Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

KAWAL PROGRAM UPSUS SIWAB, KEMENTAN GANDENG TNI-AD

Posted on

JAKARTA, 28 April 2017. Bertempat di Kantor Pusat
Kementerian Pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Drh.
I Ketut Diarmita, MP dan  Asisten
Teritorial Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Aster TNI AD) mendeklarasikan
kerjasama dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau.

“Kerjasama ini dilakukan untuk mempercepat
pencapaian kecukupan pangan hewani asal ternak, termasuk di dalamnya
keberhasilan Upsus Siwab,” ujar I Ketut Diarmita.
Menurut Diarmita, perjanjian kerjasama ini juga
sekaligus untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Menteri Pertanian
dengan Panglima TNI Nomor 10/MoU/RC.120/M/12/2016 tentang Ketahanan Pangan.
Sebagaimana diketahui bahwa terkait dengan penyediaan pangan hewani asal ternak,  Kementan mempunyai program percepatan
peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam rangka pemenuhan daging sapi dan
kerbau di dalam negeri. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri
Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan
Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.
Lebih lanjut disampaikan, Upsus Siwab merupakan
suatu kegiatan yang terintegrasi dalam rangka percepatan peningkatan populasi
sapi dan kerbau secara masif dan serentak, melalui pendekatan sistem manajemen
reproduksi yang terdiri dari unsur-unsur: (a) pemeriksaan status reproduksi dan
gangguan reproduksi, (b) pelayanan inseminasi buatan (IB) dan kawin alam, (c)
pemenuhan semen beku dan nitrogen cair, (d) pengendalian pemotongan sapi/kerbau
betina produktif, dan (e) pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.
“Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen
pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan asal ternak dan meningkatkan
kesejahteraan peternak sekaligus mengejar swasembada sapi tahun 2026 seperti yang
ditargetkan Presiden Joko Widodo. Pada tahun 2017, kita targetkan kebuntingan
ternak sapi dan kerbau mencapai 3 (tiga) juta ekor. Selain dari kelahiran anak
sapi/kerbau, target lain yang akan dicapai yaitu menurunnya angka penyakit
gangguan reproduksi dan menurunnya pemotongan sapi betina produktif,” kata I
Ketut Diarmita.
Foto bersama jajaran Kementerian Pertanian dan TNI AD.

“Untuk mensukseskan pelaksanaan Upsus Siwab, kami
perlu dukungan dan sinergi dengan program/kegiatan TNI yang bertujuan untuk
peningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut I Ketut Diarmita menyampaikan, TNI-AD sebagai instansi negara
bidang pertahanan negara yang tugas pokoknya dalam pemberdayaan wilayah
pertahanan di darat, serta menciptakan kondisi sosial wilayah yang kondusif dan
ketersediaan logistik wilayah, sehingga diharapkan dapat mendukung program
pemerintah dalam mewujudkan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau.

“Deklarasi ini menunjukkan adanya komitmen bersama
antara Kementerian Pertanian dan TNI AD untuk bekerjasama melaksanakan
percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau,” ungkap Diarmita.
Menurutnya, Perjanjian Kerjasama ini dimaksudkan
sebagai upaya bersama untuk meningkatkan keterpaduan yang sinergi melalui
kegiatan percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam rangka mendukung
sistem pertahanan negara.
Dalam kerjasama ini, Ditjen PKH Kementan dan TNI-AD
akan bersama-sama menggerakan peternak dan petugas teknis dalam pelayanan Upsus
Siwab. Kedua belah pihak juga akan meningkatkan kapasitas aparatur, personil
TNI AD (Babinsa), dan peternak dalam rangka pelaksanaan kegiatan Upsus Siwab,
serta melakukan pendampingan kegiatan Upsus Siwab dalam rangka pengembangan
sapi dan kerbau, terutama untuk pengembangan perbibitan sapi Brahman Cross ex
impor yang ada di Aceh, Sumatera Utara dan Riau.
Selanjutnya disampaikan, pelaksanaan kerjasama ini
akan ditindaklanjuti oleh wakil-wakil para pihak yang dalam hal ini pihak
Ditjen PKH adalah Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak dan Direktur Pakan,
sedangkan dari pihak Aster TNI AD yaitu Perwira Pembantu III/Perlawanan Wilayah
Staf Teritorial Angkatan Darat (Paban III/Wanwil Sterad).
Dirjen PKH I Ketut Diarmita didampingi
Wakil Aster TNI AD Brigjen Budi Sulistijono
saat melayani pertanyaan wartawan. 

Mencegah Penyelewengan

Dalam kesempatan tersebut Dirjen PKH I Ketut
Diarmita juga menilai bahwa banyak kecurangan yang terjadi di lapangan dalam
program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Untuk itu
pihaknya menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Ia mengatakan TNI AD memiliki banyak pesonil
(Babinsa) yang tersebar di seluruh wilayah dan dinilai mampu melakukan
pengawasan. “Target kita semua sapi-sapi yang kita masukkan dari 2016
harus diawasi karena kita ingin hasilnya nanti jangan sampai menurun,”
ujar Diarmita.
Selain itu keamanan selama ini juga menjadi kendala.
Ia mengakui program Upsus Siwab yang difokuskan di tiga provinsi Sumatra Utara,
Aceh dan Riau belum terekam dengan baik. Misalnya ketika sapi indukan sakit
atau mati tidak tercatat apa penyebabnya dan total jumlahnya. “Kenapa
mati, bukti-buktinya, semua harus dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata
dia.
Sebab selama ini tidak sedikit sapi indukan yang
justru sakit atau dipotong untuk dijual dagingnya. Wakil Asisten Teritorial TNI
AD Brigjend Budi Sulistijono mengatakan, pengawalan dan pendampingan Upsus
Siwab merupakan implementasi pihaknya dalam mewujudkan swasembada pangan. Dalam
lima tahun terakhir, kata dia, perkembangan situasi nasional khususnya
komoditas daging menjadi masalah serius terutama menjelang hari raya keagamaan.
Ia mengaku, kerjasama Upsus Siwab ini sebenarnya
sudah diuji coba selama lima bulan dan berjalan lancar. Pengawasan yang
dilakukan pihaknya termasuk pengawasan terhadap semen beku, inseminator,
petugas inseminasi buatan dan sebagainya.
“Melalui pendampingan dan pengawasan diharapkan
bisa mengatasi kurang optimalnya program pemerintah membuat sapi bunting,”
ujar Budi.
Ia meminta Kementan membuat panduan berupa buku
petunjuk atau Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) sebagai pedoman kerja. Hal
tersebut nantinya bisa menjadi petunjuk kepada Babinsa dan masyarakat petani
untuk meminimalisir terjadinya kesalahan di lapangan.

Untuk diketahui, total pengadaan sapi indukan 2016
sebanyak 15.824 ekor dengan rincian sapi indukan Brahman Cross ex impor
sebanyak 4.397 ekor dan 11.427 ekor sapi lokal.

“Saya berpesan kepada para wakil yang ditugaskan
agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan kerjasama ini dapat
terlaksana dengan baik dan saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada Asisten Teritorial TNI-AD beserta jajaran, atas waktu
dan kehadirannya di tengah-tengah kesibukan melaksanakan tugas negara,” pungkas
I Ketut Diarmita menutup sesi tanya jawab dengan wartawan. (WK)

Post Terkait:

  • Arah Pembangunan Peternakan Indonesia, Menuju… Oleh: Drh I Ketut Diarmita MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian khususnya pada sektor peternakan pada intinya…
  • SINERGI PEMERINTAH DALAM OPTIMALISASI… Dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal (sapi-sapi lokal), terutama untuk mewujudkan pencapaian swasembada daging sapi di dalam negeri, Dewan Ketahanan Nasional bersama dengan Kementerian Pertanian…
  • BEGINI UPAYA KEMENTAN WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN ASAL TERNAK Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional terutama mewujudkan pencapaian ketahanan pangan, pembangunan peternakan baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota bertujuan untuk mencapai…
  • DIRJEN PKH KEMENTAN: CAPAIAN UPSUS SIWAB 92,27% Surabaya (11/12/2017), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyampaikan, capaian IB (Inseminasi Buatan) nasional berdasarkan data kumulatif hingga…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • BEGINI LANGKAH KEMENTAN ATASI GEJOLAK HARGA DAGING… JAKARTA, 30 Maret 2017. Dalam rangka mengatasi permasalahan perunggasan di Indonesia saat ini, terutama terkait adanya penurunan harga ayam hidup (broiler dan jantan layer) serta…
  • Drama Impor Sapi Bakalan Catur Wulan III Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, rupanya tak main-main dengan janjinya, yakni mewajibkan importir memasok 20% sapi indukan dari kuota sapi bakalan yang diterimanya. Dengan tidak adanya…
  • UPSUS SIWAB Jadi Prioritas Pembangunan Peternakan 2017 Salah satu kegiatan penting pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2017 adalah Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang berorientasi pada pencapaian swasembada…
  • MULAI HARI INI, KEMENTAN DAN HPDKI GELAR JAMBORE… Jakarta (22/09/2017). Dalam rangka mendorong peningkatan peran dan kontribusi sub sektor peternakan untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani asal ternak dan kesejahteraan peternak, Pemerintah dalam hal…
  • NUSAKAMBANGAN DIKEMBANGKAN JADI SENTRA TERNAK SAPI Penandatangan kerjasama Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham I Wayan K. Dusak dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, Jakarta (23/1). JAKARTA 23 Januari 2017, Bertempat…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Arah Pembangunan Peternakan Indonesia, Menuju… by Agribisnis Oleh: Drh I Ketut Diarmita MP Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian khususnya pada sektor peternakan pada intinya…
  • SINERGI PEMERINTAH DALAM OPTIMALISASI… by Agribisnis Dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal (sapi-sapi lokal), terutama untuk mewujudkan pencapaian swasembada daging sapi di dalam negeri, Dewan Ketahanan Nasional bersama dengan Kementerian Pertanian…
  • BEGINI UPAYA KEMENTAN WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN ASAL TERNAK by Agribisnis Dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional terutama mewujudkan pencapaian ketahanan pangan, pembangunan peternakan baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota bertujuan untuk mencapai…
  • DIRJEN PKH KEMENTAN: CAPAIAN UPSUS SIWAB 92,27% by Agribisnis Surabaya (11/12/2017), Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyampaikan, capaian IB (Inseminasi Buatan) nasional berdasarkan data kumulatif hingga…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… by Agribisnis JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…

  • 1,202,781
  • 606,625
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI