Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

BALITBANGTAN LUNCURKAN VARIETAS AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL

Posted on

Ciawi, Bogor – Balai Penelitian Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) meluncurkan varietas Ayam Lokal Pedaging Unggul (SenSi-1 Agrinak) sebagai varian lanjutan dari Ayam KUB.
Varietas ayam lokal dari hasil permurnian ayam Sentul terseleksi ini menghasilkan ayam lokal pedaging yang memiliki keunggulan bobot tubuh dibandingkan ayam lokal non unggul (dengan bobot tubuh 800 – 1000 gr/umur 10 minggu) dan relatif lebih tahan terhadap penyakit flu burung dan tetelo.

Demikian disampaikan Plt Kepala Pusat Penelitian Peternakan Kementan, Dr. Fadjry Djufry saat memberikan keterangan pers dalam acara peluncuran Ayam Lokal Pedaging Unggul (SenSi-1 Agrinak, di kantor Balai Penelitian Ternak Ciawi, Selasa (21/2). Fadjry menjelaskan, “Tersedianya salah satu galur unggul ayam lokal di dalam negeri untuk menghasilkan ayam pedaging yang dapat meningkatkan penyediaan bibit DOC, sekaligus meningkatkan efisiensi budidayanya,” jelas Djufry yang ditemui Infovet disela acara launching.

Plt Kepala Pusat Penelitian Peternakan Kementan, Dr. Fadjry Djufry
didampingi Kepala Balai Penelitian Peternakan Dr. Suharsono saat jumpa pers. 

Kepala Balai Penelitian Peternakan Dr. Suharsono menambahkan, ayam SenSi-1 (Sentul Terseleksi) Agrinak merupakan karya pertama peneliti. Galur baru ini merupakan salah satu galur murni (pure line) ayam lokal pedaging unggul, yang dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga (final stock) dan/atau sebagai ayam tetua (parent stock).
“Galur ini telah ditetapkan sebagai galur ayam lokal pedaging asli Indonesia berdasarkan SK Mentan Nomor 39/Kpts/PK.020/1/2017, tanggal 20 Januari 2017, tentang Pelepasan Galur Ayam SenSi-1 Agrinak,” tambahnya.
Suharsono memaparkan bahwa Balitbangtan, Kementerian Pertanian melalui Balitnak pada tahun 1997-1998 berinisiasi melakukan penelitian breeding ayam lokal dengan mendatangkan indukan ayam lokal dari beberapa daerah di Jawa Barat yakni dari Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur; Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka; Kecamatan Pondok Rangon, Kota Depok; Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor; dan Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Tahun 2009, Balitnak mendatangkan indukan rumpun ayam Sentul dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Rumpun ayam Sentul ini mempunyai postur tubuh yang khas dan didominasi warna bulu abu polos yang khas, meskipun di tempat habitatnya ayam Sentul ini masih mempunyai keragaman warna bulu dan bentuk jengger, sebagai akibat perkawinan dengan rumpun asli ayam Kampung. Rumpun ayam Sentul telah ditetapkan dengan SK Mentan Nomor 698/Kpts/PD.140/2/2013, tanggal 13 Februari 2013 sebagai ayam nasional lokal asli dari wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pengenalan ayam lokal pedaging unggul SenSi-1 Agrinak hasil penelitian Balitbangtan.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Sofjan Iskandar dan Dr. Tike Sartika melakukan proses seleksi individu jantan pada umur 10 minggu untuk bobot tubuh permintaan pasar (berkisar 0,8 – 1 kg/ekor). Warna bulu dominan adalah pucak (putih bercak hitam] dan abu serta berjengger kacang (pea). Seleksi dilakukan di Balitnak selama 5 tahun, dengan tujuan untuk mendapatkan keseragaman tampilan dan perbaikan bobot hidup terutama pada ayam jantannya. Namun pada ayam betina tidak dilakukan seleksi bobot badan hanya warna bulu yang seragam pucak abu, agar warna bulu abu ayam SenSi-1 Agrinak tidak banyak berubah warna bulu rumpun aslinya.
Selain kriteria seleksi yang diberlakukan pada rumpun ini, lingkungan optimum, terutama kualitas pakan ditetapkan pada kualitas 17% protein kasar dengan 2800 kkal ME/kg selama masa pertumbuhan sampai dengan umur 20 minggu. Pertimbangan ini diambil untuk mengantisipasi kondisi pemeliharaan di peternak. Pemberian pakan dengan kualitas lebih baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai ekonomis lebih baik.

Foto bersama tim Balibangtan dan asosiasi peternak dan perusahaan pembudidaya unggas lokal. 

Suharsono mengungkapkan pada tahun 2016 telah dilakukan Kerjasama Pra Lisensi untuk produksi bibit Ayam SenSi dalam rangka penyebaran bibit dengan 6 perusahaan. Yaitu PT Sumber Unggas di Cogreg Bogor Jawa Barat, Warso Unggul Farm Tangkil Bogor Jawa Barat, Dedi Farm Gunung Endut Sukabumi Jawa Barat, Badan Usaha Milik Tiyuh (desa) di Kabupaten. Tulang Bawang Barat Lampung, DNR Farm Ciampea Bogor Jawa Barat dan PT. ISFIN di Sleman Yogyakarta.
“Hasilnya, sampai saat ini telah dilakukan perbanyakan bibit sebanyak 100 ribu DOC yang untuk saat ini akan dikonsentrasikan di wilayah Jabodetabek. Diperkirakan populasi yang semula 6.000 DOC jantan-betina (unsexed) ditambah dengan para peternak non-MoU sebanyak 2.000 DOC unsexed, diperkirakan telah bertambah dengan keturunannya kurang lebih 80.000 ekor sebagai tetua pengganti,” ungkap Suharsono.
Perlu diketahui, Ayam SenSi-1 Agrinak memiliki banyak keuntungan. Pertama, bobot hidup rata-rata pada umur 10 minggu untuk jantan 1066 lebih kurang 62,5 g/ekor dan untuk betina 745 lebih kurang 114 g/ekor. Kedua, konsumsi pakan umur 0-10 minggu sebanyak 2,7-3,2 kg/ekor. Ketiga, umur pertama bertelur 174 lebih kurang 17,69 hari. Keempat, bobot umur pertama bertelur 1909 lebih kurang 219 gr/ekor. Kelima, produksi telur puncak 61,98 lebih kurang 8,66 % hen day.
Kemudian, Keenam, puncak produksi telur pada umur ayam 34,5 ± 4,05 minggu. Ketujuh, bobot telur pertama seberat 32,83 ± 4,76 g, akan bertambah terus sampai 44,82 ± 3,63 g/butir pada saat puncak produksi. Kedelapan, Fertilitas sebesar 85,47 atau lebih kurang 6,58 %.
“Kesembilan, manfaat yang tidak kalah menariknya yaitu rata-rata produksi telur selama 40 minggu masa bertelur sebesar 39,58 % henday production. Angka kesuburannya pun tinggi mencapai 85,5%,” pungkas Suharsono. (wan)

Post Terkait:

  • Kenali Penyebab Terjadinya Pinguin Disease Pinguin disease yang diakibatkan secara klinis menyebabkan performance atau tingkah laku, bahkan juga bentuk ayam menjadi mirip seperti pinguin. Penyebabnya adalah virus yang berasal dari…
  • Potensi Pengembangan Ternak Domba Waringin Domba Waringin yang beratnya mencapai 135 kg dari penelitian Ir Tirta Waringin. (Sumber: Tirta Waringin) Nama domba Waringin tidaklah setenar nama domba Garut dari Jawa…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Masa Awal Penentu Kesuksesan Ternak Layer Masa awal ternak layer menjadi penentu kesuksesan produksi, agar tercapai keuntungan yang diharapkan. Karena itu diperlukan kewaspadaan, ketelitian dan perhatian dari peternak itu sendiri. Seringkali mendengar…
  • Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • Menjaga Kesehatan dan Performance Sistem Pencernaan… Diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam memilih dan menggunakan feed additive atau kombinasi beberapa feed additive yang akan ditambahkan ke dalam sediaan pakan, untuk menjaga kesehatan dan…
  • APRESIASI FAO UNTUK DITJEN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN Dr Stephen Rudgard selaku FAO Representative (kanan) bersama Dr James McGrane, Team Leader FAO Ectad Indonesia (kiri) menyerahkan hadiah untuk Dirjen PKH I Ketut Diarmita.…
  • Potensi Keuntungan dan Manfaat Dalam Beternak Kambing Ternak kambing yang ditampilkan pada kegiatan Jambore Peternakan Nasional tahun lalu. Ternak kambing di Indonesia populasinya menduduki urutan ketiga diantara hewan ruminansia, yaitu sebesar 10.012.794…
  • PERUMUSAN SKEMA PEMBIAYAAN USAHA PEMBIAKAN DAN… Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan bersama Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) menyelenggarakan kegiatan Perumusan Skema Pembiayaan Usaha Untuk Kegiatan Pembiakan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Kenali Penyebab Terjadinya Pinguin Disease by Agribisnis Pinguin disease yang diakibatkan secara klinis menyebabkan performance atau tingkah laku, bahkan juga bentuk ayam menjadi mirip seperti pinguin. Penyebabnya adalah virus yang berasal dari…
  • Potensi Pengembangan Ternak Domba Waringin by Agribisnis Domba Waringin yang beratnya mencapai 135 kg dari penelitian Ir Tirta Waringin. (Sumber: Tirta Waringin) Nama domba Waringin tidaklah setenar nama domba Garut dari Jawa…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING by Agribisnis   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • Masa Awal Penentu Kesuksesan Ternak Layer by Agribisnis Masa awal ternak layer menjadi penentu kesuksesan produksi, agar tercapai keuntungan yang diharapkan. Karena itu diperlukan kewaspadaan, ketelitian dan perhatian dari peternak itu sendiri. Seringkali mendengar…
  • Peluang Menantang Usaha Bibit Ayam Lokal by Agribisnis DOC ayam lokal. (Foto: Dok. CV Nitnot) Hingga kini belum ada data pasti kebutuhan DOC ayam lokal secara nasional. Namun, yang jelas, sejumlah pasar masih…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI