Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KONSUMSI PROTEIN HEWANI DAN NABATI HINDARI ANCAMAN STUNTING

Posted on
Asupan pangan bergizi merupakan kebutuhan esensial bagi tiap individu, khususnya bagi ibu hamil dan balita. Kekurangan pangan bergizi dari protein hewani dan nabati menjadi salah satu penyebab tingginya kasus stunting.
“Balita yang stunting kecerdasannya akan kurang maksimal, dampak lainnya turut meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Situasi ini dapat memengaruhi pertumbuhan Indonesia,” ujar Ricky Bangsaratoe, selaku panitia penyelenggara Webinar Nasional “Gizi Seimbang Protein Hewani dan Nabati untuk Mengurangi Kasus Stunting di Indonesia”, Kamis (22/7/2021).
Saat ini prevalensi kasus stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Dari data yang ada pada 2020, kasus stunting berada diangka 24,1% dan menjadikan Indonesia urutan ketiga kasus stunting tertinggi di Asia. Ini juga berkaitan erat dengan tingkat kemiskinan masyarakat. Karena itu, upaya pemerintah hingga 2024 mendatang, menargetkan penurunan stunting 2,5% per tahun, sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mengharapkan prevalensi stunting turun 14% pada 2024.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Suprapto, yang hadir sebagai keynote speech, menyebut untuk mengupayakan penurunan kasus stunting yang termasuk kronis ini dibutuhkan intervensi secara spesifik, terpadu dan konsisten, salah satunya melalui konsumsi protein hewani dan nabati.
Hal senada juga disampaikan Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Prof Dr Ir Ali Khomsan, yang menjadi narasumber. Menurutnya, intervensi gizi harus memprioritaskan pada keluarga yang memiliki anak stunting, juga pada keluarga miskin. Adapun tiga hal yang dapat dilakukan yakni subsidi pangan, perbaikan sanitasi dan pengentasan kemiskinan.
“Dari penelitian saya, keluarga miskin memiliki balita stunting 40%, sedangkan keluarga tidak miskin jumlah balita stunting-nya hanya 14,3%. Oleh karena itu, pemberian telur setiap hari sebagai makanan tambahan dapat mengentaskan stunting pada anak hingga 47% dan kasus anak kurus turun 74%,” ungkap dia.
Kendati demikian, realitas yang terjadi kebanyakan masyarakat Indonesia lebih gemar membeli rokok ketimbang sumber pangan bergizi bagi keluarga. Data dari BPS 2020, menyebutkan konsumsi rokok per tahun mencapai 1.300 batang dengan nilai mencapai Rp 2 juta/tahun. Sementara konsumsi daging ayam 15 kg dengan nilai Rp 525 ribu/tahun dan konsumsi telur hanya 9,5 kg dengan nilai Rp 235 ribu/tahun.
Hal itu salah satunya menjadi pemantik strategi nasional penurunan percepatan stunting di Indonesia. Beberapa strategi itu disebutkan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Dr dr Muhammad Yani MKes PKK, diantaranya menurunkan prevalensi kasus stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.
“Dampak stunting ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, pertumbuhan dan gangguan metabolisme. Stunting juga menjadi penyakit penyebab kemiskinan, selain berpotensi menjadi ancaman bagi indeks pembangunan manusia di Indonesia,” pungkasnya.
Sumber : http://www.majalahinfovet.com/ (RBS)

Post Terkait:

  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • BAGI-BAGI TELUR DI PERINGATAN HARI TELUR SEDUNIA Asosiasi Perunggasan baik petelur maupun pedaging di bawah koordinasi Pusat Informasi dan Pasar (Pinsar) Unggas Nasional mengkampanyekan Hari Telur Sedunia yang jatuh pada 8 Oktober…
  • SOLUSI GIZI BURUK DAN KEMISKINAN ENERGI SOLUSI GIZI BURUK DAN KEMISKINAN ENERGIAhmad Sofyan 1 & Evrin S. Vanadianingrum 2(( ‘Let food be thy medicine and medicine be thy food’ (Jadikan makanan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • PUNCAK ACARA HARI AYAM DAN TELUR NASIONAL (HATN) DAN… Puncak acara HATN dan WED 2021 tahun ini diadakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara yang diadakan secara daring dan luring pada 15 Oktober 2021…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… by Agribisnis CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • BAGI-BAGI TELUR DI PERINGATAN HARI TELUR SEDUNIA by Agribisnis Asosiasi Perunggasan baik petelur maupun pedaging di bawah koordinasi Pusat Informasi dan Pasar (Pinsar) Unggas Nasional mengkampanyekan Hari Telur Sedunia yang jatuh pada 8 Oktober…
  • SOLUSI GIZI BURUK DAN KEMISKINAN ENERGI by Agribisnis SOLUSI GIZI BURUK DAN KEMISKINAN ENERGIAhmad Sofyan 1 & Evrin S. Vanadianingrum 2(( ‘Let food be thy medicine and medicine be thy food’ (Jadikan makanan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…

  • 1,202,964
  • 606,808
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI