Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

BERSAMA KITA BISA MELAWAN CACING

Posted on

Edisi 167 Juni 2008

Salah satu gangguan kesehatan yang sangat potensial mengganggu produktifitas ternak adalah adanya infestasi cacing. Adanya cacing beserta telur dan bahkan larva di dalam tubuh ternak bisa menimbulkan manifestasi gangguan kesehatan. Mulai dari tahapan lesu, lemah sampai munculnya indikator terganggunya kesehatan bahkan mencapai tahap terganggunya produktivitas ternak.
Berikut ini rangkuman pendapat para praktisi Dokter Hewan dan peternak berkaitan dengan infestasi cacing pada ternak.

Drh Leonardo Bisana Nugraha, praktisi Dokter Hewan yang berpraktek di Kretek Bantul menyatakan bahwa umumnya para peternak kambing dan sapi sudah sangat sadar dan mengerti arti pentingnya kesehatan. Terutama sekali jika kesehatan itu dikaitkan dengan serangan penyakit cacing.
Kesadaran itu, menurut Nugraha sungguh luar biasa, mengingat begitu tingginya perhatian peternak untuk secara rutin memberikan pengobatan secara rutin. Selain itu, juga diperlihatkan dengan aktifitas peternak dalam menjaga hijauan akan ternak tetap bersih dan sehat. Umumnya mereka melakukan pencucian pakan ternak itu sebelum diberikan kepada ternaknya. Langkah membersihkan dan mencuci hijauan itu merupakan salah satu upaya para peternak untuk mencegah penularan cacing dari segala stadium atau phase kehidupan parasit cacing itu
Hal yang hampir mirip diungkapkan oleh Drh Sri Rahayu Kepala Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Kecamatan Jetis Yogyakarta. Menurut Sri Rahayu jika membicarakan penyakit cacing pad hewan besar (sapi, kerbau ataupun kambing domba) yang dikelola oleh para peternak sebenarnya merupakan hal yang sangat menarik. Mengapa demikian? Oleh karena menurut ibu dari 4 anak ini bahwa umumnya para peternak, sangat perhatian sekali dengan program pemberantasan penyakit kecacingan atau penyakit cacing.
Tingginya kesadaran itu oleh karena pada 10 terakhir ini, peternak tidak lagi memandang ternak sebagai usaha sampingan akan tetapi sudah menjadi usaha yang dikelola dengan baik. Bahkan menjadi salah satu tiang penyangga utama kegiatan ekonomi keluarga. Sehingga khusus terhadap penyakit ini, mereka secara rutin meminta kepada para praktisi dokter hewan di sekitarnya untuk memberikan obat cacing.
Umumnya pengobatan cacing pada ternaknya dilakukan 2-3 bulan sekali. Jarang para peternak terlambat memberikan obat cacing itu. ”Pengobatan cacing pada ternak sapi, kambing, kerbau dan domba relatif sangat rutin, terjadwal dan sangat jarang yang melewatkan atau terlambat memberikannya. Indikasi yang positif itu sangat membantu kita (dokter hewan) dalam ikut menjaga kesehatan secara umum”ujar Rahayu.
Hal itu dikuatkan oleh Drh Leonardo BN bahwa tingkat partisipasi peternak dan perhatian atas kesehatan ternaknya menjadikannya sangat jarang masalah penyakit cacing yang masuk katagori berat. ”Bukti dan fakta jika dilakukan pemotongan hewan massal pada saat perayaan hari raya iedhul qurban, sangat sedikit sekali dijumpai ternak yang terkena penyakit kecacingan. Dari karkas dan organ dalam relatif sedikti dijumpai ternak yang terinfestasi cacing. Ini khan fakta yang menggembirakan” tegas Leonardo
Menurut Nugraha kesadaran kesehatan para peternak yang begitu tinggi itu, sangat perlu diapresiasi dan terus didukung oleh semua pihak. Terutama dukungan itu agar para peternak menjadi lebih peduli lagi pada semua aspek kesehatan ternak, tidak hanya pada penyakit kecacingan. Program bulanan dari Dinas Peternakan, yang dikenal dengan YANDUAN, pelayanan terpadu bulanan melalui aparat poskeswan harus terus ditingkatkan frekeunsi dan kualitas layanan. Dengan demikian kesehatan dan produktifitas ternak akan selalu terjaga.
Jenis cacing menurut Nugraha yang paling potensial mengganggu kesehatan ternak kambing, domba dan sapi umumnya adalah berurutan atas dasar angka prevalensinya mulai dari cacing gilig, cacing daun dan terakhir pita.Cacing gilig menempati urutan teratas, oleh karena wilayah geografis berupa dataran rendah, lembah berair, merupakan lokasi sangat kondusif bagi hidup dan berkembangnya parasit itu.
Edukasi atau pencerahan dan pembelajaran masyarakat peternak, hampir selalu dilakukan oleh para petugas kesehatan lapangan dalam rangka meningkatkan kemampuan peternak dalam budidaya ternaknya. Harapannya agar mereka menjadikan hal itu menjadi titik tolak kewaspadaan akan kesehatan lain secara umum.
Ketika kedua praktisi itu ditanyakan, bagaimana upaya memelihara kesadaran para peternak itu agar menjadi sebuah gerakan bersama yang mampu menularkan kepada para peternak di luar wilayah. Maka keduanya, berpendapat bahwa kontribusi dari para stake holderlah kunci utamanya. Dinas terkait yang mempuyai kompetensi dengan usaha peternakan harus aktif menggerakkan potensi sumber daya manusia secara terprogram dan sistematis. Kemudian para praktisi dokter hewan yang berada di luar struktur pemerintah dituntut peran besarnya dalam membangun kesadaran para peternak. Sedangkan pihak produsen obat hewan khususnya obat anti cacing diminta peran sertanya untuk menyediakan obat yang murah akan tetapi berkualitas dan spektrumnya luas. Artinya sekali pemberian obat cacing itu akan mampu membasmi dan memberantas aneka jenis cacing dari segala stadium.
Kedua praktisi itu juga merasakan bahwa obat anti cacing yang berbentuk cairan atau suspensi paling banyak diminati oleh para praktisi dokter hewan. Alasan pemilihan obat jenis cairan untuk diminumkan oleh karena aspek kebiasaan dan mudah mengukur dosis dalam pemberian. Sehingga aspek ketepatan dosis pengobatan akan sangat terjaga dan efektif hasilnya. Namun keduanya juga dapat memahami bahwa obat anti cacing yang berbentuk kaplet, serbuk maupun bolus di beberapa daerah justru paling banyak digunakan. Mungkin perilaku pemakaian obat itu oleh karena kebiasaan dan juga lebih cenderung pada aspek ketersediaan yang lebih mudah diperoleh di pasaran.(iyo)

Post Terkait:

  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • Ketika Ternak (Jangan) Diserang Cacing Marilah berorientasi pada pengendalian penyakit, tindakan konprehensif yang tidak semata-mata menekankan pada pengobatan untuk mengobati setelah kasus penyakit terjadi.Itulah yang ingin dikatakan Hanafiah dan Dwi…
  • SEBUAH TEROBOSAN KASUS MYASIS | Majalah Infovet I… (( Myasis tidak lain adalah manifestasi bersarangnya larva lalat pada luka. ))Organisasi setengah kamar yang mewadahi praktisi dokter hewan di Kabupaten Bantul Yogyakarta ternyata tidak…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Kasus Cacingan Pada Ruminansia Sapi, Kambing, Domba dan Rusa Tuimin peternak sapi Bali dengan sistem gaduhan di Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru menyatakan, sejauh ini belum ditemukan sapi dengan pertumbuhan yang…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Cacingan Si Pencuri Nutrisi Ternak by Agribisnis Edisi 167 Juni 2008Peternakan tanpa serangan penyakit merupakan suatu dambaan setiap peternak. Namun dengan program pengobatan yang ketat dari awal ayam masuk kandang sampai ayam…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… by Agribisnis Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • Ketika Ternak (Jangan) Diserang Cacing by Agribisnis Marilah berorientasi pada pengendalian penyakit, tindakan konprehensif yang tidak semata-mata menekankan pada pengobatan untuk mengobati setelah kasus penyakit terjadi.Itulah yang ingin dikatakan Hanafiah dan Dwi…
  • SEBUAH TEROBOSAN KASUS MYASIS | Majalah Infovet I… by Agribisnis (( Myasis tidak lain adalah manifestasi bersarangnya larva lalat pada luka. ))Organisasi setengah kamar yang mewadahi praktisi dokter hewan di Kabupaten Bantul Yogyakarta ternyata tidak…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…

  • 1,235,310
  • 637,701
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI