Aksi Cepat Pulihkan Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk

Aksi Cepat Pulihkan Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk

Aksi cepat untuk menstabilkan harga jual daging ayam dan harga pembelian jagung untuk pakan ternak melalui program culling diharapkan berdampak pada emiten peternakan dan pakan ternak ayam. Satu dari beberapa perusahaan yang diuntungkan adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Program culling diharapkan mendorong perbaikan kinerja keuangan Japfa pada 2020 dibandingkan 2019. Samuel Sekuritas memproyeksikan kenaikan laba bersih Japfa menjadi Rp 2,1 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan 2019 yang sebesar Rp 1,72 triliun dan perolehan tahun 2018 sebesar Rp 2,16 triliun.

Pendapatan perseroan juga diharapkan bertumbuh menjadi Rp 40,49 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan 2019 yang sebesar Rp 36,97 triliun dan pencapaian tahun 2018 yang sebesar Rp 34,01 triliun. Analis Samuel Sekuritas Gusti Angga Rizky Pratama memprediksi harga jual broiler akan berada di kisaran Rp 19.000-21.500 pada 2020, seiring dengan aksi cepat pemerintah untuk menstabilkan harga melalui program culling. “Program tersebut akan berdampak terhadap perbaikan margin operasional perseroan pada 2020,” tulis dia dalam risetnya, baru-baru ini.

Selain faktor tersebut, perseroan diuntungkan oleh kepemilikan fasilitas silo dan pengering jagung. Ketersediaan fasilitas tersebut memungkinkan perseroan untuk membeli jagung dalam jumlah banyak saat panen raya dengan harga rendah. Saat harga jagung melonjak, perseroan masih memiliki stok dengan harga beli yang tergolong rendah. “Perseroan juga akan diuntungkan oleh tren penurunan harga pembelian soybean meal, yaitu salah satu bahan baku utama produksi pakan ternak. Berbagai faktor tersebut akan membuat laba bersih perseroan bertumbuh pesat pada 2020,” jelas Gusti.

Baca Juga:   Baby Lobster Senilai Rp15 Miliar Dilepasliarkan di Perairan Simeulue

Terkait realisasi kinerja keuangan Japfa hingga kuar tal III-2019, dia menegaskan bahwa itu sudah sesuai dengan perkiraan Samuel Sekuritas. Realisasi pendapatan setara dengan 73,5% dari target pendapatan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang dipatok Samuel Sekuritas. Hingga kuartal III-2019, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 38% menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 1,67 triliun. Penurunan itu akibat pelemahan margin keuntungan perseroan. Sedangkan pendapatan meningkat sebesar 7% dari Rp 25,33 triliun menjadi Rp 27,17 triliun.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mencatatkan penurunan margin kotor (gross profit margin) dari 22,2% menjadi 17,4% dan margin keuntungan bersih (net profit margin) anjlok dari 6,6% menjadi 3,8%. Penurunan margin terutama dipengaruhi atas pelemahan dari bisnis broiler dan DOC. Namun, kedua segmen tersebut diharapkan mengalami perbaikan mulai kuartal IV-2019. “Dengan dukungan pemerintah untuk mestabilkan harga jual ayam dan DOC melalui program culling, kami memperkirakan margin keuntungan segmen broiler dan DOC bisa meningkat pada kuartal terakhir tahun 2019,” terangnya.

Baca Juga:   Usaha Diversifikasi pada Budidaya Kerapu dan Bubara

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan target harga Rp 1.950. Target harga saham tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2020 sebesar 15 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan tetap terjaganya pertumbuhan pendapatan perseroan. Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A Fauni mengungkapkan, pemerintah telah agresif mengintervensi bisnis peternakan dan pakan ayam melalui normalisasi suplai.

Perseroan telah menggelar tujuh kali program culling sepanjang 2019 dengan menyasar pemusnahan induk ayam berumur 60 minggu. “Meskipun program culling telah berjalan hingga enam kali pada 2019 dan prediksi peningkatan permintaan daging ayam pada akhir 2019, kami memperkirakan bahwa harga jual ayam pedaging kemungkinan hanya mendekati level Rp 18-19 ribu per kilogram hingga kuartal IV-2019. Harga tersebut diperkirakan bisa bertahan hingga kuartal I-2020,” tutur Emma dalam risetnya.

Pihaknya juga menilai bahwa margin keuntungan penjualan anak ayam usisa sehari (day old chick/DOC) dan ayam pedaging akan mengalami peningkatan pada 2020. Kenaikan margin keuntungan diharapkan mulai terjadi pada kuartal terakhir tahun 2019. Ekspektasi pulihnya kinerja keuangan emiten peternakan dan pakan ternak ayam tahun 2020, ungkap dia, didorong oleh perkiraan pertumbuhan permintaan daging ayam. Dengan perkiraan ekonomi stabil tentu permintaan daging ayam cenderung naik tahun depan, sehingga membuat kinerja keuangan industri ini akan membaik.

Baca Juga:   "Peluang Income Jutaan Rupiah dengan Affilliate Marketing Kamus Online" (Angkatan III)

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk menaikkan rekomendasi saham   sektor peternakan dan pakan ayam menjadi overweight. Sedangkan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Narasumber : https://investor.id

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.