PUNCAK ACARA HARI AYAM DAN TELUR NASIONAL (HATN) DAN WORLD EGG DAY (WED) 2021

PUNCAK ACARA HARI AYAM DAN TELUR NASIONAL (HATN) DAN WORLD EGG DAY (WED) 2021

Puncak acara HATN dan WED 2021 tahun ini diadakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara yang diadakan secara daring dan luring pada 15 Oktober 2021 ini mengambil tempat di gedung Sasando kantor Gubernur NTT, dan mengusung tema ‘Ayam & Telur Tingkatkan Imunitas & Kesehatan’.

Acara dibuka oleh sambutan Ketua Bidang Usaha Promosi dan Sosial Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia Pusat, yang sekaligus Ketua Panitia HATN, Ricky Bangsaratoe SH. Dalam sambutannya Ricky mengatakan masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat, “Konsumsi protein hewani rakyat Indonesia adalah 25,53% dari total konsumsi protein. Konsumsi protein yang masih rendah ini menjadi salah satu penyebab masih buruknya gizi rakyat Indonesia. Asupan protein khususnya masa balita diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.”

Namun Ricky percaya bahwa pola konsumsi akan berubah dari waktu ke waktu, yang dipengaruhi perkembangan jaman serta timbulnya kesadaran masyarakat akan pangan dan gizi.

Sambutan kedua oleh Deputi Tiga Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementrian Koordinator PMK Republik Indonesia, Drg Agus Suprapto Mkes.

“Fokus kita adalah pembangunan kualitas SDM. SDA yang berlimpah tanpa SDM berkualitas nanti pastinya akan habis, jadi penting membangun kualitas SDM dari segi gizinya itu yang utama,” kata Agus.

Makan daging ayam dan telur bersama

Kemudian acara dilanjutkan dengan makan daging ayam dan telur bersama, untuk menandai momen HATN dan WED 2021. Selain Ricky Bangsaratoe, Agus Suprapto, turut makan bersama adalah Kepala Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur Johanna E Lisapaly SH MSi, Ahli Gizi Siti Romlah SKM Mkes, National Technical Advisor FAO ECTAD Indonesia Alfred Kompudu SPt MM, Duta Ayam dan Telur NTT, serta peserta acara lainnya. Makan ayam dan telur bersama ini adalah sebagai bentuk sosialisasi kampanye pentingnya konsumsi ayam telur untuk perbaikan gizi.

Setelah penyerahan bantuan telur dan daging ayam pada perwakilan masyarakat oleh Johanna E Lisapaly, acara pun dilanjutkan dengan berdoa bersama.

Talsk show bersama para narasumber

Talk show yang dipandu oleh Alfred Kompudu menjadi acara terakhir. Dimana Rikcy menjelaskan bahwa tujuan diadakannya HATN adalah karena di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara tetangga untuk konsumsi ayam dan telur. HATN berfungsi diantaranya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya makan ayam dan telur yang bergizi dan murah.

HATN tiap tahunnya diadakan dari propinsi ke propinsi. Tahun ini NTT dipilih sebagai tempat diselenggarakannya HATN karena angka kejadian stunting di NTT cukup tinggi. “Jadi lebih tepat biar lebih mengedukasi masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan gizinya dari ayam dan telur,” kata Ricky.

Sementara itu Johanna E Lisapaly menyambut baik HATN di NTT karena promosinya selaras dengan upaya-upaya pemerintah untuk menurunkan stunting.

Siti Romlah menjelaskan dalam talk show bahwa, “Ayam dan telur adalah sumber protein hewani yang mudah didapat dan disukai semua kalangan. Lebih murah, bisa memenuhi kebutuhan protein hewani, dan baik untuk menjaga imunitas.”

Pada akhir acara Ricky menyampaikan pesan, “NTT stunting-nya termasuk yang paling tinggi, jadi konsumsilah terus protein hewani dari ayam dan telur. Dua butir telur sehari dan sepotong ayam Anda pasti sehat dan cerdas.”

Sumber : http://www.majalahinfovet.com/ (NDV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *