HATN 2020: GIZI AYAM DAN TELUR TINGKATKAN IMUNITAS


Melalui webinar pada Kamis (15/10/2020), Ketua Pusat HATN, Ricky Bangsaratoe, menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat perunggasan yang mendukung acara tersebut.

“Terima kasih kepada instansi, asosiasi, masyarakat maupun peserta webinar yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Ricky dalam sambutannya dihadapan 435 peserta.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati. “Kegiatan HATN ini baru pertama kali saya dengar padahal sudah berjalan bertahun-tahun. Ini sangat baik sekali pesannya, saya berikan apresiasi tertinggi bagi acara ini, khususnya disaat kita sedang berjuang melawan pandemi tetapi kita masih tetap produktif,” katanya.

Ia berharap ke depannya kegiatan ini bisa menambah warna bagi tata niaga, edukasi dan informasi pangan bergizi yang aman khususnya daging dan telur ayam.

Sementara, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih Januratmoko, yang turut hadir membuka acara menyampaikan bahwa pentingnya menjaga imunitas tubuh di era pandemi COVID-19 saat ini.

“Ini menjadi momen kita masyarakat perunggasan. Semoga kegiatan ini selalu memberikan manfaat sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ayam dan telur,” ucap SInggih.
 
Pembukaan oleh Ricky Bangsaratoe, Singgih Januratmoko dan Fery Farhati. (Foto: Dok. Infovet)


Daging Ayam dan Telur Sehat

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, yang menjadi narasumber pada webinar kali ini, menyampaikan pentingnya menyediakan daging ayam yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal) untuk menjamin kesehatan masyarakat.

“Aman tidak mengandung bahaya biologis, kimiawi dan fisik yang dapat menggangu kesehatan masyarakat. Sehat yakni mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan. Utuh tidak dikurangi atau dicampur dengan bahan lain. Halal dengan disembelih dan ditangani sesuai syariat agama islam,” jelas Suharini.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan beberapa kebijakan dalam industri perunggasan di DKI Jakarta. Diantaranya relokasi pelaku usaha penampungan dan pemotongan ayam ke rumah pemotongan hewan unggas (RPHU) milik pemerintah, penyediaan juru sembelih halal (Juleha) yang terampil dan tersertifikasi, pemeriksaan ante dan post mortem, penerapan higiene sanitasi dan sistem rantai dingin, serta pengawasan kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) dan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada unit usaha pemotongan dan penjualan ayam.

“Saat ini kita sudah memiliki sekitar sembilan RPHU yang memiliki SK gubernur, kemudian menyediakan Juleha yang terampil dan tersertifikasi sebanyak total 269 orang dan sertifikasi NKV yang menjadi poin penting pelaku usaha menyediakan daging ayam yang sesuai kaidah kesehatan dan syariat islam,” paparnya.
 
Narasumber webinar Suharini Eliawati, Gunawan Budi Utomo dan Rakhmat Nuriyanto, dipandu oleh Duta Ayam dan Telur 2018-2021, Ovie (kiri atas). (Foto: Dok. Infovet)


Sebab dengan mengonsumsi pangan yang sehat dan bergizi dari daging dan telur ayam, mampu meningkatkan imunitas tubuh khususnya di era pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan Drh Gunawan Budi Utomo dari FAO ECTAD Indonesia.


“Cukupkan konsumsi protein nabati dan hewani, cukupkan asupan vitamin C, kurangi asupan gula, lakukan aktivitas fisik, dapatkan sinar matahari pagi dan selalu happy thinking atau berpikir bahagia,” kata Gunawan.

Dijelaskan bahwa tubuh manusia membutuhkan nutrisi esensial dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang agar imunitas dalam tubuh terbangun dengan baik. Namun perlu kehati-hatian dalam memilih pangan asal hewan, sebab mudah terkontaminasi kuman atau mudah rusak (perishable food).

“Untuk itu pilihlah daging ayam dari RPHU yang sudah tersertifikasi. Karena pemotongannya mengedepankan higiene dan sanitasi, menerapkan ASUH, serta menerapkan rantai dingin,” jelasnya.

“Keunggulan daging ayam yang ASUH dalam rantai dingin ini dikemas dengan bahan yang aman (food grade) untuk menghindari kontaminasi kuman penyakit, melalui pendinginan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan mempertahankan kesegaran daging, serta memiliki jaminan NKV dan logo halal dari MUI.”

Selain memberikan imunitas bagi tubuh, mengonsumsi daging dan telur ayam juga menguatkan dan mencerdaskan otak sebagaimana disampaikan Drh Rakhmat Nuriyanto dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI).

“Seperti pernah disampaikan UNICEF, perbaikan gizi yang didasarkan pada pemenuhan protein hewani memiliki kontribusi 60% pertumbuhan ekonomi negara maju. Karena itu, mari bersama tingkatkan kampanye kita terhadap konsumsi daging dan telur ayam untuk menguatkan dan mencerdaskan bangsa,” kata Rakhmat.

Kemeriahan HATN 2020
Selain menggelar webinar seputar informasi pentingnya mengonsumsi daging dan telur ayam, kegiatan HATN tahun ini juga menampilkan demo memasak ayam dan telur oleh Celebrity Chef, Eddrian Tjhia.
 
Demo memasak oleh Celebrity Chef, Eddrian Tjhia. (Foto: Dok. Infovet)


Selain itu, untuk meningkatkan kesehatan gizi masyarakat, para donatur dalam HATN menyumbang sebanyak 1.000 daging dan telur ayam yang dibagikan secara gratis, juga pemberian doorprize bagi para peserta webinar dan pemberian penghargaan bagi tiga Youtuber terpilih dengan tema “Menu Ayam dan Telur”.


Adapun Juara III diberikan kepada Dapur Kadeena dengan judul video “Cara Memasak Ayam Kecap Pedas Manis Mudah dan Praktis” dengan hadiah satu buah mixer. Juara II diraih Abu Tosca dengan judul “Resep Olahan Tahu dan Telur Cocok Banget Buat Anak Kost” dengan hadiah berupa rice cooker. Juara I diberikan kepada Kreasi Dapur Asih dengan judul “Terong dan Telur Dibikin Lauk? Enak Banget Wajib Dicoba” mendapat hadiah berupa microwafe.

Rangkain kegiatan HATN dan peringatan WED 2020 puncaknya akan diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan Timur pada 27-28 Oktober 2020. (RBS)

Similar Posts:

Baca Juga:   Animo Tinggi, Peserta Pelatihan PJTOH ASOHI Membludak

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.