakap kerapu

Perhitungan ekonomi untuk budidaya pembesaran kakap dan kerapu menggunakan KJA. Untuk pembesaran kakap, digunakan KJA dengan jumlah 8 unit (32 plong). Sementara itu, basis perhitungan untuk usaha pembesaran kerapu macam menggunakan KJA 25 unit, dengan total 100 petak. (noerhidajat)

 

Analisis Usaha Pembesaran Ikan Kakap 8 KJA (32 plong)
UraianTotal (Rp)
Kekayaan Bersih192.500.000,-
KJA  8 unit (32 plong) @ 10.000.000,-80000000
Waring (1x1x1,5 M) 60 buah @ 200.000,-12000000
Jaring (1x1x1,5 M) 60 buah @ 400.000,-24000000
Jaring (3x3x3M) 48 unit @ 1.000.000,-48000000
Perahu Mesin tempel10000000
Perlengkapan kerja1000000
Rumah jaga10000000
Mesin semprot jaring7500000
Biaya Produksi
Biaya tetap65.500.000,-
Penyusutan 20 %/ th38500000
Gaji karyawan (3 orang) @ 750.000 x 12 bulan27000000
Biaya tidak tetap148. 900.000,-
Benih Ikan 5 cm, 16.000 ekor @ 2.500,-                  Rp.   40.000.000,-40000000
Pakan Pellet : Jika FCR 1 : 1,5 ( harga Rp 10 000) dan  jumlah ikan panen  7.000 kg,  maka = 7.000 kg x 1,5 = 10.500 kg x  Rp.10.000 /kg105000000
Multivitamin dan obat-obatan 2 paket2000000
Bahan bakar : – Solar  200 literxRp.4500900000
Bensin 200 liter x Rp 4.500900000
Pendapatan/keuntungan99.540.000,-
Penerimaan :  (SR 60-70%) 5 000 kg (10 000 ekor)  x Rp. 65 000325000000
Biaya tetap65500000
Biaya tidak tetap148900000
Pendapatan bersih110600000
Pajak11060000

Post Terkait:

  • Meningkatkan Keuntungan dengan Usaha Perikanan Air Tawar Jika membicarakan usaha perikanan air tawar, pikiran kita mungkin langsung terhubung gambaran kolam ikan yang indah di halaman rumah atau peternakan ikan yang luas di…
  • Agribisnis dan Pemuliaan Ikan Nila Agribisnis dan pemuliaan ikan nila, dua konsep yang mungkin belum selalu mendapat sorotan yang pantas, kini semakin mengemuka dalam dunia pertanian modern. Agribisnis, dengan segala…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Melirik Laba Budidaya Betutu Sering disebut ikan malas “the sleeper fish”, ikan yang banyak ditemui di perairan umum seperti sungai, danau, dan waduk ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • Kenali Fase Kritis Pemeliharaan Ayam Layer Fokus Infovet Mei 2008Fase kritis pemeliharaan ayam layer adalah saat di awal pemeliharaan. Keberhasilan menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuh kembang anak ayam hingga pullet…
  • Usaha Diversifikasi pada Budidaya Kerapu dan Bubara Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon kembangkan usaha diversifikasi komoditas pada ikan kerapu dan bubara, untuk mengefektikan waktu pemeliharaan dan mengefisienkan modal.   Usaha perikanan…
  • Rahasia Kesuksesan Bisnis Budidaya Jamur Tiram Mengapa bisnis budidaya jamur tiram begitu menarik? Ini adalah pertanyaan yang mungkin muncul ketika kita mulai menjelajahi potensi yang tersembunyi dalam industri pertanian modern. Dengan…
  • GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERNPotensi genetik ayam broiler terus ditingkatkan untuk menghasilkan ayam-ayam yang efektif dalam pemanfaatan pakan sehingga tujuan untuk memproduksi daging semakin efisien.…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Meningkatkan Keuntungan dengan Usaha Perikanan Air Tawar by Allen Jika membicarakan usaha perikanan air tawar, pikiran kita mungkin langsung terhubung gambaran kolam ikan yang indah di halaman rumah atau peternakan ikan yang luas di…
  • Agribisnis dan Pemuliaan Ikan Nila by Allen Agribisnis dan pemuliaan ikan nila, dua konsep yang mungkin belum selalu mendapat sorotan yang pantas, kini semakin mengemuka dalam dunia pertanian modern. Agribisnis, dengan segala…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… by Agribisnis CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Melirik Laba Budidaya Betutu by Agribisnis Sering disebut ikan malas “the sleeper fish”, ikan yang banyak ditemui di perairan umum seperti sungai, danau, dan waduk ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.…

  • 1,202,765
  • 606,609
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI