Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Budidaya ikan: Memanen Laba Ganda dari Sistem Longyam

Posted on

Budidaya ikan sistem longyam adalah sistem usaha tani terpadu dengan memelihara ikan sekaligus ayam. Longyam merupakan akronim dari bahasa Sunda (Jawa Barat) balong dan hayam atau kolam dan ayam.

Sistem longyam merupakan perpaduan kegiatan budidaya yang saling menguntungkan. Dua kegiatan budidaya berjalan bersama-sama. Secara tidak langsung, pembudidaya ikan dengan sistem longyam akan menghasilkan penghasilan ganda. Selain memanen ikan, ia pun dapat memanen ayam dari kegiatan peternakan ayamnya.

Keuntungan yang diperoleh dalam sistem ini yaitu kotoran ayam yang jatuh ke kolam. Kotoran tersebut akan menghasilkan pakan alami berupa plankton, yang sangat berguna bagi pertumbuhan ikan. Selain bisa menumbuhkan pakan alami, kotoran ayam tersebut bisa menjadi pakan langsung bagi ikan.

Sistem longyam dapat memberikan keuntungan, di antaranya pakan tambahan ayam yang terbuang dapat dimanfaatkan langsung, yaitu dimakan ikan. Dengan begitu dapat mengurangi biaya pakan. Selain itu, kotoran ayam tidak menimbulkan bau yang tak sedap. Kotoran ayam yang dapat langsung dimakan oleh ikan—terutama—yang sudah kering. Sementara sisa kotoran itu bisa menjadi pupuk yang secara kontinu menyuburkan kolam.

Jenis ikan yang dapat dibudidayakan dengan sistem longyam bemacam-macam, antara lain nila (Oreochromis niloticus), gurame (Osphronemus gourami), tambakan (Ctenopharyngodon idella), mas (Cyprinus carpio), dan lele (Clarias gariepinus).

Ikan dapat dipelihara secara tunggal (monokultur) atau campuran (polikultur), asalkan jenis yang dipelihara mempunyai kebiasaan makan (feeding habit) berbeda.  Menurut Murhananto dan Purbani, hal tersebut untuk menghindari terjadinya perebutan pakan di antara dua spesies ikan yang berlainan. Sementara jenis ayam yang dapat dipelihara adalah ayam ras petelur, ayam ras pedaging, ayam kampung petelur, dan ayam kampung pedaging.

Umumnya, ayam ras pedaging (broiler) menjadi favorit karena pertimbangan waktu pemeliharaannya yang tidak terlalu lama (30—35 hari) sehingga dalam satu tahun dapat diusahakan 5—6 siklus pemeliharaan ayam. Selain itu, pemeliharaannya pun relatif mudah dan teknologi budidayanya telah lama diadopsi oleh peternak skala kecil.

Hal-hal penting

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan dengan sistem longyam, yaitu kualitas air. Parameternya mencakup kandungan oksigen, karbondioksida, amoniak, pH, suhu, dan parameter kimia lainnya. Kandungan oksigen kolam yaitu berkisar antara 3—5 mg/l, PH 7, suhu 25—30 ◦C.

Menurut Widotono, persiapan lain yang harus dilakukan sebelum memelihara ikan antara lain pengeringan kolam, pemupukan, pemberian kapur, pemberian garam, perbaikan pematang dan dasar kolam, serta pembuatan kemalir. Setelah persiapan selesai, hal yang juga harus diperhatikan adalah konversi rata-rata pakan, yaitu sebesar 5% per berat total keseluruhan per hari dan pakan diberikan 3 kali sehari.

Teknik pemeliharaan pada sistem longyam memerlukan konstruksi kolam yang kuat, mengingat kolam akan dijadikan dasar pancang tiang untuk kandang ayam. Ukuran kolam yang sangat fleksibel disesuaikan dengan keadaan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam antara lain aerasi lancar dan kolam tidak tertutup. Sinar matahari dapat menembus kolam sedalam 75—100 cm.

Terdapat banyak jenis kandang yang bisa digunakan, baik berdasarkan tipe maupun bahan pembuatnya. Pada sistem longyam, lantai kandang bersifat slat. Hal ini dimaksudkan agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke kolam. Bahan slat bisa terbuat dari reng bambu atau kayu dengan ukuran antar slat 1 cm. Adapun arah kandang, Widotono menganjurkan agar kandang dibuat membujur dari Timur ke Barat atau sebaliknya. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi intensitas sinar matahari masuk ke dalam kandang.

Analisis keuangan

Pengelolaan produksi meliputi aspek terpadu antara sisi teknis dengan segi bisnis. Setiap kegitan peternakan sudah tentu melibatkan ternak, yaitu hewan yang telah diarahkan kemampuan produksinya untuk memenuhi tujuan pemeliharaan. Aspek teknis beternak meliputi produksi ternak, yaitu bagaimana memelihara ternak agar dapat tetap hidup dan berproduksi; nutrisi dan pakan ternak, yaitu bagaimana memberikan pakan pada ternak yang dipelihara agar sesuai dengan kebutuhan nutrisinya untuk hidup pokoknya dan untuk produksinya.

Berikut contoh analisis keuangan dari budidaya sistem longyam antara ikan lele dengan ayam broiler berdasarkan perhitungan yang dilakukan Murhananto dan Purbani.

 

Analisis sederhana usaha longyam

  • Pemeliharaan lele selama 1 tahun (4 siklus)
  • Biaya produksi Rp 367.000 x 4 siklus = Rp 17.468.000
  • Panen Rp 000.000 x 4 siklus = Rp 40.000.000

 

Keuntungan pemeliharaan lele selama 1 tahun

Rp 40.000.000 – Rp 17.468.000                                 = Rp 22.532.000

 

  • Pemeliharaan broiler
  1. Biaya produksi
  2. Anak ayam (DOC) 3.200 ekor x Rp.1.000       = Rp    3.200.000
  3. Pakan 6.400 kg x Rp 2.200                               = Rp  14.080.000
  4. Obat dan sekam 3.200 ekor x Rp 600              = Rp    1.920.000
  5. Tenaga kerja 2 orang x Rp 150.000                  = Rp       300.000

JUMLAH                                                                    = Rp  19.500.000

 

  1. Panen

4.250 kg x Rp 6.000                                             = Rp 25.500.000

 

  1. Keuntungan 1 siklus

Rp 25.500.000 – Rp 19.500.000                           = Rp 6.000.000

 

  1. Pemeliharaan broiler selama 1 tahun (6 siklus)
  2. Biayaproduksi Rp 19.500.000 x 6 siklus                      = Rp 117.000.000
  3. Panen 4.250 kg x 6 siklus x Rp 6.000                           = Rp 153.000.000

 

  1. Keuntungan pemeliharaan broiler selama 1 tahun

Rp 153.000.000 – Rp 117.000.000                       = Rp 36.000.000

 

  • Biaya produksi longyam selama 1 tahun
  1. Biaya produksi lele Rp 4.367.000 x 4 siklus = Rp 17.468.000
  2. Biayaproduksi broiler Rp 19.500.000 x 6 siklus = Rp 117.000.000

JUMLAH                                                                    = Rp 134.468.000

 

  • Keuntungan selama 1 tahun
  1. Pemeliharaan lele                                                   = Rp  22.532.000
  2. Pemeliharaan broiler                                              = Rp  36.000.000

JUMLAH                                                                    = Rp  58.532.000

 

Post Terkait:

  • Peran Startup di Sektor Akuakultur Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…
  • Berbagai Metode Pengobatan Penyakit Parasitik (( Berbeda-beda tetapi tetap satu juga? Kiranya begitu. Banyak jalan menuju Roma, banyak obat melawan penyakit parasit, demi kesehatan ternak kita. ))Narasumber pada Pasca Sarjana…
  • KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…
  • Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur (( Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab turunnya produksi telur, diharapkan peternak dapat mengambil tindakan antisipasi agar ayam telur yang dipeliharanya menghasilkan…
  • Cacingan dan Pengobatannya | Majalah Infovet I… Edisi 167 Juni 2008Penyakit cacing atau helminthiasis terkadang masih kurang diperhatikan karena tidak menimbulkan kematian yang mendadak dan tinggi sepertinya halnya penyakit viral (misal ND…
  • Musim Penghujan, Pakan dan Ayam Kerdil Fokus Majalah Infovet Edisi 162 Januari 2008Narasumber Infovet menyampaikan sekitar Oktober 2007 serangan ayam kerdil juga bisa terjadi di ayam pullet, dengan besar kasus 5…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Peran Startup di Sektor Akuakultur by Agribisnis Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH by Agribisnis (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi Telur by Agribisnis Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produksi TelurFungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI