Karakteristik dan Teknis Pemeliharaan Ternak Bebek Peking, Peluang Bisnis yang Menjanjikan
Home BlogIptekKarakteristik dan Teknis Pemeliharaan Ternak Bebek Peking, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Karakteristik dan Teknis Pemeliharaan Ternak Bebek Peking, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Ternak bebek Peking yang merupakan ternak dwiguna
untuk menghasilkan telur dan daging
sebagai sumber penghasil protein hewani.
Pertambahan penduduk Indonesia yang terus meningkat dan peningkatan
pendapatan masyarakat serta perkembangan bisnis kuliner yang pesat dari tahun
ke tahun, menuntut penyediaan bahan baku asal hewan yang HAUS (Halal, Aman,
Utuh & Sehat), termasuk salah satunya daging bebek. Hal ini tampaknya
terpenuhi oleh kriteria bebek Peking dan beberapa perusahaan unggas mulai
melirik untuk mengembangkan peluang bisnis tersebut.
Bebek Peking bukan termasuk itik lokal Indonesia, tetapi itik yang
tetuanya berasal dari Tiongkok, yang merupakan bebek dwiguna, yaitu sebagai penghasil
telur dan daging. Karakteristik bebek Peking sendiri memiliki bulu seragam
warna putih dengan paruh dan kaki berwarna kuning, umur 21 minggu mulai
bertelur dengan puncak produksi 90% dan warna kulit telur putih. Bebek Peking
kemudian menyebar ke Amerika, Inggris, Perancis dan kawasan Eropa lainnya. Di
Inggris, jenis bebek ini dikenal dengan nama “Bebek Cherry Valley” dan di Perancis dengan nama “Bebek Grimaud”.
Karakteristik Produksi dan
Pertumbuhan
Karakteristik produksi telur dan pertumbuhan bebek Peking, bisa
dilihat pada Tabel 1 berikut:
Tabel 1.
Karakteristik Produksi dan Pertumbuhan Bebek Peking
Umur
pertama bertelur (minggu)
Bobot
telur pertama (gram)
Puncak
produksi umur 26 minggu (%)
Jumlah
telur per tahun (butir)
Bobot
umur 12 minggu (kg)
Sumber: Dari berbagai
sumber.
Selain produksi telurnya yang tinggi dan pertumbuhan bobot badannya
yang cepat, bebek Peking memiliki beberapa keunggulan lain, yaitu bisa
dipelihara di tempat basah atau kering, dan lebih tahan penyakit.
Persyaratan Teknis Pemeliharaan
Untuk keberhasilan pemeliharaan bebek Peking pedaging, peternak atau
calon peternak bisa mengikuti persyaratan teknis berikut:
1.   
Kepadatan (density), bisa
dilihat pada Tabel 2 berikut:
Tabel 2. Standar Kepadatan
Kandang Bebek Peking Pedaging
Sumber: Grimaud Breeding Farm, PT
Centralavian Pertiwi (2000).
2.   
Standar pengaturan suhu pemanas:
Tabel
3. Program Pengaturan Suhu Di Bawah Pemanas
Sumber: Grimaud Breeding Farm, PT
Centralavian Pertiwi (2000).
3.   
Standar target bobot badan dan
konsumsi pakan yang harus dicapai dengan pemberian pakan berkualitas sesuai
kebutuhan dalam tahap-tahap umurnya dan dipelihara pada tipe kandang closed house, serta kondisi kesehatan
yang prima. Bisa dilihat pada Tabel 4 berikut:
Tabel 4. Target Bobot Badan, Konsumsi
Pakan dan Konversi Pakan Bebek Peking Pedaging
Pertambahan Bobot Badan/minggu
Kumulatif (gram/ekor/hari)
Sumber:
Grimaud Breeding Farm, PT Centralavian Pertiwi (2000).
4.   
Pemberian air minum, secara adlibitum (tidak dibatasi), penyediaan
air minum yang cukup dan higienis merupakan salah satu persyaratan kesuksesan
pemeliharaan bebek Peking pedaging, karena air dalam tubuh memiliki
multifungsi, yaitu sebagai transportasi dan pelarut zat gizi pakan/obat/vaksin
ke segenap sel tubuh, menjaga kelembaban tubuh, menjaga volume dan kekentalan
darah, serta getah bening, mengatur suhu tubuh, membuang racun dan radikal
bebas, mengatur fungsi kulit, bulu sebagai unsur dalam pembentukan daging dan
telur. Kekurangan minum akan mengakibatkan peradangan lambung kelenjar dan
ginjal, penurunan aktivitas metabolisme, peningkatan sel darah merah,
pengeriputan kulit di sekitar kaki dan memperlambat pertumbuhan bebek. Penting
diperhatikan ialah penggunaan tempat minum (drinker)
5 ekor/buah dan gallon 150 ekor/buah. (Sumber:
Grimaud Breeding Farm, PT Centralavian Pertiwi, 2000
)
5.   
Pengaturan cahaya (Lighting Programme), umur DOD 1-23 hari
membutuhkan asupan gizi dan nafsu makan yang baik, maka diperlukan intensitas
cahaya yang cukup, sehingga konsumsi pakan bisa meningkat dari hari ke hari
yang akan berpengaruh pada pertambahan bobot badan. Diperlukan pengaturan
pemberian cahaya tiga minggu pertama, untuk umur 0-7 hari diperlukan intensitas
cahaya (40 lux) dan pemberian cahaya (23 jam/hari), sementara umur 8 hari
hingga panen pemberian intensitas cahaya (20 lux) dan pemberian cahaya (18 jam/hari).
(Sumber: Grimaud Breeding Farm, PT
Centralavian Pertiwi, 2000
)
Memiliki
Segmen Pasar Sendiri
Pada akhir-akhir ini muncul kekhawatiran bahwa kehadiran bebek Peking
di tanah air akan menjadi kompetitor/saingan produk daging bebek lokal, namun kekhawatiran
itu tidak perlu ada, karena daging bebek Peking memiliki segmen pasar sendiri,
yaitu untuk penyediaan restoran dan supermarket dan harga daging bebek Peking yang
ditawarkan lebih mahal dari daging bebek lokal.
Kehadiran peternakan bebek Peking sedikit banyak menghambat impor
daging bebek Peking beku dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Taiwan
dan lain-lain, serta memberikan peluang lapangan kerja bagi sumber daya manusia
di Indonesia. Semoga saja…!!!

Oleh: Ir. Sjamsirul Alam

Baca Juga:   Simbiosis Kementan dan Badan POM Tingkatkan Daya Saing Peternakan

Penulis praktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad.

Similar Posts:

  • Comments
  • 0